Wakil Pialang Berjangka: Fungsi, hingga Syarat Ujian

Artikel ini terakhir di perbaharui October 12, 2021 by Rinaldi Syahran
Wakil Pialang Berjangka: Fungsi, hingga Syarat Ujian

Dalam dunia trading, terdapat istilah wakil pialang berjangka. Istilah dalam trading tersebut belum banyak yang mengetahui dan justru kalah populer dengan istilah broker itu sendiri. Di Indonesia, istilah dari pialang berjangka dan wakil pialang berjangka masih sangat asing dan perlu tindakan sosialisasi yang gencar.

Wakil pialang berjangka merupakan bagian dari industri trading yang tertera dalam UUD Republik Indonesia tentang perdagangan. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011, yang berbunyi:

“Perdagangan Berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli Komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opsi atas Kontrak Berjangka.”

Mengacu pada UUD di atas, makan setiap perdagangan berjangka di Indonesia harus melibatkan pedagang atau wakil pialang berjangka dan pialang berjangka itu sendiri. Untuk lebih jelas lagi mengetahui tentang hal tersebut. Mari kita mulai pembahasan dengan mengulas pengertian dari wakil perantara jual beli berjangka.

Apa Itu Wakil Pialang Berjangka?

Wakil perantara jual beli atau wakil pialang berjangka adalah individu atau seseorang yang melakukan kegiatan dagang dari pialang berjangka.

Secara sederhana, wakil perantara jual beli berjangka merupakan profesi atau karir yang bisa ditekuni di dunia perdagangan berjangka. Tidak bisa serta merta begitu saja untuk menjadi wakil perantara jual beli berjangka.

Terdapat ujian profesi dan seleksi untuk lulus menjadi wakil pialang. Terdapat juga sertifikasi profesi dan juga pelatihan yang bisa diikuti. Proses sertifikasi dan pelatihan yang diikuti, merupakan salah satu persyaratan agar calon wakil pialang bisa mengikuti ujian profesi.

Setelah dinyatakan lulus, maka sudah sah dan tersertifikan sebagai wakil pialang berjangka BAPPEBTI. BAPPEBTI merupakan institusi pemerintah yang mengurus persoalan industri dan perdagangan yang terjadi di Indonesia. Termasuk juga urusan perdagangan berjangka.

Persoalan ujian profesi wakil pialang juga diurus oleh BAPPEBTI, termasuk persoalan izin dan lain sebagainya. Hal tersebut diatur dalam Surat Keputusan kepala Bappebti No. 57/Bappebti/KP/9/2005. Isi dari putusan tersebut kurang lebih berbunyi:

“Persetujuan Izin Wakil Pialang Berjangka yang diberikan hanya berlaku selama Wakil Pialang Berjangka tersebut bekerja pada perusahaan Pialang Berjangka yang bersangkutan.”

Masa berlaku izin berlaku selama wakil perantara jual beli tersebut masih bekerja di perusahaan pialang berjangka. Jika wakil perantara jual beli sudah tidak bekerja di perusahaan pialang berjangka yang dimaksud, maka Bappebti akan mencabut izinnya sebagai wakil pialang. Lantas seperti apa saja tugas dari wakil perantara jual beli berjangka?

Tugas Wakil Pialang 

Penjelasan yang tidak kalah penting, adalah tentang tugas wakil perantara jual beli berjangka. WPB sendiri secara umum memiliki tugas besar yaitu:

  1. Memberikan edukasi ke nasabah
  2. Memberikan pendampingan pada saat transaksi
  3. Sosialisasi tentang trading

Jika menyimak peran dan fungsi wakil perantara jual beli berjangka dalam industri PBK di atas, tidak salah jika BAPPEBTI memberikan sejumlah ujian untuk seseorang mendapatkan izin menjadi seorang WPB. Karena tugas dan fungsinya tersebut, WPB bisa diibaratkan sebagai sebuah ujung tombak perusahaan.

Atas nama perusahaan pialang berjangka, WPB memiliki wewenang untuk berhubungan langsung dengan nasabah atau calon nasabah untuk menyampaikan amanat nasabah dalam transaksi kontrak berjangka di bursa berjangka. Selain itu, Usaha pialang di tempat WPB bernaung, dilaksanakan oleh WPB tersebut.

Persoalan izin menjadi WPB, sertifikasi profesi serta ujian dan lain sebagainya yang dilakukan BAPPEBTI juga untuk melindungi masyarakat (nasabah) dari perbuatan merugikan yang diakibatkan oleh WPB. Perihal izin kerja WPB bisa dikatakan sangat ketat dan dalam pengawasan tinggi.

ebook-scalping

Perbedaan Pialang & Wakil Pialang Berjangka

Jika menyimak penjelasan di atas, kita mungkin kebingungan membedakan antara pialang berjangka dan wakilnya. Namun, dua perbedaan tersebut sudah sangat jelas. Jika menyimak kembali pengertiannya, bahwa wakil perantara jual beli berjangka (WPB) adalah individu atau seseorang yang melakukan kegiatan dagang pialang berjangka di pialang berjangka. Oleh karena itu, kita bisa mengartikan bahwa pialang berjangka adalah sebuah badan usaha atau perusahaan yang melaksanakan perdagangan berjangka.

Pialang berjangka merupakan perusahaan yang melakukan aktivitas bisnis dengan jual beli komoditi, berdasarkan kontrak berjangka yang terjadi atas amanat nasabah dana atau surat berharga. Semua aktivitas perdagangan berjangka dilakukan oleh pialang berjangka, dan WPB merupakan perseorangan atau individu yang melakukannya di bawah naungan perusahaan pialang berjangka.

Jika disederhanakan, pialang berjangka merupakan sebuah perusahaan sementara wakil perantara jual beli adalah individu atau perseorangan yang melakukan segala kegiatan perusahaan atau pialang berjangka. Keduanya berkegiatan atas izin dan pengawasan dari BAPPEBTI, tidak serta merta bisa begitu saja melakukan perdagangan berjangka di Indonesia.

Ciri-Ciri Pialang Berjangka Resmi di Indonesia

Bagi setiap wakil perantara jual beli berjangka, harus berkegiatan dan melakukan aktivitas di pialang berjangka resmi di Indonesia. Izin resmi tersebut diatur oleh BAPPEBTI. Bagi setiap Pialang Berjangka yang telah memiliki izin artinya mereka telah memenuhi syarat yang diberikan oleh BAPPEBTI.

Berikut ini merupakan ciri-ciri dari pialang berjangka yang resmi di Indonesia dan sekaligus merupakan kewajiban dari bilangan berjangka untuk memenuhi aspek:

  1. Memberikan edukasi kepada setiap nasabah, agar nasabah bisa memiliki pengetahuan dan pengalaman trading. Agar ketika nasabah melakukan trading secara langsung, nasabah tidak begitu kesulitan. Salah satu caranya, setiap pialang berjangka harus memiliki simulator trading bagi setiap nasabah pemula.
  2. Memiliki segregated account. Untuk memastikan agar setiap proses penarikan deposit dan juga penarikan dana dilakukan melalui akun tersegregasi.
  3. Bisa melakukan penarikan dana dan deposit dengan cepat, mudah dan aman melalui bank lokal di Indonesia.
  4. Memberikan transparansi aturan trading kepada nasabah. Dengan aturan trading yang transparan, pialang berjangka bisa mendapatkan izin dari BAPPEBTI. Aturan trading transparan juga bisa dipaparkan secara terbuka melalui syarat dan ketentuan. Setiap trader atau nasabah juga berhak menandatangani syarat dan ketentuan tersebut, sebagai pernyataan setuju atas syarat dan prasyarat yang ditentukan.
  5. Memperkerjakan WPB yang terlatih, mendapatkan izin peserta telah lulus ujian resmi yang dilakukan oleh BAPPEBTI. Hal ini untuk menjamin setiap transaksi dari trader ditangani oleh ahli, dan tentu saja menjamin keamanan dan meminimalisir tindakan tidak bertanggung jawab.

Peran dan fungsi WPB yang amat penting, menjadikan WPB sebagai salah satu ciri-ciri dari pialang berjangka resmi di Indonesia. Berikut ini beberapa nama pialang berjangka resmi di Indonesia, yang dirangkum dari BAPPEBTI:

  1. PT Simbiotik Multitalenta Indonesia BAPPEBTI
  2. Morgan Stanley Sekuritas Indonesia
  3. Samuel Sekuritas Indonesia
  4. Mandiri Sekuritas
  5. Indo Premier Sekuritas
  6. MNC Sekuritas
  7. Mirae Asset Sekuritas Indonesia

Dalam Bursa Efek Indonesia dan juga website BAPPEBTI, terdapat lebih dari 96 pialang yang resmi terdaftar. Beberapa pialang berjangka di atas merupakan contoh sekaligus pialang terbesar yang ada di Indonesia.

Jenis-Jenis Pialang

Jika pialang berjangka in english disebut sebagai broker, mungkin untuk istilah broker kita lebih akrab dibanding dari pialang itu sendiri. Sementara itu, pialang sendiri memiliki beberapa jenis.

Jenis Pialang berdasarkan Investor yang Dilayani

Jenis dari pialang bisa dibedakan berdasarkan jenis klien atau investor yang dilayani. Kita bahas pertama-tama tentang jenis pialang berdasarkan investor yang dilayani:

Pialang Retail

Dalam istilah lain, pialang retail dikenal juga dengan istilah individual broker. Jenis pialang ini biasanya melayani individu, dan memperoleh komisi pada saat melakukan aktivitas jual beli. Tentunya, kegiatan jual beli dilakukan atas arahan dari investor. Pialang retail hanya melayani investor individu.

Pialang Institusi

Jika pialang retail melayani individu, pialang institusi melayani lembaga atau institusi. Jenis pialang ini juga melayani panggilan dari lembaga reksadana untuk dapat melakukan transaksi di pasar modal. Pialang institusi jika dibanding pialang retail, melakukan aktivitas dengan cakupan lebih besar.

Jenis Pialang berdasarkan Pelayanan

Sementara itu, jika berdasarkan jenis dari pelayanan pialang. Terbagi menjadi empat jenis pialang, yaitu:

Full Service Broker

Full service broker atau pialang layanan penuh memberikan layanan penuh. Layanan yang diberikan mulai dari informasi, laporan analisis, hingga layanan jual-beli serta pemeliharaan rekening yang dimiliki oleh investor. Jenis pialang ini cocok digunakan bagi yang tidak memiliki waktu banyak dan juga pengetahuan yang cukup terkait pasar. Namun, kekurangannya, jenis pialang ini mematok biaya komisi yang cukup mahal. Berbeda dengan perusahaan pialang konvensional lainnya, GIC melalui platform GICTrade memberikan solusi bagi para trader yang tidak ingin dibebankan dengan tingginya biaya trading.

Global Investa Capital adalah perusahaan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menyediakan berbagai layanan produk dalam satu ekosistem trading yang akan membantu dan memudahkan Anda untuk berinvestasi. Dengan mengandalkan teknologi blockchain, nikmati semua kemudahan layanan GIC.

Deep Discount Broker

Jika membutuhkan layanan pialang yang sederhana, kita bisa menggunakan layanan deep discount broker. Layanan dari pialang jenis ini hanya seputar jual beli dan merawat rekening milik investor. Komisi yang kita keluarkan pun tidak begitu besar daripada pialang layanan penuh.

Discount Broker

Jenis layanan yang diberikan oleh pialang ini lebih sederhana dari deep discount broker. Hanya melakukan perintah jual beli saham dan memberikan rekomendasi terkait saham, dalam bentuk informasi ataupun laporan analisis pasar saham.

Online Broker

Jenis layanan pialang ini dilakukan secara online, dengan sistem pelayanan sama dengan pialang konvensional. Layanan pialang online ini banyak diminati, karena lebih mudah dalam kontrak dan syaratnya. Terlebih, karena pialang online memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk melakukan transaksi secara online hanya dengan modal Rp 100.000 saja. Karena dilakukan secara online, biaya komisi pun jauh lebih murah dibandingkan pialang konvensional.

Setelah mengetahui jenis-jenis pialang di atas, sebagai panduan berikut ini panduan agar tidak salah memilih pialang, meskipun telah mengetahui berbagai pialang yang telah mengantongi izin resmi. Setidaknya kita harus mengetahui terlebih dahulu apa saja tips dan cara untuk memilih pialang yang tepat bagi Sedulur. Berikut ini beberapa tips dan caranya:

  1. Cari informasi tentang pialang, Anda bisa mendapatkan informasinya di situs resmi BAPPEBTI. Lalu menelusuri tentang pialang tersebut, baik rekam jejak dan legalitasnya.
  2. Pilih pialang yang memberikan pengetahuan dan informasi terkait analisis pasar modal. Karena, pialang yang baik adalah pialang yang terbuka dan transparan.
  3. Kita juga bisa sharing dengan kawan atau kerabat yang telah lama berkecimpung, tanyakan perihal pialang yang menjadi pilihan investor. Karena investor yang berpengalaman, telah mengetahui pialang terbaik.
  4. Hal yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah biaya komisi. Pilih pialang yang memberikan biaya komisi sesuai dengan kemampuan kita.

Syarat Ujian Wakil Pialang 

Berikut ini merupakan pembahasan penting, terutama bagi yang berniat untuk menjadi wakil pialang berjangka. Yaitu, syarat ujian wakil perantara jual beli berjangka yang harus dipenuhi. Tidak sembarang orang yang bisa menjadi pedagang berjangka, sebagaimana yang telah dibahas di awal. Sama seperti ujian masuk menjadi Aparatur Sipil Negara, syarat ujian menjadi WPB juga membutuhkan syarat di antaranya:

  1. KTP (Kartu Tanda Penduduk).
  2. Memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
  3. Fotocopy Ijazah pendidikan formal, minimal D-III. Atau ijazah yang dipersamakan, yang telah dilegalisir.
  4. Foto diri berwarna dengan ukuran 4×6 sebanyak tiga kali lembar.
  5. Berkas-berkas pelengkap, seperti sertifikat, piagam, penghargaan dan lainnya.

Pelaksanaan ujian juga dilakukan oleh KUP (Komisi Ujian Profesi) yang berada di bawah perintah BAPPEBTI. Struktur KUA serta pelaksanaan ujian sepenuhnya dilakukan oleh BAPPEBTI. Kita bisa mengikuti informasi yang dikeluarkan oleh BAPPEBTI terkait pendaftaran ujian WPB.

Sekian informasi terkait profesi WPB yang telah diulas di atas. Profesi ini tentu saja masih jarang diketahui dan penting untuk disosialisasikan. Karena sebagai profesi WPB merupakan profesi yang menjanjikan. Total pemasukan yang bisa didapatkan oleh WPB setiap bulannya bisa mencapai belasan hingga puluhan juta.

Hal ini tentu saja bisa menjadi motivasi, terutama bagi kita yang tertarik di dunia saham, memilih background pendidikan di bidang ekonomi dan memiliki semangat tinggi untuk sukses di bidang pialang.

Demikian pembahasan perihal topik wakil pialang berjangka. Jangan lupa untuk selalu mencari informasi terkait forex dan keuangan lainnya di Blog GIC, dan apabila Anda ingin belajar forex, bisa cek ebook scalping, dan Forex Academy kami.

Reza Pratama
Seseorang yang kebetulan memiliki hobi menulis tentang seputar film, game, dan teknologi.