6 Manfaat Perdagangan Bilateral! (Bisa Mengurangi Pengangguran)

Artikel ini terakhir di perbaharui June 27, 2021 by Yuliati Iswandiari
6 Manfaat Perdagangan Bilateral! (Bisa Mengurangi Pengangguran)

Tidak ada satupun negara di dunia yang bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa bekerja sama dengan negara lain. Negara pasti melakukan kerjasama perdagangan internasional salah satunya melakukan hubungan perdagangan bilateral.

Apa itu perdagangan bilateral?

Pada dasarnya, tak ada satu pun negara yang sanggup memenuhi semua kebutuhan penduduknya sendiri. Hal ini lah yang memicu suatu negara untuk melakukan kerja sama perdagangan dengan negara lain atau yang biasa disebut perdagangan internasional. Perdagangan internasional dilakukan untuk memenuhi kebutuhan suatu negara akan barang atau jasa yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri karena faktor-faktor tertentu.

Dari segi pengertian, perdagangan internasional adalah aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh satu negara dengan negara lainnya atas dasar kesepakatan bersama. Bentuk perdagangan internasional sendiri terbagi menjadi tiga yaitu perdagangan bilateral, perdagangan multilateral, dan perdagangan regional. 

Nah, pengertian perdagangan bilateral adalah perdagangan internasional yang hanya dilakukan oleh dua negara. Seperti namanya bilateral dengan suku kata bi yang artinya dua, maka selama ada dua negara yang berpartisipasi dalam perdagangan, maka perdagangan tersebut masuk ke dalam perdagangan bilateral. Biasanya kedua negara akan menyepakati perjanjian perdagangan atau kerja sama lainnya untuk mencapai sesuatu. Contoh perdagangan bilateral adalah kerja sama Indonesia dengan Jepang, atau Indonesia dengan Malaysia.

Kenapa suatu negara melakukan perdagangan bilateral?

Ada dua faktor pendorong yang menyebabkan suatu negara melakukan perdagangan bilateral, berikut penjelasannya.

1. Kebebasan ekonomi 

Dengan adanya kebebasan ekonomi membuat sebuah peluang untuk menambah kekayaan suatu negara. Adanya transaksi jual beli antar negara meningkatkan devisa negara. Kebebasan ekonomi mampu mendorong semua produsen untuk meningkatkan kualitas barang agar bersaing di pasar internasional. Masing-masing negara memiliki aturan perdagangan, namun dengan adanya kebebasan ekonomi membuat interaksi antar negara semakin mudah dan mendorong meningkatnya perdagangan internasional melalui kerja sama bilateral. 

2. Perbedaan kekayaan sumber daya alam 

Kondisi alam pada masing-masing negara cukup berbeda. Hal ini membuat sebuah negara harus melakukan interaksi dengan negara lain untuk memenuhi kebutuhan negaranya. Oleh karena itu diperlukan kerja sama internasional dalam bentuk perdagangan bilateral. Pasalnya jarang sekali negara yang mampu memenuhi semua kebutuhannya sendiri.

Apa manfaatnya jika suatu negara melakukan perdagangan bilateral?

Aktivitas perdagangan internasional sebenarnya telah berjalan sejak ribuan tahun sebelum masehi. Seiring berkembangnya teknologi komunikasi dan transportasi, kegiatan perdagangan antarnegara menjadi semakin lancar. Maka itu, saat ini perdagangan internasional menjadi aspek penting dalam pertumbuhan ekonomi setiap negara. Banyak negara memanfaatkan perdagangan internasional termasuk perdagangan bilateral guna meningkatkan Gross Domestic Product (GDP). Istilah terakhir merujuk pada total nilai produksi barang dan jasa suatu negara. Peningkatan nilai GDP merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara. Berikut manfaat yang bisa diperoleh setiap negara yang melakukan kerja sama dalam perdagangan internasional bilateral. 

1. Terbentuknya hubungan persahabatan antar-negara 

Perdagangan antar-negara pun bermanfaat untuk membentuk relasi persahabatan dengan negara-negara lainnya. Apabila hubungan antar-negara berjalan dengan baik, besar kemungkinan kerja sama keduanya akan berkembang ke banyak sektor dan tidak terbatas dalam perdagangan. Kerja sama itu bisa pula merambah bidang lainnya seperti budaya, politik, pendidikan, militer, maupun teknologi. 

2. Menciptakan efisiensi dan spesialisasi 

Berlangsungnya perdagangan bilateral akan membuat satu negara memiliki spesialisasi dalam satu sektor ekonomi. Dalam artian, negara maupun penduduk nya akan memiliki keahlian khusus yang berbeda dengan negara lainnya dalam menghasilkan produk barang dan jasa. 

3. Meningkatkan kemakmuran negara 

Indikator kemakmuran sebuah negara bisa dilihat dari aktivitas pelaku ekonomi meliputi produsen, konsumen, dan pemerintah. Dengan adanya aktivitas perdagangan bilateral, akan membawa kemakmuran bagi setiap pelaku ekonomi tersebut. Para produsen akan mengalami kemakmuran jika bisa meningkatkan profit yang dimiliki dengan mengerek angka penjualan barang atau jasa ke berbagai negara dengan sedikit hambatan tarif ataupun non-tarif.

Sedangkan bagi konsumen, akan mengalami kemakmuran bila telah mampu meningkatkan utility dengan meningkatkan konsumsi tanpa terhalang kesulitan memperoleh barang atau jasa yang tidak diproduksi dalam negaranya. Pemerintah juga mendapat keuntungan jika melakukan perdagangan internasional karena sumber pemasukan devisa negara akan semakin meningkat apabila nilai ekspor semakin tinggi. 

4. Berkurangnya pengangguran

Apabila pasar perdagangan luar negeri semakin meluas maka kegiatan produksi barang ataupun jasa di suatu negara juga akan semakin meningkat. Karena hal ini, kebutuhan akan tenaga kerja juga ikut meningkat di berbagai sektor. Jika hal itu terjadi, dengan sendirinya angka pengangguran juga semakin berkurang.

5. Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) 

Perdagangan internasional bilateral juga berperan sebagai alat mobilisasi IPTEK, terutama dari suatu negara maju ke negara berkembang. Perdagangan bilateral akan memungkinkan suatu negara mengekspor barang yang berbasis kecanggihan teknologi seperti mesin dan alat-alat modern pada negara yang lebih membutuhkan. Maka dengan demikian, akan semakin cepat mobilisasi teknologi pada negara pengimpor tersebut.

6. Menstabilkan harga 

Perdagangan bilateral secara tidak langsung juga bisa mengendalikan harga yang terdapat di pasar domestik suatu negara. Dengan adanya perdagangan bilateral, kelangkaan barang yang mengakibatkan harga mahal bisa diatasi melalui impor untuk menambah stok di pasar domestik. Sebaliknya apabila negara memiliki stok berlebih yang menyebabkan harga barang menjadi murah maka kegiatan ekspor bisa dilakukan untuk mengurangi barang. 

Adakah dampak negatif perdagangan bilateral untuk suatu negara? 

Walaupun kerja sama perdagangan bilateral mendatangkan banyak manfaat bagi negara yang terlibat, tetapi aktivitas ekonomi ini juga bisa membawa dampak negatif. Sejumlah dampak negatif dari perdagangan bilateral adalah sebagai berikut. 

1. Produk dalam negeri semakin menurun

Adanya perdagangan bilateral ini akan turut menimbulkan persaingan industri antar-negara. Apabila industri di suatu negara memiliki kualitas produksi barang yang rendah dan harga yang relatif mahal dibandingkan dengan negara lainnya, maka negara tersebut akan mengalami penurunan jumlah permintaan. Ini karena konsumen cenderung mencari barang dengan kualitas bagus dan harga yang terjangkau.

2. Ketergantungan terhadap negara-negara maju

Dari sisi produksi barang, negara berkembang dan miskin memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap negara maju dalam faktor produksi, khususnya yang berkaitan dengan teknologi. Sedangkan dari sisi konsumsi barang, pengembangan barang elektronik serta otomotif sampai saat ini makin dikuasai oleh negara-negara maju. Akibatnya, negara miskin dan berkembang mayoritas masih sebagai konsumen saja.

3. Industri kecil kesulitan untuk bersaing

Keterbatasan modal sering kali jadi hambatan bagi industri-industri kecil untuk mengembangkan diri. Aktivitas perdagangan bilateral berpotensi semakin membatasi ruang gerak industri kecil karena harus bersaing dengan industri nasional maupun multinasional yang memiliki modal lebih besar.

4. Persaingan tidak sehat 

Langkah pemerintah suatu negara untuk memenangkan persaingan di perdagangan internasional, dengan membuat sejumlah kebijakan seperti dumping dan praktik tarif impor, adalah tidak tepat. Strategi itu merusak esensi dari perdagangan internasional yang seharusnya didasarkan kepada prinsip persaingan usaha yang sehat.

Manfaatkan kemudahan trading bersama GIC

Belum kenal dengan GIC? Mari berkenalan. Berbeda dengan perusahaan pialang konvensional lainnya, GIC melalui platform GICTrade memberikan solusi bagi para trader yang tidak ingin dibebankan dengan tingginya biaya trading. GICTrade adalah sebuah platform peer-to-peer trading yang mempertemukan trader dan market maker.

Lalu, apa istimewanya GICTrade? Sebagai platform yang mempertemukan trader dan market maker, Anda sebagai calon nasabah tentu bisa memilih diantara keduanya, yaitu menjadi trader atau market marker.

Peran GICTrade sebagai penyedia tempat transaksi bisa meminimalisir biaya dan membantu memaksimalkan profit untuk para trader dan market maker serta menciptakan suasana transaksi dan hasil yang adil. Trader akan diuntungkan dengan tidak adanya biaya komisi dan biaya swap serta spread yang rendah karena adanya market maker sebagai penyedia likuiditas.

Anda juga bisa bergabung dengan komunitas trader di Telegram GICtrade untuk bertanya langsung kepada sesama trader seputar pengalaman trading. Follow juga Instagram GIC untuk mendapatkan informasi webinar dan berbagai hadiah menarik. Selain itu, di YouTube GIC, para trader juga bisa belajar trading gratis loh!

Tunggu apalagi? Makin lengkap fitur yang mendukung penuh Anda untuk memulai investasi dan trading forex melalui GIC. Jadikan transaksi lebih simpel, aman, dan menguntungkan. Mulailah dengan membuat akun demo.

Yuliati Iswandiari
Yuli is a writer and editor with over 4 years of experience who covering a wide range of writing. She always worked on the digital team. Previously she covered the health, lifestyle, and beauty content. As a writer for GIC, her mission is to provide educational information to help you make smarter and better-informed decisions because she knows finance can be complex and intimidating.