Analisa Market Mingguan : 26 April – 30 April 2021

Artikel ini terakhir di perbaharui April 30, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Analisa Market Mingguan : 26 April – 30 April 2021

Mata uang Dolar AS kembali bergerak melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada sesi Asia Senin 26 April 2021. Menurunnya tingkat yield obligasi pemerintah AS dengan tenor jangka panjang turut menyeret Dolar AS ke level terendahnya. Mata uang Dolar AS sempat menguat terbatas terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada perdagangan sesi Amerika di Jumat lalu. Penyebab penguatan Dolar AS ini imbas positive nya rilis data ekonomi seperti indeks PMI sektor manufaktur dan jasa Amerika. Selain itu juga data sektor perumahan AS yang di informasikan juga dirilis diatas prediksi. Namun penguatan Dolar AS ini tidak berlangsung lama, karena para pelaku pasar tertuju pada kebijakan moneter The Fed yang akan di agendakan pada Kamis dini hari nanti.

Disisi lain para analis memperkirakan bahwa ketua Bank Central The Fed masih akan tetap untuk memberikan pandangannya secara dovish. Pandangan tersebut adalah beliau akan mempertahankan tingkat suku bunga rendah hingga beberapa tahun kedepan. Pernyataan tersebut di tegaskan juga bahwa tingkat perekonomian Amerika masih akan berhadapan dengan jalan yang terjal dan bergelombang bukan jalan yang mulus dan lurus seperti jalan bebas hambatan untuk mencapai pemulihan ekonomi sesuai dengan target The Fed.

Positive nya keyakinan yang berkembang di market mengenai data Indeks Manufaktur dan Jasa zona Euro, ditambah lagi adanya rencana pemangkasan mengenai pembelian obligasi oleh Bank Central Eropa (ECB) berkontribusi terhadap penguatan Euro terhadap Dolar AS pada perdagangan Jum’at pekan lalu. Pergerakan Euro selanjutnya di perkirakan masih akan mencoba melanjutkan penguatannya terlebih terhadap Dolar AS, apabila The Fed memberikan pandangan yang dovish mengenai langkah yang akan diambil seperti sambutan sebelumnya dalam sambutannya pada Kamis dini hari nanti.

Poundsterling kembali menunjukkan keperkasaanya terhadap Dolar AS pada perdagangan di akhir pekan kemarin. Penyebab penguatan Poundsterling ini karena adanya sikap optimisme yang berkembang di market mengenai rilis data Indeks Manufaktur dan Jasa di Inggris. Pada sesi Asia hari ini Poundsterling di perkirakan masih akan melanjutkan penguatannya karena kondisi Dolar AS yang masih berada dalam tekanan pelemahannya.

Adanya ekspektasi mengenai pemulihan akan adanya permintaan Bahan Bakar Minyak di Amerika dan Eropa imbas mulai adanya pertumbuhan ekonomi ditambah lagi adanya pelonggaran lockdown telah mengakibatkan naiknya harga Minyak pada perdagangan Jumat akhir pekan kemarin. Untuk perdagangan hari ini di prediksi harga Minyak masih akan melanjutkan kenaikannya, imbas masih yakinnya para pelaku pasar akan ekonomi global yang akan kembali pulih.

Naiknya harga Emas dalam beberapa hari terakhir sempat terganjal dan mengalami penurunan, menurunnya harga Emas ini di sebabkan bangkitnya Dolar AS dari kejatuhannya. Penurunan harga Emas ini terjadi pada perdagangan Jum’at akhir pekan lalu dimana adanya peningkatan minat dari para pelaku pasar ke aset beresiko selain Emas. Hal yang mendasari sikap para pelaku pasar ini terjadi setelah beberapa rilis data ekonomi global telah menggambarkan adanya pemulihan ekonomi dunia. Untuk pergerakan market hari ini di sesi Asia, di perkirakan harga Emas akan mencoba bangkit dari kejatuhannya pada akhir pekan lalu. Berkembangnya perkiraan di market bahwa The Fed masih akan mengambil kebijakan yang dovish, membuat harga Emas kembali bangkit dari kejatuhannya.

1. Data Penting (High Impact)

1.1 BOJ Outlook Report, BOJ Monetary Policy Statement & BOJ Press Conference (JPY)

Selasa, Tentative. BOJ Outlook Report adalah data yang akan memberikan wawasan yang berharga tentang pandangan bank central tentang kondisi ekonomi dan inflasi serta faktor-faktor penting yang akan membentuk keputusan dan kebijakan moneter yang akan di ambil di masa yang akan datang.
BOJ Monetary Policy Statement adalah data yang merupakan salah satu alat utama yang digunakan BOJ untuk berkomunikasi dengan investor tentang kebijakan moneter. Ini berisi hasil keputusan mereka atas pembelian aset dan komentar tentang kondisi ekonomi yang memengaruhi keputusan mereka. Yang terpenting, ini memproyeksikan prospek ekonomi dan menawarkan petunjuk tentang hasil pemungutan suara di masa yang akan datang.
BOJ Press Conference merupakan sesi dimana ketua Bank Central Jepang akan memberikan penjelasannya di depan masyarakat melalui media. Pergerakan market akan volatile saat sesi tanya jawab dimana akan dii jelaskan secara spontan mengenai ekonomi atau hal apapun yang berkenaan dengan mata uang serta suku bunga Jepang.

1.2 BOC Gov. Macklem Speaks (CAD)

Rabu, 03:00 WIB. Ketua Bank Central Canada “Tiff Macklem” akan mengemukakan pandangan kebijakannya. Sebagai kepala bank sentral, yang mengontrol suku bunga jangka pendek, beliau memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap nilai mata uang negara Canada. Para pelaku pasar mengamati pengaruh kebijakan yang akan di ambil oleh kepala bank central, hal ini karena sering menjadi sinyal tentang kebijakan moneter di masa depan dan pastinya akan mempengaruhi pergerakan harga di market. Pergerakan market yang Volatilitas terkadang terjadi ketika pidato dari ketua bank central Canada terlebih mengenai petunjuk akan suku bunga acuan.

1.3 CPI & Trimmed Mean CPI (AUD)

Rabu, 08:30 WIB. CPI data ini menghitung mengenai perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Harga rata-rata berbagai barang dan jasa ini sampelnya dan kemudian dibandingkan dengan pengambilan sampel pada periode sebelumnya. Harga konsumen merupakan mayoritas dari keseluruhan data untuk menghitung tingkat inflasi suatu negara. Inflasi sangat penting untuk menilai mata uang suatu negara melemah atau menguat, karena jika harga naik maka bank sentral akan mennaikkan tingkat suku bunga yang bertujuan untuk mengendalikan tingkat inflasi. Jika data ini dirilis, maka akan berdampak besar terhadap pergerakan market. Untuk Trimmed Mean CPI adlah data yang menghitung tingkat perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen, harga ini di luar 30% barang yang paling tidak stabil.

1.4 OPEC – JMMC Meetings (All)

Rabu, Tentative. Pengertian data JMMC Meetings” maksudnya adalah bahwa Pertemuan OPEC-JMMC dihadiri oleh perwakilan dari 13 anggota OPEC dan 11 negara kaya minyak lainnya. Mereka membahas berbagai masalah tentang pasar energi, yang paling penting dalam pertemuan ini  akan menyepakati berapa banyaknya jumlah minyak yang akan mereka produksi. Rapat tertutup untuk pers tetapi pejabat biasanya berbicara dengan wartawan sepanjang hari, dan pernyataan resmi yang mencakup perubahan kebijakan dan tujuan rapat dirilis setelah rapat selesai. Agenda rapat seperti ini awalnya adalah pada Januari 2017.

1.5 FOMC Statement & Federal Fund Rate (USD)

Kamis, 01:00 WIB. FOMC (Federal Open Market Committee) merupakan pertemuan dari kepala bank central negara bagian Amerika Serikat yang di kepalai oleh The Fed. Mereka bersidang akan menyepakati mengenai kebijakan yang akan di ambil. Dalam 1 tahun mereka akan mengadakan pertemuan sebanyak 8 kali dan ini adalah catatan rinci dari pertemuan terbaru FOMC, setelah mereka bersidang biasanya akan voting tentang penetapan suku bunga.
Federal Fund Rate adalah keputusan bank central suatu negara untuk mempertahankan, menaikkan ataupun menurunkan tingkat suku bunga. Suku bunga jangka pendek adalah faktor terpenting dalam menentukan nilai mata uang suatu negara. Pelaku pasar pasti akan mencermati mengenai rilis data ini. Setelah data ini di rilis biasanya akan diikuti oleh pernyataan dan menginformasikan ke pada media massa yang akan di ikuti juga dengan tanya jawab, dimana sesi tanya jawab ini yang akan menggerakkan market secara volatile.

1.6 FOMC Press Conference (USD)

Kamis, 01:30 WIB. Data ini mengenai konferensi pers yang memiliki 2 bagian – pertama pernyataan yang telah disiapkan dibacakan, kemudian konferensi terbuka untuk pertanyaan pers. Pertanyaan tersebut sering kali mengarah pada jawaban tanpa naskah yang menciptakan volatilitas pasar yang besar. Ini adalah salah satu metode utama yang digunakan Dewan Komisaris untuk memberikan informasi kepada investor mengenai kebijakan moneter. Ini mencakup secara rinci faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan suku bunga terbaru, seperti prospek ekonomi dan inflasi secara keseluruhan. Yang terpenting, ini memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter yang akan di ambil di masa depan.

1.7 Advance GDP (USD)

Kamis, 19:30 WIB. Data ini merupakan data yang mengukur tingkat pendapatan dan daya beli suatu negara, dan data yang mencatat tingkat perubahan tahunan dalam nilai yang disesuaikan dengan inflasi dari semua barang dan jasa yang diproduksi oleh negara. Rilis data PDB (pendapatan dan Belanja negara) ada beberapa tingkatan dalam perilisannya, yaitu Advance GDP, Preliminary GDP, and Final GDP. Karena Advanced adalah yang paling awal di rilis, maka akan di tunggu pelaku pasar dan mampu menggerakkan market secara volatile.

2. Tinjauan Teknikal

2.1 EUR/USD

Chart EURUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan1,22760 (High)
Range Pergerakan1,19463 (Low)

2.2 USDCHF

Chart USDCHF terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,92481 (High)
Range Pergerakan0,89796 (Low)

2.3 GBPUSD

Chart GBPUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,42400 (High)
Range Pergerakan1,36589 (Low)

2.4 USDJPY

Chart USDJPY terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan108,801 (High)
Range Pergerakan105,990 (Low)

2.5 Emas

Chart XUL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1832,00 (High)
Range Pergerakan1720,00 (Low)

2.6 AUDUSD

Chart AUDUSD terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,80116 (High)
Range Pergerakan0,75585 (Low)

2.7 Minyak

Chart OIL terbaru utk analisa mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan66,47 (High)
Range Pergerakan57,00 (Low)

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst, dan sekaligus Community Engagement Manager di GIC Trade sejak tahun 2019.