Trading Kripto: Pengertian, Cara Trading, dan Aplikasi Trading Crypto

Artikel ini terakhir di perbaharui July 27, 2021 by Yuliati Iswandiari
Trading Kripto: Pengertian, Cara Trading, dan Aplikasi Trading Crypto

Kapitalisasi pasar seluruh aset kripto global per Jum’at (16/7/2021) berdasarkan data CoinMarketCap menyentuh angka 1,32 triliun dolar AS. Angka ini tentu tidak menentu, kadang naik dan kadang turun. Namun, tren trading kripto saat ini semakin populer di kalangan para trader. Terkenal dengan profit yang bisa mencapai 1000% dan bisa juga jatuh secara tiba-tiba, apa itu trading kripto? Dan bagaimana cara profit dari cryptocurrency?

Sebetulnya, apa itu kripto?

Cryptocurrency atau yang populer dikenal mata uang kripto sangat ramai dibicarakan saat ini baik dikalangan para investor dan trader. Banyak investor dan trader yang mencoba peruntungan dengan trading kripto dan menghasilkan profit 100%, namun banyak juga yang berujung kecewa karena jatuhnya beberapa mata uang kripto saat ini.

Lantas, apa itu kripto? Kripto adalah mata uang digital atau virtual yang diamankan dengan kriptografi dan tidak memiliki wujud fisik. Kriptografi adalah metode yang digunakan untuk melindungi informasi dan saluran komunikasi melalui penggunaan kode. Penggunaan kriptografi tersebut membuat kripto tidak bisa dimanipulasi, yang berarti transaksi kripto tidak bisa dipalsukan. Pencatatan transaksi mata uang kripto terpusat dalam sebuah sistem yang disebut dengan teknologi blockchain.

Berbeda dengan mata uang konvensional lainnya seperti rupiah, dollar AS, dan euro, cryptocurrency tidak “dikeluarkan” dan diatur oleh suatu negara, pemerintah, atau bank sentral tertentu, sifat mata uang kripto adalah terdesentralisasi. 

Meskipun dikenal dengan nama “mata uang”, kripto di Indonesia tidak bisa dijadikan alat pembayaran. Maka tidak heran, jika crypto di Indonesia hanya menjadi alat investasi dan menjadi aset trading untuk para trader

Dilansir dari CNBC, Bappebti mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia per akhir Februari 2021 mencapai 4,2 juta orang dan rata-rata nilai transaksi trading crypto harian mencapai Rp1,5 triliun per hari.

Pengertian trading kripto

Apa itu trading kripto? Apakah sama dengan trading forex? Trading crypto adalah kegiatan investasi berupa jual beli mata uang kripto yang bertujuan mendapatkan profit. Jika Anda akrab dengan trading forex, saham, atau komoditas, maka trading kripto tidak jauh berbeda.

Secara sederhana, profit trading kripto didapat dari selisih harga beli dan harga jual dengan melakukan transaksi beli saat harga rendah dan transaksi jual saat harga tinggi. Perbedaan trading crypto dengan aset investasi yang lain adalah kripto memiliki tingkat volatilitas yang tinggi. 

Tidak seperti forex, tingkat volatilitas mata uang digital tidak ada batasannya, harga suatu mata uang kripto bisa naik sampai 100 persen dan juga bisa turun dan “terjun bebas”. Misalnya saja, pada awal tahun ini harga Bitcoin melambung tinggi ke angka 930 juta rupiah karena didorong oleh pernyataan CEO Tesla, Elon Musk yang menyetujui penggunaan Bitcoin untuk pembayaran. Sayangnya, selang beberapa bulan, keputusan ini ditunda dan harga Bitcoin jatuh bertahap hingga menjadi 470 juta rupiah.

Nilai cryptocurrency sangat tergantung dengan adaptasi pasar, popularitas, dan tindakan pemerintah terhadap mata uang kripto tersebut. Contohnya adalah keputusan pemerintah AS yang akan menerapkan pajak untuk mata uang kripto dan kebijakan pemerintah China yang melarang penggunaan uang kripto membuat mata uang utama kripto mengalami penurunan tajam. 

Lalu, bagaimana di Indonesia? Di Indonesia sendiri, aset kripto dimasukkan sebagai komoditi yang bisa diperdagangkan di bursa berjangka di bawah pengawasan Bappebti. Jadi, jangan khawatir, trading kripto di Indonesia adalah investasi legal.

Bagaimana cara trading crypto bagi pemula?

Siapa bilang trading crypto itu sulit untuk pemula? Berikut petunjuk cara jual beli atau trading crypto bagi pemula.

1. Pilih platform jual beli kripto

Hal pertama yang harus Anda lakukan jika ingin mencoba meraih profit dari trading cryptocurrency adalah memilih platform jual beli kripto atau biasa disebut exchange. Exchange cryptocurrency adalah platform online tempat Anda bisa menukar satu cryptocurrency dengan cryptocurrency lainnya dan melakukan jual beli aset kripto. Bagi pemula, pastikan exchange yang Anda pilih legal dan terdaftar resmi di Bappebti. Trading kripto bisa dilakukan selama 24 jam, 7 hari seminggu atau non-stop di platform yang telah dipilih. Platform ini sudah bisa diunduh di smartphone, sehingga Anda bisa trading dimana saja dan kapan saja.

Ada berbagai pilihan exchange saat ini, Anda bisa melakukan riset terlebih dahulu sebelum memutuskan. Hal apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih exchange? Berikut petunjuknya.

  • Fitur trading kripto pada exchange

Setiap exchange pasti memiliki fitur trading unggulan yang berguna saat melakukan transaksi. Ada beberapa fitur penting seperti chart harga untuk menganalisis, fitur cut loss yang membantu trader membatasi kerugian, dan fitur short selling yang memastikan trader tetap mendapatkan profit meskipun harga aset kripto yang Anda miliki sedang mengalami penurunan. Pastikan exchange yang Anda pilih memiliki fitur unggul yang menguntungkan Anda.

  • Biaya layanan dan spread

Dalam melakukan transaksi, biasanya akan ada skema biaya layanan yang dibebankan pada trader yaitu seputar biaya pembelian dan penarikan. Beberapa exchange ada yang memberikan flat rate untuk biaya penarikan dan ada juga yang menggunakan skema persentase sesuai nominal penarikan. Skema flat rate tentu lebih menguntungkan bagi para trader. Tidak hanya itu, ada pula biaya transaksi sebagai market taker yang dikenakan kepada para trader. Biaya market taker adalah potongan biaya jika trader melakukan transaksi dengan ikut pada antrian harga yang sudah ada. Misalnya, trader membeli Bitcoin seharga Rp10.000.000 melalui exchange T maka akan dikenakan biaya potong sebesar 0,1% yaitu sebesar Rp10.000.

  • Teknologi Keamanan yang diterapkan

Hal penting berikutnya yang patut diperhatikan oleh trader adalah penggunaan teknologi untuk menjamin keamanan transaksi. Mayoritas exchange di Indonesia telah menggunakan standar keamanan seperti Two Factor Authenticator (2FA) dan konfirmasi lewat email dan SMS. Namun, untuk menjamin keamanan transaksi, Anda bisa memilih exchange yang terdaftar di Bappebti, karena mereka memiliki sertifikasi ISO 27001 tentang sistem keamanan informasi dan telah pula terdaftar di kementerian komunikasi dan informatika.

2. Memilih mata uang kripto

Bagi Anda yang tertarik melakukan trading kripto, ada 10.000 jenis mata uang kripto yang saat ini diperdagangkan. Namun, di Indonesia ada 229 aset kripto yang telah terdaftar di Bappebti. Namun, berdasarkan data CoinMarketCap, ada lima mata uang kripto terpopuler yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar dalam dolar AS dan bisa Anda pertimbangkan dalam memilih koin kripto. Berikut rincian koin kripto terbaik yang memiliki prospek dan fundamental yang bagus.

  • Bitcoin

Terkenal sebagai mata uang kripto pertama di dunia, Bitcoin adalah mata uang kripto dengan kapitalisasi atau valuasi pasar terbesar di dunia. Saat ini, total valuasi pasar bitcoin mencapai 671,78 miliar dolar AS atau sekitar Rp9.673,63 triliun (kurs Rp14.400). Jumlah ini setara dengan 43,34 persen dari total keseluruhan valuasi pasar aset kripto yang mencapai 1,5 triliun dolar AS. Pada April lalu, harga Bitcoin menyentuh harga tertinggi di kisaran 64.000 dolar AS per keping atau setara dengan 930 juta rupiah, namun saat ini telah merosot menjadi 30.000 dolar atau 430 juta rupiah.

  • Ethereum

Ethereum sebenarnya adalah sebuah perangkat lunak atau software yang berbasis jaringan blockchain. Aplikasi berbasis jaringan blockchain tersebut memiliki aset kripto yang disebut dengan Ether. Ethereum juga yang pertama kali memperkenalkan konsep smart contract. Ether merupakan mata uang digital dengan kapitalisasi pasar terbesar, yaitu 261,58 miliar dolar AS atau 16,83 persen dari keseluruhan valuasi pasar mata uang kripto. Perangkat lunak Ethereum sendiri diciptakan untuk memperluas penggunaan blockchain di luar Bitcoin dan bisa digunakan untuk aplikasi yang lebih luas.

  • Tether

Tether adalah aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di dunia dengan total valuasi pasar tether saat ini mencapai 62,89 miliar dolar AS dengan dominasi pasar sebesar 4,06 persen. Harga tether dipatok dengan dolar AS, oleh karena itu sering disebut dengan stable coin dan cenderung lebih stabil dibandingkan mata uang kripto lain yang fluktuatif. Saat pertama kali diluncurkan pada 2014, satu tether ditetapkan pada satu dolar AS. Tether pernah mencapai harga tertinggi yaitu 1,32 dolar AS pada 2018.

  • Binance Coin

Saat ini Binance coin tercatat sebagai mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat dengan total valuasi pasar sebesar 52,69 miliar dolar AS. Binance exchange adalah platform trading aset kripto terbesar berdasarkan volume yang diperdagangkan, nah platform ini menciptakan Binance coin, atau token BNB sebagai sarana untuk membayar biaya transaksi pada platformnya. Jumlah BNB dibatasi hanya 200 juta token.

  • Cardano

Di posisi kelima dengan valuasi mencapai 45,82 miliar dolar AS ditempati oleh Cardano. Jumlah ini setara dengan 2,96 persen dari keseluruhan valuasi pasar mata uang kripto. Cardano adalah platform blockchain generasi ketiga, aset kripto Cardano disebut dengan ADA. Aset kripto ini dikembangkan oleh salah satu pencipta Etherum, Charles Hoskinson pada 2015 dan diluncurkan pada 2017. Jaringan blockchain Cardano diciptakan sebagai alternatif Ethereum. Saat ini, harga ADA berada di kisaran 1,03 dolar AS. ADA pernah mencapai harga tertinggi di kisaran 24,5 dolar AS pada pertengahan Mei lalu.

Jika Anda sudah mengunduh salah satu aplikasi trading kripto di smartphone, Anda akan menemukan berbagai mata uang kripto selain yang telah disebutkan di atas. Trader juga harus berhati-hati dalam memilih koin karena banyak jenis koin kripto yang belum populer dan pergerakan harganya sangat agresif. 

3. Melakukan pembelian pada exchange

Setelah Anda memilih platform trading kripto, selanjutnya trader melakukan registrasi untuk membuat akun. Nah, untuk bisa trading crypto, Anda bisa melakukan pembelian pada exchange, trader harus terlebih dahulu melakukan transfer dana pada akun atau yang biasa dikenal dengan sebutan “wallet” atau “dompet”. Trader biasanya bisa menggunakan mata uang lokal seperti rupiah atau aset kripto lainnya.

Trader kemudian bisa melakukan “buy” pada exchange yang merupakan permintaan untuk membeli aset kripto pada harga yang telah dipilih. Begitu juga sebaliknya, Anda bisa melakukan “sell” yang merupakan permintaan untuk menjual aset kripto pada harga yang telah dipilih. Exchange pada dasarnya hanya berperan sebagai penyedia fasilitas bagi trader untuk melakukan jual beli kripto, karena hanya sebagai penghubung, platform tempat trading kripto ini tidak menentukan harga, lalu siapa yang menentukan harga? Harga kripto bergerak berdasarkan pergerakan pasar.

4. Mengetahui kapan membeli dan menjual 

Tips dasar bagi trader pemula sebelum belajar secara mendalam mengenai analisis fundamental dan teknikal adalah mengetahui kapan harus membeli dan menjual kripto untuk mengurangi risiko investasi. Market timing adalah kunci penting, mengingat harga aset kripto yang mudah naik dan turun sehingga membuat market sulit untuk diprediksi pergerakannya untuk trader pemula.

Market timing adalah kemampuan trader dalam menentukan kapan harus membeli dan menjual suatu aset. Pembelian mata uang kripto saat harga sedang turun sangat direkomendasikan untuk pemula.

Banner Press Release

Apa saja aplikasi trading crypto terbaik?

Trading kripto di Indonesia sudah bisa dilakukan di berbagai platform trading crypto yang sudah banyak tersedia dalam bentuk aplikasi yang bisa diunduh di smartphone. Platform kripto ini berfungsi layaknya marketplace yang mempertemukan seller dan buyer, serta bisa melakukan transfer dan menyimpan aset kripto. Platform memfasilitasi transaksi tersebut. Berikut aplikasi trading crypto terbaik yang terdaftar resmi di Bappebti.

1. Indodax

Indodax adalah platform jual beli (marketplace) aset kripto pertama di Indonesia. Telah lebih dari satu juta kali diunduh, Indodax memiliki 1,9 juta anggota terverifikasi, exchange ini diperkirakan terbesar di Indonesia untuk saat ini. Indodax memiliki syarat deposit sebesar Rp500.000 dengan pembayaran bisa melalui transfer bank atau dompet digital lainnya dan memiliki fee sebesar 0,3 persen dalam setiap transaksi penjualan, pembelian, dan penarikan.

Indodax juga menerapkan 2FA (Two Factor Auntentication) yang merupakan fitur keamanan online, dimana user akan melakukan verifikasi identitas sebanyak dua kali. Jadi, ketika melakukan login pada akun di Indodax, setelah memasukkan user ID dan password, pengguna akan diminta memasukkan kode khusus yang dikirim melalui SMS atau menggunakan Google Authenticator di ponsel. Cara ini menjamin bahwa setiap transaksi divalidasi oleh pengguna akun sendiri. Indodax sendiri menyediakan 110 aset kripto. 

2. Tokocrypto

Tokocrypto adalah platform jual beli aset kripto yang didirikan pada 2017, dan mulai beroperasi pada Mei 2018, dan diperkenalkan kepada publik pada September 2018. Telah diunduh lebih dari 500.000 kali, Tokocrypto menerima investasi dari Binance, salah satu exchange terbesar di dunia saat ini. Syarat minimum deposit di Tokocrypto adalah sebesar Rp50.000 dan bisa dilakukan dengan cara transfer bank dan lewat OVO dengan gratis biaya deposit. Tokocrypto menerapkan skema flat rate untuk biaya penarikan sebesar Rp5.500. Menyoal keamanan, Tokocrypto menerapkan 2FA. Ada 34 koin atau token aset kripto yang bisa Anda pilih di Tokocrypto. 

3. Rekeningku

Beroperasi sejak 2017, Rekeningku adalah platform jual beli aset kripto dan telah diunduh 100.000 kali. Syarat minimum deposit adalah sebesar Rp50.000 dan menerima deposit dengan berbagai cara termasuk transfer bank, virtual account bank (Mandiri dan Permata) dan e-wallet (Dana, LinkAja, OVO). Namun, deposit dengan VA dan e-wallet dikenakan biaya, sementara transfer bank gratis. Rekeningku juga telah menerapkan 2FA dan menyediakan 44 koin atau token aset kripto. Biaya penarikan di Rekeningku akan dikenakan biaya 0,75%, sedangkan penjualan dan pembelian dikenakan biaya 0,1% untuk taker.

4. Pintu

Pintu adalah platform jual beli aset kripto yang terbilang baru karena baru diluncurkan pada 2020. Meskipun baru, Pintu telah diunduh 500.000 kali dan banyak pengguna yang merasa bahwa aplikasi pintu lebih mudah digunakan dan membedakan Pintu dari para kompetitornya. Pintu memiliki syarat minimum deposit Rp50.000 dan menerima deposit dengan cara transfer bank dan VA (BNI, Mandiri, BRI). Rekeningku menerapkan 2FA dengan kombinasi verifikasi via email, SMS, dan Google Authenticator. Pintu ini menyediakan 10 koin atau token aset kripto. Pintu menerapkan biaya penarikan dengan skema flat Rp4.500, sedangkan biaya penjualan dan pembelian gratis.

5. Luno

Luno berdiri pada tahun 2013 dan berpusat di Singapura, dan telah beroperasi di sejumlah negara lainnya termasuk Indonesia sejak awal 2015 dengan total telah diunduh sebanyak 5.000.000 kali. Luno memiliki syarat minimum deposit Rp50.000 dan menerima deposit dengan cara transfer rekening bank dengan VA dengan biaya Rp4.000. Soal keamanan, Luno telah menerapkan 2FA. Luno menyediakan lima koin atau token aset kripto. Luno menerapkan skema flat Rp6.500, sedangkan penjualan atau pembelian dengan tarif 0.08%-0,1%.

Yuk kenalan dengan GICT Coin!

GIC juga memiliki aset kripto loh yang dikenal dengan nama GICT Coin. GICT Coin adalah mata uang digital yang digunakan untuk bertransaksi dalam ekosistem GIC. Sama dengan mata uang kripto lainnya, GICT Coin menggunakan teknologi blockchain. Istimewanya, saat ini GICT Coin telah terdaftar di CoinGecko, hal ini tentu meningkatkan kredibilitas GICT Coin. Trading GICT Coin sendiri bisa dilakukan di exchange Primadax dan Crex24.

Belum kenal dengan GIC? Mari berkenalan. Berbeda dengan perusahaan pialang konvensional lainnya, GIC melalui platform GICTrade memberikan solusi bagi para trader yang tidak ingin dibebankan dengan tingginya biaya trading. GICTrade adalah sebuah platform peer-to-peer trading yang mempertemukan trader dan market maker.

Lalu, apa istimewanya GICTrade? Sebagai platform yang mempertemukan trader dan market maker, Anda sebagai calon nasabah tentu bisa memilih diantara keduanya, yaitu menjadi trader atau market maker.

Peran GICTrade sebagai penyedia tempat transaksi bisa meminimalisir biaya dan membantu memaksimalkan profit untuk para trader dan market maker serta menciptakan suasana transaksi dan hasil yang adil. Trader akan diuntungkan dengan tidak adanya biaya komisi dan biaya swap serta spread yang rendah karena adanya market maker sebagai penyedia likuiditas.

Anda juga bisa bergabung dengan komunitas trader di Telegram GICtrade untuk bertanya langsung kepada sesama trader seputar pengalaman trading. Follow juga Instagram GIC untuk mendapatkan informasi webinar dan berbagai hadiah menarik. Selain itu, di YouTube GIC, para trader juga bisa belajar trading gratis loh!

Jangan khawatir jika Anda pemula, GIC memiliki ekosistem yang akan membantu Anda mulai dari platform trading, edukasi trading, fitur copy trading, dan fitur lainnya yang memudahkan Anda untuk berinvestasi.

Tunggu apalagi? Makin lengkap fitur yang mendukung penuh Anda untuk memulai investasi dan trading forex melalui GIC. Jadikan transaksi lebih simpel, aman, dan menguntungkan. Mulailah dengan membuat akun demo. Bagaimana sudah yakin ingin trading kripto?

Yuliati Iswandiari
Yuli is a writer and editor with over 4 years of experience who covering a wide range of writing. She always worked on the digital team. Previously she covered the health, lifestyle, and beauty content. As a writer for GIC, her mission is to provide educational information to help you make smarter and better-informed decisions because she knows finance can be complex and intimidating.