7 Tips untuk Para Pemula yang Ingin Menjadi Investor

Artikel ini terakhir di perbaharui March 16, 2021 by Yahya Kus Handoyo
7 Tips untuk Para Pemula yang Ingin Menjadi Investor

Istilah investasi tentu sudah akrab di telinga masyarakat. Kegiatan yang umumnya berkaitan dengan bisnis ini setidaknya memberi harapan untuk dapat meraih sukses. Secara umum, investasi adalah penanaman modal berupa uang atau aset yang dilakukan investor untuk mendapatkan hasil lebih besar di masa mendatang.

Namun, di mata para pebisnis, investasi adalah salah satu jalan untuk mendapatkan kebebasan finansial alias passive income. Mereka tak perlu lagi lelah bekerja untuk mendapatkan uang, tetapi uanglah yang akan bekerja untuk membahagiakan mereka.

Paradigma ini yang kemudian membuat banyak pebisnis yang minim pengalaman sekalipun tertarik untuk menyelami dunia investasi. Hanya saja, sebelum memulai berinvestasi, Ansa perlu memerhatikan beberapa tips berikut ini agar Anda berhasil menjadi seorang investor sukses:

1. Kenali Produk Investasi

Seorang investor adalah seseorang yang harus andal dan mengenal baik produk yang akan diinvestasikannya. Ini menjadi bagian terpenting untuk dilakukan. Dengan mengenal produk investasinya dengan baik, maka investor akan tahu apakah produk ini sesuai dengan kebutuhannya atau tidak.

Dalam hal ini, kelebihan dan kekurangan produk perlu menjadi pertimbangan khusus. Dengan begitu, seorang investor adalah seseorang yang dapat meminimalisir risiko yang ada. Perlu diingat juga adanya pemahaman risk and return dalam setiap jenis investasi. Semakin tinggi keuntungan yang bisa didapat, semakin besar juga risiko yang harus ditanggung.

Jika Anda termasuk pemula, sebaiknya memilih produk investasi yang mudah untuk dilakukan, seperti deposito berjangka dan reksadana. Kedua produk investasi berikut memiliki low risk low return, cenderung aman untuk dilakukan. Saat sudah semakin mahir dan lebih memahami dunia investasi, Anda bisa beranjak ke saham, cryptocurrency, atau P2P lending. Memulai investasi kini juga semakin mudah dengan banyaknya aplikasi-aplikasi fintech.

2. Rencanakan dengan Matang

Sebagian orang menganggap investasi adalah judi karena seakan-akan terlihat seperti sebuah pertaruhan uang yang terkadang untung dan rugi. Pada hakikatnya, investasi lebih dari sebuah pertaruhan. Keterampilan seorang investor akan diuji lewat sebuah proses rugi. Di sinilah dibutuhkan adanya rencana yang matang sebelum melakukan investasi. Gunanya adalah untuk meminimalisir setiap risiko yang datang tiba-tiba.

Perencanaan matang yang dimaksud bisa berupa pembagian nilai modal investasi. Walau ada iming-iming laba yang besar, jangan lupakan kebutuhan primer. Hindari juga untuk menanamkan seluruh modal investasi dalam satu produk. Hal ini dapat berakibat pada kerugian besar jika ada risiko yang tiba-tiba terjadi.

Pastikan kebutuhan hidup tetap aman ketika Anda menggelontorkan sejumlah modal investasi. Bila perlu, lakukan riset kecil mengenai tujuan dan risiko investasi tersebut. Fungsinya agar Anda dapat memilih jenis investasi yang sesuai kebutuhan.

3. Perhatikan Kredibilitas Rekanan

Saat memutuskan untuk berinvestasi, ada dua risiko yang harus siap ditanggung seorang investor: untung atau rugi. Namun, bukan berarti kedua hal tersebut datang dengan sendirinya. Seperti datangnya kerugian, sering kali terjadi karena kesalahan investor dalam memilih rekanan investasi.

Apabila ada penawaran investasi dengan untung besar di waktu yang singkat, maka perlu dicurigai. Pasalnya, bisa jadi penawaran itu datang dari oknum penipu yang mengatasnamakan manajer investasi. Alih-alih mendapat untung, bisa-bisa malah buntung.

Oleh karena itu, ada baiknya seorang investor mencari tahu latar belakang calon rekanan investasinya. Perhatikan juga rekam jejak dan kredibilitas calon rekanan sebelum bekerja sama. Sangat disarankan untuk melakukan relasi atau hubungan kerjasama investasi dengan pihak atau perusahaan yang sudah diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan persetujuan dan pengawasan dari OJK, bisa dipastikan kegiatan investasi yang Anda lakukan bersama rekanan valid dan bukan bentuk penipuan. Walau begitu, Anda harus tetap hati-hati dalam berinvestasi untuk mengurangi risiko kerugian.

4. Jadilah Aktif dan Pasif

Dalam dunia investasi, seorang investor adalah seseorang yang haruslah bersikap aktif. Ketika berinvestasi seperti dalam forex trading, belilah ketika harga sedang turun dan jual saat harga tinggi. Tentunya untuk bisa mengetahui info mengenai harga investasi, Anda perlu aktif membaca berita dan mencari kabar terbaru.

Beberapa investor yang baru terjun, biasanya masih ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Sehingga kesempatan emas yang ada di depan mata justru hilang begitu saja. Hampir setiap berita atau peristiwa yang terjadi memberi efek pada nilai jual investasi.

Namun tidak hanya aktif saja, Anda terkadang juga bisa menjadi pasif. Salah satunya adalah dengan menjadi market maker seperti di dalam investasi forex trading. Jadi, jangan lupa untuk tetap memposisikan Anda secara jelas di dalam dunia investasi.

Apakah mau jadi aktif sebagai trader atau pasif sebagai market maker. Untungnya, kedua posisi itu bisa Anda dapatkan bersama GICTrade. Keduanya merupakan produk yang ditawarkan oleh platform forex trading itu. Mau aktif atau pasif, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari sana.

5. Opsi Kuantitas

Bagi seorang investor, kuantitas investasi di beberapa tempat bisa menjadi solusi mengatasi risiko. Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, jangan menginvestasikan semua aset atau uang yang Anda miliki di satu model investasi saja.

Sesuaikan kuantitas modal investasi dengan kebutuhan serta kemampuan Anda. Gunakan persentase yang tepat untuk bisa menentukan kuantitas modal investasi yang paling menguntungkan. Misalnya, Anda bisa menempatkan 40% modal dalam bentuk investasi saham dan 60% sisanya untuk investasi forex trading. Saat nilai saham mendadak anjlok, Anda masih meraup keuntungan dari investasi forex trading yang dimiliki.

Hal ini berguna untuk menghindari risiko ketika satu produk investasi gagal. Dengan begitu, Anda masih memiliki cadangan investasi lain yang masih menjanjikan. Namun dalam memindahkan modal investasi ke tempat lain, lakukanlah sebagai bagian dari rancangan investasi yang baik.

6. Belajar dan Menikmati Proses

Investasi adalah berbicara tentang proses. Seorang investor juga perlu menyadari bahwa kesuksesan tidak bisa diraih secara instan. Seorang investor ternama, Warren Buffett, pernah berkata, “Beberapa hal hanya butuh waktu. Anda tidak bisa mendapatkan bayi dalam satu bulan dengan membuat 9 wanita hamil.”

Hal ini juga berlaku untuk investor. Diperlukan keinginan yang kuat untuk belajar trading memahami kondisi pasar dan trik dalam berinvestasi. Tak perlu membayar mahal seorang guru bisnis. Cukup dengan belajar dari pengalaman orang lain di sebuah seminar atau membaca informasi tentang investasi lewat internet dan buku.

Semakin besar keinginan Anda untuk belajar dan terus mencoba, maka semakin dekat juga Anda menuju kesuksesan. Selain itu, dalam melewati proses yang ada, seorang investor juga memerlukan kesabaran ekstra. Jalan menuju puncak kesuksesan tidaklah semudah membalik telapak tangan

7. Pilih Waktu yang Tepat

Investasi adalah bisnis yang tak bisa dipisahkan dengan waktu. Kesuksesan investasi membutuhkan waktu yang tak sedikit dalam setiap prosesnya. Ibarat padi yang ditanam petani pada musim yang tepat, investasi pun demikian. Ada yang mengatakan bahwa waktu terbaik investasi adalah secepat mungkin agar hasilnya juga cepat dirasakan.

Hal ini tidak sepenuhnya benar karena dibutuhkan perhitungan matang serta kondisi yang mendukung dalam melakukan investasi. Tetapi jangan lupa memperhatikan situasi dan kondisi yang terjadi saat itu. Investor adalah seseorang yang melakukan investasi di waktu dan tempat yang tepat. Salah dalam memperkirakan situasi akan membuat Anda mengalami kerugian.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

 

Desi Novitasari
Knowledge is like a garden, if not cultivated, it cannot be harvested.