Analisa Market Mingguan : 30 November – 04 Desember 2020

Artikel ini terakhir di perbaharui May 25, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Analisa Market Mingguan : 30 November – 04 Desember 2020

analisa market mingguan 30 november – 04 desember 2020 akan membahas hal-hal yang dapat memengaruhi pasar seperti, Indeks Dollar AS melemah ke level terendah di hampir 3 bulan pada akhir perdagangan pekan lalu. Penyebabnya adalah karena berkembangnya keyakinan bahwa stimulus akan segera di luncurkan dengan jumlah yang cukup besar dari bank central beberapa negara di dunia, guna menghadapi imbas yang ditimbulkan oleh Covid-19.

Bagusnya data PMI Manufaktur China beberapa bulan terakhir menggambarkan bahwa perekonomian China mulai menggeliat. Adapun aktivitas manufaktur yang menggambarkan ekspansi merupakan cerminan output pabrikan semakin meningkat sejalan dengan pulihnya permintaan pasar dalam negeri dan luar negeri.

Emas anjlok sekitar 2% dan menembus level psikologis di $1800/troy ounces,imbas meningkatnya optimisme pemulihan ekonomi karena semakin positifnya perkembangan vaksin Covid-19 dan akan mulusnya peralihan kepemimpinan presiden di Amerika Serikat 20 Januari 2021 nanti.

Minyak bergerak aktif terlebih rencana anggota OPEC dan Non anggota termasuk Rusia kemungkinan besar akan menunda rencana meningkatkan produksi minyak pada tahun depan. OPEC berencana meningkatkan produksi nya sebesar 2 juta barel perhari di mulai Januari 2021 atau sekitar 2% dari konsumsi global.

1. Data Penting/High Impact Pada Analisa Market Mingguan

1.1 OPEC Meetings

Minggu – Senin All day, sidang para anggota dan non anggota akan diputuskan hari ini,hasil pertemuan OPEC akan memutuskan mengenai kebijakan pembatasan produksi,disisi lain aktivitas produksi rig AS dan produksi minyak Libya terus bertambah. Jika anggota OPEC dan non anggota mencapai kesepakatan untuk tidak meningkatkan produksinya di kisaran 2 juta barel per hari di Januari 2021 nanti seperti tertulis dalam kesepakatan sebelumnya, maka harga minyak berpeluang untuk bergerak naik,begitupun sebaliknya.

1.2 Cash Rate & RBA Rate Statement (AUD)

Selasa, 10:30 WIB. Bank Central Australia / RBA (Reserved Bank of Australia) pada pertemuan nanti,berencana akan mempertahankan tingkat suku bunga di level 0,10%. Jika RBA seperti prediksi diatas maka Aussie akan bergerak menguat terbatas terhadap Dollar AS jika mata uang negara adidaya tersebut masih melemah.

1.3 Fed Chair Powell Testifies & ISM Manufacturing PMI (USD)

Selasa, 22:00 WIB. Ketua TheFed “Jerome Powell” akan memberikan pandangannya mengenai kebijakan Coronavirus Aid, Relief, and Economic Security Act (CARES Act) di hadapan Senate Committee on Banking, Housing, and Urban Affairs di Washington DC. Apa maksud dari CARES Act? CARES Act merupakan paket bantuan langsung (BLT) sekitar lebih dari USD2 triliun yang akan gelontorkan oleh pemerintah AS untuk para pekerja, keluarga, dan usaha kecil.
ISM Manufacturing PMI merupakan indeks sama yang dirilis oleh Market untuk Manufacturing PMI, namun datanya bersumber dan dibuat oleh Institute for Supply Management (ISM) yang secara khusus dibuat untuk AS.Indikator ini biasanya akan berdampak lebih besar dibanding dengan yang dirilis Market. Just info Indeks ini dibuat berdasarkan survei terhadap sekitar 400 purchasing manager di AS,mengenai kondisi dan situasi bisnis saat ini, termasuk output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja atau karyawan. Jika rilis di atas 50.0 maka mencerminkan ekspansi di sektor manufaktur, namun jika di bawah 50.0 menunjukkan kontraksi.

1.4 RBA Gov Lowe Speak (AUD)

Rabu, 07:00 WIB. RBA beroperasi sejak tanggal 14 Januari 1960, Hampir sama seperti bank sentral lainnya, misi RBA adalah menstabilkan nilai mata uang Australia terhadap mata uang lainnya.turut berperan dalam menciptakan lapangan kerja,meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat Australia.

1.5 GDP (AUD)

Rabu, 07:30 WIB. Gross Domestic Product ( GDP) atau disebut juga dengan Produk Domestik Bruto ( PDB) adalah salah satu tolak ukur penting untuk mengukur tingkat perekonomian suatu negara. Biasanya data ini diambil dari situs resmi Badan Pusat Statistik,dalam periode tertentu.Pada kuartal sebelumnya di rilis sebesar -7,00% pada kuaartal ini di prediksi akan naik menjadi 2,4%. Jika rilis data nanti sesuai atau bahkan lebih tinggi dari prediksi, maka akan menguatkan mata uang Australia, begitupun sebaliknya.

1.6 Employment Change & Unemployment Rate (CAD)

Jum’at, 20:30 WIB. Data ini menggambarkan tingkat lapangan kerja yang dapat menampung tenaga kerja baru dan tingkat pengangguran di Kanada. Tingkat pengangguran di Kanada pada November lalu sebesar 8,9%, jika nanti dirilis lebih kecil dari 8,9% maka pengangguran di Kanada berkurang, dan mata uang Dolar Kanada akan menguat,begitupun sebaliknya. Sedangkan untuk penambahan lapangan kerja baru pada November lalu sebesar 83,6K. Jika nanti dirilis diatas angka tersebut, maka akan menguatkan mata uang Kanada.

1.7 Average Hourly Earnings, Non-Farm Employment Change & Unemployment Rate (USD)

Jum’at 20:30 WIB. Average Hourly Earnings merupakan sebuah indikator tingkat inflasi yang bersumber dari jumlah upah perjam yang dibayarkan oleh para pengusaha diluar sektor pertanian. Jika nilai Average Hourly Earnings Amerika Serikat (AS) bagus atau naik maka Dollar AS akan menguat,begitupun sebaliknya.Non-Farm Employment Change adalah data yang mengukur tingkat lapangan kerja baru diluar sektor pertanian. Apa hubungan antara Average Hourly Earnings dengan Non-Farm Employment Change ? Antara data NFP dengan data Average Earnings berhubungan dan saling mempengaruhi, namun data NFP lebih berdampak terhadap pergerakan market. Average earnings adalah persentase perubahannya upah tenaga kerja perjam. Kalau NFP bagus tetapi Average Hourly Earnings turun maka Dollar AS masih mungkin akan menguat,karena adanya prediksi di bulan berikutnya Earnings akan bagus yang diikuti dengan naiknya jumlah tenaga kerja. Sebaliknya kalau NFP jelek USD akan cenderung melemah meskipun Earnings bagus. Unemployment Rate adalah data yang mengukur tingkat pengangguran bulanan di AS. Pada bulan lalu tingkat penangguran di rilis 6,9% dan di prediksi pada bulan Desember akan mengalami penurunan menjadi 6,8%. Jika dirilis sesuai prediksi atau bahkan dibawahnya, maka Dollar AS akan menguat.

2. Tinjauan Teknikal Sesuai Analisa Market Mingguan

2.1 EUR/USD

Analisa Mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan1,21364 (High)
Range Pergerakan1,18315 (Low)

2.2 USDCHF

Analisa Mingguan FOREX (USDCHF) 23 - 27 November 2020

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,92609 (High)
Range Pergerakan0,87622 (Low)

2.3 GBPUSD

Analisa Mingguan FOREX (GBPUSD) 23 - 27 November 2020

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan1,34909 (High)
Range Pergerakan1,31672 (Low)

2.4 USDJPY

analisa Mingguan FOREX (USDJPY) 23 - 27 November 2020

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan104,831 (High)
Range Pergerakan101,285 (Low)

2.5 Emas

Analisa Mingguan EMAS 23 - 27 November 2020

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1822,00 (High)
Range Pergerakan1700,00 (Low)

2.6 AUDUSD

Analisa Mingguan FOREX (AUDUSD) 23 - 27 November 2020

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,74955 (High)
Range Pergerakan0,71470 (Low)

2.7 Minyak

Analisa Mingguan Minyak 23 - 27 November 2020

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan49,09 (High)
Range Pergerakan41,38 (Low)

Demikianlah analisa market mingguan 30 november – 04 desember 2020. Tetap utamakan Money Management dan Risk Management pada tradingan Anda

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.
Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst, dan sekaligus Community Engagement Manager di GIC Trade sejak tahun 2019.