Indikator Bollinger Bands: Pengertian dan Cara Penggunaan

Artikel ini terakhir di perbaharui May 28, 2021 by Yuliati Iswandiari
Indikator Bollinger Bands: Pengertian dan Cara Penggunaan

Sangat populer di kalangan para trader, indikator bollinger bands digunakan untuk mengukur volatilitas serta trading forex saat pasar dalam kondisi sideways. Indikator satu ini layak dicoba oleh para trader forex.

Apa itu indikator bollinger bands?

Indikator bollinger bands ini diciptakan oleh John Bollinger, seorang technician trader pada tahun 1980. Bollinger bands adalah salah satu indikator teknikal untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah tren pergerakan harga. 

Nah, selain arah tren, indikator ini juga digunakan untuk menentukan keadaan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Ciri khas indikator ini, dalam kondisi pasar sideways (ranging), harga bergerak diantara dua band (pita). 

Sideway adalah kondisi pasar saat sedang datar, dimana terjadi keraguan dalam pasar. Bullish (harga naik) dan bearish (harga turun) sama-sama kuat sehingga menyebabkan kondisi sideway

Indikator ini berbentuk garis yang ditarik di dalam dan di sekitar struktur pergerakan harga suatu aset yang diperdagangkan. Bollinger band akan menunjukkan batas relatif dari kenaikan atau penurunan harga. Kini, indikator ini sangat populer digunakan dalam trading di berbagai jenis pasar finansial, termasuk pasar forex.

Bagaimana cara menggunakan indikator bollinger bands?

Banyak yang menyebut bahwa indikator bollinger bands dan simple moving average adalah dua indikator ‘bersaudara’. Kenapa disebut ‘bersaudara’? Selain karena dua indikator ini sama-sama memiliki tampilan sederhana, tidak ruwet, dan relatif mudah dipahami, indikator bollinger bands terdiri dari sebuah simple moving average (SMA) dengan dua band atau pita yang berada di atas dan di bawah garis SMA. 

Sederhananya, indikator ini terdiri atas tiga garis yang bergerak mengikuti pergerakan harga, diantaranya adalah upper band, middle band, dan lower band. Band sebelah atas dinamakan upper bollinger band dan band sebelah bawah dinamakan lower bollinger band. Sedangkan middle band adalah moving average yang merupakan dasar bagi perhitungan upper band dan lower band. Biasanya, middle band yang digunakan adalah simple moving average.

Upper dan lower band ditentukan berdasarkan penambahan dan pengurangan nilai SMA dengan standar deviasi. Standar deviasi mengukur volatilitas hingga seberapa jauh harga bisa bergerak dari nilai yang sebenarnya (true value). Berikut rumus atau bollinger bands formula.

  • Middle band = 20-day simple moving average (SMA)
  • Upper band = 20-day SMA + (20-day standard deviation of price x 2)
  • Lower band = 20-day SMA – (20-day standard deviation of price x 2)

Karena memperhitungkan pula pengukuran volatilitas, maka kedua band tersebut akan bergerak sesuai dengan kondisi pasar. Semakin besar volatilitas, maka jarak antar band akan semakin lebar. Begitupun sebaliknya.

Dengan begitu, bollinger band bisa membantu Anda untuk mengenali kondisi pasar saat ini. Ketika BB dalam kondisi melebar, itu artinya pasar sedang dalam keadaan ramai. Namun, ketika BB dalam kondisi menyempit dan cenderung bergerak datar, itu artinya pasar sedang dalam keadaan sepi.

Pada umumnya, kondisi dinyatakan overbought terjadi bila harga telah menyentuh upper band, tetapi harga penutupan (close) masih di bawah upper band. Sedangkan kondisi dinyatakan oversold bila harga sudah menyentuh lower band, tetapi masih ditutup di atas lower band.

Bagaimana cara setting indikator bollinger bands?

Bagi trader pemula melakukan indikator bollinger bands setting mungkin terlihat sulit, namun jangan khawatir, Anda bisa mengikuti cara berikut ini.

1. Buka platform MetaTrader Anda

Pilih tampilan grafik pasangan mata uang favorit Anda. Indikator bollinger bands forex biasanya sudah tersedia (built-in) pada platform trading online, termasuk MetaTrader 4 dan MetaTrader 5.

2. Setting indikator stochastic

Carilah menu ‘Insert’, pilih ‘Indicators’, kemudian ‘Trend’, dan pilih ‘Bollinger Bands’. Gunakan parameter default SMA 20, dan standar deviasi 2.

Standar deviasi adalah metode yang sering digunakan dalam statistik yang digunakan dalam trading. Pada indikator BB, standar deviasi adalah untuk melihat batas-batas pergerakan harga dalam satu-satuan waktu. Perhitungan nilai ini sendiri dilakukan pada middle BB yang juga merupakan SMA-20. Jadi, jika dalam statistik mencari nilai deviasi antar data. Sedangkan dalam BB ini, Anda mencari data dengan standar deviasi yang telah diketahui.

Apa saja manfaat indikator BB?

1. Sebagai pengukur volatilitas

Ukuran volatilitas pasar biasanya terlihat pada lebar band. Jika volatilitas sedang tinggi, maka jarak kedua band akan semakin melebar. Hal ini biasanya terjadi ketika perubahan kondisi pasar dari sideways menjadi kondisi trending. Sebaliknya, volatilitas pasar yang rendah tampak pada jarak kedua band yang semakin menyempit, dan biasanya terjadi ketika ada perubahan kondisi pasar dari trending menjadi sideways.

Trending artinya harga menunjukkan kecenderungan bergerak ke satu arah dengan baik naik saja atau turun saja. Sedangkan sideways berarti harga cenderung bergerak naik-turun-naik-turun dalam kisaran tertentu saja (terbatas).

2. Menentukan posisi saat pasar sedang sideways

Saat pasar cenderung sideways, maka open position (entry) bisa dilakukan ketika harga telah melewati (menembus) garis SMA-20 dengan target pada level band terdekat, maka trader bisa membaca indikator bollinger bands sebagai berikut ini.

  • Jika harga menembus level SMA-20 ke arah atas, maka entry dilakukan saat candle ditutup di atas SMA-20 dengan target close position (exit) ketika harga mencapai upper band.
  • Jika harga menembus level SMA-20 ke arah bawah, maka entry dilakukan saat candle ditutup di bawah SMA-20 dengan target close position (exit) ketika harga mencapai lower band.

3. Menentukan posisi saat pasar sedang trending

Selain bisa digunakan untuk trading forex saat pasar dalam kondisi sideways, indikator bollinger bands juga bisa digunakan saat pasar dalam kondisi trending, namun dengan beberapa aturan.

Kondisi uptrend terjadi bila harga telah melewati (menembus) upper band dan harga penutupan berada di luar band. Kondisi downtrend terjadi bila harga melewati lower band dan ditutup di luar band.

Sebagai konfirmasi, bisa ditentukan dari formasi bar berikutnya. Apabila formasi bar berikutnya benar-benar di luar band, maka tren telah terbentuk. Selain itu, perhatian juga bahwa pada kondisi trending, kedua band cenderung bergerak melebar.

Masih kesulitan untuk memahami teknik dasar trading forex? 

Tidak perlu kuatir, jika Anda merasa kesulitan dalam memahami materi belajar atau teknik dasar trading, itu bukan karena pasar forex tidak bisa dipahami. Untuk memudahkan Anda dalam proses menjadi trader ahli, bergabunglah dengan komunitas trader di Telegram GIC Forex Academy yang akan memberikan informasi dan edukasi trading yang sering diadakan oleh GIC. 

Anda juga bisa bergabung dengan komunitas trader di Telegram GICtrade untuk bertanya langsung kepada sesama trader seputar pengalaman trading. Follow juga Instagram GIC untuk mendapatkan informasi webinar dan berbagai hadiah menarik. Selain itu, di YouTube GIC, para trader juga bisa belajar trading gratis loh!

Tunggu apalagi? Makin lengkap fitur yang mendukung penuh Anda untuk memulai investasi dan trading forex melalui GIC. Jadikan transaksi lebih simpel, aman, dan menguntungkan. Mulailah dengan membuat akun demo dan cobalah menggunakan berbagai indikator termasuk indikator parabolic SAR.

Yuliati Iswandiari
Yuli is a writer and editor with over 4 years of experience who covering a wide range of writing. She always worked on the digital team. Previously she covered the health, lifestyle, and beauty content. As a writer for GIC, her mission is to provide educational information to help you make smarter and better-informed decisions because she knows finance can be complex and intimidating.