Diversifikasi Investasi: Pengertian, Tujuan hingga Contoh

Artikel ini terakhir di perbaharui January 25, 2022 by Rinaldi Syahran
Diversifikasi Investasi: Pengertian, Tujuan hingga Contoh
Sumber oleh aukid via freepick

Berbagai macam risiko ketika menjalankan investasi pastinya sangat mengganggu dalam pelaksanaannya. Risiko-risiko tersebut pastinya berpengaruh besar terhadap investasi milik kalian. Namun, terdapat cara yang bisa meminimalisir adanya risiko tersebut dengan cara diversifikasi investasi, yang akan kita bahas pada artikel kali ini.

Diversifikasi investasi adalah suatu cara yang dilakukan untuk mengurangi sebuah risiko dari investasi yang kalian miliki, dengan cara tidak hanya fokus terhadap satu instrumen efek. Tujuannya pun pasti untuk dapat memaksimalkan sebuah keuntungan yang akan kalian dapatkan. Untuk lebih jelasnya mengenai diversifikasi investasi ini, kalian bisa mulai memahaminya melalui penjelasan di bawah ini. Dan sebelum membaca artikel GICTrade, tidak ada salahnya untuk download aplikasi GIC Mobile, baik di Google Play Store maupun Apps Store.

Diversifikasi Investasi Adalah?

Dilansir pada Investopedia, Diversifikasi investasi adalah sebuah teknik yang dilakukan guna untuk mengurangi risiko yang ada pada investasi kalian, dengan cara mengalokasikan investasi milik kalian pada berbagai macam instrumen yang ada seperti keuangan, industri, komoditas, maupun kategori lainnya. Hal ini akan bertujuan untuk bisa memaksimalkan dari pengembalian dengan melakukan investasi pada area yang berbeda-beda sehingga masing-masing instrumen nantinya akan bereaksi secara berbeda terhadap suatu peristiwa yang sama.

Raih Komisi Sekarang

Sebagian besar para profesional investasi mengatakan setuju bahwa, meskipun hal tersebut tidak menjamin adanya kerugian, namun setidaknya diversifikasi adalah komponen yang terpenting untuk bisa mencapai suatu tujuan keuangan dalam jangka waktu yang panjang sambil meminimalkan risiko yang ada. Maka dari situlah, dapat dilihat bahwa mengapa diversifikasi benar untuk dilakukan dan bagaimana diversifikasi tersebut bisa tercapai dalam portofolio milik kalian.

Cara Kerja Diversifikasi Investasi

Setelah mengetahui apa itu dari diversifikasi investasi itu sendiri, kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana cara kerja dari diversifikasi investasi itu tersebut. Bagi kalian yang ingin memanimalisir tingkat kerugian yang dimiliki, kalian bisa menerapkan cara di bawah ini pada dana investasi milik kalian.

Pahami Risk Tolerance

Langkah pertama yang bisa kalian lakukan untuk diversifikasi investasi adalah dengan memahami dan mengenali risk tolerance itu sendiri. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para pemula di dunia investasi ini adalah mereka hanya memikirkan mengenai keuntungannya saja tanpa memikirkan bagaimana cara untuk menakar risikonya. Sebelum kalian memilih beberapa produk maupun instrumen dalam investasi, maka kalian harus memahami dan juga mengenali terlebih dahulu mengenai seberapa besar dari tingkat risk tolerance milik kalian sendiri. Yang mana adalah seberapa besar dari kemampuan diri untuk bisa menghadapi suatu risiko investasi yang datang secara tiba-tiba.

Sebagai contoh, pada saat nilai saham sedang mengalami penurunan drastis, maka kebanyakan dari para investor pemula akan langsung mengalami panik dengan menjualnya tanpa mempertimbangkan dan melakukan analisa yang tepat. Dengan memiliki risk tolerance yang sesuai ini maka para investor tidak akan gegabah dalam bertindak ketika terjadi suatu risiko investasi yang dirasa kurang menyenangkan nantinya.

Menentukan Jenis Investasi

Selanjutnya adalah dengan cara memilih jenis investasi yang tepat dan juga paling sesuai dengan kondisi yang kita miliki serta kebutuhan yang ada. Lebih baiknya, jenis dari investasi yang diambil harus sesuai dengan tingkatan risk tolerance yang dimiliki oleh diri sendiri. Sebagai contohnya, suatu investasi saham yang memiliki dividen cukup besar namun memiliki resiko yang juga tinggi. Jika kalian tidak sanggup menghadapi risikonya, maka sebaiknya kalian memilih jenis investasi yang lainnya dengan lebih rendah risiko seperti emas misalnya.

Menentukan Tujuan Investasi

Selanjutnya yang tidak kalah penting juga dalam melakukan diversifikasi adalah dengan menentukan apa yang bisa menjadi tujuan dalam melakukan investasi. Jika tujuannya untuk menambah suatu kekayaan maka dengan melakukan investasi jangka panjang adalah pilihan yang tepat. Namun jika tujuan kalian hanya untuk mendapatkan keuntungan semata secara instan, maka kalian bisa memilih investasi berjangka pendek. Contoh dalam melakukan investasi jangka panjang misalnya seperti saham dan emas, sedangkan untuk investasi jangka pendek misalnya seperti deposito ataupun obligasi.

Diversifikasi Produk

Langkah diversifikasi selanjutnya yang bisa dilakukan dengan cara menanamkan dana pada produk yang berbeda meskipun jenis investasinya sama. Misalnya jika saham, maka kalian bisa membeli saham pada beberapa perusahaan yang lainnya dengan tidak hanya pada satu bisnis saja. Dengan begitu, maka ketika harga saham pada satu perusahaan sedang menurun, maka para investor masih bisa memiliki peluang suatu keuntungan pada saham lainnya.

Jenis-jenis Diversifikasi Investasi

Setelah mengetahui bagaimana cara kerja dari diversifikasi investasi ini, kali ini kalian akan mengetahui apa saja jenis-jenis dari diversifikasi investasi itu sendiri. Jenis tersebut dibagi menjadi dua, vertikal dan horizontal, untuk pengertian lebih lanjutnya mengenai jenis diversifikasi investasi adalah, kalian bisa memahami melalui penjelasan berikut ini.

Diversifikasi Vertikal

Diversifikasi vertikal merupakan strategi yang membuat produk dengan level kegunaan yang berbeda-beda, namun masih bisa melengkapi atau menggantikan satu sama lain. Terdapat beberapa contoh dari diversifikasi produk yang secara vertikal yaitu kitchen set yang dijual secara terpisah, onderdil kendaraan, ataupun produksi susu sapi dan juga susu kedelai formula pada satu perusahaan, maupun sebagainya.

Atau sebagai contoh mudahnya, misalnya saja suatu perusahaan peternakan sapi yang bukan hanya menjual daging sapi, namun perusahaan tersebut bisa mengembangkan bisnisnya pada arah yang lebih spesifik lagi, seperti produksi sebuah kulit sapi yang kemudian diturunkan lagi produknya menjadi bahan ke perusahaan khusus yang sedang membuat sepatu.

Diversifikasi Horizontal

Keragaman yang dibuat oleh diversifikasi horizontal merupakan diversifikasi yang dilakukan dengan cara membagi usaha ke samping. Sebagai contohnya dari perusahaan kulit yang akan memproduksi sebuah sepatu, tas, maupun ikat pinggang. Produk hasil olahan kulit sapi tersebut bisa disebut sebagai produk dari diversifikasi horizontal.

Hal ini merupakan strategi untuk menciptakan berbagai macam produk yang berjenis sama, namun dibedakan dari segi merek, ukuran, maupun target pasar. Strategi diversifikasi yang satu ini merupakan diversifikasi yang paling banyak untuk dilakukan pada Indonesia. Beberapa contoh untuk diversifikasi produk horizontal yang terbanyak ini seperti mi instan, obat-obatan, makanan camilan, sabun mandi, sampo beserta kondisioner, dan lain sebagainya.

Cara Melakukan Diversifikasi Investasi

Selanjutnya terdapat cara yang bisa kalian lakukan untuk melakukan diversifikasi investasi ini. Cara di bawah ini bisa kalian terapkan ketika melakukan diversifikasi itu sendiri. Cara melakukan diversifikasi investasi adalah:

Menentukan Korelasi

Portofolio yang telah terdiversifikasi ini akan membantu keseluruhan dari investasi milik kalian untuk bisa menyerap setiap risiko dari suatu gangguan keuangan yang ada, dengan cara memberikan keseimbangan yang baik pada rencana tabungan milik kalian sendiri. Diversifikasi ini tidak terbatas hanya pada jenis instrumen investasi ataupun kelas sekuritas, hal ini juga bisa meluas pada setiap sekuritas tersebut.

Kalian bisa berinvestasi pada industri yang berbeda seperti, obligasi, industri, ataupun tenor. Misalnya, kalian tidak bisa menaruh semua investasi milik kalian pada sektor farmasi, meskipun sektor tersebut merupakan sektor yang paling berkinerja baik di tengah pandemi saat ini di antara sektor-sektor yang lainnya. Pastinya masih terdapat diversifikasi di sektor lain yang sedang berkembang yaitu, seperti teknologi pada pendidikan maupun teknologi informasi.

Bahkan jika kalian telah memiliki banyak jenis investasi yang berbeda, maka jika semua tren sedang mengalami kenaikan atau penurunan yang bersama-sama, maka portofolio yang kalian miliki tidak terdiversifikasi dengan tepat. Sebagai contoh, obligasi dengan imbal hasil tinggi akan sering memiliki korelasi yang positif dengan aset saham. Maka dari itu, portofolio yang keseluruhannya terdiri dari obligasi dan juga saham imbal hasil yang tinggi tidak akan terdiversifikasi dengan baik.

Diversifikasi Antar Kelas Aset

Instrumen investasi ini menawarkan beberapa kelas aset yang bisa kalian pilih, antara lain:

  1. Ekuitas (saham)
  2. Investasi pendapatan tetap (obligasi)
  3. Kas dan setara kas
  4. Aset riil termasuk properti dan komoditas

Kelas aset ini pastinya akan memiliki berbagai macam tingkat risiko dan juga pengembalian, jadi dengan cara menyertakan investasi pada seluruh kelas aset yang ada nantinya bisa membantu kalian dalam membuat portofolio yang telah terdiversifikasi. Portofolio investasi yang telah terdiversifikasi ini pada umumnya akan mengandung setidaknya dua kelas aset yang dimiliki.

Keragaman dalam Kelas Aset

Terdapat berbagai macam kelas aset yang bisa kalian pilih untuk dijadikan sebagai aset investasi. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan diversifikasi dalam kelas aset.

  1. Industri.  Jika kalian memilih untuk berinvestasi pada saham energi, maka kalian bisa mempertimbangkan untuk menambahkan sektor seperti teknologi, biotek, utilitas, ritel, dan industri lainnya ke dalam portofolio yang kalian miliki.
  2. Investasi pendapatan tetap (obligasi).  Kalian bisa mencari obligasi dengan waktu jatuh tempo yang berbeda-beda juga dari penerbit yang berbeda pula untuk bisa meminimalisir kerugian, termasuk pada pemerintah dan juga perusahaan AS.
  3. Dana.  Sementara terdapat beberapa dana yang melakukan pelacakan pasar saham dengan cara keseluruhan (ynag biasa dikenal sebagai dana indeks), dana lain tersebut akan fokus pada segmen pasar pada saham tertentu. Maka dari itu, jika tujuan kalian adalah melakukan diversifikasi, kalian bisa memeriksa saham apa saja yang akan diinvestasikan pada dana milik kalian untuk bisa memastikan bahwa investasi milik kalian tidak terlalu terekspos pada satu area ataupun area yang lain.

Diversifikasi Berdasarkan Lokasi

Adanya kelas aset bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk melakukan suatu diversifikasi. Maka sebaiknya kalian pertimbangkan sebuah lokasi dan juga eksposur global. Sebagai contoh, jika kalian hanya memiliki sebuah sekuritas pada saham AS, maka seluruh portofolio yang kalian miliki akan tunduk pada risiko khusus yang berada pada AS. Meskipun saham dan juga obligasi asing tersebut dapat meningkatkan diversifikasi portofolio kalian, namun saham tersebut akan tetap tunduk pada risiko spesifik negara tersebut, seperti pada pajak luar negeri, suatu risiko mata uang, ataupun risiko yang terkait dengan perkembangan politik dan ekonomi.

Jelajahi Investasi Alternatif

Jika kalian sedang mencari diversifikasi tambahan, maka terdapat sebuah aset seperti Real Estate Investment Trusts (REIT) dan juga komoditas adalah opsi yang potensial.

  1. REIT tersebut bekerja dengan mengoperasikan properti, seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan ataupun gedung apartemen. Memiliki saham pada REIT berarti akan memberi kalian suatu kesempatan untuk bisa menerima dari sebagian pendapatan bisnis itu sendiri dalam suatu bentuk dividen. Selain itu juga, REIT tidak berkorelasi secara kuat dengan saham maupun obligasi.
  2. Investasi komoditas adalah investasi yang berbentuk barang fisik, mulai dari komoditas emas hingga gas alam, hasil tani seperti gandum dan juga bahkan ternak. Kalian bisa membeli komoditasnya secara langsung atau melalui komoditas yang berbentuk dana.

Seimbangkan Kembali Portofolio Secara Teratur

Bahkan untuk portofolio yang paling beragam pun tetap perlu untuk diseimbangkan kembali. Seiring dengan berjalannya waktu, investasi tertentu pastinya akan mendapatkan nilai, sementara yang lain akan kehilangannya. Teknik Rebalancing merupakan suatu cara untuk melakukan negosiasi antara risiko dan juga imbalan yang bisa membantu portofolio milik kalian tetap terjaga pada jalurnya di tengah pasang surut yang ada pada pasar. Terdapat situasi tertentu yang mungkin bisa memicu penyeimbangan kembali atau rebalancing ini, termasuk pada volatilitas pasar dan juga peristiwa yang besar.

Pertimbangkan Toleransi Risiko

Toleransi yang kalian lakukan terhadap risiko juga dapat memengaruhi pendekatan kalian terhadap suatu diversifikasi. Umumnya, semakin lama jangka waktu toleransi kalian, maka semakin kalian dapat mengatasi kerugian dalam jangka waktu pendek untuk bisa berpotensi menangkap keuntungan dalam jangka waktu yang panjang.

  1. Investor agresif, yang umumnya akan memiliki cakrawala dalam jangka waktu 30 tahun ataupun lebih. Dengan fleksibilitas ini, mereka akan memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi dan bisa mengalokasikannya sebesar 90 persen dari uang mereka untuk saham dan hanya sebesar 10 persen untuk suatu obligasi.
  2. Investor moderat, yang mana mereka akan memiliki waktu sekitar 20 tahun lamanya sebelum mereka akan membutuhkan uang, umumnya mereka akan mengalokasikan persentase yang lebih rendah untuk suatu saham daripada seorang investor agresif. Misalnya, mereka mungkin akan memiliki 70 persen dari dana mereka di saham dan sebesar 30 persen di obligasi.
  3. Investor konservatif, mereka yang memiliki toleransi pada risiko kecil atau nantinya akan membutuhkan uang mereka pada jangka waktu 10 tahun atau kurang, sehingga dapat melakukan keseimbangan secara 50/50 antara saham dan juga obligasi.

Contoh Diversifikasi Investasi

Bagi kalian yang belum memahami bagaimana kegiatan diversifikasi tersebut, berikut contoh pemahaman yang bisa kalian pelajari untuk memahami bagaimana diversifikasi investasi adalah:

Sebagai contoh Rania sedang bekerja pada sebuah perusahaan yang berpenghasilan per bulannya sebesar Rp 10 juta. Maka jika mengikuti sebuah teori yang mengatur keuangan dengan perbandingan 50/20/30, Rania diharuskan untuk menyisihkan uangnya sebesar Rp 2 juta per bulannya untuk melakukan investasi.

Agar tujuan investasi Rania itu dapat terwujud, maka Rania harus melakukan diversifikasi investasi yang sebagaimana telah dijelaskan di atas yaitu dengan cara bermain pada berbagai macam sektor pasar. Untuk yang Rania pilih ini merupakan investasi pada saham, reksadana pendapatan tetap, dan juga tabungan emas. Rania sendiri diketahui sebagai seorang investor yang memiliki karakteristik agresif.

Untuk contoh lainnya yaitu, pada sebuah perusahaan produsen tepung terigu yang akan melakukan sebuah diversifikasi pada bisnis lainnya seperti menjadi suatu produsen mi instan dikarenakan bahan bakunya yang masih memproduksi terkait dengan tepung terigu.

Contoh diversifikasi lain yang bisa dijalankan oleh perusahaan namun masih bisa berhubungan dengan bisnis yang inti yaitu produksi dari tepung terigu seperti melakukan diversifikasi usaha dengan mendirikannya sebuah perusahaan roti.

Perusahaan yang sama lainnya juga bisa mendirikan suatu perusahaan pakan ternak, dikarenakan terdapat banyak tepung terigu yang berkualitas rendah sehingga tepung tersebut bisa diolah menjadi pakan hewan. Perusahaan-perusahaan tersebut bahkan bisa melakukan ekspansi dengan cara membuka bisnis restoran yang akan menjual berbagai macam menu pada tepung tersebut.

Keuntungan Diversifikasi Investasi

Selanjutnya terdapat keuntungan dari kegiatan diversifikasi jika kalian telah melakukan hal ini. Keuntungan diversifikasi investasi adalah:

Mengurangi Risiko Portofolio

Risiko keseluruhan dalam portofolio terdiri dari dua jenis risiko: sistematis dan juga tidak sistematis. Risiko sistematis, juga disebut sebagai risiko yang tidak dapat di diversifikasi, pada dasarnya merupakan risiko pasar yang dilakukan secara keseluruhan yang dihadapi oleh semua saham dan sesuatu yang tidak dapat dikurangi melalui diversifikasi.

Sebagai contoh, kehancuran pada pasar tahun 2008 yang disebabkan oleh krisis kredit yang mengakibatkan 95% dari perdagangan saham lebih rendah, termasuk pada perusahaan yang sedang memiliki eksposur yang sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali terhadap perumahan dan juga keuangan. Di sisi lain, risiko yang tidak sistematis khusus untuk perusahaan atau industri dan dapat didiversifikasi. Sebagai contoh, portofolio yang terkonsentrasi pada saham pertambangan emas turun secara signifikan karena gangguan besar di tambangnya atau jatuhnya harga emas itu sendiri. Risiko ini dapat dikurangi jika portofolio tersebut telah terdiversifikasi ke sejumlah saham yang berbeda di industri yang berbeda.

Meningkatkan Pengembalian Risiko yang Disesuaikan

Saat melakukan evaluasi pengembalian portofolio, tidak cukup hanya melihat angka akhir. Sama pentingnya dengan kebutuhan untuk melihat risiko yang diperlukan untuk mendapatkan pengembalian itu. Misalnya, katakanlah dua portofolio terpisah menghasilkan 7% untuk tahun ini, namun yang satu terdiversifikasi sementara yang lain terkonsentrasi pada stok biotek saja.

Meskipun kedua portofolio menghasilkan pengembalian yang sama, yang terakhir bisa mengambil lebih banyak risiko (diukur dengan standar deviasi) dan kemungkinan besar lebih tidak stabil selama rentang waktu yang sama.

Menyeimbangkan Neraca Ekonomi

Aset setiap individu terdiri dari dua komponen utama: modal keuangan dan modal manusia. Modal finansial adalah semua aset yang berwujud (yaitu real estate) dan tidak berwujud (yaitu saham) yang dimiliki oleh seorang individu. Modal manusia, juga disebut modal kerja bersih, adalah aset tersirat, yaitu nilai sekarang bersih dari pendapatan masa depan investor dengan mempertimbangkan kemungkinan bertahan hidup. Gabungan, kedua komponen ini membentuk aset pada Neraca Ekonomi individu.

Meningkatkan Eksposur = Peluang

Strategi portofolio yang terdiversifikasi akan mengekspos investor ke aset, sektor, dan saham yang mungkin tidak terekspos oleh investor. Pasar sering mengalami periode rotasi di mana sektor-sektor tertentu melihat aliran modal masuk dengan mengorbankan sektor lain, sehingga kinerja satu sektor mengungguli sektor lainnya. Ini berarti bahwa sektor maupun pasar yang berkinerja paling buruk akan berpotensi menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di tahun berikutnya. Misalnya, seorang investor yang hanya berinvestasi di saham AS tidak akan mendapatkan keuntungan jika pasar internasional mulai mengungguli di tahun-tahun berikutnya. Disiplin diversifikasi dapat menyebabkan portofolio selalu memiliki eksposur ke sektor kepemimpinan dan pasar.

Tetap Tenang & Diversifikasi Aktif

Portofolio yang terdiversifikasi akan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk memantau portofolio, dengan membantu mencapai investasi jangka panjang yang lebih baik, dan pada gilirannya membawa lebih banyak ketenangan pikiran. Portofolio yang terdiversifikasi akan lebih stabil karena tidak semua investasi akan bergerak sinkron, sehingga tidak terlalu rentan terhadap pergerakan besar di pasar. Selain itu, pengembalian yang lebih dapat diprediksi dengan sedikit volatilitas dapat membantu investor untuk tidak kehilangan fokus atau menjadi emosional, yang mengakibatkan keputusan investasi yang buruk. Misalnya, investor yang sangat terkonsentrasi di saham teknologi sebelum gelembung teknologi 2001 memiliki rencana keuangan jangka panjang yang berantakan setelah kehancuran. Ini mungkin menghasilkan lebih banyak tekanan emosional dan profesional, yang pada gilirannya dapat menyebabkan keputusan investasi yang buruk.

Setelah mengetahui segala hal mengenai apa itu diversifikasi ini, beserta cara kerja, jenis, keuntungan, beserta dengan contohnya, kalian juga masih bisa mencari informasi lainnya pada media lain seperti buku, internet, jurnal, maupun yang lainnya. Kalian juga bisa menerapkan diversifikasi ini pada investasi kalian agar dapat meminimalisir kerugian yang akan terjadi kedepannya.

Demikianlah informasi yang telah GICTrade rangkum mengenai penjelasan “Diversifikasi Investasi, Cara Meminimalisir Risiko Investasi”. Sedangkan bagi kalian masih mencari info mengenai hal lainnya seperti tokoh dunia ekonomi, obligasi, maupun mengenai hal lainnya seputar perekonomian dunia, kalian juga bisa mencari informasi trivia tersebut yang ada pada Jurnal GIC, seperti “Risiko Investasi dan Risk Management“. Kalian juga bisa lebih memperdalam ilmu trading komoditas, forex, maupun saham pada platform GICTrade, melalui ebook scalping mapun NFP live trading yang telah disediakan oleh GICTrade itu sendiri.

Wachda Mihmii
SEO writer who is experienced in various Indonesian national media. Aspiring to be a book or novel writer. Has experience as a Creative Director.

Daftarkan Diri Anda Sekarang


Setelah melakukan pendaftaran anda akan diberikan video workshop dari Trader Profesional Kami