Financial Technology: Pengertian, Manfaat, dan Jenis Fintech

Artikel ini terakhir di perbaharui June 13, 2021 by Yuliati Iswandiari
Financial Technology: Pengertian, Manfaat, dan Jenis Fintech

Dikenal sebagai pembaruan di industri keuangan, financial technology kini menjadi andalan masyarakat dalam memudahkan transaksi maupun investasi. Dikenal dengan istilah populer fintech, seperti apa kemudahan financial technology?

Sebenarnya, apa itu financial technology (fintech)?

Dikutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengertian financial technology atau fintech adalah sebuah inovasi pada industri jasa keuangan yang memanfaatkan penggunaan teknologi. Produk fintech biasanya berupa suatu sistem yang dibangun guna menjalankan mekanisme transaksi keuangan yang spesifik. Sederhananya, definisi financial technology atau fintech adalah jenis perusahaan di bidang jasa keuangan yang digabungkan dengan teknologi.

Financial technology sendiri biasa digunakan oleh berbagai perusahaan rintisan atau startup baik yang berbasis konvensional maupun syariah. Tujuannya adalah untuk membantu dan memaksimalkan penggunaan teknologi untuk mengubah dan mempercepat berbagai aspek pelayanan keuangan.

Menurut Bank Indonesia sendiri, financial technology sangat berpengaruh pada stabilitas sistem keuangan, kelancaran, keamanan, dan keandalan sistem pembayaran. Jadi, mulai dari metode pembayaran, transfer dana, pinjaman, pengumpulan dana, sampai dengan pengelolaan aset bisa dilakukan secara cepat dan singkat berkat penggunaan teknologi modern tersebut. 

Perkembangan financial technology di indonesia sendiri berkembang pesat dari tahun ke tahun. Penggunaan internet dan smartphone yang semakin meningkat menjadi latar belakang kenapa financial technology juga berkembang cepat. 

Bersumber dari data Bank Dunia, pada 2007, pengguna fintech hanya ada 7 persen, lalu berkembang menjadi 20 persen di 2011. Lalu meningkat menjadi 36 persen di 2014, dan pada 2017 sudah mencapai angka 78 persen atau tercatat sebanyak 135-140 perusahaan, dengan total nilai transaksi fintech di Indonesia, pada 2017 diperkirakan mencapai Rp202,77 triliun.

Maka tidak heran jika fintech menjadi kebutuhan yang bisa mengubah gaya hidup seseorang, khususnya mereka yang familiar atau bergelut di bidang keuangan dan teknologi. Lalu, bagaimana dengan regulasi fintech? Perkembangan fintech di Indonesia tumbuh begitu cepat sehingga dikhawatirkan akan berdampak buruk pada penyelenggaraannya.

Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) sesuai kewenangannya yang mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan telah menelurkan beberapa regulasi untuk mengatur fintech.

Apa manfaat financial technology atau fintech untuk masyarakat?

Dinukil dari Forbes, kehadiran fintech berhasil mendisrupsi jasa layanan finansial tradisional. Banyak orang yang merasa terbantu dengan kehadiran fintech. Apa saja manfaat financial technology?

1. Menyediakan layanan finansial

Salah satu manfaat yang mungkin dirasakan oleh masyarakat atas kehadiran industri financial technology adalah kemudahan pelayanan finansial. Contoh sederhananya, saat ini, sudah banyak bank yang memungkinkan Anda untuk membuka rekening tanpa harus pergi ke bank. Hanya dengan menggunakan smartphone dan kecanggihan financial technology, Anda sudah memiliki rekening. 

Begitu pula jika Anda ingin melakukan transfer uang, Anda harus pergi ke ATM atau bahkan teller bank. Sedangkan, dengan adanya financial technology, maka Anda tidak perlu lagi mengantri karena Anda sudah bisa melakukannya melalui smartphone

Tidak hanya transfer dana/uang, fintech juga memungkinakan Anda untuk menyetorkan berbagai tagihan seperti tagihan telepon, listrik, air, bahkan BPJS. Jadi, Anda tidak perlu lagi keluar rumah untuk melakukan segala transaksi tersebut.

2. Mendukung inklusi keuangan

Inklusi keuangan bisa diartikan sebagai keadaan masyarakat dalam mengakses atau menggunakan produk layanan jasa keuangan seperti perbankan, asuransi, dan investasi. Nah, kehadiran financial technology dianggap menjadi salah satu solusi jitu untuk mendukung inklusi keuangan. 

Tujuannya tentu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan cara mengurangi ketimpangan ekonomi melalui peningkatan dan pemerataan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

Contoh layanan financial technology yang berbasis online, membuat siapa saja bisa mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah, Anda bisa kapan saja terhubung selama memiliki jaringan internet yang mumpuni. 

3. Mendapat modal usaha dengan bunga lebih rendah

Sebelum adanya fintech, para pelaku UMKM di Indonesia mengandalkan pinjaman dari bank untuk mendapatkan modal usaha. Seperti yang Anda ketahui, pinjaman bank biasanya memiliki bunga yang cukup tinggi. Selain itu, persyaratan dan prosedur yang cukup sulit.

Namun, sebagai pelaku UMKM, Anda juga perlu memperhatikan berbagai persyaratan ketika mengajukan dana di lembaga crowdfunding, salah satunya untuk besaran bunga pinjaman. Pastikan lembaga yang Anda pilih sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Jadi, para pelaku UMKM pun akhirnya mendapatkan solusi untuk mendapatkan modal melalui fintech. Sistem ini disebut juga dengan peer-to-peer (P2P) lending yang berarti praktik berbasis online platform yang mempertemukan pelaku UMKM yang butuh dana atau modal dengan orang-orang yang bersedia berinvestasi meminjamkan uang mereka.

4. Mengurangi jumlah pinjaman berbunga tinggi

Saat ini, fintech dianggap dapat menjawab permintaan sistem peminjaman uang yang transparan dan dapat dinikmati masyarakat. Selain itu, jika dibandingkan dengan sistem pinjam uang/dana lainnya, fintech memberikan pinjaman dengan bunga yang tidak terlalu tinggi.

Di Indonesia bahkan di dunia saat ini, jumlah investasi di bidang fintech semakin lama semakin tinggi dan besar. Melihat peluang tersebut, perusahaan startup baru yang juga bergerak di bidang fintech bisa mendapatkan dana investasi secara mudah dari investor karena kemungkinan tingkat keuntungan yang juga tinggi.

5. Sebagai alternatif pilihan investasi

Meminjam uang saat ini jauh lebih mudah, hanya saja Anda perlu memilih platform yang menjamin keamanan data pribadi dan berada di bawah naungan lembaga resmi negara. Namun, selain bisa menjadi solusi bagi kebutuhan pendanaan, fintech juga bisa menjadi pilihan alternatif untuk berinvestasi yang berperan pada pengelolaan keuangan dengan membantu mengembangkan dana Anda.

Contohnya di platform P2P lending, Anda bisa menjadi kreditur atau pemberi pinjaman dengan imbal hasil mulai dari 10% sampai 21% per tahun. Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan investasi deposito yang rata-rata imbal hasilnya sebesar 7% per tahun.

Apa saja jenis financial technology?

Dinukil dari laman resmi Sikapi Uangmu OJK, ada lima jenis financial technology. Berikut jenis-jenis fintech.

1. Crowdfunding

Crowdfunding atau penggalangan dana merupakan salah satu model pengertian fintech yang sedang populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan adanya teknologi ini, masyarakat dapat menggalang dana atau berdonasi untuk suatu inisiatif atau program sosial yang mereka pedulikan. Salah satu contohnya adalah penggalangan dana untuk membangun Pesawat R80 yang didesain oleh BJ Habibie. Contoh startup financial technology dengan model crowdfunding yang kini tengah populer di Indonesia adalah KitaBisa.com. 

2. Microfinancing 

Microfinancing adalah salah satu layanan perusahaan fintech yang menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk membantu kehidupan dan keuangan mereka sehari-hari. Karena masyarakat dari golongan ekonomi ini kebanyakan tidak memiliki akses ke institusi perbankan, maka mereka pun mengalami kesulitan untuk memperoleh modal usaha guna mengembangkan usaha atau mata pencaharian mereka. Microfinancing berusaha menjembatani permasalahan tersebut dengan menyalurkan secara langsung modal usaha dari pemberi pinjaman kepada calon peminjam. Sistem bisnis dirancang agar return bernilai kompetitif bagi pemberi pinjaman, namun tetap attainable bagi peminjamnya. 

Salah satu startup perusahaan fintech yang bergerak dalam bidang microfinancing ini adalah Amartha yang menghubungkan pengusaha mikro di pedesaan dengan pemodal secara online.

3. P2P lending service 

Jenis ini lebih dikenal sebagai fintech untuk peminjaman uang. Perusahaan fintech ini membantu masyarakat yang membutuhkan akses keuangan untuk memenuhi kebutuhan. Dengan pengertian fintech ini, konsumen dapat meminjam uang dengan lebih mudah untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup tanpa harus melalui proses berbelit-belit yang sering ditemui di bank konvensional. Salah satu contoh dari perusahaan fintech yang bergerak dalam bidang peminjaman uang ini adalah AwanTunai, sebuah startup yang memberikan fasilitas cicilan digital dengan aman dan mudah.

4. Market comparison 

Dengan fintech ini, pengguna dapat membandingkan macam-macam produk keuangan dari berbagai penyedia jasa keuangan. Fintech adalah juga dapat berfungsi sebagai perencana finansial. Dengan bantuan fintech, penggunanya dapat mendapatkan beberapa pilihan investasi untuk kebutuhan di masa depan. 

5. Digital payment system 

Digital payment system adalah startup yang bergerak di bidang penyediaan layanan berupa pembayaran semua tagihan seperti pulsa dan pascabayar, kartu kredit, atau token listrik PLN. Salah satu contoh perusahaan fintech yang bergerak dalam digital payment system ini adalah Payfazz yang berbasis keagenan untuk membantu masyarakat Indonesia. Terutama mereka yang tidak memiliki akses ke bank, untuk melakukan pembayaran berbagai macam tagihan setiap bulannya. Selama ini industri fintech masih diatur oleh Peraturan OJK (POJK) Nomor 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Investasi aman dengan teknologi blockchain di GIC

Munculnya teknologi blockchain, membuat banyak perusahaan financial technology menerapkan teknologi ini. Apa itu blockchain? Blockchain adalah teknologi baru yang dikembangkan untuk sistem penyimpanan data digital. Teknologi ini terhubung melalui kriptografi dan penggunaannya sendiri tak bisa lepas dari mata uang bitcoin dan cryptocurrency. Tujuannya tentu untuk keamanan dan transparansi transaksi.

Nah, GIC sendiri menggunakan teknologi blockchain agar investasi Anda aman dan transparan loh! Sangat cocok untuk Anda yang sedang mencari tempat investasi yang aman dan menguntungkan. Belum kenal dengan GIC? Mari berkenalan. Berbeda dengan perusahaan pialang konvensional lainnya, GIC melalui platform GICTrade memberikan solusi bagi para trader yang tidak ingin dibebankan dengan tingginya biaya trading. GICTrade adalah sebuah platform peer-to-peer trading yang mempertemukan trader dan market maker.

Lalu, apa istimewanya GICTrade? Sebagai platform yang mempertemukan trader dan market maker, Anda sebagai calon nasabah tentu bisa memilih diantara keduanya, yaitu menjadi trader atau market maker

Peran GICTrade sebagai penyedia tempat transaksi bisa meminimalisir biaya dan membantu memaksimalkan profit untuk para trader dan market maker serta menciptakan suasana transaksi dan hasil yang adil. Trader akan diuntungkan dengan tidak adanya biaya komisi dan biaya swap serta spread yang rendah karena adanya market maker sebagai penyedia likuiditas. 

Anda juga bisa bergabung dengan komunitas trader di Telegram GICtrade untuk bertanya langsung kepada sesama trader seputar pengalaman trading. Follow juga Instagram GIC untuk mendapatkan informasi webinar dan berbagai hadiah menarik. Selain itu, di YouTube GIC, para trader juga bisa belajar trading gratis loh!

Tunggu apalagi? Makin lengkap fitur yang mendukung penuh Anda untuk memulai investasi dan trading forex melalui GIC. Jadikan transaksi lebih simpel, aman, dan menguntungkan. Mulailah dengan membuat akun demo.

Yuliati Iswandiari
Yuli is a writer and editor with over 4 years of experience who covering a wide range of writing. She always worked on the digital team. Previously she covered the health, lifestyle, and beauty content. As a writer for GIC, her mission is to provide educational information to help you make smarter and better-informed decisions because she knows finance can be complex and intimidating.