Suku Bunga: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitung

Artikel ini terakhir di perbaharui September 8, 2021 by Yuliati Iswandiari
Suku Bunga: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitung

Suku bunga kerap kali dikaitkan dengan dunia perbankan. Suku bunga merupakan suatu hal yang mempengaruhi berbagai aktivitas perbankan, seperti belanja, menabung, investasi, hingga membeli rumah. Tak sedikit juga pengusaha yang memperhatikan baik-baik mengenai suku bunga dalam usaha dan bisnisnya. 

Secara tidak langsung, suku bunga sekarang ini banyak mempengaruhi seluruh lapisan masyarakat dan pengusaha. Mengapa bisa demikian? Sebelum bergerak lebih dalam lagi mengenai suku bunga, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu definisi suku bunga secara lengkap.

Apa itu suku bunga?

Banyak sekali sebenarnya pengertian dari suku bunga sendiri. Ada yang mengatakan bahwa suku bunga adalah biaya meminjam uang atau imbalan. Seperti menurut buku literasi keuangan yang diterbitkan oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan, yang memiliki beberapa definisi mengenai apa itu suku bunga? Pertama suku bunga adalah biaya yang harus dibayarkan peminjam atas pinjaman yang diterima, dan imbalan untuk lender atas investasinya. Namun, ada juga ahli lain yang mengatakan bahwa suku bunga adalah harga yang harus dibayarkan atas penyewaan atau pinjaman dana.

Suku bunga Bank Indonesia adalah suku bunga acuan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Penetapan suku bunga acuan ini dilakukan tiap bulannya melalui rapat dewan gubernur. Hasil dari rapat tersebut akan di umumkan ke publik, sebagai suku bunga acuan. Oleh karena itu, BI rate ini sangat mempengaruhi suku bunga dari bank atau leasing untuk kegiatan kredit.

Dilihat dari segi perbankan, suku bunga bank ini dapat diartikan sebagai imbalan jasa yang diberikan bank kepada para nasabahnya yang membeli atau menjual produk bank. Selain itu, bunga bank dapat dikatakan sebagai harga yang perlu dibayarkan nasabah yang memiliki simpanan, dan biaya yang dibayarkan oleh nasabah kepada bank, jika nasabah yang mendapatkan pinjaman.

Jadi, apa itu suku bunga? Dapat disimpulkan bahwa suku bunga adalah bayaran atau biaya atas pinjaman uang dan biasanya dinyatakan dalam persentase. Biaya yang dibayarkan Anda tersebut karena telah meminjamkan uang orang lain atau biaya yang Anda bebankan kepada orang lain yang telah Anda pinjami uang.

Suku bunga ini dapat dihitung dengan berbagai cara yang berbeda, namun tujuannya selalu sama, yaitu untuk membuat pihak-pihak yang terlibat merasa nyaman telah meminjamkan uangnya. Mengingat aktivitas pinjam meminjam ini terdapat biaya peluang dan risiko yang ditimbulkan.

nfp-live-trading

Jenis-Jenis Suku Bunga

Setelah membahas panjang lebar mengenai apa itu suku bunga, dapat disimpulkan bahwa suku bunga merupakan imbalan jasa yang bank berikan kepada nasabah yang percaya menggunakan bank tersebut. Bunga itu sendiri diartikan sebagai harga atau biaya yang perlu dibayarkan. 

Jadi, dari segi perbankan suku bunga dikenal sebagai bunga bank, yang terbagi menjadi dua jenis yaitu, bunga simpanan dan bunga pinjaman. Selain jenis bunga bank tersebut, dalam industri perbankan suku bunga sendiri dibagi menjadi lima jenis. Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis suku bunga yang perlu Anda ketahui.

1. Suku bunga tetap (fixed)

Suku bunga tetap atau fixed ini adalah jenis suku bunga yang sifatnya tetap, tidak berubah hingga jangka waktu tanggal jatuh tempo. Jangka waktu ini sesuai dengan persetujuan di awal kredit. Contoh suku bunga tetap ini adalah bunga KPR rumah subsidi. Kredit Pemilikan Rumah Subsidi atau yang sering dikenal KPR ini menerapkan suku bunga tetap. Karena, jangka waktu KPR ini biasanya panjang sehingga dengan suku bunga yang tetap, tidak ada risiko yang mengancam. Selain KPR subsidi, contoh suku bunga tetap ini juga ada dalam kredit kendaraan bermotor.

2.  Suku bunga mengambang (floating)

Suku bunga mengambang atau floating ini adalah suku bunga yang nilainya selalu berubah-ubah. Perubahan tersebut mengikuti suku bunga di pasaran. Jadi, jika suku bunga tengah naik, maka jenis floating juga turut naik, begitupun sebaliknya. Contoh suku bunga mengambang ini suku bunga KPR untuk periode tertentu. Seperti saat Anda mengambil KPR, suku bunga dua tahun pertama diberlakukan suku bunga tetap, namun untuk periode selanjutnya akan berlaku suku bunga mengambang atau floating, yang bisa naik dan bisa turun tergantung suku bunga di pasaran.

3. Suku bunga flat

Suku bunga flat ini adalah suku bunga yang perhitungannya sederhana dibandingkan dengan yang lainnya. Perhitungannya ini mengacu pada pokok pinjaman pada awal untuk setiap periode cicilan. Biasanya suku bunga flat ini digunakan untuk transaksi kredit jangka pendek, seperti handphone, motor, peralatan rumah tangga, atau kredit tanpa agunan (KTA). Cara menghitungnya dapat dengan rumus:

Bunga perbulan= (P x I x t): Jb      

         P = pokok pinjaman awal

         I = suku bunga pertahun

         T = jumlah tahun jangka kredit

         Jb = jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

Contohnya, jika bank memberikan kredit dengan jangka waktu 12 bulan sebesar Rp20.000.000 dengan  bunga 15% per tahun flat. Dengan begitu asumsinya bahwa suku bunga kredit tidak berubah selama jangka waktu kredit tersebut.

4. Suku bunga efektif

Suku bunga efektif ini adalah hitungan suku bunga diambil dari jumlah pokok pinjaman tiap bulan, menyusut seiring dengan utang yang dibayarkan. Maksudnya, semakin sedikit jumlah pokok pinjaman Anda, semakin sedikit juga suku bunga yang telah dibayarkan. Jenis suku bunga ini terkesan lebih adil untuk nasabah dibandingkan dengan suku bunga flat.

5. Suku bunga anuitas

Terakhir ada jenis suku bunga anuitas, yang menggunakan aturan jumlah angsuran pokok ditambah dengan angsuran bunga yang dibayar. Tujuannya agar pembayaran sama setiap bulannya. Perhitungan anuitas ini porsi bunga di masa awal terbilang sangat besar, sedangkan angsuran pokoknya terbilang sangat kecil. Setelah itu, mendekati berakhirnya masa kredit, keadaan menjadi terbalik, yaitu angsuran pokok terbilang sangat besar sedangkan porsi bunganya menjadi kecil.

Jenis suku bunga ini biasanya diterapkan untuk pinjaman jangka panjang, seperti kredit investasi atau KPR. Rumus perhitungannya tergolong sama dengan rumus perhitungan suku bunga efektif. Sebagai berikut:

Bunga = SP x i x (30/360)

Ket:

SP = Saldo pokok pinjaman sebelumnya

i = suku bunga pertahun

30 = jumlah hari dalam sebulan

360 = jumlah hari dalam setahun

TA (Total Angsuran) = Angsuran pokok + Angsuran Bunga

Dengan begitu biasanya bank akan mengombinasi skema suku bunga dalam kredit, contohnya flat-fixed, dengan menggunakan sistem flat dan sifatnya tetap selama masa kredit berlangsung dan juga efektif-floating, dengan menggunakan aturan bunga efektif dan jumlah bunga dapat berubah yang bergantung dengan kondisi pasar finansial.

Jenis suku bunga bank berdasarkan pembebanannya

Setelah membahas mengenai jenis suku bunga, kali ini juga ada beberapa jenis suku bunga bank yang dapat dilihat berdasarkan beban setiap jenisnya. Hal ini perlu dipelajari agar, Anda mengerti jenis suku bunga bank yang diterapkan. Dengan begitu, memudahkan Anda dalam menghitung besaran suku bunga bank.

1. Flat rate (bunga merata)

Jenis bunga bank yang pertama ada flat rate. Penerapan jenis suku bunga bank flat rate ini jumlah yang dibebankan setiap bulannya bersifat tetap dan perhitungannya dilihat dari jumlah pokok awal pinjamannya. Bagaimana dengan cicilan pokoknya? Cicilan pokok pinjaman dibagi rata setiap bulannya, sehingga angsuran setiap bulannya juga sama sampai kredit tersebut lunas. 

Penerapannya, flat rate ini dikenakan kepada debitur dan bersifat tetap, jadi perubahan suku bunga di pasaran tidak berpengaruh kepada kewajiban angsuran debitur. Jenis suku bunga bank ini banyak ditemukan pada kredit kendaraan bermotor dan kredit mikro.

2. Sliding rate (bunga menurun)

Jenis bunga bank selanjutnya adalah sliding rate atau dikenal dengan bunga menurun. Pembebanan bunga menurun ini dihitung berdasarkan sisa dari pinjaman setiap bulannya, sehingga jumlah bunganya menurun setiap bulannya seiring dengan turunnya pokok pinjaman. Namun, jumlah pembayaran pokok pinjaman setiap bulannya sama. 

Angsuran yang meliputi pokok pinjaman ditambah bunga otomatis akan semakin menurun setiap bulannya.  Jenis sliding rate ini juga dapat disebut bunga efektif. Oleh karena itu, penerapan suku bunga sliding rate ini sering ditemukan di kredit investasi jangka panjang, seperti suku bunga deposito.

3. Annuity rate (bunga anuitas)

Annuity rate atau bunga anuitas biasanya diterapkan sebagai suku bunga KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Suku bunga KPR 2021 ini bisa juga disebut bunga efektif, di mana jumlah bunga yang dibebankan di setiap angsuran kredit dihitung secara matematis. Dengan begitu, total angsuran tiap bulannya bernilai sama dan beban bunganya dihitung dari sisa pinjaman. Jadi, bagi Anda yang berminat KPR Anda perlu mengetahui mengenai suku bunga KPR 2020 dan 2021 ini, agar jelas berapa bunga di setiap cicilan KPR Anda.

4. Floating rate (bunga mengambang)

Jenis suku bunga bank terakhir ada metode floating rate atau bunga mengambang. Biasanya metode ini digunakan perbankan pada produk investasi mereka, yaitu salah satunya deposito. Floating rate sendiri sebenarnya bunga kredit yang besar kecilnya tergantung dengan bunga yang berlaku di pasaran. 

Jadi, pembayaran bunga tersebut menyesuaikan dengan suku bunga dipasaran, bisa lebih tinggi maupun rendah. Seperti produk investasi dengan suku bunga deposito yang dikenal memiliki suku bunga yang kecil dan bergantung dengan suku bunga deposito bank tersebut. Selain suku bunga deposito, metode floating rate ini juga banyak diterapkan  pada kredit modal kerja dan kredit investasi.

GIC Forex Academy

Apa faktor penentu suku bunga di pasar?

Dari berbagai jenis suku bunga yang sudah dipaparkan di atas, ada satu hal yang menjadi pertanyaan, yaitu apa faktor penentu suku bunga di pasar? Persoalan suku bunga di berbagai aspek jelasnya dibangun oleh sistem perbankan di negara ini. Siapa yang mengatur itu semuanya? Di sini jelas peran Bank Indonesia besar memiliki kewenangan dalam menentukan suku bunga acuan atau dasar. Dengan begitu, perjalanan dari suku bunga bisa berjalan dengan baik.

Bank Indonesia sendiri juga perlu banyak pertimbangan dalam penentuan tersebut, oleh karenanya ada beberapa faktor yang mempengaruhi suku bunga Indonesia, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari pendapatan nasional, jumlah uang yang beredar, dan tingkat inflasi. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari suku bunga luar negeri dan perubahan nilai tukar valuta asing.

Jadi, sudah jelas bagaimana Bank Indonesia sendiri menentukan suku bunga acuan atau dasar sebagai referensi dalam suku bunga negara. Dengan begitu, suku bunga bank lain pun tidak diperkenankan memasang jumlah bunga untuk nasabah terlampau jauh dari suku bunga acuan. Tidak dipungkiri perbedaan suku bunga di beberapa bank dapat mempengaruhi langkah bisnis dan target simpanan masyarakat.

Bank Indonesia sendiri atau bank sentral di negara lain, dapat menurunkan nilai suku bunga jika peredaran jumlah uang di masyarakat terlalu sedikit. Hal tersebut disebut sebagai moneter longgar, yang bertujuan jika peredaran uang lebih banyak dengan pinjaman, masyarakat akan terdorong untuk berbelanja dan berkontribusi terhadap perekonomian. Jadi, semua pergerakan uang di masyarakat mempengaruhi nilai suku bunga pasar seperti apa.

Cara menghitung suku bunga

Setelah panjang lebar membahas suku bunga itu apa, lalu jenis-jenis suku buku ada apa saja, selanjutnya kita akan membahas bagaimana cara menghitung suku bunga. Pada awal sudah dijelaskan bahwa bunga merupakan imbalan atau keuntungan dalam sebuah kegiatan perbankan. Kegiatan perbankan jelas ada banyak macamnya, mulai dari tabungan, investasi, kredit, pinjaman, dan lainnya.

Dengan berbagai macam transaksi dan kegiatan perbankan tersebut, menghitung suku bunga juga menjadi beragam macamnya, bergantung dengan kegiatan dan transaksinya. Jelas, menghitung suku bunga KPR berbeda dengan cara menghitung suku bunga pegadaian. Namun, sebelum mengetahui cara menghitung suku bunga, ada empat hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut:

  • Jumlah uang yang dipinjam atau pokok pinjaman (P)
  • Jangka waktu atau lama peminjaman (t)
  • Seberapa sering hitungan bunga (n)
  • Suku bunga (i)

Empat hal di atas merupakan jabaran umum dalam menghitung suku bunga. Jadi, dengan indikasi hal di atas, Anda dapat menghitung jumlah suku bunga secara umum yang perlu dibayarkan. Namun, ada lagi beberapa cara menghitung suku bunga berdasarkan jenisnya. Berikut ini beberapa cara menghitung suku bunga pinjaman secara umum.

1. Bunga flat

Jenis suku bunga flat ini biasanya digunakan untuk pinjaman kendaraan bermotor, dan pada umumnya peminjam membayar dana pinjaman beserta bunganya dalam jumlah yang sama tiap bulan. Berikut ini rumus menghitung suku bunga flat:

Bunga kredit flat= (jumlah pinjaman x persentase bunga): lama pinjaman (dalam bulan)

Cara menghitungnya dengan skenario:

  • Jumlah Pinjaman : Rp 100.000.000
  • Bunga kredit : 10%
  • Lama pinjaman : 10 bulan
  • Cicilan pokok/bulan : Rp100.000.000 : 10 = Rp10.000.000
  • Bunga flat = (100.000.000 x 10%) : 10 = 1.000.000
  • Angsuran per bulan = Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000

2. Bunga efektif

Cara menghitung suku bunga efektif jelas berbeda dengan bunga flat, karena bunga efektif ini peminjam akan membayar angsuran setiap bulan dengan jumlah yang berbeda. Suku bunga efektif ini dihitung melihat sisa pokok hutang atau jumlah pinjaman di bulan sebelumnya. Dengan begitu, berikut ini rumus cara menghitung bunga kredit efektif:

Bunga kredit efektif =(sisa pokok hutang x suku bunga pertahun):jumlah bulan per tahun

Contoh perhitungan dengan skenario:

  • Jumlah pinjaman : Rp240.000.000
  • Suku bunga/tahun : 10%
  • Lama pinjaman : 2 tahun (24 bulan)
  • Angsuran Pokok = Rp240.000.000 : 24 = Rp10.000.000

Angsuran bulan pertama

Bunga efektif = (Rp240.000.000 x 10%) : 12 = Rp 2.000.000

Total angsuran bulan pertama = angsuran pokok + bunga = Rp10.000.000 + Rp2.000.000 = Rp12.000.000

Angsuran bulan kedua

Bunga efektif = ((Rp240.000.000 – Rp12.000.000) x 10%) : 12 = Rp1.900.000

Total angsuran bulan kedua = Rp10.000.000 + Rp1.900.000 = Rp11.900,000

Dari contoh perhitungan di atas, terlihat jelas perbedaan jumlah angsuran pertama dan angsuran kedua. Jadi, angsurannya semakin berkurang jumlahnya setiap bulannya.

Memahami pengertian, jenis, dan cara menghitung suku bunga merupakan hal penting. Apalagi untuk Anda yang tengah berkecimpung di dunia perbankan dengan kredit dan lainnya. Semoga dengan informasi mengenai suku bunga ini, Anda tidak perlu lagi resah menghitung suku bunga tabungan atau suku bunga transaksi Anda yang lainnya.

Perlu diketahui juga, bahwa informasi mengenai jenis suku bunga juga penting diketahui agar Anda bisa menyesuaikan dengan transaksi-transaksi pinjaman yang lain. Selain itu, Anda juga dapat dengan mudah menghitung sendiri berapa suku bunga yang akan Anda bayarkan pada setiap transaksi perbankan yang menerapkan suku bunga.

Reza Pratama
Seseorang yang kebetulan memiliki hobi menulis tentang seputar film, game, dan teknologi.