Analisa Harian EURUSD: 7 Oktober 2021 – Euro Masih Lemah

Artikel ini terakhir di perbaharui October 8, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Analisa Harian EURUSD: 7 Oktober 2021 – Euro Masih Lemah
Sumber Foto : GIC dari Freepik

Berikut ini adalah penjelasan analisa harian EURUSD: 7 Oktober 2021 dari tim GIC. Mata uang Euro melemah terhadap mata uang Dollar AS pada perdagangan market Rabu 06 Oktober 2021 kemarin. Pelemahan Euro ini terjadi karena masih menguatnya mata uang Dollar AS, di samping itu pelemahan mata uang Euro ini juga terjadi karena rilis data ekonomi Eropa negatif.

Data ekonomi yang dimaksud adalah data German Factory Orders dan data Retail Sales. Untuk data Jerman Factory Order ini dirilis hanya sebesar -7,7% jauh di bawah prediksi sebesar -2,3% sedangkan periode bulan sebelumnya dirilis sebesar 4,9%. Dengan rilis data ini menggambarkan bahwa kondisi ekonomi di Kawasan Eropa masih lemah dan jauh dari batas normal.

Pada perdagangan market hari ini di sesi Asia diprediksi pergerakan Euro masih akan mengalami pelemahan karena masih sangat solidnya mata uang Dollar AS di level tertingginya. Terlebih pasca rilis data ADP Non-Farm Employment Change semalam yang dirilis sangat bagus.

Data ADP dirilis sebesar 568.000 jauh di atas prediksi yang hanya 425.000 sedangkan periode sebelumnya sebesar 340.000. Meski data ketenagakerjaan ini dirilis bagus, namun kondisi Dollar AS sempat mengalami pelemahan terbatas. Penyebab lemahnya Dollar AS terbatas ini karena tertekan oleh menurunnya kembali nilai yield obligasi AS dengan tenor 10 tahun.

Penurunan nilai yield obligasi ini telah terjadi selama 3x berturut-turut, hal ini membuat para pelaku pasar merasa khawatir akan naiknya nilai inflasi AS. Oleh karena itu pasca rilis data ADP semalam justru harga Emas melonjak naik dan menyentuh level US $ 1764,99/troy ounce.

Namun dapat dipastikan pelemahan mata uang Dollar AS ini hanya sementara karena jika dilihat rilis data ADP semalam mencerminkan bahwa indeks ketenagakerjaan Amerika mulai bergerak pulih, dan semakin membuat keyakinan para pelaku pasar akan rencana tapering AS dapat dilakukan sesuai rencana di November nanti.

Selain itu faktor yang menyebabkan menguatnya mata uang Dollar AS adalah wacana pemangkasan stimulus serta wacana kenaikan suku bunga yang akan dilakukan jika indeks ketenagakerjaan AS telah berada di jalur kenaikan yang solid. Rencana nya akan dilakukan pada tahun 2022 – 2023 nanti.

Fokus para pelaku pasar untuk hari ini tertuju pada rilis data jumlah pengangguran mingguan “Unemployment Claim” yang diprediksi akan menurun ke level 350.000 sedangkan pada minggu lalu sebesar 362.000. mengacu dari prediksi data ini maka besar peluangnya kondisi mata uang Dolar AS mengalami penguatan.

Analisa Teknikal Harian EURUSD

Berikut ini merupakan analisa teknikal EURUSD yang berisikan data pivot point, support, dan resistance EURUSD pada 7 Oktober 2021. Diprediksi tren EURUSD masih akan bearish/turun pada 7 Oktober 2021.

Pivot Point

Pivot point EURUSD pada tanggal 7 Oktober 2021 adalah 1,15615.

Support

Berikut ini adalah nilai support 1, 2, dan 3 EURUSD pada tanggal 7 Oktober 2021.

  1. Support 1 = 1,15229
  2. Support 2 = 1,14901
  3. Support 3 = 1,14515

Resistance

Berikut ini adalah nilai resistance 1, 2, dan 3 EURUSD pada tanggal 7 Oktober 2021.

  1. Resistance 1 = 1,15943
  2. Resistance 2 = 1,16329
  3. Resistance 3 = 1,16657

Tetap bijak dalam trading dengan memperhatikan Money Management dan Risk Management agar kelangsungan modal dan account trading anda tetap berlanjut. Happy Trading dan salam profit konsisten.

Demikian pembahasan mengenai Analisa Harian EURUSD: 7 Oktober 2021. Nantikan informasi menarik lainnya seputar forex, dan keuangan seperti “Analisa Saham” hanya di Jurnal GIC. Pastikan juga Anda mengikuti event promosi seperti 100% Deposit Bonus, dan Jumat Barokah hanya di GIC Indonesia.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst di GIC sejak tahun 2019.