Menegenal Apa itu Cryptocurrency, Kelebihan & Cara kerjanya

Artikel ini terakhir di perbaharui March 16, 2021 by Yahya Kus Handoyo
Menegenal Apa itu Cryptocurrency, Kelebihan & Cara kerjanya

Di era digital, cryptocurrency atau mata uang kripto semakin populer di tengah masyarakat. Tak sedikit investor yang mulai tertarik dengan peluang investasi digital ini. Secara umum, cryptocurrency adalah sebuah mata uang virtual yang dirancang khusus sebagai alat tukar. Sesuai dengan namanya, cryptocurrency menggunakan sistem kriptografi untuk bertransaksi. Fungsi dari kriptografi ini untuk mengamankan dan memverifikasi setiap transaksi yang terjadi.

Walau baru populer 10 tahun belakangan, cryptocurrency rupanya sudah ada sejak tahun 1990-an. Saat ini, mata uang kripto yang sering digunakan di antaranya Litecoin, Ripple, Ethereum, Monero, dan GICT (GIC Token) yang merupakan crypto dari GICTrade, aplikasi investasi forex trading yang menawarkan kemudahan dalam investasi dengan potensi profit yang besar.

Apabila kini Anda sedang mencari alternatif baru untuk berinvestasi, Anda bisa melihat penjelasan, cara kerja, serta kelebihan dan kekurangan dari cryptocurrency. Pahami terlebih dahulu sebelum menanamkan modal.

Pengertian Cryptocurrency

Seperti yang sudah dijelaskan, cryptocurrency adalah mata uang digital yang tidak berwujud. Kini, cryptocurrency menjadi salah satu produk investasi yang paling hangat dibicarakan. Bahkan, terjadi peningkatan nilai investasi cryptocurrency sebesar 2,700% sejak tahun 2016. Perlu diingat bahwa cryptocurrency masuk ke dalam kategori investasi high risk high return.

Para investor yang tertarik untuk menanamkan modal ke cryptocurrency perlu tahu akan risiko dan bahaya yang mengintai. Tidak dipungkiri bahwa nilai pasar cryptocurrency sering mengalami inflasi yang signifikan. Anda bisa membeli mata uang kripto mana saja sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Ada banyak layanan offline dan online di dunia yang memperjualbelikan mata uang kripto.

Salah satu yang paling terkenal adalah Bitcoin, tetapi Anda juga bisa memilih cryptocurrency lainnya. Setelah membeli, saatnya Anda memutuskan media penyimpanan. Berbeda dari aset lainnya yang tidak memiliki wujud, Anda harus pintar-pintar memilih media penyimpanan agar cryptocurrency aman dari ancaman hackers. Cara terbaik untuk menyimpan cryptocurrency adalah dengan menyimpannya secara offline melalui hard drive. Dengan begitu, Anda memiliki kendali penuh terhadap cryptocurrency yang dimiliki.

Keamanan

Soal keamanan, cryptocurrency tak perlu diragukan. Pelindung transaksi mata uang kripto adalah sandi-sandi yang cukup rumit. Ditambah lagi sistem desentralisasi yang membuat setiap transaksi berlangsung secara peer-to-peer antara pengirim dan penerima.

Dalam Bitcoin, mata uang kripto dijaga keamanannya dengan platform Blockchain dan Ledger yang terdesentralisasi ke seluruh node jaringan. Bisa dibilang, sistem keamanan cryptocurrency sangat rumit, layaknya petualangan yang penuh teka teki.

Setiap transaksi mata uang digital cryptocurrency pun langsung tercatat di sistem jaringan cryptocurrency, tanpa bisa direkayasa oleh siapapun. Dengan menggunakan kode, investasi tetap aman dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki akses private key.

Sayangnya, mata uang kripto rentan terhadap ancaman hackers. Dalam beberapa kasus, investasi cryptocurrency yang dilindungi oleh rentetan kode dan enkripsi bisa dibobol dengan sekejap oleh oknum penjahat. Belum lagi minimnya regulasi yang melindungi kegiatan jual beli cryptocurrency.

Cara Kerja

Menariknya, cara kerja cryptocurrency bisa dilakukan kapanpun dan di manapun. Selama smartphone atau PC yang dimiliki terhubung ke internet, maka transaksi dapat dilakukan tanpa khawatir terjadi downtime. Nantinya kedua pihak akan mendapat informasi terkait besaran transaksi yang dilakukan. Setelah itu, transaksi akan tersimpan secara permanen tanpa ada yang bisa membatalkan, mengubah, atau memalsukan catatan tersebut.

Sebagai contoh, apabila ada seseorang yang hendak bertransaksi cryptocurrency Bitcoin, maka ia harus menjalani proses verifikasi di sebuah platform Blockchain. Blockchain merupakan buku besar yang menyimpan semua transaksi dan tersedia untuk semua orang dalam jaringan.

Semua orang dalam jaringan itu dapat melihat saldo dari setiap akun. Setelah proses verifikasi dan transfer koin virtual dilakukan, pengirim dan penerima juga wajib membubuhkan tanda tangan virtual melalui private key. Apabila semua proses telah dirampungkan, maka transaksi tersebut akan disiarkan di jaringan. Namun, wajib dikonfirmasi terlebih dahulu untuk kemudian didata oleh jaringan.

Mining atau Menambang

Dalam cryptocurrency, ada istilah yang sering ditemui, yakni mine. Dalam bahasa Indonesia, mine artinya menambang. Kegiatan ini sangat berguna dan memiliki peran penting untuk mengonfirmasi segala transaksi dan melakukan pembukuan ke platform Blockchain.

Caranya adalah dengan memecahkan puzzle algoritma rumit. Semakin banyak miners (penambang) yang berusaha untuk memecahkan algoritma tersebut, semakin sulit juga puzzle yang harus diselesaikan. Biasanya, mata uang kripto yang populer akan mengundang lebih banyak miners.

Dengan menambang, Anda dapat mendapatkan keuntungan yang cukup banyak. Namun, Anda perlu memiliki skill komputer yang mumpuni serta hardware khusus untuk melakukan mining. Dalam satu hari, Anda dapat meraup keuntungan sekitar USD 10 hanya dengan menggunakan hardware standar. bayangkan berapa besar keuntungan per hari yang bisa didapat apabila Anda menggunakan hardware khusus.

Lantas, bagaimana transaksi ini bisa bekerja? Miners yang berhasil memecahkan puzzle algoritma akan diberikan penghargaan berupa reward serta biaya transaksi. yang bisa disimpan sebagai investasi atau digunakan untuk berbelanja. Sehubungan dengan popularitas mata uang kripto yang semakin meningkat, semakin banyak pula miners yang berusaha mencari keuntungan.

Kelebihan dan Kekurangan

Bisa dibilang, cryptocurrency adalah jawaban bagi para investor yang menghendaki keamanan yang tinggi. Namun, ada beberapa hal yang mungkin bisa Anda pertimbangkan sebelum berinvestasi cryptocurrency. Sebagai mata uang digital, cryptocurrency memiliki potensi kenaikan harga yang tinggi di masa depan. Adanya teknologi Blockchain juga membuat proses pembayaran mata uang kripto dapat dilakukan secara mudah, cepat dan aman.

Ditambah lagi, setiap akun dapat melakukan transaksi tanpa perlu menampilkan identitas aslinya. Sehingga keamanan data pribadi pun akan terjaga. Modal yang diperlukan untuk melakukan investasi cryptocurrency juga terbilang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan produk investasi lainnya.

Tetapi, dibalik sederet kelebihannya, ada juga kekurangan yang perlu Anda pertimbangkan. Salah satunya regulasi pemerintah Indonesia yang melarang keberadaan mata uang kripto. Kurangnya perlindungan hukum dapat menyebabkan risiko terjadinya pelanggaran di dalam komunitas cryptocurrency. Uang yang Anda tanamkan juga tidak terlindungi secara hukum.

Selain itu, mata uang kripto juga rentan dengan volatilitas tinggi. Volatilitas adalah sebuah kondisi mata uang yang mengalami kenaikan atau penurunan secara drastis dalam waktu yang cepat. Kemudian, adanya wallet key (kunci dompet digital) juga bisa menjadi senjata makan tuan bagi pemilik mata uang kripto. Pasalnya, apabila Anda lupa dengan sandi atau password yang menjadi salah satu sistem keamanan, maka uang yang ada dalam akun pun akan mengendap selamanya.

Terlebih lagi kini semakin banyak miners yang ingin meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Apabila Anda tidak memiliki kemampuan komputer yang selevel dengan mereka, sudah dapat dipastikan Anda tidak dapat melakukan aktivitas mining dengan keuntungan yang besar.

Kesimpulannya, cryptocurrency adalah bentuk investasi digital yang bisa menjadi salah satu opsi para investor. Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, mata uang kripto bisa menjadi salah satu produk investasi yang layak untuk Anda coba. Tentu saja, semakin besar keuntungan yang bisa didapat, semakin tinggi pula risiko yang harus Anda hadapi ke depannya.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Desi Novitasari
Knowledge is like a garden, if not cultivated, it cannot be harvested.