OPEC: Sejarah, Tugas dan Tujuan, serta Anggota

Artikel ini terakhir di perbaharui December 29, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
OPEC: Sejarah, Tugas dan Tujuan, serta Anggota
Sumber Foto: shaadjutt via freepick

Banyaknya negara-negara pengekspor barang maupun komoditas, menjadikan mereka membentuk dan bergabung pada suatu organisasi internasional. Contohnya seperti organisasi pengekspor minyak. Terdapat berbagai macam negara yang bergabung pada suatu organisasi tersebut untuk memudahkan dalam melakukan kegiatan ekspor impor ini.

OPEC adalah singkatan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi. Organisasi ini merupakan perkumpulan dari para pengekspor komoditas berupa minyak bumi. Organisasi ini didirikan untuk mengoordinasikan kebijakan perminyakan para anggota untuk memberikan bantuan teknis dan ekonomi kepada negara-negara anggota. Untuk lebih lengkapnya mengenai OPEC ini, kalian bisa membaca artikel di bawah ini.

OPEC Adalah?

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi atau yang biasa disebut dengan OPEC ini adalah organisasi yang didirikan pada 14 September 1961 di Baghdad, Irak. Dan sejak tahun 1965 markasnya berganti di Wina, Austria. Anggota OPEC ini adalah Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela sebagai anggota permanen. Dan juga Qatar, Libya, Uni Emirat Arab, Aljazair, Nigeria, Ekuador, Angola, Gabon, Guinea Khatulistiwa, dan Kongo sebagai anggota yang bisa keluar sewaktu-waktu tergantung faktor yang terkait.

Keputusan dari OPEC sendiri berdampak signifikan terhadap harga minyak di masa mendatang. Para Menteri Minyak dan Energi dari anggota OPEC biasanya akan mengadakan pertemuan setidaknya dua kali selama setahun untuk mengoordinasikan kebijakan produksi minyak mereka.

Terlepas dari kekuatannya, OPEC tidak dapat sepenuhnya mengendalikan harga minyak. Bahkan di beberapa negara, pajak tambahan akan dikenakan pada bensin dan produk akhir berbasis minyak lainnya untuk mempromosikan konservasi. Harga minyak ini akan ditentukan oleh pasar dan sebagian besar harga minyak ditentukan oleh pedagang komoditas.

Sejarah Terbentuknya OPEC

Pada sebuah organisasi, pastinya terdapat seseorang yang memprakarsai organisasi tersebut. Dalam organisasi internasional seperti OPEC pun begitu, Venezuela merupakan negara pertama yang memprakarsai pembentukan OPEC ini dengan mendekati negara lain seperti Iran, Gabon, Libya, Kuwait, Saudi Arabia pada tahun 1949 dan menyarankan mereka untuk menukar pandangan dan mengeksplorasi jalan lebar dan komunikasi yang lebih dekat antara negara-negara penghasil minyak.

Untuk tempat pertamanya, OPEC berada di Jenewa tepat pada tanggal 21 Januari 1961 dan bertahan sampai Agustus 1966. Namun, untuk beberapa kemungkinan dan banyaknya masukan, akhirnya mereka pindah ke Wina, Austria. OPEC didirikan di Baghdad, dicetuskan oleh satu hukum 1960 yang dibentuk oleh Presiden Amerika Dwight Eisenhower yang mendesak kuota dari impor minyak Venezuela dan Teluk Persia seperti industri minyak Kanada dan Mexico. Eisenhower ini bertindak dengan membentuk keamanan nasional yaitu akses darat persediaan energi pada waktu perang. Turunnya harga dari minyak dunia di wilayah ini, Presiden Venezuela Romulo Betancourt bereaksi dengan berusaha membentuk aliansi dengan negara-negara Arab produsen minyak sebagai satu strategi untuk melindungi otonomi dan profabilitas dari minyak Venezuela. Sebagai hasilnya, OPEC didirikan untuk menggabungkan dan mengkoordinasi kebijakan dari negara-negara anggota sebagai kelanjtan dari yang telah dilakukan.

OPEC sendiri juga memiliki banyak syarat utama khususnya yang diberlakukan untuk para anggota mereka yaitu negara yang berkaitan langsung harus pengekspor minyak mentah. Bukan hanya itu saja, para anggotanya diwajibkan untuk memiliki kepentingan yang sama dengan negara yang sudah menjadi anggota dari OPEC sendiri. Selain itu, anggota lain yang ingin memprakarsai juga harus memang di setujui oleh mayoritas anggota OPEC. Syarat utama ini bertujuan agar banyak anggota OPEC yang bekerja sama dalam mewujudkan kedamaian di antara banyaknya negara-negara yang mendukungnya, agar mendapatkan pemikiran yang sama mengenai penghasilan minyak.

Pemimpin OPEC

Kesekretariatan OPEC ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal yang merupakan perwakilan resmi organisasi. Chief Executive Officer dan juga sekretariat menjalankan urusan organisasi tersebut sesuai dengan arahan Dewan Gubernur. Sekretaris Jenderal diangkat oleh Konferensi dari Negara Anggota untuk jangka waktu tiga tahun dengan masa jabatan yang dapat diperpanjang satu kali untuk jangka waktu yang sama.

Dalam setengah abad perjalanan organisasi, sekretariat ini telah dijalankan oleh 22 sekretaris jenderal dari berbagai macam negara. Sekretaris Jenderal yang pertama adalah HE Dr. Fuad Rouhani dari Iran pada tahun 1961. Sedangkan pemimpin saat ini adalah HE Abdalla Salem El-Badri dari Libya yang telah memimpin sejak 2007 lalu.

Dengan dukungan staf di Sekretariat, sekretaris jenderal banyak memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan organisasi melalui pelaksanaan kebijakannya dan penyebaran tujuannya selama bertahun-tahun.

Latar Belakang Terbentuknya OPEC

Terdapat dua alasan utama latar belakang terbentuknya OPEC. Latar belakang OPEC yang pertama adalah OPEC berdiri sebagai akibat dari merosotnya harga minyak dunia pada Februari 1959 yang merupakan buntut dari monopoli secara sepihak dari perusahaan minyak raksasa dunia yang bernama The Seven Mayors dengan menetapkan harga di pasar internasional. “The Tripoli Teheran Agreement” antara OPEC dan perusahaan swasta tersebut pada tahun 1970 yang menjadikan tempat bagi OPEC secara penuh dalam menetapkan harga pasar. Dan yang kedua dari latar belakang OPEC adalah kebutuhan akan minyak dunia yang kian lama kian meningkat, khususnya pada sektor di negara maju.

Tugas OPEC Adalah?

Setelah mengetahui apa itu OPEC sendiri, selanjutnya kita akan mempelajari apa saja tugas yang akan dikerjakan OPEC ini. Berdasarkan pasal 2 OPEC Statute, tujuan utama dari OPEC yaitu melakukan koordinasi dan unifikasi terhadap kebijakan perminyakan dari negara anggota dan menentukan langkah terbaik untuk menjaga kepentingan baik secara individual maupun kolektif. Selain itu, tugas OPEC adalah membuat perencanaan cara-cara dan langkah untuk menjamin stabilitas harga minyak dalam pasar internasional dengan tujuan mengeliminasi kerugian dan fluktuasi yang tidak diperlukan. Adapun juga tujuan OPEC adalah untuk memlihara serta meningkatkan peran atau posisi minyak sebagai sumber energi utama dalam mencapai perkembangan ekonomi.

Tujuan OPEC Adalah?

Adapun tujuan dari OPEC ini adalah untuk mempertahankan harga minyak serta juga menolak aksi penurunan harga minyak itu dengan secara sepihak oleh perusahaan minyak terbesar yang disebut dengan The Seven Mayor milik Exxon, Texaco, Socal, Gulf, British Petroleum, dan Shell. Secara garis besar, tujuan OPEC ini adalah menggabungkan kebijakan perminyakan atas negara-negara anggota, memenuhi permintaan dunia terhadap minyak bumi, melakukan penyetabilan harga minyak dunia sehingga tidak terjadinya fluktuasi harga, menetapkan kebijakan-kebijakan untuk melindungi negara anggota, menjamin kembalinya modal investor di bidang minyak secara adil, mempertahankan harga minyak serta juga menolak aksi penurunan harga minyak yang dilakukan oleh perusahaan besar seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Adapun tujuan OPEC di bidang ekonomi adalah mempertahankan harga minyak dan menentukan harga sehingga dapat menguntungkan negara produsen. Sedangkan untuk tujuan pembentukan OPEC pada bidang politik adalah mengatur hubungan dengan perusahaan minyak asing atau pemerintah negara konsumen.

Kebijakan OPEC

Untuk tercapainya tujuan tersebut, OPEC membuat berbagai kebijakan seperti yang telah disinggung di atas, yaitu:

  1. Mengoordinasi dan unifikasi kebijakan perminyakan antar negara anggota.
  2. Menyatukan kebijakan perminyakan antara negara-negara anggota.
  3. Menetapkan strategi yang tepat untuk melindungi kepentingan negara anggota.
  4. Menentukan kebijakan-kebijakan untuk melindungi negara-negara anggota.
  5. Menerapkan cara-cara untuk menstabilkan harga minyak di pasar internasional sehingga tidak terjadi fluktuasi harga.
  6. Menjamin income yang tetap bagi negara-negara produsen minyak.
  7. Menjamin suplai minyak bagi konsumen.
  8. Menjamin kembalinya modal investor di bidang minyak secara adil.
  9. Memenuhi kebutuhan dunia akan minyak bumi.
  10. Menstabilkan harga minyak dunia.

Negara Anggota OPEC

Pada awal pembentukan OPEC, organisasi ini memiliki anggota lima negara produsen minyak terbesar di dunia yaitu Irak, Iran, Kuwait, Arab Saudi, dan juga Venezuela. Berdirinya organisasi negara-negara pengekspor minyak ini dipicu oleh keputusan sepihak dari perusahaan minyak multinasional, The Seven Sister pada tahun 1959/1960. The Seven Sister ini merupakan perusahaan minyak yang menguasai industri minyak dan mampu menetapkan harga di pasar internasional tanpa mempedulikan usulan dari negara lain.

Sebelum OPEC dibentuk, pada tahun 1949 Venezuela mulai mendekati negara-negara penghasil minyak seperti Iran, Gabon, Libya, Kuwait, dan Arab Saudi dengan tujuan bertukar pandangan dan memprakarsai pembentukan OPEC.

Sepuluh tahun kemudian, setelah OPEC berdiri, pada tahun 1970 OPEC dan juga The Seven Sisters menandatangani sebuah perjanjian yang dikenal dengan nama The Tripoli Teheran Agreement. Hasil dari perjanjian ini menempatkan OPEC sebagai organisasi yang mampu secara penuh menetapkan harga pasar minyak internasional.

Pada saat ini, total anggota negara dalam OPEC terdapat 13 yaitu Venezuela (September 1960), Uni Emirat Arab (November 1967), Arab Saudi (September 1960), Nigeria (Juli 1971), Libya (Desember 1962), Kuwait (September 1960), Irak (September 1960), Iran (September 1960), Gabon (1975), Angola (Januari 2007), Kongo (2018), Equatorial Guinea (2017), dan juga Aljazair (1969). Indonesia juga sempat bergabung dengan OPEC ini pada tahun 1962 lalu, namun saat ini sudah tidak lagi.

Alasan Indonesia Bukan Lagi Anggota OPEC

Indonesia pertama kali bergabung dalam OPEC pada tahun 1962. Sebagai negara anggota, Indonesia juga cukup aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh OPEC yang salah satunya adalah ikut serta dalam menentukan dan melaksanakan arah dan kebijakan OPEC. Tujuannya adalah untuk menstabilkan jumlah produksi dan harga minyak dalam perdagangan internasional.

Bergabungnya Indonesia dengan OPEC sebenarnya adalah keuntungan besar secara ekonomi dan politik untuk negara-negara lain. Namun, keuntungan ini menjadi perdebatan. Selama bergabung dengan OPEC, Indonesia harus membayar uang yang wajib di bayarkan setiap tahunnya. Bahkan jika ada sidang OPEC, Indonesia juga harus ikut membayar biaya-biaya lainnya, karena diikuti langsung oleh delegasi RI.

Namun, pada tahun 2008, Indonesia memutuskan untuk keluar dari organisasi yang didirikan oleh lima negara itu. Alasannya dikarenakan Indonesia sudah tidak lagi menjadi negara pengimpor minyak, bukan lagi pengekspor seperti sebelumnya. Hal ini terjadi dikarenakan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak lambat laun semakin berkurang, sedangkan kebutuhan konsumsi terus meningkat. Selain itu, cadangan minyak Indonesia juga menurun secara signifikan.

Turunnya produksi minyak Indonesia dapat dilihat dalam sepuluh tahun terakhir, seperti pada 1996, produksi minyak Indonesia masih sekitar 548,64 juta per barel. Jumlah produksi ini tiap tahun semakin menurun, puncaknya ada pada 2005, yaitu sebesar 387,65 juta barel. Sejak tahun 2007 pun, produksi minyak Indonesia selalu berada di bawah 1 juta bpd, padahal tingkat konsumsinya terus meningkat. Dengan kondisi ini, Indonesia pun memutuskan untuk tidak lagi aktif sebagai anggota OPEC.

Indonesia kembali bergabung dengan OPEC pada tahun 2014, saat terpilihnya presiden baru untuk Indonesia, kembali menjadi anggota resmi dari OPEC. Namun, pada tahun 2016, Indonesia kembali keluar dengan alasan efek kebijakan dari sejarah OPEC sendiri yang ingin menurunkan produksi minyak Indonesia. Tujuannya untuk menghentikan penurunan harga minyak dunia. Sehingga hal ini menjadi keputusan terakhir mengenai persetujuan hubungan Indonesia dengan OPEC yang akhirnya memilih untuk mengimpor minyak bumi sendiri dan menetapkan banyak hal untuk keuangan negara kawasan.

Apakah OPEC Menjadi Bagian dari Kartel?

Bagi yang belum mengetahui apa itu Kartel, Kartel biasanya disebut sebagai Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang merupakan sebuah kesepakatan formal untuk menaikkan atau menetapkan harga dan mengurangi output untuk meningkatkan keuntungan. Kesepakatan ini bisa saja merugikan konsumen karena membuat produk tidak tersedia atau terlalu mahal.

Secara historis, kartel ini berada pada industri baja, transportasi kereta api, dan juga vitamin D. Sedangkan OPEC sendiri biasanya digunakan sebagai contoh dari kartel itu sendiri. Meskipun terdapat beberapa perdebatan mengenai apakah OPEC memang bukti ekonomi yang pasti sebagai contoh dari kartel itu sendiri, namun negara-negara anggota OPEC ini memberikan pengaruh besar terhadap kegiatan ekonomi yang berfokus pada pengendalian produksi minyak dengan mempengaruhi harga pasar.

Dikarenakan gas alam dapat diproduksi dengan minyak, maka beberapa orang memandang OPEC sebagai kartel gas alam yang tidak langsung. Selain itu, sekelompok negara juga membentuk Forum Negara Pengekspor Gas atau yang biasa disebut dengan GECF yang sebagian orang juga menyebutnya sebagai gas-OPEC.

Setelah mengetahui apa itu OPEC, sejarah, latar belakang, tugas dan tujuan, serta anggota mana saja yang tergabung pada Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi itu sendiri. Diharapkan kalian juga tetap mencari tahu informasi lainnya mengenai OPEC itu sendiri. Agar nantinya pengetahuan tetap bertambah dan mengetahui lebih banyak mengenai organisasi multinasional ini.

Demikian pembahasan dari GICTrade mengenai penjelasan “OPEC Adalah? Sejarah, Tugas dan Tujuan serta Anggota”. Kalian juga bisa mencari tahu informasi lain mengenai investasi, komoditas, dan keuangan yang lainnya, seperti “Wall Street Jalan Pusat Ekonomi USA dengan Banyak Cerita” hanya di Jurnal GIC. Pastikan juga kamu memperdalam ilmu forex di GICTrade, via ebook scalping, dan juga NFP live trading.

Wachda Mihmii
SEO writer who is experienced in various Indonesian national media. Aspiring to be a book or novel writer. Has experience as a Creative Director.

Daftarkan Diri Anda Sekarang


Setelah melakukan pendaftaran anda akan diberikan video workshop dari Trader Profesional Kami