Dolar Dekati Level Tertinggi Selama Setahun

Artikel ini terakhir di perbaharui October 13, 2021 by Rinaldi Syahran
Dolar Dekati Level Tertinggi Selama Setahun
Sumber Foto: GIC

Dolar dekati level tertinggi selama setahun pada Rabu, di tengah meningkatnya ekspektasi Federal Reserve yang akan mengumumkan pengurangan stimulus bulan depan, dengan potensi mengikuti rating pada pertengahan 2022 menjadi salah satu berita terhangat di pasar keuangan. Tiga polisi FED mengatakan pada hari Selasa, bahwa perekonomian Amerika Serikat telah cukup pulih untuk mulai mengurangi program pembelian aset bank, termasuk wakil ketua Richard Clarida.

Untuk saat ini, harga pasar uang memiliki peluang berkisar 50-50 untuk kenaikan suku bunga pada bulan Juli. Indeks dollar mengukur greenback terhadap enam rivalnya, sedikit turun pada angka 94.356 pada hari Selasa, semenjak menyentuh 94.563 untuk pertama kalinya semenjak September 2020 akhir.

Lonjakan untuk harga energi telah memicu kekhawatiran inflasi dan memicu spekulasi bahwa FED mungkin perlu bergerak lebih cepat dengan upaya untuk menormalkan kebijakan, daripada yang di proyeksikan oleh para pejabat. Lonjakan ini juga mengirim imbal hasil Treasury dalam dua tahun ke level tertinggi lebih dari 18 bulan dalam semalam.

Amerika Serikat membantu untuk menjadikan dollar tiga tahun lebih tinggi dari mata uang yen pada Selasa menjadi 113.785 yen dengan perdagangan terakhir pada 113.575. Untuk euro berubah pada $1.1522 dengan nilai terendah pada 15 bulan. Para trader akan fokus dalam data harga konsumen di hari Rabu untuk terus melanjutkan pada rate yang lebih tinggi.

“CPI merupakan ekonomi draw yang utama” dan “Mempunyai potensi untuk melihat rating FED melebihi ekspektasi setingkat lagi atau lebih” Kata Ray Attrill, kepada strategi valuta asing pada National Australia Bank di Sydney. Kebanyakan dari para pembuat kebijakan FED melanjutkan dengan mengatakan tekanan inflasi akan bertahan sementara.

Gubernur Lael Brainard dan juga Michelle Bowman yang termasuk diantara pejabat FED mengatakan pada hari Rabu itu, “jadwal pertemuan bank sentral pada bulan September juga akan dirilis”.

“Hari ini FOMC merilis konfirmasi bahwa pengumuman pada bulan November akan sulit untuk ditolak oleh FED tetapi juga nantinya akan ada diskusi tentang dampak potensial dari pengetatan lebih lanjut oleh Amerika Serikat dan juga tentang keuangan global” Kata Valentine Marinov, kepala penelitian G10 FX pada Credit Agricole.

“Kami juga percaya bahwa, setelah laporan berbagai macam pekerjaan AS yang agak beragam pada bulan September dan penundaan tentang resolusi masalah hutang AS, pada akhirnya FED dapat memilih untuk memulai pengurangan QE yang lebih bertahap.

Sterling sedikit berkelok pada pertengahan bulan ini, dikisarkan sedikit lebih tinggi dari hari Selasa pada $1.3624. Dollar Aussie juga memiliki resiko perdagangan yang sensitif dengan nilai datar pada $0.7347, mundur dari nilai satu bulan tertinggi pada Selasa di $0.7384. Sedangkan untuk bitcoin diperdagangkan sekitar $54.765, setelah mencapai level tertinggi dalam 5 bulan pada $57.885,79 di awal minggu.

Wachda Mihmii
SEO writer who is experienced in various Indonesian national media. Aspiring to be a book or novel writer. Has experience as a Creative Director.