Produk Domestik Bruto: Definisi, hingga Metodologi

Artikel ini terakhir di perbaharui October 21, 2021 by Rinaldi Syahran
Produk Domestik Bruto: Definisi, hingga Metodologi
Sumber Foto: ipopba via freepick

Produk domestik bruto bisa kita sebut juga sebagai pendapatan nasional. Tentunya saat kita mendengar kata pendapatan nasional, kita pasti tahu kalau hal ini sangatlah penting. Hal ini juga banyak dibahas pada pelajaran ekonomi.

Pastinya jika nilai dari produk domestik bruto ini tinggi, taraf suatu negara pasti juga dianggap menjadi lebih tinggi. Tingginya nilai ini juga berarti terjadi banyak transaksi ekspor dan impor serta produksi dalam negeri yang tinggi pula. Berikut adalah informasi lebih lanjut mengenai produk domestik bruto supaya kamu lebih memahami apa arti dari hal ini.

Sekilas tentang Produk Domestik Bruto

Produk domestik bruto atau pendapatan nasional merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diketahui suatu negara. Biasanya hal ini akan dihitung untuk menjadi acuan beberapa hal dalam suatu negara. Untuk mengetahui lebih lanjut kamu bisa membaca penjelasan di bawah ini tentang produk domestik bruto.

Pengertian PDB/Pendapatan Nasional

Salah satu hal yang penting supaya kita bisa mengetahui kondisi ekonomi pada suatu negara dalam waktu tertentu adalah dengan menggunakan data produk domestik bruto atau PDB. Kita bisa menggunakannya dengan dasar harga berlaku ataupun dasar harga konstan. PDB sebenarnya adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh usaha dalam negara tertentu atau jumlah nilai barang dan jasa terakhir yang dihasilkan oleh semua unit ekonomi.

PDB dengan dasar harga berlaku akan menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung dengan harga yang berlaku setiap tahunnya, sedangkan PDB yang menggunakan dasar harga konstan akan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung dengan menggunakan harga yang berlaku pada 1 tahun tertentu sebagai dasar perhitungannya.

PDB dengan menggunakan dasar harga berlaku bisa digunakan untuk melihat struktur dan pergeseran ekonomi, sedangkan PDB dengan harga konstan bisa digunakan supaya kita bisa mengetahui pertumbuhan ekonomi negara dari tahun ke tahun.

Indikator Ekonomi terkait PDB

Ada beberapa indikator ekonomi yang bisa mempengaruhi atau berhubungan dengan produk domestik bruto. Berikut adalah beberapa indikator ekonomi yang berhubungan dengan produk domestik bruto.

Produk Nasional Bruto

Produk Nasional Bruto merupakan PDB yang ditambah dengan pendapatan neto dari luar negeri. Pendapatan neto adalah pendapatan dari faktor produksi (tenaga kerja dan modal) penduduk Indonesia yang negara terima dari luar negeri dan dikurangi dengan pendapatan yang sama punya penduduk asing yang didapatkan oleh negara Indonesia..

Produk Nasional Neto atas Dasar Harga Pasar

Produk nasional neto atas dasar harga pasar adalah PDB yang dikurangi dengan semua penyusutan atas barang-barang modal tetap yang digunakan untuk produksi selama waktu 1 tahun.

Produk Nasional Neto atas dasar Biaya Faktor Produksi

Produk nasional neto atas dasar biaya faktor produksi adalah produk nasional neto atas dasar harga pasar yang dikurangi dengan pajak tidak langsung neto. Pajak tidak langsung neto adalah pajak yang tidak secara langsung dipungut oleh pemerintah dikurangi dengan subsidi yang diberikan oleh pemerintah.

Pajak tidak langsung dan subsidi akan dikenakan terhadap barang dan jasa yang diproduksi atau dijual oleh penjual. Pajak tidak langsung ini memiliki sifat menaikkan harga jual, sedangkan subsidi akan menurunkan harga jual. Produk nasional neto atas dasar biaya faktor produksi juga bisa disebut sebagai pendapatan nasional.

Angka-Angka per Kapita

Angka-angka perkapita adalah ukuran indikator ekonomi yang sudah dijelaskan di atas, lalu dibagi dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun.

Kegunaan Statistik Pendapatan Nasional

Data pendapatan nasional merupakan indikator makro yang bisa menunjukkan kondisi ekonomi nasional setiap tahunnya. Manfaat yang bisa didapatkan dari data ini adalah sebagai berikut.
PDB harga berlaku nominal bisa menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dimiliki atau dihasilkan oleh suatu negara. Jika nilai PDB besar artinya sumber daya ekonomi nya juga besar, dan akan berlaku sebaliknya.

PNB harga berlaku akan menunjukkan pendapatan yang bisa dinikmati oleh penduduk di negara tertentu. PDB harga konstan atau riil bisa digunakan untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi suatu negara secara keseluruhan atau satu sektor dari tahun ke tahun.

Distribusi PDB harga berlaku menurut sektor bisa menunjukkan peran setiap sektor ekonomi atau struktur perekonomian di dalam suatu negara. Sektor ekonomi akan menjadi basis perekonomian suatu negara jika memberikan kontribusi yang besar.

PDB harga berlaku menurut penggunaan bisa menunjukkan produk barang dan jasa yang biasa digunakan untuk konsumsi, investasi, dan diperjualbelikan dengan luar negeri. Distribusi PDB menurut penggunaan bisa menunjukkan peran suatu lembaga dalam menggunakan barang dan jasa yang dihasilkan oleh banyak sektor ekonomi.

PDB penggunaan atas dasar harga konstan bisa mengukur laju pertumbuhan konsumsi, perdagangan luar negeri, dan investasi. PDB dan PNB per kapita atas dasar harga berlaku bisa menunjukkan nilai PNB dan PDB per kepala atau per 1 orang penduduk. PDB dan PNB per kapita atas dasar harga konstan bisa digunakan untuk mengetahui pertumbuhan nyata ekonomi perkapita penduduk di dalam suatu negara.

Konsep PDB Pengeluaran

Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang jenis-jenis dari pengeluaran produk domestik bruto, kita perlu memahami konsep terlebih dahulu. Berikut adalah konsep yang kita bisa pelajari dari produk domestik bruto.

Definisi Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga

Pengeluaran konsumsi rumah tangga adalah pengeluaran karena barang dan jasa yang digunakan oleh rumah tangga untuk konsumsi. Rumah tangga berfungsi sebagai pengguna akhir dari banyak jenis barang dan jasa yang ada di dalam suatu perekonomian.

Rumah tangga adalah individu atau kelompok individu yang tinggal bersama di dalam satu bangunan tempat tinggal. Mereka akan mengumpulkan pendapatan, memiliki kewajiban dan harta, serta mengkonsumsi barang dan jasa mereka bersama-sama, apalagi terhadap makanan dan rumah.
Yang dimaksud konsumsi akhir dalam hal ini adalah konsumsi barang dan jasa supaya kebutuhan rumah tangga mereka bisa terpenuhi.

Cakupan Konsumsi Akhir Rumah Tangga

Konsumsi akhir rumah tangga terdiri dari:

  1. Nilai barang dan jasa yang didapatkan lewat pembelian.
  2. Perkiraan nilai barang dan jasa yang didapatkan dari transaksi barter.
  3. Perkiraan nilai barang dan jasa yang didapatkan dari pemberi kerja sebagai kompensasi tenaga kerja.
  4. Perkiraan nilai barang dan jasa yang diproduksi untuk dikonsumsi oleh rumah tangga itu sendiri.

Definisi Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Layani RT

Lembaga non profit yang melayani rumah tangga adalah lembaga yang memberikan barang dan jasa dengan gratis atau dengan harga yang tidak berarti secara ekonomi bagi anggota atau bagian rumah tangga, dan tidak dikontrol oleh pemerintah.

Jenis Lembaga Non Profit

Lembaga non profit yang melayani rumah tangga memiliki 6 jenis lembaga, yaitu adalah sebagai berikut.

  1. Organisasi kemasyarakatan
  2. Organisasi sosial
  3. Organisasi profesi dan serikat buruh
  4. Organisasi kebudayaan, olahraga, dan rekreasi
  5. Partai Politik
  6. Lembaga keagamaan

Definisi Pengeluaran Konsumsi Pemerintah

Pemerintahan umum memiliki unit institusi yang bisa memenuhi tanggung jawab dan peran politik serta pengaturan ekonomi, juga bisa menyediakan barang dan jasa untuk konsumsi individu atau bersama, apalagi yang menggunakan basis dan pasar, lalu juga memberikan redistribusi pendapatan dan kekayaan.

Sektor pemerintahan umum ini memiliki beberapa unit pemerintahan pusat, pemerintahan daerah seperti provinsi, kabupaten atau kota, dan desa, juga seluruh lembaga non profit yang dimonitor oleh pemerintah. Pengeluaran konsumsi pemerintah merupakan pengeluaran untuk mendapatkan barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah untuk konsumsi akhir.

PKP yang merupakan produsen dan pasar, didekati menggunakan biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah. Contohnya seperti nilai barang dan jasa yang didapatkan dari produsen pasar supaya bisa disalurkan ke rumah tangga dengan harga yang tidak dinaikkan terlalu besar, dan output Bank Indonesia akan dikurangi dengan penerimaan dari penjualan barang dan jasa tersebut.

Definisi Pembentukan Modal Tetap Bruto

Pembentukan modal tetap bruto merupakan pengurangan dan penambahan aset tetap pada unit produksi tertentu. Penambahan barang modal ini seperti pengadaan, pembelian barang modal baru dari dalam negeri juga barang modal baru dan bekas yang berasal dari luar negeri, seperti perbaikan besar transfer atau barter barang modal, pembuatan, sewa beli, dan pertumbuhan aset sumber daya hayati yang ditanam.

Kalau pengurangan barang modal itu seperti transfer atau barter barang modal kepada pihak lain, sewa beli, dan penjualan. Pengurangan tidak akan dilakukan jika kehilangan terjadi karena bencana alam.

Definisi Perubahan Inventori

Inventori merupakan aset dalam bentuk barang dan jasa yang disimpan supaya bisa dijual dan bisa digunakan untuk kegiatan produksi atau hal lainnya di masa depan. Inventori memiliki 5 jenis yaitu adalah sebagai berikut.

  1. Bahan baku dan penolong;
  2. Barang dalam penyelesaian;
  3. Barang jadi;
  4. Barang/jasa untuk dijual kembali;
  5. Inventori militer.

Terjadinya perubahan di dalam inventori menunjukkan kalau sudah ada transaksi yang terjadi di dalam inventori. Perubahan ini menjelaskan adanya perubahan posisi barang di dalam gudang yang mungkin bisa bertambah atau berkurang. Perubahan di gudang ini bisa diukur dengan menghitung nilai barang yang masuk ke dalam gudang lalu dikurangi oleh nilai barang yang keluar dari gudang, serta kerugian yang terjadi saat menyimpan barang dalam periode tertentu.

Definisi Ekspor Impor

Ekspor-impor merupakan transaksi pengubahan kepemilikan barang dan jasa antara penduduk di suatu perekonomian dengan orang yang bukan penduduk. Suatu institusi bisa digambarkan sebagai penduduk di wilayah ekonomi suatu negara, jika unit institusi ini memiliki pusat kepentingan ekonomi yang utama di dalam wilayah ekonomi dan unit institusi ini terlibat dalam transaksi atau aktivitas ekonomi dalam waktu yang lama, minimal 1 tahun.

Ekspor dan impor menggunakan prinsip pencatatan dengan basis akrual dimana saat terjadi pengubahan kepemilikan yang pendekatannya menggunakan waktu pencatatan di dokumen kepabeanan, maka barang akan dicatat, sedangkan untuk jasa akan dihitung saat jasa diberikan atau disediakan.

Metodologi Produk Domestik Bruto Pengeluaran

Produk domestik bruto pengeluaran merupakan pengeluaran-pengeluaran apa saja yang digunakan untuk menghasilkan produk di dalam suatu negara. Ada beberapa jenis pengeluaran dari hal ini. Berikut adalah jenis-jenis nya.

Metodologi Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga

Pengeluaran konsumsi rumah tangga merupakan bagian dari produk domestik bruto. Untuk mengetahui seberapa besar pengeluaran konsumsi rumah tangga yang dimiliki oleh suatu negara, kita bisa menggunakan beberapa cara di bawah ini.

Atas Dasar Harga Berlaku

Pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga berlaku bisa diperkirakan dengan beberapa langkah berikut.

  1. Pengeluaran konsumsi perkapita jika dilihat dengan komoditas konsumsi Susenas dikalikan dengan proyeksi jumlah penduduk, akan menghasilkan nilai estimasi awal dan konsumsi rumah tangga menurut komoditas konsumsi Susenas.
  2. Hasil perkiraan awal dari pengeluaran konsumsi rumah tangga lewat komoditas konsumsi Susenas akan dimasukkan ke dalam Classification of Individual Consumption According to Purpose, akan memunculkan nilai estimasi awal pengeluaran konsumsi rumah tangga menurut Classification of Individual Consumption According to Purpose.
  3. Hasil perkiraan awal dari Classification of Individual Consumption According to Purpose bisa di cek ulang dengan rasio pengeluaran konsumsi rumah tangga hasil Supply and Use Table, Survei Biaya Hidup, dan data sekunder untuk memperoleh pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga berlaku.

Atas Dasar Harga Konstan

Untuk bisa memperoleh hasil pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga konstan, kita bisa menghitung pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga berlaku lalu kita perhatikan dengan indeks harga konsumen yang sesuai.

Metodologi Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Layani RT

Pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang layani rumah tangga merupakan bagian dari produk domestik bruto. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menghitung pengeluaran konsumsi dari lembaga non profit yang melayani rumah tangga, berikut adalah caranya.

Atas Dasar Harga Berlaku

Pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga bisa kita perkirakan dengan menggunakan hasil survei khusus lembaga non profit menggunakan beberapa langkah berikut.
Pertama, kita bisa menghitung rata-rata pengeluaran sesuai dengan jenis lembaganya, lalu dari rata-rata tersebut kita akan mendapatkan hasil survei khusus lembaga non profit yang dilaksanakan setiap tahunnya.

Lalu, kita akan mengalirkan nilai rata-rata tersebut sesuai dengan jenis lembaga dan populasi lembaga non profit yang melayani rumah tangga supaya bisa mendapatkan nilai pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga.

Atas Dasar Harga Konstan

Pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga tahunan yang konstan bisa dihitung dengan menambahkan pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga per triwulan. Nilai per 3 bulan ini akan diperoleh dengan membagi nilai triwulan berlaku dengan indeks harga konsumen umum per 3 bulan.

Metodologi Pengeluaran Konsumsi Pemerintah

Pengeluaran konsumsi pemerintah merupakan bagian dari produk domestik bruto.Apabila kamu ingin tahu cara untuk menghitung pengeluaran konsumsi pemerintah, kamu bisa menggunakan beberapa cara seperti atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan. Kedua cara ini akan memberikan hasil informasi yang berbeda karena dasar yang digunakan akan berbeda.

Atas Dasar Harga Berlaku

Pengeluaran konsumsi pemerintah atas dasar harga berlaku adalah hasil yang bukan dari pasar oleh pemerintah, lalu dikurangi dengan penerimaan dari penjualan barang dan jasa, ditambah hasil dari output Bank Indonesia, serta nilai barang dan jasa yang dibeli dari produsen supaya bisa didistribusikan ke rumah tangga dengan harga yang tidak dinaikkan secara ekonomi.

Output ini kita dapatkan dengan menghitung lewat pendekatan biaya yang dikeluarkan seperti belanja pegawai, belanja bantuan sosial dan belanja lain-lain, belanja barang, serta perkiraan konsumsi barang modal tetap.

Atas Dasar Harga Konstan

Pengeluaran konsumsi pemerintah atas dasar harga konstan bisa dihitung menggunakan cara deflasi. Kita akan menggunakan indeks upah belanja barang dan belanja bantuan sosial yang di deflasi menggunakan indeks harga perdagangan besar umum konsumsi barang modal tetap, lalu dideflasi menggunakan implisit pembentukan modal tetap bruto, penerimaan dari penjualan barang dan jasa yang dideflasi menggunakan indeks harga konsumen umum untuk menghitung deflasi belanja pegawai.

Metodologi Pembentukan Modal Tetap Bruto

Pembentukan modal tetap bruto merupakan bagian dari produk domestik bruto. Untuk menghitung pembentukan modal tetap bruto, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Yang pertama adalah pendekatan langsung dan yang kedua adalah pendekatan tidak langsung. Kedua pendekatan ini bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan atau keadaan.

Atas Dasar Harga Berlaku

Atas dasar harga berlaku adalah salah satu cara menghitung pada produk domestik bruto. Pendekatan yang menggunakan atas dasar harga berlaku akan menggunakan harga pada tahun di mana kegiatan itu dihitung. Itulah mengapa penting untuk mengetahui harga pada tahun berjalan supaya bisa menghitung pendekatan ini dengan mudah.

Pendekatan Langsung

Perhitungan pembentukan modal tetap bruto secara langsung bisa dilakukan dengan menjumlahkan semua nilai pembentukan modal tetap bruto yang ada di setiap industri. Barang modal ini akan dinilai atas dasar harga pembelian yang sudah termasuk biaya yang dikeluarkan. Contohnya seperti biaya instalasi, pajak, biaya transportasi, dan biaya lain yang berhubungan dengan menghasilkan barang modal itu. Untuk barang impor, kita juga harus memasukkan biaya lainnya seperti bea masuk dan pajak yang berhubungan dengan alih kepemilikan dari barang modal itu.

Pendekatan Tidak Langsung

Perhitungan pembentukan modal tetap bruto secara tidak langsung bisa disebut juga dengan pendekatan arus komoditas. Pendekatan ini bisa dilakukan dengan cara menghitung nilai persediaan produk barang yang dihasilkan oleh banyak industri, lalu sebagian dari barang tersebut kita alokasikan menjadi barang modal.

Pendekatan yang perlu dilakukan jika data output tidak tersedia adalah dengan menggunakan cara ekstrapolasi atau mengalikan pembentukan modal tetap bruto atas dasar harga konstan dengan indeks produksi jenis barang modal yang sesuai. Kita harus mengawalinya dengan menghitung pembentukan modal tetap bruto atas dasar harga konstan.

Lalu kita harus mengalihkan nilai pembentukan modal tetap bruto atas dasar harga konstan dengan indeks harga masing-masing jenis barang modal yang sesuai untuk mendapatkan pembentukan modal tetap bruto atas dasar harga berlaku.

Atas dasar harga konstan

Untuk mendapatkan nilai atas dasar harga konstan, kita bisa mendeflate pembentukan modal tetap bruto atas dasar harga berlaku dengan IHPB jenis barang modal yang sesuai.

Metodologi Perubahan Inventori

Perubahan inventori merupakan bagian dari produk domestik bruto. Perubahan pada posisi gudang memang sangat penting untuk diketahui. Untuk mendapatkan informasi mengenai perubahan tersebut, ada 3 cara yang bisa kita gunakan. Cara-caranya adalah atas dasar harga berlaku, pendekatan sisi korporasi, dan pendekatan sisi komoditas.

Atas Dasar Harga Berlaku

Atas dasar harga berlaku adalah salah satu cara menghitung pada produk domestik bruto. Untuk menghitung perubahan pada gudang, ada dua pendekatan yang bisa kita lakukan, seperti pendekatan langsung dari sisi korporasi atau unit usaha serta pendekatan tidak langsung dari sisi komoditas atau jenis barang.

Pendekatan Sisi Korporasi

Kita bisa menghitung perubahan pada gudang dari laporan keuangan perusahaan dan juga laporan tahunan hasil survei industri sedang dan besar dengan pendekatan ini. Kita bisa menghitung nilai posisi gudang atas dasar harga konstan, dengan cara membagi nilai buku gudang dengan deflator harga pada bulan terakhir di tahun yang sedang berjalan.

Untuk menghitung nilai perubahan gudang atas dasar harga konstan, kita bisa mengurangi nilai posisi inventori dasar harga konstan pada tahun berjalan dengan tahun sebelumnya. Hasilnya merupakan perkiraan perubahan gudang pada harga tahun dasar yang digunakan. Kita bisa mengalihkan nilai perubahan inventori atas dasar harga konstan dengan indeks harga rata-rata pada tahun yang sedang berjalan untuk mendapatkan nilai perubahan gudang atas dasar harga berlaku.

Pendekatan Sisi Komoditas

Kita bisa menghitung perubahan pada gudang dengan cara mengalikan harga dan perubahan volume komoditas. Metode perkiraan ini membutuhkan data tentang semua barang yang masuk dan keluar dari gudang. Masuk dan keluarnya barang dari gudang bisa dinilai dengan harga saat transaksi dilakukan. Kita bisa menghitung perkiraan nilai perubahan gudang dengan beberapa langkah berikut. Menghitung jumlah barang di gudang sesuai dengan jenisnya.

Kita perlu mengalikan jumlah barang yang menjadi bagian dari gudang dengan harga barang tersebut pada tahun berjalan dalam satuan unit yang sudah ditentukan untuk mendapatkan nilai posisi inventori setiap jenis barang.

Nilai posisi gudang pada tahun berjalan dan tahun sebelumnya bisa kita kurangkan dan hasilnya akan menjadi nilai perubahan inventori atas dasar harga berlaku.

Kita bisa mengalikan jumlah barang yang menjadi inventori dengan harga barang tersebut pada tahun dasar dalam satuan unit yang sudah ditentukan untuk mendapatkan nilai posisi inventori atas dasar harga konstan.

Kita bisa mengurangi nilai posisi inventori atas dasar harga konstan pada tahun berjalan dengan tahun sebelumnya untuk mendapatkan nilai perubahan inventori atas dasar harga konstan.

Metodologi Ekspor Impor

Ekspor dan impor merupakan bagian dari produk domestik bruto. Cara menghitung perkiraan dari ekspor dan impor memiliki cara khusus. Terdapat dua cara yang bisa kita gunakan untuk menghitungnya, yaitu dengan atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan. Berikut adalah cara menghitungnya.

Atas Dasar Harga Berlaku

Kegiatan ekspor dan impor barang terdiri dari semua barang yang ditransaksikan lewat barter, grant, dan perdagangan. Barang yang ditransaksikan lewat ekspor dan impor ini akan dinilai sesuai dengan harga free on board dan menggunakan satuan rupiah, lalu ditambahkan dengan perkiraan transaksi yang belum di dokumentasi supaya bisa mendapatkan ekspor dan impor barang atas dasar harga berlaku.

Terdapat 12 jenis jasa yang bisa ditransaksikan lewat ekspor dan impor: Jasa pengolahan input fisik yang dimiliki pihak lain; Jasa pemeliharaan dan perbaikan; Jasa transportasi; Jasa perjalanan; Jasa konstruksi; Jasa asuransi dan dana pensiun; Jasa keuangan; Biaya penggunaan kekayaan intelektual; Jasa telekomunikasi, komputer dan informasi; Jasa bisnis lainnya; Jasa personal, kultural, dan rekreasi; dan Jasa pemerintah.

Data ekspor impor jasa yang didapatkan dari Statistik Pariwisata oleh BPS dan Statistik Neraca Pembayaran Indonesia yang dihasilkan oleh BI akan diubah dengan kurs transaksi rata-rata tertimbang supaya bisa mendapatkan perkiraan ekspor impor jasa atas dasar harga berlaku.

Atas Dasar Harga Konstan

Kita bisa mendapatkan perkiraan ekspor dan impor atas dasar harga konstan dengan menggunakan metode deflasi. Kita perlu membagi ekspor atau impor atas dasar harga berlaku dengan indeks harga yang sesuai. Indeks harga perdagangan internasional ekspor dan impor barang menurut HS 2 digit adalah deflator ekspor impor barang, sedangkan indeks harga konsumen domestik dan internasional adalah deflator ekspor dan impor jasa.

Itulah beberapa hal yang berhubungan dengan produk domestik bruto. Dengan membaca artikel ini semoga kalian bisa memahami lebih lanjut tentang produk domestik bruto dan mengetahui lebih lanjut tentang kegunaannya bagi negara.

Demikianlah Penjelasan mengenai produk domestik bruto dari GIC Indonesia. Baca juga artikel lain yang membahas keuangan, forex dan bank di Jurnal GIC seperti Penjelasan “Apa Itu Dividen?“. Dapatkan juga bonus dari GIC dengan mengikuti event Jumat Barokah dan 100% deposit bonus.

Rinaldi Syahran
Experienced in SEO since 2009. Especially for content. Starting as a professional in the world of content since 2013. Has worked on game content, education, finance, politics, travel, football, manchester united, automotive, film, music, start-ups, business, entrepreneurship, health, entertainment, to viral news. Three years++ of experience in managing people, doing link building, and technical SEO. Specialties: Technical SEO | SEO Analysis (On-Page) | Off-Page | Content Strategy | Article Writing. Software Experience: Google Keywords Planner | Google Analytics | Google Search Console | Semrush | Alexa | Ubersuggest | WordPress | Blogspot | Keywordtool.io | Ahrefs.