Apa Itu Dividen? Cara Menghitung Beserta Prosedurnya

Artikel ini terakhir di perbaharui October 22, 2021 by Rinaldi Syahran
Apa Itu Dividen? Cara Menghitung Beserta Prosedurnya
Sumber oleh rmrayhan5858 via freepick

Siapa yang tidak suka dengan nilai keuntungan? Setiap orang pasti akan menyukai hal yang berkaitan dengan kata “untung”. Ditambah lagi bagi kita yang sedang melakukan investasi. Pastinya terdapat orang-orang yang sering mendengar kabar tentang perusahaan sedang berbagi dividen. Pembagian itu sendiri pasti hal yang sangat dinantikan oleh banyak orang.

Apa itu dividen? Ada baiknya untuk mengetahui hal ini sebelum menantikan hal itu sendiri ketika berinvestasi. Selain itu, terdapat juga cara menghitung dividen, beserta dengan prosedur pembagian dividen. Dan kalian bisa mempelajari apa arti dividen itu sendiri pada tulisan berikut.

Apa Itu Dividen

Dalam sebuah investasi, pastinya akan terdapat return pada setiap pembeliannya. Bentuk return ini akan dibagi menjadi dua yaitu Capital Gain dan Dividen. Salah satu istilah yang akan kita pelajari dalam hal investasi hari ini adalah dividen. Dividen merupakan pembagian laba untuk pemegang saham berdasarkan saham yang kalian miliki. Dengan kata lain, dividen adalah hasil yang dibayarkan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk saham ataupun uang tunai. Sebagai investor, tentunya kalian akan mengharapkan keuntungan atau laba ini ketika membeli sebuah saham.

Dividen ini sendiri memiliki tujuan untuk mempertahankan tingkat modal perusahaan dengan cara yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu memberikan keuntungan kepada penerimanya karena telah membantu mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan (stock dividens).

Dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dihitung berdasarkan selisih antara laba perusahaan dikurangi laba yang ditahan. Untuk laba yang ditahan itu sendiri merupakan laba yang disimpan oleh perusahaan untuk membiayai ekspansi di masa mendatang.

Jenis-jenis Dividen

Setelah mengetahui apa itu dividen beserta darimana asal dividen itu sendiri, kali ini kita akan mempelajari apa saja jenis-jenis dividen. Jenis dari dividen ini juga ada berbagai macam, tergantung bentuk dari dividen itu sendiri. Untuk lebih lengkapnya kita bisa mempelajarinya melalui tulisan di bawah ini.

Dividen Tunai

Untuk apa itu dividen tunai sendiri, dividen tunai (Cash Dividend) merupakan pembagian hasil kerja secara tunai pastinya. Bentuk pembayaran dividen ini merupakan pembayaran yang paling umum dan paling populer diantara perusahaan beserta para investor. Perusahaan akan membayar 2 sampai 4 kali untuk membayar dividen dalam jangka waktu satu tahun. Jumlah yang dibagikan akan berdasar pada jumlah saham yang kalian miliki. Biasanya akan terdapat proses yang telah ditentukan untuk deklarasi dividen.

Dividen Saham

Sedangkan apa itu dividen saham (Stock Dividend) adalah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham dengan cara mengeluarkan atau memberi saham baru pada perusahaan. Cara pembayaran dalam saham ini juga sama seperti dividen tunai, yaitu berdasarkan jumlah saham yang sudah kalian miliki atau investornya. Jenis dividen ini nantinya akan mampu membuat jumlah saham yang beredar menjadi meningkat.

Jika pembayaran dengan bentuk saham ini dilakukan, maka posisi likuiditas perusahaan tersebut tidak akan mengalami perubahan. Hal ini dikarenakan pembayaran dengan dividen ini bukan bagian dari arus kas sebuah perusahaan.

Dividen Barang

Untuk apa itu dividen barang, dividen barang juga biasa disebut sebagai dividen properti (Property Dividend) yang merupakan jenis dividen yang dibagikan dalam bentuk barang, selain kas. Akan tetapi, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam melakukan pembagian dividen jenis barang ini.

Perusahaan harus memastikan barang yang dibagikan merupakan barang yang bisa dibagi lagi nantinya. Bukan hanya itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa pembagian dividen yang dilakukan oleh perusahaan tersebut tidak mengganggu dan memiliki pengaruh secara berkala pada perusahaan itu sendiri.

Dividen Skrip

Sedangkan apa itu dividen skrip merupakan dividen yang dapat diberikan dalam bentuk skrip atau janji utang (Script Dividend). Dividen ini seperti dividen properti, apabila perusahaan yang tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar dividen, maka investor dapat memilih untuk membayar dividennya dalam bentuk surat janji utang dalam rangka untuk membayar pemegang saham dengan jangka waktu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yaitu, perusahaan dan pemegang saham.

Kalian tidak perlu khawatir tentang bagaimana perusahaan akan melunasi dividen skrip ini dikarenakan dengan dikeluarkannya dividen skrip ini, perusahaan telah mengakui adanya hutang baru, dan hutang ini juga akan dicatat pada neraca keuangan mereka. Selain itu, jenis dividen ini biasa juga dikenal sebagai bunga. Sehingga perusahaan juga harus membayarkan bunga hingga hutang tersebut telah terbayarkan pada pemegang saham.

Dividen Likuidasi

Sedangkan apa itu dividen likuidasi (Liquidating Dividend) adalah dividen yang mengembalikan modal awal yang dikontribusikan oleh pemegang saham sebagai ekuitas perusahaan. Dividen ini pada umumnya akan terjadi pada saat perusahaan akan mengakhiri bisnis mereka atau bisa dikatakan sebagai perusahan yang bangkrut sehingga mereka memberikan dividen dalam bentuk likuidasi ini.

Pada masa kebagkrutan suatu perusahaan memang sudah kewajiban bagi mereka untuk mengembalikan saham modal yang telah diberikan oleh pemberi saham atau investor. Dengan mengembalikan modal saham perusahaan ini, perusahaan tidak akan lagi mempunyai hutang ataupun permasalahan lain di belakangnya.

Cara Menghitung Dividen

Untuk setiap lembar saham yang dimiliki oleh masing-masing pemegang saham pasti akan memiliki nilai yang sama. Dikarenakan hal ini, untuk mengetahui nilai per lembar saham (Dividend Per Share/DPS) bisa dilakukan dengan cara membagi jumlah dividen keseluruhan dengan jumlah lembar saham yang pernah dikeluarkan perusahaan. Sebelum mengetahui bagaimana cara menghitung dividen, ada baiknya untuk mengetahui istilah yang digunakan ketika menghitung dividen itu sendiri.

  1. Dividend Payout Ratio (DPR) yang merupakan perhitungan rasio didasarkan pada seberapa banyak laba perusahaan yang dibagi menjadi dividen bagi para pemegang saham. Dengan contoh, suatu perusahaan mendapatkan laba bersih sebesar 2 miliar. Kemudian perusahaan menetapkan akan membagikan dividen sebesar 50% dari total laba bersih. Maka total dividen yang dibagikan oleh perusahaan berdasarkan DPR adalah Rp 1 miliar.
  2. Dividend Per Share (DPS) yang merupakan perhitungan oleh perusahaan untuk nilai dividen berdasarkan total jumlah saham yang beredar. Dengan contoh, suatu perusahaan membagikan dividen sejumlah 1 miliar dengan jumlah saham yang beredar adalah 5 juta lembar. Maka DPS yang diterima pemegang saham adalah 1 miliar dibagi dengan 5 juta menjadi Rp 200 per lembar.
  3. Sedangkan Dividend Yield merupakan perhitungan saham ynag didasarkan pada harga saham yang beredar. Sebagai contoh, suatu perusahaan membagikan saham dengan nilai Rp 200 per lembar. Harga saham perusahaan tersebut pada tanggal penutupan adalah Rp 5.000. Perhitungan dividen yield-nya adalah 200 dibagi 5.000 lalu dikurangi 100% maka hasilnya 4%. Dengan begitu, dividen yield perusahaan tersebut adalah 4%.

Rumus Dividen

Untuk lebih jelasnya, kalian bisa memahami rumus dan contoh berikut.

DPS = Seluruh Nilai Dividen / Jumlah Lembar Saham.

Contoh Dividen

Cara menghitung jumlah keseluruhan dividen yang nantinya akan dibayarkan, bisa dihitung menggunakan rumus laba bersih dikalikan Dividend Payout Ratio (Laba Bersih x Dividend Payout Ratio). Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio) ini sendiri adalah persentase laba bersih yang telah dikurangi oleh pajak. Sebagai contoh:

  1. Laba net = Rp 2.000.000.000
  2. Rasio Pembayaran Dividen = 20%
  3. Jumlah Lembar Saham = 2.000.000

Maka penghitungan DPSnya,

  1. Jumlah dividen yang dibayarkan (seluruh nilai dividen) = Rp 2.000.000.000 x 20% = Rp 400.000.000
  2. DPS = Rp 400.000.000 / 2.000.000 = Rp 200. Maka dividen per share yang harus dibayar adalah Rp 200.

Sebagai contoh lain,

  1. Lembar Saham = 9.600
  2. Pembagian dividen tunai = Rp 65,48
  3. Dividen sebelum pajak = 9.600 lembar x 65,48 = Rp 628.608
  4. Dividen setelah pajak = Rp 628.608 – (628.608 x 10%) = Rp 565.748.
  5. Dengan begitu dividen yang akan diterima atas kepemilikannya adalah Rp 565.748.

Untuk pembagian dividen pada tiap perusahaan biasanya akan mengalami tata cara yang berbeda. Untuk pembagian dividen uang tunai, pembagiannya bisa kalian ikuti seperti cara di atas. Sedangkan untuk dividen aktiva atau yang biasa berupa saham lain atau barang hasil produksi dari perusahaan yang membagikan dividen tersebut. Dividen ini akan dicatatkan oleh pemegang saham penerimanya dalam nominal sebesar harga pasar dari saham atau barang yang diterimanya.

Sedangkan untuk dividen dalam bentuk saham, pembagian dividen saham ini akan mengakibatkan penambahan jumlah lembar saham bagi investor, namun tanpa adanya pengeluaran tambahan dengan harga perolehan yang tetap.

Prosedur Pembagian Dividen

Pembagian dividen saham akan mengacu pada pembagian laba suatu perusahaan kepada para investor saham berdasarkan porsi saham yang dimiliki. Jumlah laba yang dibagikan ini, dapat diketahui dari laporan kinerja keuangan perusahaan. Setiap akhir periode, perusahaan akan mengeluarkan laporan kinerja keuangan. Baik dalam bentuk laporan keuangan selama 3 bulan, semester, ataupun tahunan.

Dengan adanya laporan ini, para investor maupun pihak terkait lainnya dapat mengetahui bagaimana performa finansial dari suatu perusahaan tersebut. Termasuk terkait jumlah dividen ini. Kalian yang berperan sebagai investor, sangat penting untuk mengetahui dan memahami bagaimana prosedur pembagian dividen dari investasi saham kalian.

Terdapat juga mekanisme pemberian dividen dari perusahaan kepada investornya melalui 2 cara. Yang pertama terdapat dividen interim. Apa itu dividen interim? dividen interim ini merupakan sebuah dividen yang diberikan dalam kurun waktu sebelum pembukuan keuangan perusahaan ditutup atau masih dalam tahun berjalan.

Selain itu terdapat juga dividen final. Apa itu dividen final? dividen final merupakan mekanisme pembayaran dividen yang dilakukan setelah proses pembukuan keuangan dari perusahaan tersebut selesai dilakukan. Untuk prosedur, kalian bisa melihat prosedur pembagian dividen tersebut melalui tulisan di bawah ini.

Tanggal Pengumuman

Tanggal pengumuman (declaration date) ini resmi dibuat oleh emiten atau perusahaan. Tanggal pengumuman ini meliputi tanggal pembayaran, tanggal pencatatan, serta jumlah dividen kas per lembar yang akan dibagikan.

Tanggal Pencatatan

Tanggal pencatatan (date of record) ini merupakan milik pemegang investasi saham yang berhak atas pembagian dividen terkait.

Tanggal Cum-Dividend

Tanggal cum dividend ini merupakan batas waktu atau tanggal aktivitas jual beli saham yang masuk perhitungan untuk mendapatkan dividen. Investor yang kebetulan membeli saham di tanggal cum-date itu pun berkesempatan memperoleh dividen.

Tanggal Ex-Dividend

Tanggal ini merupakan tanggal yang sudah tidak termasuk hal perhitungan pembagian dividen. Jika masih terdapat investor yang membeli saham pada periode tanggal ini, maka investor tersebut tidak akan mendapatkan dividen pada tanggal yang dimaksud sampai investor mendapat periode berikutnya dengan maksud menunggu hingga pembagian dividen di periode berikutnya. Tanggal ex-date ditentukan satu hari kerja bursa sesudah tanggal cum-date yang artinya, ex-date merupakan hari pertama yang mana hak atas kepemilikan saham telah kadaluarsa.

Tanggal Pembayaran

Tanggal pembayaran (payment date) ini merupakan hari pembayaran dividen oleh emiten atau perusahaan kepada investor sesuai dengan catatan yang dan kesepakatan kedua belah pihak.

Selain itu, terdapat juga prosedur tentang pembuatan jadwal pembagian dividen seperti yang dijelaskan di atas, meliputi:

  1. Penentuan tentang siapa nama-nama pemegang saham yang berhak menerima dividen yang hendak dibagikan.
  2. Menentukan distribusi dividen atau jenis dividen apa yang akan dibagikan, pembagian ini bisa melalui KSEI ataupun broker tempat investor menanamkan dana atau tempat saham tersebut.
  3. Menentukan waktu, kapan dividen tersebut bisa mulai dibagikan ke rekening-rekening investor, sesuai daftar yang sudah dibuat.
  4. Setelah itu, melakukan perhitungan pajak atas dividen 10% seperti cara yang telah dijelaskan di atas. Perlu diketahui, pada RUU Omnimbus Law, pajak jenis ini akan di hapuskan.

Setelah mengetahui apa itu dividen, jenis-jenis dividen itu sendiri, cara menghitung dividen, serta bagaimana prosedur pembagian dividen ini, maka diharapkan nantinya kalian sebagai para investor untuk tetap mengingat hal yang telah dipelajari agar tidak melakukan kesalahan dalam melakukan perhitungan maupun hal lainnya.

Demikian pembahasan dari GIC Indonesia mengenai apa itu dividen. Jangan lupa untuk tetap mencari tahu informasi terkait dengan bank, forex, dan keuangan yang lain, seperti “Capital Expenditure Adalah? Pengertian, hingga Rumus“, hanya di Jurnal GIC. Pastikan juga kamu memperdalam ilmu forex di GIC Indonesia, via ebook scalping, dan juga NFP live trading.

Wachda Mihmii
SEO writer who is experienced in various Indonesian national media. Aspiring to be a book or novel writer. Has experience as a Creative Director.