7 Cara Memulai Trading yang Benar Untuk Pemula

Artikel ini terakhir di perbaharui March 16, 2021 by Yahya Kus Handoyo
7 Cara Memulai Trading yang Benar Untuk Pemula

Trading dulunya dikenal dengan istilah barter, di mana Anda saling menukarkan barang dengan barang lain yang kira-kira memiliki nilai setara. Konsep yang sama sebenarnya juga diterapkan dalam aktivitas trading. Trading sendiri adalah proses terjadinya aktivitas perdagangan (jual-beli) produk keuangan tergantung di mana pasar aktivitas trading tersebut berlangsung. Sebelum Anda masuk ke dalam industri trading dan melakukan transaksi, ada baiknya jika Anda tahu bagaimana langkah-langkah cara memulai trading dengan baik dan benar.

Tentu saja dengan memahami cara memulai trading akan sangat menguntungkan Anda karena akan memperkecil risiko kerugian yang Anda alami. Setidaknya ada 7 langkah yang bisa Anda lakukan dalam memulai trading. Artikel cara memulai trading ini hadir untuk membantu Anda supaya tidak terjerumus dengan jawaban-jawaban menyesatkan yang muncul di tengaah ketidaktahuan Anda.

Ketahui Jenis Trading Sebelum Memulai

Trading adalah aktivitas dagang yang kini juga memiliki banyak jenisnya. Jenis pertama dari trading adalah trading saham. Di pasar saham ini terdapat berbagai penawaran akses dari berbagai perusahaan BUMN maupun swasta agar Anda dapat ikut menanamkan modal di sana dengan membeli “hak kepemilikannya” dalam jumlah persentase tertentu.

Trading saham ini akan memungkinkan Anda sebagai pemilik sekian persen saham yang juga mendapatkan profit. Keuntungan yang didapat bergantung pada besaran rasio hak milik serta keuntungan bersih produsen atau dividennya. Proses trading kemudian dapat dilakukan lagi dengan menjual kembali saham tersebut saat harganya meningkat. Keuntungan juga diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli saham tersebut di awal.

Selain melakukan trading di pasar saham, Anda juga dapat melakukan trading di pasar valuta asing (valas) atau forex. Trading ini memungkinkan Anda untuk melakukan jual beli valas berdasarkan kurs yang sedang berlaku pada waktu-waktu tertentu. Dulunya, trading forex ini memiliki akses pembelian yang terbatas. Namun, seiring dengan perkembangan internet dan digitalisasi, pasar forex jadi lebih terbuka untuk trading yang dilakukan secara perorangan dengan modal yang rendah pula.

Mulai dengan Akun Demo

Setelah cukup memahami sistem dasar dan konsepnya, hal yang perlu Anda lakukan kemudian adalah benar-benar memahaminya dengan menggunakan akun demo terlebih dahulu. Luangkanlah waktu untuk berlatih melakukan trading di tengah kondisi pasar yang sesungguhnya, dalam hal ini pasar forex.

Keuntungan lainnya selain bisa berlatih seperti sedang melakukan trading di pasar forex sungguhan, Anda juga tidak perlu mengeluarkan uang dulu dengan akun demo ini. Jadi, Anda dapat mengeksplorasi kebiasaan dan aktivitas trading selama berlatih tanpa terbebani risiko rugi.

Di saat yang sama, Anda juga dapat menguji sistem yang hendak diterapkan saat melakukan trading forex. Trading adalah aktivitas yang berisiko tinggi, sehingga pakailah waktu Anda untuk berlatih dan mengamati dengan cermat efektivitas sistem trading yang Anda coba. Cukup lakukan registrasi di broker forex yang menyediakan fitur akun demo.

Gunakan MetaTrader

Mengingat status Anda yang masih pemula perihal kefasihan dalam melakukan trading, sebaiknya Anda melengkapi kemampuan trading dengan fitur-fitur yang dapat membantu selama berlatih dengan akun demo. Salah satunya dengan menginstal platform trading, MetaTrader. Biasanya, broker forex sudah menyediakan MetaTrader untuk dapat digunakan oleh para trader.

Software ini memiliki beberapa fitur yang dapat membantu Anda untuk menganalisis aktivitas trading, juga pasar. Sebagai rekomendasi, sebaiknya Anda menggunakan software MetaTrader 5 dengan fitur dan indikator yang teranyar. Ada satu aplikasi trading forex yang sudah menggunakan MetaTrader 5 yaitu GICTrade.

Kenali Waktu Strategis Trading

Pasar forex ini aktif selama 24 jam sehari, sepanjang 5 hari dalam seminggu. Ini berarti Anda dapat mengambil waktu yang lebih fleksibel untuk melakukan trading forex di samping rutinitas harian lainnya yang tidak dapat dilewatkan. Satu-satunya yang perlu diperhatikan agar memiliki waktu yang ideal dan strategis untuk trading adalah pembagian sesi waktunya.

Waktu trading forex terutama, terbagi dalam beberapa sesi, seperti sesi New York (Amerika), sesi London (Eropa), sesi Tokyo (Asia), dan sesi Sydney (Australia). Ada tiga cara terbaik memilih waktu yang paling tepat. Pertama dengan cara yang dapat disebut agresif, yakni dengan masuk di trading sesi overlap antara Eropa dan Amerika yang memiliki tingkat volatilitas serta likuiditas yang tinggi. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh profit dengan lebih cepat.

Kedua, jika Anda ingin cara yang lebih konservatif, cocok untuk Anda yang lebih suka bermain aman. Anda cukup memilih masuk pada sesi Asia yang memiliki volatilitas serta likuiditas yang jauh lebih rendah. Apabila Anda memiliki banyak waktu untuk melakukan trading, cara yang kedua ini rasanya paling ideal untuk dilakukan.

Cara terakhir dapat dilakukan dengan menyesuaikan peluang trading itu sendiri, berarti Anda dapat masuk pada sesi apapun dengan mengikuti pergerakan harga yang paling baru. Contoh kasusnya adalah jika ternyata terdapat peluang pada kombinasi EUR/USD dengan indikator fundamental yang mengindikasi pada sesi Eropa, maka Anda bisa masuk pada sesi tersebut. Cara ini biasanya dilakukan oleh para trader penuh waktu yang sehari-harinya aktif melakukan trading. Anda tinggal memilih cara yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Pahami Penggunaan Indikator

Hal lainnya yang juga tidak kalah penting adalah memahami penggunaan indikator pada saat melakukan trading. Terdapat dua indikator yang perlu Anda pahami dengan fasih, yakni indikator teknikal dan indikator fundamental. Indikator teknikal semisal, menjadi instrumen penting yang membantu melakukan kalkulasi terkait harga, volume, serta minat pasar dalam trading. Ini membuat indikator teknikal dapat digunakan untuk memetakan kondisi pasar terkini serta memprediksi arah pergerakan harga.

Indikator berikutnya adalah indikator fundamental. Sama pentingnya dengan indikator teknikal, analisis fundamental ini membantu Anda untuk menganalisis pergerakan harga dengan data-data ekonomi, termasuk juga berita yang jadi poros pelaku pasar. Jika indikator teknikal yang analisisnya lebih banyak memantau grafik serta pola candlestick, indikator fundamental ini mengamati informasi kondisi ekonomi, seperti jumlah pengangguran, inflasi, serta prospek ekonomi negara tersebut secara makro.

Itu sebabnya indikator fundamental cenderung lebih sulit untuk diidentifikasi karena sifatnya yang berbatasan tipis antara obyektif dan subyektif. Terdapat banyak sekali faktor yang perlu dipertimbangkan, termasuk kepekaan serta kemampuan observasi tinggi yang harus Anda miliki saat melakukan analisis.

Kenali Analisis Candlestick

Seperti yang sudah disebutkan di atas, penting untuk memahami indikator teknikal yang berarti Anda juga harus paham dan mempelajari cara menganalisis candlestick yang tepat dan efisien. Tidak sedikit pemula dalam trading juga mengalami kebingungan saat mempelajari candlestick. Grafik yang menyerupai lilin ini dipakai untuk membaca pergerakan harga di pasar forex.

Badan grafik candlestick ini terdiri dari bagian tengah yang berbentung persegi panjang yang disebut juga body. Lalu, bagian lainnya adalah garis tipis yang membentang di bagian atas dan bawah body yang disebut shadow. Body yang berwarna merah mengindikasikan bearish, sementara body berwarna hijau mengindikasikan bullish. Begitu gamblang informasi dari candlestick ini menjadikannya instrumen penting untuk menganalisis pasar.

Pelajari Tentang Manajemen Risiko

Aktivitas trading ini memiliki keuntungan yang sangat tinggi, namun memiliki risiko yang sama tingginya. Oleh sebab itu, Anda sudah harus menyiapkan manajemen risiko yang baik untuk menghadapi kemungkinan skenario terburu yang bisa saja terjadi sebelum memulai aktivitas trading.

Penerapan manajemen risiko yang dapat Anda lakukan adalah dengan menentukan batas persentase risiko yang paling tepat untuk setiap transaksi. Batas toleransi ini pun beragam, tergantung trader seperti Anda. Bisa dimulai dari angka 2%-5%. Perlu diingat bahwa semakin besar toleransi risiko yang Anda atur, maka Anda juga akan memerlukan persentase profit yang lebih besar juga agar dapat memposisikan Anda ke kondisi breakeven atau kondisi semula. Tidak heran kalau beberapa trader profesional memberi rekomendasi untuk tidak membuat toleransi risiko lebih dari 2%.

Terakhir, cara memulai trading yang benar bisa Anda mulai dengan mengenali dan mengikuti tren pasar. Karena trading adalah aktivitas yang butuh kesabaran dan ketelitian, Anda dapat memantau dan mengidentifikasi tren dengan menggunakan dua indikator di atas tadi, yakni analisis teknikal dan fundamental. Selamat belajar dan memulai trading!

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Desi Novitasari
Knowledge is like a garden, if not cultivated, it cannot be harvested.