USD IDR hari ini masih stagnan di sekitar level 15.000 karena situasi perdagangan Indonesia yang mengkhawatirkan dipenuhi dengan berbagai sentimen pada hari Senin pagi. Namun demikian, ekspor Indonesia mengalami penurunan sebesar 21,18% pada bulan Juni, dibandingkan dengan penurunan sebesar 0,96% sebelumnya dan estimasi analis yang sebesar -18,65%.


Data lebih lanjut menunjukkan bahwa impor turun menjadi -18,35% dari 14,35%, dibandingkan dengan perkiraan sebesar -7,75%, sementara neraca perdagangan menunjukkan surplus yang lebih besar sebesar $3,46 miliar dibandingkan dengan perkiraan pasar sebesar $1,35 miliar dan surplus sebelumnya sebesar $0,44 miliar.


Harap dicatat bahwa pertumbuhan ekonomi yang suram dari Produk Domestik Bruto (PDB) China pada kuartal kedua tahun 2023 menambah kekhawatiran geopolitik terkait topan Talim di Hong Kong, serta kekhawatiran Dana Moneter Internasional (IMF) tentang inflasi, yang berdampak negatif pada sentimen pasar dan menekan nilai tukar USD/IDR.


Pendapat serupa juga disampaikan oleh Perdana Menteri Selandia Baru (NZ), Chris Hipkins, dan Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, yang mencerminkan kekhawatiran geopolitik terhadap China dan akibatnya mempengaruhi sentimen pasar, yang pada gilirannya mendukung permintaan akan USD/IDR.


Di sisi lain, stabilisasi harga Indeks Dolar AS (DXY) menjelang pertemuan Federal Reserve (Fed), setelah mencatat penurunan mingguan terbesar sejak November 2022, juga menimbulkan tantangan bagi penurunan USD/IDR meskipun kuotasi terbaru tidak mampu memperpanjang pemulihan dari hari sebelumnya.


Perlu dicatat bahwa data awal mengenai Indeks Keyakinan Konsumen University of Michigan (UoM) pada hari Jumat dan ekspektasi inflasi konsumen memicu kekhawatiran kembali bahwa Fed berada di ambang mengambil kebijakan dan membiarkan Dolar AS pulih, sehingga menarik minat pembeli untuk USD/IDR.


Menghadapi masa depan, ada katalis risiko yang penting untuk diperhatikan dalam jangka pendek, meskipun kalender ekonomi terlihat kurang padat.


Dari segi analisis teknis, pemulihan USD IDR hari ini tetap sulit diprediksi kecuali terjadi penutupan harian di luar level support yang berubah menjadi resistance yang telah bertahan selama 10 minggu, yaitu sekitar 15.030 pada saat penulisan.

Baca Juga :

Inflasi Melemah, USDIDR Hari Ini Di Atas Level Resisten Rp15.000

USD Melemah, Sejumlah Mata Uang Utama Naik Jelang Data Inflasi AS

 

Peringatan!

Analisa ini berdasarkan pandangan dari segi fundamental dan teknikal dari sumber terpercaya, tidak menjadi saran atau ajakan. Selalu ingat bahwa konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Selalu gunakan riset mandiri terlebih dahulu mengenai informasi forex lainnya untuk dijadikan acuan dalam perdagangan Anda.  

 

Dapatkan Berita dan Artikel terupdate dari GIC Indonesia yang lain dapat anda cek di Google News setiap harinya untuk mengetahui update terkini seputar dunia forex hingga crypto. Trading juga di GICTrade menggunakan akun ECN untuk bisa menikmati trading dengan spread rendah mulai dari nol!