Kurs JPY hari ini mengalami kenaikan selama sesi Asia setelah data menunjukkan pemulihan inflasi konsumen di Tokyo. Spekulasi mengenai kenaikan gaji besar-besaran oleh perusahaan Jepang dan potensi normalisasi kebijakan Bank of Japan (BoJ) memberikan dukungan. Selain itu, harapan intervensi otoritas Jepang untuk menopang mata uang domestik dan suasana hati-hati di pasar mendukung safe-haven JPY.


Dolar AS (USD) kesulitan menarik pembeli dengan ekspektasi perubahan sikap kebijakan Federal Reserve (Fed). Hal ini turut berkontribusi pada tekanan jual di pasangan USD/JPY. Meskipun harapannya terhadap data makro AS dan kesaksian Ketua Fed Jerome Powell, penerimaan bahwa Fed akan pertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama memerlukan kehati-hatian sebelum mengambil posisi pada pasangan mata uang ini.


Intisari Harian Penggerak Pasar:


  1. Kurs JPY hari ini mendapatkan dukungan dari spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan keluar dari rezim suku bunga negatif, seiring kenaikan CPI Tokyo yang memperbarui rumor ini.
  2. Inflasi konsumen di ibu kota Jepang meningkat ke 2,5% YoY di Februari, memberikan sedikit dorongan pada Yen setelah mencapai level terendah dalam 22 bulan sebelumnya.
  3. Angka inti inflasi turun menjadi 3,1% bulan lalu, meskipun masih di atas target BoJ sebesar 2%.
  4. Inflasi yang stagnan dan ekspektasi kenaikan gaji mendukung kemungkinan BoJ mengakhiri kebijakan moneter ultra-longgar lebih cepat.
  5. PMI Layanan au Jibun Bank untuk Jepang mencapai 52,9 di Februari, melampaui perkiraan awal dan menunjukkan pertumbuhan sebesar 53,1 pada bulan sebelumnya.
  6. Menteri Perekonomian Jepang membantah laporan bahwa negara tersebut akan mengakhiri deflasi akibat kenaikan harga.
  7. Penguatan Dolar AS tetap defensif, di tengah ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan bulan Juni.
  8. Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, memperkirakan hanya dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun ini.
  9. Bostic menekankan perlunya melihat lebih banyak kemajuan dan kepercayaan pada disinflasi sebelum memutuskan untuk menurunkan suku bunga kebijakan.
  10. Pedagang cenderung absen menjelang rilis makro penting AS, dengan fokus pada kesaksian Kongres Jerome Powell dan NFP AS.
  11. Rilis makro penting AS minggu ini melibatkan IMP Jasa ISM, kesaksian Kongres Jerome Powell, dan NFP AS pada hari Jumat.

Baca Juga: 

Yen Japan Hari Ini Terjepit Dekat Level Terendah Terhadap Dolar AS



Peringatan!

Itulah berita forex hari ini mengenai “Kurs JPY Hari Ini Terhenti Ditengah Penyusutan USD! Apa Penyebabnya?” Analisa ini berdasarkan pandangan dari segi fundamental dan teknikal dari sumber terpercaya, tidak menjadi saran atau ajakan. Selalu ingat bahwa konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Selalu gunakan riset mandiri terlebih dahulu mengenai informasi forex lainnya untuk dijadikan acuan dalam perdagangan Anda.  

 

Dapatkan Berita dan Artikel terupdate dari GIC Indonesia yang lain dapat anda cek di Google News setiap harinya untuk mengetahui update terkini seputar dunia forex hingga crypto. Trading juga di GICTrade menggunakan akun ECN untuk bisa menikmati trading dengan spread rendah mulai dari nol!