Jakarta, GIC Trade – Euro bergerak ke bawah angka $1,1, mendekati kembali level terendah satu bulan di $1,094 yang disentuh pada tanggal 2 Agustus karena kekhawatiran fiskal yang berkepanjangan di AS mengubah tekanan jual untuk Treasuries dan memicu rebound baru untuk dolar AS menjelang data inflasi. 

Euro juga ditekan oleh bukti lebih lanjut dari perlambatan ekonomi dalam ekonomi terbesar blok mata uang, membatasi kemungkinan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan memperpanjang siklus pengetatan dalam pertemuan September mendatang. 

Setelah serangkaian angka PMI menunjukkan kontraksi yang lebih tajam dalam aktivitas sektor swasta selama bulan Juli, data baru menunjukkan bahwa hasil industri di Jerman telah tenggelam jauh melampaui ekspektasi pada bulan sebelumnya.
 
Sementara itu, ECB menaikkan biaya pinjaman sebesar 25bps bulan lalu, dan Presiden Lagarde menggarisbawahi bahwa keputusan bank sentral yang akan datang akan merupakan reaksi yang semata-mata didasarkan pada data ekonomi terbaru.

Pelemahan euro juga terjadi setelah indeks dolar naik sebesar 0,26% menjadi 102,34, menjauh dari level terendah satu minggu yang dicapai pada hari Jumat setelah laporan pekerjaan AS beragam yang menunjukkan pasar tenaga kerja yang mendingin, tetapi masih tangguh.

Hal tersebut menambah harapan skenario soft-landing di ekonomi terbesar dunia bahkan dalam menghadapi kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve.

Para pelaku pasar sekarang tertuju pada data inflasi hari Kamis di mana ekspektasi harga konsumen inti di Amerika Serikat telah meningkat 4,8% pada basis tahunan di bulan Juli.

Secara fundamental, perlambatan ekonomi dalam ekonomi terbesar blok mata uang yaitu Jerman, membatasi kemungkinan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan memperpanjang siklus pengetatan dalam pertemuan September mendatang telah menekan euro lebih lanjut. Lalu bagaimana secara teknikal, simak analisanya berikut ini:

Analisis Teknikal

 
EUR/USD pada periode 1 jam mencoba bergerak turun, menyentuh level support di 1.09790 hingga menuju level support selanjutnya di 1.09460. Tren penurunan juga terlihat dari template FXBot, dimana angka EUR lebih rendah sebesar 4,4 dari angka USD yang sebesar 8,0. Sementara bias bearish juga didukung oleh sinyal sell yang ditunjukkan dengan tanda panah merah.

Analisa Forex atau Komoditi ini bersifat pandangan dari segi fundamental dan teknikal yang digunakan oleh penulis, tidak menjadi saran atau ajakan. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut klik gambar di bawah.