Hati Hati Penipuan Grup Telegram Mengatasnamakan GIC

Artikel ini terakhir di perbaharui April 12, 2021 by Elizabeth Yuswantoro
Hati Hati Penipuan Grup Telegram Mengatasnamakan GIC
Hati Hati Penipuan

Saat ini kami menemukan modus PENIPUAN TANAM MODAL ONLINE mengatasnamakan GIC melalui media Telegram.

Bersama ini kami informasikan bahwa Grup Telegram GIC Forex Academy yang resmi yaitu https://t.me/GICForexAcademy. Selain situs grup tersebut bukanlah situs resmi yang dikelola oleh PT. Global Investa Cakrawala.

Dengan demikian, segala sesuatu yang terjadi sehubungan dengan transaksi di luar situs https://t.me/GICForexAcademy atau https://www.gicindonesia.com/ bukan menjadi tanggungjawab GIC. Kami menghimbau seluruh Nasabah berhati-hati dengan situs Tanam Modal atau Investasi Online yang mengatasnamakan GIC dan terindikasi melakukan penipuan.

Management GIC akan segera melaporkan hal tidak menyenangkan ini ke Telegram dan jika perlu melakukan tindakan hukum.

Untuk mengetahui situs resmi GIC lainnya Anda dapat mendapatkan informasinya melalui website GIC atau menghubungi Call Center GIC.

Terimakasih telah menjadi Nasabah kami dan silahkan bertrading dengan mudah, aman nyaman dan nyaman di situs resmi GIC, The Number One Forex Trading Platform in Indonesia.

 

Gambar dibawah merupakan grup palsu yang mengatasnamakan GIC. Jangan pernah Anda bergabung dengan grup telegram tersebut dan percaya dengan penawaran tanam modal online ilegal karena semua peraturan GIC mengikuti ketentuan pemerintah Indonesia.

Grup Palsu
Grup Palsu
Grup Palsu
Grup Palsu

Berikut adalah Grup Telegram resmi yang dikelola oleh PT. Global Investa Cakrawala :

Elizabeth Yuswantoro
I'm a Public Relations, Entrepreneur, and I've also studied Business Economics focused on accounting. I'm working for companies in finance that are responsible for creating a positive image for their clients. Typical my work activities are identifying audiences, designing PR strategies, promoting company branding, managing communications budgets, distributing press kits, supervising PR staff, and dealing with crisis situations.