Return Saham adalah suatu tingkat keuntungan yang nantinya bisa kalian nikmati oleh para pemodal atas dari investasi yang telah mereka lakukan sebelumnya. Dalam setiap melakukan suatu investasi, pastinya kita selalu menginginkan keuntungan apa yang akan didapatkan nanti. Apalagi jika berinvestasi seperti tanah, bangunan, komoditas, maupun lainnya. Termasuk juga saham. Terdapat istilah Return Saham yang biasa disebutkan ketika berhubungan dengan keuntungan itu sendiri. Kali ini, kita akan membahas mengenai apa Return Saham tersebut. Raih Komisi Sekarang Jika berdasarkan teori pasar modal, return saham adalah tingkat pengembalian yang akan diterima oleh para investor dari saham yang telah diperdagangkan pada pasar modal itu sendiri. Untuk lebih lengkapnya mengenai return saham ini, kalian bisa membaca penjelasan artikel di bawah ini. Akan tetapi, jangan lupa juga untuk daftarkan diri kalian menjadi seorang IB atau dengan mengajak teman kalian untuk bisa bergabung bersama GIC dan dapatkan berbagai macam keuntungan melalui program tersebut!

Apa itu Return Saham?

Return saham adalah selisih dari harga jual saham dengan harga pada saat membelinya, ditambah dengan dividen yang akan diperoleh dari investasi saham tersebut. Pengertian ini juga bisa diartikan sebagai suatu tingkat keuntungan yang bisa dinikmati oleh pemodal dari investasi yang dilakukannya. Dalam pasar saham tidak selalu akan menjanjikan suatu return yang pasti bagi para investor. Namun terdapat beberapa komponen return saham yang memungkinkan para pemodal untuk meraih keuntungan yaitu dividen, saham bonus, dan capital gain. Komponen return tersebut akan mencerminkan aliran kas ataupun pendapatan yang bisa diperoleh dalam periode tertentu dari suatu investasi. Yield hanya bisa berupa angka nol dan positif. Terdapat juga capital gain atau loss. Komponen ini bisa diartikan sebagai suatu kenaikan ataupun penurunan harga dari suatu keuntungan atau kerugian bagi investor. Capital gain ini bisa berupa angka minus, nol, atau positif. Terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi return saham, yaitu faktor makro yang akan terdiri dari faktor makro ekonomi, dan juga faktor makro non ekonomi. Yang termasuk dari faktor makro ekonomi adalah inflasi, kurs valuta asing, suku bunga, harga bahan bakar minyak di pasar internasional, tingkat pertumbuhan ekonomi, serta indeks harga saham regional. Sementara, untuk faktor makro non ekonomi tersebut meliputi peristiwa sosial, peristiwa politik, dan peristiwa politik internasional. Selain itu, terdapat pula faktor mikro ekonomi yang akan meliputi faktor dari dalam perusahaan itu sendiri. Karena return saham adalah selisih antara harga jual dan harga beli saham yang telah ditambahkan dengan dividen, maka dari hasil selisih tersebut, terdapat dua kemungkinan yang bisa muncul yaitu capital gain serta capital loss. Apabila yang kalian dapatkan merupakan kualifikasi capital gain, maka kalian akan mendapatkan keuntungan dari penjualan saham tersebut. Sebaliknya, jika hasil yang muncul merupakan capital loss, berarti bisa diartikan bahwa kalian akan mengalami kerugian dari trading saham yang telah dilakukan. Trader Assessment

Jenis Return Saham

Terdapat dua jenis return saham adalah sebagai berikut yang telah banyak diketahui oleh para investor, yaitu return realisasi dan juga return ekspektasi. Berikut penjelasan dari jenis return saham adalah:

Return Ekspektasi

Return saham ekspektasi adalah bentuk dari pengembalian yang diharapkan nantinya bisa diperoleh oleh para investor di masa depan. Lain halnya dengan return realisasi yang akan dijelaskan setelah ini, jenis return ekspektasi ini merupakan bentuk dari pengembalian yang belum terjadi. Tingkat pengembalian yang diharapkan merupakan bentuk keuntungan yang nantinya akan diperoleh oleh para investor atas penanaman modalnya pada suatu perusahaan emiten di masa depan. Tingkat pengembalian ini akan sangat dipengaruhi oleh berbagai macam prospek perusahaan yang bersangkutan di masa mendatang. Seorang investor tentunya akan mengharap return tersebut dengan jumlah tertentu di masa depan. Namun, saat investasi tersebut telah selesai dilakukan dan keuntungan yang diperoleh tersebut sudah benar-benar ia peroleh, maka nilai keuntungannya akan dianggap sebagai return realisasi.

Return Realisasi

Return saham realisasi atau dalam bahasa inggrisnya realized return adalah bentuk dari pengembalian yang sudah terjadi. Return ini bisa dijadikan sebagai suatu dasar penentu return ekspektasi serta potensi risiko yang nantinya akan dialami di masa depan. Jenis pengembalian pada investasi ini, akan dihitung berdasarkan data pengembalian historis. Return realisasi ini menjadi sangat penting karena bisa digunakan untuk menilai suatu performa perusahaan dan bisa menjadi indikator dalam menilai return ekspektasi di masa mendatang. Sebelum lanjut pada pembahasan rumus dan cara untuk menghitung return saham, pastikan juga untuk melakukan unduh aplikasi GICTrade melalui Google Play Store ataupun App Store!

Rumus dan Cara Menghitung Return Saham

Dalam beberapa kasus, untuk menghitung keuntungan saham, lebih umumnya digunakan return saham per hari. Mengingat terdapat banyak data yang akan terlibat maka tentu lebih baik melakukan cara menghitung return saham ini adalah dengan menggunakan Excel yang bisa dilakukan secara otomatis. Dalam menghitung return saham IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) tersebut prosesnya pun sama. Data-data harga saham IHSG yang lazimnya digunakan data selama satu tahun. Sehingga untuk menghitung yaitu dengan cara mencari return IHSG per harinya, lalu dicari rata-rata profit untuk satu tahunnya. Untuk para pemain saham, mereka harus mendapatkan suatu data pengembalian IHSG dalam satu tahun yang lalu, kemudian diperbandingkan dengan return saham yang diperoleh. Jika profit saham yang telah dipilih bisa melampaui nilai dari keuntungan IHSG, maka bisa dianggap bahwa return saham tersebut memiliki nilai yang bagus. Hanya saja, bisa jadi hal tersebut cuma kebetulan. Jadi, pada saat kalian mendapati kenaikan ataupun penurunan saham yang dipilih akan lebih besar jika dibanding dengan return IHSG, maka jangan langsung menarik kesimpulan secara cepat. Karena terdapat indikator lain yang juga perlu kalian perhatikan seperti fundamental perusahaan yang sedang mengeluarkan saham itu. Sesuai dengan tujuan yang diinginkan, kalian bisa menghitung return saham tersebut dalam jangka waktu tahunan, 6 bulanan, 4 bulanan, bulanan, mingguan, ataupun dalam harian. Agar tidak terpengaruh oleh noise, maka investor jangan terlalu sering dengan menghitung keuntungan dari bermain saham tersebut, apalagi jika dalam jangka waktu bulanan ataupun harian. Perlu kalian ingat, investasi saham merupakan permainan dengan jangka panjang, bisa jadi perubahan harga dalam jangka waktu singkat tersebut hanyalah berasal dari volatilitas pasar yang semata, bukan karena terdapat perubahan fundamental. Cara menghitung return saham pada laporan keuangan pun bisa dilakukan dengan cukup sederhana, yang berupa harga rata-rata saham pada bulan ini dikurangi dengan harga saham pada bulan sebelumnya, selanjutnya dibagi harga saham pada bulan sebelumnya. Bisa juga melakukan perhitungan dengan cara, harga saham pada bulan ini yang dibagi dengan harga saham bulan lalu lalu perolehannya akan dikurangi 1. Untuk data pertama, biasanya akan dibuat kosong karena data sebelum itu tidak ada. Data hal ini tentu akan berbeda dengan return of equity meskipun kelihatannya keduanya mirip. Jika kalian merupakan seorang investor yang lebih mementingkan dividen, maka kombinasikan dengan cara menghitung dividen untuk bisa mendapatkan gambaran keuntungan yang utuh. Penghitungan return itu sendiri bisa kalian bedakan sesuai dengan jenisnya yaitu realisasi serta ekspektasi. Untuk bisa melakukan penghitungan pengembalian pada saham yang kalian beli atau miliki, bisa kalian coba rumus berikut ini. Rumus return saham adalah: Preliminary Test

Rumus Return Saham Realisasi

Data analisis dari pengembalian saham realisasi ini bisa kalian dapatkan dari perhitungan dari selisih harga saham individual pada periode waktu yang sedang berjalan dengan harga saham individual pada periode sebelumnya. Perhitungan ini bisa dilakukan dengan tanpa menyertakan dividen yang memiliki rumus return saham realisasi adalah sebagai berikut: Pi,t-Pi,t-1 Ri,t = Pi,t-1 Di mana Ri,t merupakan pengembalian saham i pada waktu t, Pi,t merupakan harga saham i pada periode t, dan juga Pi,t-1 merupakan harga saham i pada periode t-1.

Rumus Return Saham Ekspektasi

Return ekspektasi ini menjadi harapan bagi para investor di masa mendatang. Untuk menghitungnya, kalian bisa menggunakan rumus return saham ekspektasi adalah sebagai berikut. E(Rit) = Rmt Di mana E(Rit) merupakan tingkat keuntungan saham yang diharapkan pada hari ke-t, dan Rmt merupakan tingkat keuntungan pasar pada periode t.

Rumus Return Saham Berupa Capital Gain dan Capital Loss

Terdapat juga rumus lain dalam menghitung suatu return saham adalah return yang berupa capital gain dan juga capital loss. Rumus return saham capital gain dan capital loss adalah sebagai berikut. Return saham = (harga jual – harga beli) + dividen Di mana return berupa keuntungan jika bernilai positif dan akan berupa kerugian jika bernilai negatif

Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keuntungan

Faktor yang akan memengaruhi tingkat keuntungan ini adalah antara lain nilai selisih harga, apakah positif atau malah bernilai negatif, yang akan dipengaruhi sejumlah risiko. Faktor ini telah dibagi menjadi faktor makro dan mikro. Bagi para pemula investasi saham, ketahui juga faktor yang memengaruhinya yaitu:

Faktor Makro

Pergerakan harga saham, yang juga akan berdampak pada perolehan selisih harga, yang dipengaruhi oleh faktor makro, baik makroekonomi ataupun makro nonekonomi. Faktor makroekonomi tersebut utamanya adalah inflasi, nilai tukar rupiah, suku bunga bank sentral, harga minyak dunia, pertumbuhan ekonomi, hingga indeks harga saham regional. Sementara untuk faktor makro nonekonomi di antaranya yaitu peristiwa politik dalam negeri, peristiwa sosial, ataupun kejadian politik secara regional hingga dunia.

Faktor Mikro

Untuk faktor mikro tersebut akan berpengaruh terhadap selisih harga, yang didapat dari internal perusahaan. Misalnya, kondisi keuangan ataupun nonkeuangan, informasi fundamental, sampai dengan informasi teknikal. Terdapat juga informasi fundamental dari internal perusahaan yaitu dividen, capaian penjualan, kondisi keuangan, dan juga ukuran perusahaan. Sementara untuk informasi teknikal ini berasal dari luar perusahaan seperti ekonomi dan juga politik. Setelah mengetahui faktor apa saja yang akan mempengaruhi tingkat keuntungan saham, sempatkan diri untuk melakukan Preliminary Test untuk bisa mengukur seberapa jauh keahlian kalian dalam melakukan trading.

Manfaat Mengetahui Return Saham

Memahami dan juga melakukan pengukuran pengembalian saham akan sangat penting bagi seorang investor. Pada dasarnya, investasi itu sendiri memerlukan banyak pertimbangan dan juga perhitungan. Adapun manfaat dari mengetahui return saham adalah:

1. Membantu Mengukur Keuntungan yang Dimiliki

Para investor saham akan melakukan jual beli saham agar bisa mendapatkan keuntungan. Dengan melakukan penghitungan dari pengembalian saham, baik untuk perusahaan maupun investor, nantinya bisa mendapatkan rincian dasar mengenai keuntungan ataupun kerugian yang terjadi.

2. Sebagai Pertimbangan dan Data untuk Mengambil Keputusan Investasi

Dengan melakukan penghitungan dari pengembalian saham tersebut, kalian juga bisa menjadikannya sebagai pertimbangan sekaligus suatu data untuk bisa mengambil keputusan dalam berinvestasi di kemudian hari. Hal ini juga bisa menjadi histori untuk bisa menyusun ekspektasi kegiatan jual beli saham yang mana lebih menguntungkan dari sebelumnya.

Perbedaan Return Saham dan Dividen

Seperti yang telah dijelaskan di atas, return saham adalah selisih dari harga jual saham dengan harga pada saat beli, ditambah dengan nilai dividen yang telah diperoleh dari suatu investasi saham. Pengertian ini juga bisa diartikan sebagai tingkat keuntungan yang bisa dinikmati pemodal dari investasinya. Namun, dalam pasar saham tidak bisa selalu menjanjikan suatu return yang pasti bagi para investornya. Sedangkan untuk dividen merupakan imbal hasil mengenai penanaman modal yang diperuntukkan bagi para investor dalam saham jangka panjang. Imbal hasil tersebut akan bersumber dari laba yang telah diperoleh perusahaan, di mana dari laba tersebut sebagian akan dibagikan kepada para investornya sebagai nilai dividen. Dalam penjelasan lain, arti dividen saham merupakan pembayaran dividen yang bisa dilakukan dalam bentuk saham tambahan serta yang dilakukan bukan dalam bentuk pembayaran secara tunai. Perusahaan juga dapat memutuskan untuk membagikan dividen jenis ini kepada para pemegang saham jika ketersediaan kas tunai milik perusahaan terbatas. Untuk dividen yang akan dibagikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham bisa dihitung dengan berdasarkan selisih antara laba perusahaan dikurangi dengan laba ditahan. Laba yang ditahan ini merupakan laba yang disimpan oleh perusahaan untuk membiayai suatu ekspansi di masa mendatang. Maka dari penjelasan tersebut, dividen bisa menjadi salah satu komponen return saham yang akan memungkinkan pemodal untuk meraih sebuah keuntungan. Survey Pengguna GIC

Perbedaan Return Saham dan Harga Saham

Harga saham ini sering dijadikan sebagai cerminan kinerja dari sebuah perusahaan. Perusahaan dengan suatu harga saham yang terus meningkat akan dinilai oleh para investor dengan memiliki kinerja yang baik, sehingga akan menarik minat mereka untuk bisa membeli saham pada perusahaan tersebut. Menurut Jogiyanto, harga saham yang dimaksud merupakan harga dimana saham tersebut akan diperjualbelikan di pasar saham. Harga saham yang sebagai harga dari saham pada pasar bursa yang ditentukan oleh para pelaku pasar dengan berdasarkan permintaan dan juga penawaran saham yang bersangkutan di pasar bursa tersebut. Semakin banyaknya permintaan dari investor akan sebuah saham, maka harga saham tersebut pun akan terus mengalami kenaikan, begitu juga dengan sebaliknya. Sedangkan menurut Jogiyanto (2017) untuk Return Saham adalah hasil yang akan diperoleh dari investasi dalam bentuk saham. Return ini dapat berupa return realisasi yang telah terjadi ataupun return ekspektasi yang belum terjadi, namun yang diharapkan bisa terjadi dimasa yang akan datang. Return realisasi (actual return) tersebut merupakan return yang telah terjadi. Return realisasi ini dihitung dengan berdasarkan data historis yang ada. Return realisasi tersebut penting dikarenakan bisa digunakan sebagai salah satu pengukur dari kinerja suatu perusahaan. Return historis ini juga bisa berguna sebagai dasar dalam penentuan ekspektasi (expected return) dan juga risiko dimasa mendatang. Return ekspektasi (expected return) merupakan return yang diharapkan akan diperoleh oleh para investor dimasa yang akan datang. Berbeda dengan return realisasi yang sifatnya telah terjadi, return ekspektasi ini sifatnya belum terjadi. Setelah mengetahui mengenai apa itu return saham, sekarang kalian bisa melakukan perhitungan keuntungan tersebut sesuai dengan rumus yang telah dijelaskan di atas. Dengan begitu, kalian akan mengetahui seberapa besar keuntungan yang telah kalian dapatkan ketika telah melakukan investasi saham itu sendiri. Bagi kalian yang masih bingung juga dengan hal seputar trading, konsultasikan hal trading kalian melalui Trader Assessment bersama dengan GIC! Selain manfaat tersebut, mengetahui return saham juga akan baik bagi kalian untuk bisa mempertimbangkan data dan mengambil keputusan investasi kembali nantinya. Jika telah puas dengan penjelasan artikel maupun layanan dari GIC, harap mengisi survey internal agar tim kami bisa meningkatkan kualitas yang ada.