Pasar di domain Asia sedang mengalami ketidakpastian dan kehati-hatian karena investor mengalihkan fokus mereka ke rilis Indeks Manajer Pembelian (PMI) global. PMI adalah indikator penting untuk mengukur kesehatan sektor manufaktur dan jasa di seluruh dunia. Jika angka PMI turun, itu menunjukkan penurunan aktivitas ekonomi, sementara kenaikan angka PMI menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

saham asia
Berita saham Asia 

 

Kecemasan di pasar juga disebabkan oleh potensi kesengsaraan perbankan, yang memaksa investor untuk mengambil jarak dengan ekuitas Asia. Hal ini mungkin terkait dengan masalah perbankan tertentu di wilayah tersebut.


S&P500 futures, yang merupakan kontrak berjangka yang memperkirakan kinerja pasar saham Amerika Serikat, juga telah berubah-ubah setelah pemulihan yang signifikan pada hari Kamis. Hal ini mungkin disebabkan oleh kekhawatiran investor tentang kemungkinan pengetatan kondisi kredit oleh bank-bank Amerika Serikat setelah penggeledahan.


Ketua Federal Reserve (Fed), Jerome Powell, telah menegaskan dalam pernyataannya bahwa bank-bank AS akan lebih berhati-hati dalam menyalurkan pinjaman ke rumah tangga dan bisnis. Hal ini dapat mempengaruhi permintaan, inflasi, dan skala kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Selain itu, arus keluar dana ke ekonomi berkembang juga dapat berskala lebih rendah. Ini bisa menjadi hal yang berpotensi mempengaruhi pasar di seluruh dunia.


Saat ini, pasar saham di Asia sedang mengalami penurunan. Nikkei225 Jepang turun 0,34%, ChinaA50 tergelincir 0,27%, dan Hang Seng turun 0,18%. Di sisi lain, Nifty50 tetap sideways, yang berarti belum mengalami perubahan signifikan.


Meskipun ekspektasi stimulus lebih lanjut dari pemerintah meningkat setelah melemahnya Indeks Harga Konsumen Nasional (IHK), saham-saham Jepang gagal menunjukkan aksi yang signifikan. Headline CPI di Jepang telah turun secara signifikan menjadi 3,3% dari konsensus sebelumnya 4,1%, sementara inflasi inti yang menurunkan harga minyak dan makanan meningkat lebih tinggi menjadi 3,5% dari perkiraan sebelumnya 3,4%.


Data inflasi Jepang menunjukkan bahwa penurunan harga minyak telah memberikan dampak yang signifikan pada angka utama. Selain itu, meningkatnya angka CPI inti dapat menjadi hasil dari upaya pemerintah Jepang untuk mempercepat upah.


Hal ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi di Jepang masih mengalami tantangan, dan pasar saham Jepang tidak sepenuhnya merespons positif terhadap ekspektasi stimulus pemerintah. Namun, situasi ini terus dipantau oleh investor dan pelaku pasar untuk melihat bagaimana pengaruhnya pada pasar global.


Kementerian Perdagangan China telah meminta AS untuk menghapus pembatasan perdagangan dengan alasan bahwa China tidak berusaha merekayasa surplus perdagangan dengan AS. Namun, situasi perdagangan antara kedua negara masih dipantau oleh pelaku pasar dan investor karena memiliki dampak yang signifikan pada pasar global.


Sementara itu, harga minyak telah pulih dengan kuat setelah turun mendekati $69,00. Hal ini disebabkan oleh jalannya kelemahan dalam Dolar AS, yang diantisipasi oleh investor akan mendorong reli dalam harga komoditas untuk periode yang lebih lama. Investor juga menganggap bahwa pertimbangan jeda dalam proses pengetatan kebijakan oleh Fed akan memberikan dampak positif pada harga minyak.


Situasi harga minyak selalu menjadi sorotan utama karena mempengaruhi banyak sektor industri dan ekonomi. Oleh karena itu, pergerakan harga minyak selalu dipantau oleh pelaku pasar dan investor di seluruh dunia.

baca juga :

Perbankan Global Bergejolak, Saham di Asia Rebound


Nikmati Kemudahan Trading & Take Profit Hanya Dalam Satu Aplikasi, Download Sekarang!




Peringatan!

Analisa ini berdasarkan pandangan dari segi fundamental dan teknikal dari sumber terpercaya, tidak menjadi saran atau ajakan. Selalu ingat bahwa konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Selalu gunakan riset mandiri terlebih dahulu mengenai informasi forex lainnya untuk dijadikan acuan dalam perdagangan Anda.  

 

Dapatkan Berita dan Artikel terupdate dari GIC Indonesia yang lain dapat anda cek di Google News setiap harinya untuk mengetahui update terkini seputar dunia forex hingga crypto. Trading juga di GICTrade menggunakan akun ECN untuk bisa menikmati trading dengan spread rendah mulai dari nol!