Capital Gain Adalah? Pengertian, Contoh, hingga Rumus

Artikel ini terakhir di perbaharui October 12, 2021 by Rinaldi Syahran
Capital Gain Adalah? Pengertian, Contoh, hingga Rumus
Sumber Foto: GIC via freepik

Istilah capital gain pastinya menjadi sebuah hal dasar yang pastinya harus dipahami sebelum terjun ke dunia pasar modal. Saat menghadapi masa-masa sulit yang jauh di luar prediksi dan rencana, memiliki dana cadangan menjadi salah satu harapan yang banyak diinginkan oleh orang banyak. Untuk bisa memiliki dana cadangan, pilihan investasi adalah satu dari beberapa cara yang dipilih orang khususnya bagi mereka yang sudah tidak asing di dunia pasar modal.

Namun, lain halnya ketika kamu sedang berencana untuk mencoba peruntungan di dunia investasi. Ada banyak hal yang harus Anda ketahui mulai dari apa itu capital gain, pengertian, rumus, contoh soal, dan perbedaan dengan dividen. Sebelum membahas secara lebih terperinci, mari kita mulai dengan pemahaman dasar tentang capital gain.

Pengertian Capital Gain dan Capital Loss

Capital gain adalah keuntungan modal yang diperoleh seorang investor dari hasil penjualan aset yang mereka miliki seperti saham, obligasi, dan juga properti. Bagaimana Anda bisa mendapatkan keuntungan ini? Anda bisa memperoleh keuntungan ini karena adanya perbedaan harga penjualan yang dikurangi dengan harga pembelian saham. Dalam kata lain, capital gain adalah selisih antara harga penjualan dan harga beli aset.

Anda bisa mengatakan bahwa Anda telah memperoleh capital gain ketika Anda sudah menjual aset atau instrumen investasi yang Anda miliki. Ketika Anda memiliki aset dan hanya berencana menjualnya di harga yang tinggi, bisa dibilang Anda belum memperolehnya. Contoh capital gain adalah ketika Anda membeli saham pada harga Rp2 juta dan Anda berhasil menjualnya pada harga Rp6 juta. Maka, Anda sudah mendapatkan capital gain atau keuntungan modal sebanyak Rp4 juta.

Dengan kata lain, capital gain inilah yang banyak diharapkan oleh para pelaku investasi . Tentu saja, semua pelaku investasi pastinya menginginkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Istilah capital gain saham mungkin lebih santer terdengar bagi para pemain investasi pemula. Padahal capital gain juga berlaku untuk instrumen investasi lain seperti properti, reksadana, perhiasan, dan juga emas.

Ada capital gain ada juga istilah capital loss. Apa itu capital loss? Capital loss adalah keadaan di mana pemegang saham mengalami kerugian karena aset investasi yang dimiliki mengalami pengurangan nilai. Bisa jadi Anda menjual aset dengan harga jual yang lebih rendah daripada harga beli. Menghadapi kerugian modal atau capital loss juga adalah hal yang wajar terjadi bagi para investor.

Menjadi seorang trader tentunya tidak melulu berurusan dengan keuntungan modal. Ada kalanya mereka juga harus mengalami kerugian atau capital loss. Capital loss adalah adanya kerugian yang terjadi ketika seorang investor harus menjual aset yang ia miliki dengan harga jual yang lebih rendah daripada harga beli. Karena keuntungan dan kerugian modal adalah dua hal yang saling terkait, sebaiknya Anda mengetahui jenis capital gain untuk memilih investasi yang tepat.

Jenis Berdasarkan Investasinya

Untuk bisa menentukan pilihan investasi yang tepat, tentunya sumber keuntungan juga menjadi salah satu pertimbangan. Dengan adanya pilihan jenis keuntungan, Anda bisa benar-benar menentukan instrumen investasi yang cocok untuk Anda. Ada dua jenis keuntungan modal atau capital gain yang dikelompokkan berdasarkan durasi atau jangka waktu investasi itu sendiri dan juga pajak yang ditanggungnya.

Capital Gain Jangka Pendek

Sesuai dengan istilahnya, capital gain atau keuntungan modal jangka pendek akan bisa diperoleh seorang pelaku investasi dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun atau 12 bulan. Contoh aset investasi untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek adalah reksa dana dan juga saham. Selain itu, berbagai aset yang memiliki masa kepemilikan kurang dari setahun akan langsung digolongkan ke dalam aset modal jangka pendek.

Namun, tidak semua instrumen investasi memiliki jangka waktu yang sama untuk bisa mendapatkan keuntungan modal jangka pendek. Sebut saja, berbagai aset properti yang Anda miliki memiliki kurun waktu 2 tahun atau 24 bulan. Jadi, ketika Anda menjual aset properti kurang dari durasi 2 tahun maka Anda hanya akan mendapatkan keuntungan modal jangka pendek.

Bagaimana dengan pajak tanggungan yang harus dibayarkan untuk jenis investasi ini? Sesungguhnya nilai pengenaan pajak yang dibebankan pada keuntungan modal jangka pendek akan disesuaikan dengan nilai pajak penghasilan. Dengan kata lain, tidak ada besaran pajak yang pasti untuk capital gain jangka pendek.

Capital Gain Jangka Panjang

Berkebalikan dengan capital gain atau keuntungan modal jangka pendek, keuntungan modal jangka panjang akan bisa Anda dapatkan dalam kurun waktu lebih dari 36 bulan. Ada pun jangka waktu penyimpanan untuk berbagai aset properti yang tidak dapat dipindah tangankan diubah menjadi 24 bulan atau 2 tahun. Sedangkan untuk aset bergerak seperti surat hutang ataupun perhiasan, keuntungan modal jangka panjang tidak berlaku.

Lengkapnya, berikut adalah beberapa contoh aset yang digolongkan sebagai aset modal jangka panjang.

  1. Saham ekuitas yang berasal dari organisasi mana pun yang sudah terdaftar dan diakui oleh BEJ
  2. Sekuritas seperti obligasi dan juga surat hutang yang telah terdaftar di bursa saham mana saja
  3. Capital gain pada reksa dana yang memiliki orientasi ekuitas
  4. Obligasi

Bagaimana dengan aset yang diperoleh seseorang melalui warisan? Periode atau saat di mana aset tersebut diperoleh oleh sang pemberi warisan akan dipertimbangkan. Sedangkan untuk saham bonus, adapun jangka waktu kepemilikan mulai terhitung saat tanggal penjatahan atau pembagian. Pengenaan pajak untuk capital gain jangka panjang terbilang jauh lebih rendah dibandingkan pajak pendapatan dengan besaran 15-20%.

Fakta-Fakta

Dalam mempelajari capital gain secara lebih menyeluruh, ada beberapa fakta penting mengenai topik ini yang tidak boleh Anda lewatkan. Fakta-fakta ini akan jauh membantu Anda dalam memahami topik ini secara mendalam. Simak fakta-faktanya di bawah ini.

Waktu adalah Kunci Utama

Investasi bisa diibaratkan seperti sebuah hubungan percintaan. Hubungan percintaan membutuhkan waktu untuk saling mengenal satu sama lain. Semakin lama mengenal pasangan Anda, rasa cinta Anda akan semakin tinggi seiring berjalannya waktu. Sama halnya, investasi juga mengutamakan waktu. Semakin lama Anda memelihara aset Anda maka akan ada potensi kenaikan harga yang semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Selain itu, ketika melakukan jual beli aset dalam waktu yang singkat, kamu perlu mempertimbangkan adanya biaya administrasi. Terkadang banyak biaya administrasi yang cukup tinggi yang dibebankan kepada trader. Dengan tingginya biaya ini tentu saja akan berpotensi mengurangi keuntungan modal. Jadi, ini juga menjadi bahan pertimbangan ketika ingin melakukan jual beli aset.

Capital Gain orang Indonesia Berasal dari Sektor Perumahan

Memiliki sebuah rumah impian mungkin adalah impian dari semua orang, termasuk orang Indonesia. Pemerintah Indonesia saat ini sedang gencar menggalakan program rumah dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Tidak heran banyak sekali jumlah rumah-rumah yang dibangun.

Seiring berjalannya waktu, harga rumah terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam kata lain, capital gain dari sektor perumahan akan terus melejit dalam beberapa dekade ke depan. Rasanya mustahil untuk saham dan instrumen investasi lain untuk menggeser posisinya.

Capital Gain Berbeda dengan Income

Keuntungan modal seringkali disalah artikan dengan istilah income. Income atau pendapatan adalah hasil keuntungan yang diperoleh melalui sebuah usaha atau kegiatan yang dilakukan. Misalnya, Anda membeli sebuah kaos bekas seharga Rp60 ribu. Karena masih terlihat bagus, Anda menjualnya dengan harga Rp110 ribu keesokan harinya dan laku. Ini bisa disebut sebagai income atau pendapatan.

Sebaliknya, keuntungan modal bisa diperoleh ketika Anda menjual aset dalam kurun waktu yang lebih dari 1 tahun. Jika Anda memiliki produk investasi seperti saham atau reksadana, Anda bisa menjualnya dan mendapat keuntungan modal setelah jangka waktu tertentu.

Perbedaan Dividen dan Capital Gain

Capital gain dan dividen seringkali membuat banyak orang bingung dalam mengartikannya. Meskipun sama-sama memberikan keuntungan, terdapat perbedaan di antara dividen dan keuntungan modal. Keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Berikut perbedaannya.

Sumber Perolehan

Dilihat dari sumber perolehannya, capital gain berbeda dengan dividen. Perolehan dividen berasal dari laba yang dihasilkan oleh entitas bisnis dalam satu periode akuntansi atau kurun waktu satu tahun. Namun, tak seluruh laba jadi dividen. Hanya sebagian saja yang menjadi dividen.

Dividen memang hak bagi para investor, tetapki pembagiannya tak bersifat mutlak. Pembagian dividen dapat dilaksanakan atau tidak berdasar kebijakan perusahaan. Perusahaan atau entitas bisnis dapat tidak membagikan dividen kepada para investor mereka karena alasan terdapat kerugian yang ditanggung perusahaan, atau sedang ekspansi bisnis.

Keuntungan modal diperoleh dari kelebihan selisih harga saham beli dan jual. Harga saham senantiasa ada pergerakan, bisa naik dan turun. Penjualan saham saat harga naik menghasilkan keuntungan atau capital gain.

Jadi, keuntungan modal tak ada hubungan dengan laba entitas bisnis. Oleh karena itu, besaran keuntungan modal tak dipengaruhi besar kecilnya laba yang diperoleh entitas bisnis selama tahun buku. Capital gain berasal dari aksi investor menjual sahamnya di pasar modal saat harga saham alami kenaikan.

Waktu Perolehan

Pada umumnya, pembagian dividen berlangsung setahun sekali. Besaran dividen ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Namun, terdapat kemungkinan adanya kebijakan membagikan dividen interim yaitu imbal hasil sementara yang dibagikan kepada para investor secara berkala selama tahun berjalan, misalnya per triwulan. Pembagian dividen interim ini ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi.

Berbeda dengan keuntungan modal, waktu perolehannya tidak terikat dengan kebijakan perusahaan atau hasil RUPS. Capital gain bisa didapatkan sewaktu-waktu ketika investor menjual saham miliknya pada saat harganya meningkat. Berkenaan itu, investor dapat menjual sebagian atau seluruh saham miliknya saat lonjakan harga saham hasilkan selisih yang besar.

Sifat Pendapatan

Berdasarkan waktu perolehannya, sifat pendapatan dividen adalah pasif, sedangkan keuntungan modal cenderung aktif. Dividen disebut dengan pendapatan pasif, karena investor tak banyak beraktivitas trading dan hanya menunggu pembagian dividen tahunan final maupun interim sementara. Untuk mendapatkan passive income dividen, investor harus punya modal finansial yang besar untuk dibelikan saham perusahaan dan disimpan dalam jangka panjang.

Perolehan keuntungan modal menuntut keaktifan investor dalam beraktivitas trading di pasar modal. Sifat pendapatan keuntungan modal adalah aktif. Untuk mendapatkan keuntungan besar dari capital gain, investor harus aktif dan ahli dalam analisis teknikal. Pada umumnya, investor yang mengejar keuntungan modal punya modal finansial yang relatif kecil.

Waktu yang Tepat untuk Bertransaksi

Aktivitas trading saham menentukan perolehan dividen maupun capital gain. Investor harus mampu membaca situasi pasar dan analisis pergerakan saham secara intensif. Tujuannya agar dapat manfaatkan momentum dan tentukan waktu tepat guna putuskan beli atau jual saham. Agar keuntungan maksimal, investor harus perhatikan beberapa poin berikut.

Dividend yield merupakan tingkat pengembalian saham yang ditawarkan entitas bisnis dalam satuan persentase. Tingkat pengembalian saham entitas bisnis ditentukan berdasar besar dividen per saham dibanding dengan harga saham per lembar. Semakin besar dividen yield maka semakin besar dividen yang dibagikan perusahaan.

Tanggal ex-date dividend ialah masa setelah cum date. Saat investor yang tercatat punya saham entitas bisnis pada batas waktu ex date, maka tak berhak buat dapatkan dividen. Investor yang beli saham entitas bisnis pada tanggal ex date, maka tak akan masuk di dalam daftar investor yang berhak peroleh dividen. Jadi, jangan sampai salah di dalam memilih waktu pembelian saham.

Tanggal Dividend Cum date adalah batas waktu penentuan investor yang berhak dapat dividen. Investor yang tercatat miliki saham perusahaan sampai batas waktu cum date berhak mendapatkan dividen.

Jadi, waktu yang tepat dalam pembelian saham guna mendapatkan dividen ialah sebelum batas waktu cum date berakhir. Sementara, waktu yang tepat di dalam menjual saham guna mendapatkan keuntungan modal ialah saat masa ex date datang.

Rumus Capital Gain

Sebelum menjual aset yang Anda miliki, ada baiknya Anda mengetahui cara menghitung capital gain. Berikut adalah rumus capital gain yang bisa Anda coba sebelum menjual aset Anda.

Capital gain = harga jual – harga beli – biaya penjualan

Contoh Capital Gain

Untuk bisa lebih mudah dipahami, Anda bisa melihat contoh perhitungan berikut ini. Dandy membeli sebuah properti pada tahun 2015 dengan harga Rp900 juta. 6 tahun kemudian, Dandy berencana menjual propertinya dengan harga Rp2 miliar. Ada pula biaya-biaya tambahan yang harus Dandy keluarkan untuk kepentingan pengurusan surat-surat, biaya notaris, dan juga biaya agen sebanyak Rp100 juta. Jadi berapa capital gain yang diperoleh oleh Dandy dengan menjual propertinya?

  1. Harga jual = Rp2 miliar
  2. Harga beli = Rp900 juta
  3. Biaya penjualan = Rp100 juta
  4. Capital gain = Rp2 miliar – Rp900 juta – Rp100 juta = Rp1 miliar

Maka, bisa dibilang bahwa dalam waktu 6 tahun, Dandy sudah meraup keuntungan modal dari aset propertinya sebesar Rp1 miliar. Dengan mengetahui rumus menghitung capital gain, Anda bisa memperkirakan berapa keuntungan aset yang akan Anda dapatkan. Dengan demikian, Anda bisa menghitung seberapa banyak keuntungan dengan menjual aset Anda.

Contoh Soal Capital Gain Saham

Tuan Z membeli saham dengan kuantitas 1 lot (500 lembar saham per lot) di harga IDR1.000 per lembar saham. Pada 6 bulan kemudian, Tuan Z menjual saham miliknya sebanyak 1 lot di harga IDR 2.000 per lembar saham. Maka, Capital Gain Tuan Z adalah sebagai berikut:

Harga Beli Saham:
500 lembar x IDR1.000 = IDR500.000

Harga Jual Saham:
500 lembar x IDR2.000 = IDR1.000.000

Capital Gain = IDR 500.000

Contoh Soal Capital Loss Saham

Nyonya N membeli saham sebanyak 1 lot (500 lembar saham per lot) di harga IDR2.000 per lembar saham. Pada 6 bulan berikutnya, Nyonya N menjual saham miliknya sebanyak 1 lot di harga IDR 1.000 per lembar saham. Maka, Capital Loss Nyonya N adalah sebagai berikut:

Harga Beli Saham:
500 lembar x IDR2.000 = IDR1.000.000

Harga Jual Saham:
500 lembar x IDR1.000= IDR500.000

Capital Loss = IDR 500.000

Pajak atas Capital Gain

Dalam berinvestasi, seorang pelaku investasi pastinya menginginkan keuntungan modal sebanyak mungkin dari yang diinvestasikan. Hal ini berlaku untuk saham, properti, reksadana, bisnis, dan lain sebagainya. Namun, tiap-tiap instrumen investasi selalu berjalan beriringan dengan tarif pajak yang berbeda. Hal yang sama juga berlaku untuk perusahaan yang langkahnya tidak pernah lepas dari sistem pemungutan pajak.

Jadi, setiap kali seseorang memperoleh keuntungan dari menjual aset, ia akan mendapatkan status kewajiban pajak. Nilai beban pajak yang harus dibayarkan ini sifatnya wajib dan mutlak. Namun, nilainya atau tarif pajaknya akan berbeda tergantung dari pajak penghasilan atau PPh yang dimiliki, jangka waktu kepemilikan aset, serta jenis aset modal yang dimiliki. Untuk pajak capital gain ini sendiri bisa berupa kolektibilitas untuk pajak jangka panjang dan pendek, obligasi, dan juga properti.

Nantinya, baik perusahaan atau perorangan membutuhkan adanya sistem pelaporan dan pencatatan keuangan secara detail dan teliti. Jika Anda sudah berhasil menjual aset Anda, Anda harus melampirkan laporan SPT tahunan pribadi yang dianggap sebagai tambahan penghasilan. Jadi Anda juga harus membayarkan pajak dari hasil penjualan aset yang Anda terima.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, jika Anda memutuskan untuk terjun ke dunia investasi, capital gain dan capital loss adalah dua hal yang kerap terjadi. Untuk bisa mendapatkan keuntungan yang jauh lebih banyak, Anda harus mempertimbangkan jenis capital gain yang Anda ingin pilih. Selain itu, Anda juga bisa memperhitungkan kembali dengan melihat rumus cara menghitung keuntungan modal untuk mengetahui seberapa banyak keuntungan yang Anda bisa dapatkan dengan menjual aset.

Ada pula beberapa fakta yang seringkali membuat banyak orang sulit membedakan antara dividen, capital gain, dan juga income. Meskipun sama-sama memberikan keuntungan yang bisa digunakan sebagai modal, mereka semua adalah tiga hal yang berbeda.

Dalam mendapatkan keuntungan pajak, ia selalu diikuti dengan pajak yang dibebankan kepada pemilik aset yang menjualnya. Namun, pajak yang dibebankan ini hanya ketika seseorang atau pelaku investasi lainnya menjual asetnya. Dengan membaca artikel lengkap di atas, diharapkan Anda bisa memperoleh gambaran detail mengenai capital gain dan apa saja yang harus diperhatikan sebelum memutuskan terjun di dunia ini.

Selain pembahasan mengenai capital gain dan capital loss diatas, Anda juga dapat membaca artikel yang lain seperti cara belajar forex di Jurnal GIC. Ikuti juga event GIC seperti Jumat barokah dan 100% Deposit Bonus.

Reza Pratama
Seseorang yang kebetulan memiliki hobi menulis tentang seputar film, game, dan teknologi.