Para pelaku bisnis pasti mengenal istilah capital expenditure, atau yang biasa disingkat CapEx. Capital expenditure adalah salah satu aspek penting dalam menjalankan bisnis agar bisa menghasilkan keuntungan yang sesuai harapan. Dalam menjalankan bisnis dan perusahaan, kita harus memiliki hitungan modal dan biaya pengeluaran. Untuk melakukan perhitungan tersebut, kita bisa melakukannya dengan dua cara, pertama yaitu Capital Expenditure (CapEx), kedua dengan Operating Expenses (OpEx). Dalam kesempatan kali ini, kita akan mengulas tuntas segala hal terkait CapEx, mulai dari pengertian dan definisi, contoh serta bagaimana cara penggunaannya.

Apa Itu Capex (Capital Expenditure)?

Secara harfiah, capital expenditure adalah biaya pengeluaran perusahaan yang digunakan untuk membeli, menjalankan, merawat dan memperbaiki aset perusahaan yang dimiliki. Perawatan aset yang dimiliki sangat penting, seperti kendaraan, bangunan, dan peralatan yang berkaitan dengan jalannya sebuah bisnis dari perusahaan tersebut. Capital expenditure bisa diartikan juga sebagai biaya modal awal. Pada saat menjalankan bisnis atau perusahaan, kita harus memiliki modal awal. Pada masa awal menjalankan bisnis, kita memperhitungkan modal untuk jalannya sebuah usaha dalam jangka waktu beberapa waktu. Tidak hanya di masa awal perjalanan bisnis, perusahaan atau bisnis juga biasanya memiliki CapEx setelah perusahaan berjalan beberapa tahun. Hal ini biasanya terjadi ketika perusahaan tersebut mendapatkan sebuah proyek besar yang bisa memberikan keuntungan tinggi. Maka dari itu, biaya yang dibutuhkan untuk CapEx tidaklah sedikit, selain berkaitan dengan keuntungan perusahaan, CapEx juga akan memberikan dampak pada peningkatan kepuasan konsumen. Melakukan perhitungan CapEx, membutuhkan capital expenditure formula yang tepat. Oleh karena itu, berikut ini beberapa jenis dan contoh dari capital expenditure sebagai gambaran bagi kita yang masih awam dan baru akan memulai sebuah perusahaan dan membutuhkan edukasi lebih terkait CapEx.

Pengertian Capital Expenditure Menurut Para Ahli

Biaya modal (capital expenditure) adalah:
  1. Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan manfaat lebih dari satu periode akuntansi (Mulyadi, 2005:16)
  2. Pengeluaran yang meningkatkan kapasitas atau efisiensi aktiva atau yang memperpanjang masa manfaat (Horngren et al, 2006:467)
  3. Pengeluaran modal (capital expenditure) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh aset tetap, meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas produktif aset tetap, serta memperpanjang masa manfaat aset tetap. Biaya-biaya ini biasanya dikeluarkan dalam jumlah yang cukup besar (material), namun tidak sering terjadi (Hery, 2016:270)
  4. Pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan dengan harapan bahwa pengeluaran tersebut akan memberikan manfaat atau hasil (benefit) untuk jangka waktu yang lebih dari setahun (Syamsuddin, 2011:410)
  5. Pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi (Halim, 2008: 101)
  6. Pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah aset tetap / inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi, termasuk di dalamnya adalah pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas aset (Standar Akuntansi Pemerintah)

Perbedaan Capital Expenditure & Revenue Expenditure

Berbeda dengan OpEx atau disebut juga revenue expenditure, CapEx merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kebutuhan yang terkait dengan perusahaan dalam jangka panjang. Sementara OpEx (Operating Expenses) merupakan biaya pengeluaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan operasional perusahaan, sebagaimana pengertian dari operating expenses (biaya pengeluaran). Kebutuhan seputar biaya listrik, biaya bahan bakar, biaya karyawan dan biaya gedung masuk dalam OpEx. Secara singkat, penjelasan perbedaan capital expenditure (belanja modal) dan revenue expenditure (pengeluaran pendapatan) adalah sebagai berikut:
  1. Capital expenditure memberikan manfaat ekonomis di masa mendatang, sedangkan revenue expenditure pada saat periode berjalan terjadinya aktivitas pengeluaran.
  2. Capital expenditure dianggap sebagai aset tetap dalam neraca, sedangkan revenue expenditure sebagai beban pada laporan laba/rugi.
  3. Manfaat ekonomis capital expenditure lebih dari satu tahun buku, sedangkan revenue expenditure tidak lebih dari satu tahun buku.
  4. Capital Expenditure nilai materialnya cenderung besar atau cukup material, sedangkan revenue expenditure nilai materialnya cenderung kecil.

Contoh Capital Expenditure

Berikut ini beberapa contoh capital expenditure. Mengetahui contoh capital expenditure adalah hal penting, agar kita bisa lebih mengetahui seluk beluk terkait CapEx demi kepentingan berjalannya bisnis yang kita jalankan. Informasi terkait capital expenditure examples dirangkum dari berbagai sumber terpercaya, contoh capital expenditure adalah :

Equipment replacement

Contoh yang pertama adalah equipment replacement, jenis CapEx ini dilakukan bertujuan untuk menambah aset perusahaan karena dorongan untuk kebutuhan baru dari perusahaan tersebut, dan sudah tidak berfungsi beberapa aset perusahaan yang lama. CapEx jenis ini dilakukan untuk memperbaharui perusahaan untuk menjawab segala kebutuhan baru, baik berasal dari pasar atau dari konsumen itu sendiri. Namun, terdapat juga satu kondisi yang mengharuskan perusahaan menutup tokonya guna mempertahankan perusahaan di tengah kesulitan. Sebagaimana contoh yang bisa kita lihat dari berbagai perusahaan yang di masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak yang harus gulung tikar, memutus kontrak kerja dengan karyawan, dan memutus kontrak non committed capital expenditure. Non committed capital expenditure adalah sebuah kesepakatan terkait CapEx yang dilakukan oleh perusahaan kepada pihak yang dianggap mampu mengurus persoalan CapEx.

Expansion to meet growth in exiting products

Jenis CapEx ini jika diartikan adalah ekspansi untuk mencapai pertumbuhan dalam produk perusahaan yang eksis di konsumen. Maka dari itu, tujuan CapEx satu ini untuk melakukan ekspansi perusahaan yang ditinjau dari beberapa aspek. Tinjauan aspek yang paling penting adalah dari segi efisiensi biaya pengeluaran perusahaan untuk mendapatkan pertumbuhan perusahaan yang tinggi sehingga menghasilkan pemasukan yang besar di lingkungan pasar yang baru.

Expansion generated by new products

Setiap perusahaan memiliki produk yang menjadi andalan. Namun, tidak ada perusahaan yang cukup dengan satu produk yang dikeluarkan. Guna mendapatkan hati para konsumen, perusahaan pasti melakukan berbagai inovasi untuk bisa bertahan dan berkembang. Salah satunya, dengan mengeluarkan produk baru. Ketika perusahaan mengeluarkan produk baru, dibutuhkan perhitungan terkait hal tersebut. Jenis CapEx satu ini dibutuhkan untuk mengeluarkan produk baru. Types of capital expenditure ini dapat menghasilkan perhitungan biaya yang dibutuhkan untuk sebuah perusahaan saat akan meluncurkan produk baru.

Projected mandated by law

Dalam setiap perusahaan selalu ada uang yang masuk sebagai pendapatan dan biaya yang keluar sebagai kebutuhan perusahaan tersebut. Hal tersebut masuk dalam capital expenditure formula. Perusahaan membutuhkan model perhitungan CapEx, yang sesuai dengan hukum yang berlaku. Maka dari itu, jenis CapEx satu ini dibutuhkan. Terutama dalam perusahaan yang bergerak di bidang tambang, yang sangat berkaitan ketat dengan hukum dan peraturan negara. Karena berkaitan dengan limbah berbahaya yang dihasilkan, bagaimana menanganinya agar tidak merugikan masyarakat dan lain sebagainya. Dalam CapEx dikenal juga istilah revenue expenditure, yaitu pengeluaran yang menguntungkan dalam satu periode akuntansi yang dikenal juga dengan istilah pengeluaran pendapatan. Capital expenditure dan revenue expenditure adalah dua hal yang berbeda, namun sama-sama berbicara tentang biaya pengeluaran sebuah perusahaan.

Rumus Capital Expenditure

Sejauh penjelasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa maksud capital expenditure adalah untuk melancarkan proses operasional perusahaan, terutama dalam jangka waktu yang panjang. Untuk melakukan perhitungan CapEx, tentu saja membutuhkan rumus atau formula. Kita tidak bisa melakukan perhitungan begitu saja. Contoh form CapEx atau rumus untuk dapat menghitung CapEx adalah: Rasio Capital Investment = Capital Expenditure Annual : Total Aset Perusahaan Capital expenditure Annual adalah arus kas dalam kegiatan investasi di setiap periode akuntansi. Dengan membagi capital expenditure annual dan total aset perusahaan kita bisa mendapatkan angka rasio capital investment. Sementara itu, kita bisa mendapatkan capital expenditure annual dan total aset perusahaan di laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan secara berkala setiap tahunnya. Dengan informasi total aset dan capital expenditure di dalam laporan keuangan, kita bisa mengimplementasikan rumusan di atas dan mendapatkan perhitungan dari CapEx yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan begitu, rancangan anggaran keuangan perusahaan, terutama terkait dengan biaya pengeluaran bisa dihitung dengan baik untuk keberlangsungan perusahaan itu sendiri. Bukan hanya sekedar memperlancar proses kegiatan operasional perusahaan dalam jangka tertentu, CapEx juga memiliki beberapa manfaat yang baik untuk perusahaan, demi keberlangsungan perusahaan itu sendiri.

Manfaat Menghitung Capital Expenditure

Perusahaan harus melakukan berbagai keputusan penting, agar perusahaan tersebut bisa berjalan dengan lancar dan juga bisa mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan harapan. Untuk mencapai hal tersebut, CapEx merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan. Karena CapEx memiliki beberapa manfaat yang bisa berguna dalam waktu jangka panjang.

Efek jangka panjang bagi perusahaan

Manfaat pertama dari CapEx yaitu dapat memberikan dampak baik di masa depan bagi perusahaan itu sendiri. Perhitungan terkait biaya produksi perusahaan yang dilakukan dalam beberapa tahun ke depan dapat memberikan pengaruh besar terhadap berjalannya perusahaan setiap tahunnya. Hal ini juga dapat berpengaruh bagi perusahaan yang akan melakukan investasi modal. Investasi modal sangat memberikan dampak bagi perusahaan. Biaya operasional merupakan pertimbangan penting bagi perusahaan untuk melakukan investasi modal atau menerima dana investasi.

Investasi perusahaan di masa yang akan datang

Tidak bisa dipungkiri, bahwa untuk dapat melakukan CapEx sebuah perusahaan membutuhkan biaya yang sangat besar. Karena CapEx menghitung secara detail terkait biaya pengeluaran perusahaan. Baik itu penggunaan aset, pemeliharaan dan lain sebagainya. Namun, hal tersebut merupakan sebuah investasi yang dikeluarkan perusahaan untuk masa depan perusahaan yang cerah. Perhitungan CapEx dapat mencegah perusahaan mengambil keputusan yang merugikan perusahaan, karena setiap perhitungan CapEx yang dilakukan sangat detail dan mempertimbangkan banyak hal.

Pengeluaran biaya awal

Jangan pernah berasumsi bahwa biaya yang dikeluarkan di awal merupakan biaya yang besar. Karena, untuk dapat berjalan sebuah perusahaan membutuhkan dana yang besar demi menghasilkan pendapatan yang lebih besar lagi. Perhitungan CapEx dapat mengukur biaya awal yang dikeluarkan dengan prediksi pemasukan bagi perusahaan itu sendiri. Perhitungan tersebut merupakan hasil yang sangat spesifik, meskipun banyak faktor eksternal lain yang berpengaruh yang tidak bisa diprediksi pula. Namun setidaknya, perusahaan telah melakukan perhitungan dan mengukur secara jelas dengan menggunakan CapEx.

Mencegah depresiasi

Depresiasi merupakan biaya penyusutan perusahaan. Agar perusahaan dapat mencegah terjadinya depresiasi, diperlukan perhitungan detail dan akurat, hal tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan CapEx. Karena, CapEx dapat memberikan peningkatan aset perusahaan. Ketika aset perusahaan mulai digunakan, depresiasi aset pun dimulai. CapEx juga dapat menghitung penggunaan aset agar depresiasi bisa dicegah.

Kesulitan dalam Menghitung Capital Expenditure

Untuk bisa merasakan manfaat dari CapEx yang telah diurai di atas, tentu saja kita harus melakukan CapEx dengan sebaik mungkin. Melakukan perhitungan CapeEx tidak bisa dilakukan dengan mudah. Banyak hambatan dan kesulitan yang akan kita hadapi. Beberapa hal di bawah ini merupakan kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi, sebagai gambaran bagi kita agar bersiap dalam melakukan perhitungan CapEx:

Persoalan pengukuran

Karena CapEx merupakan perhitungan detail terkait biaya operasional dalam jangka panjang, maka hambatan atau kesulitan pertama yang akan ditemui adalah seputar pengukuran atau perkiraan biaya. Terdapat beberapa aspek yang mungkin akan terlewati atau memiliki efek yang tidak terukur, namun hal tersebut wajar belaka dalam perhitungan CapEx.

Ketidakpastian yang dialami

Beberapa aspek yang tidak terukur atau tidak dapat diprediksi merupakan hal yang wajar, sebab dalam menjalani perusahaan banyak ketidakpastian yang dialami. Karena pada dasarnya melakukan perhitungan CapEx akan selalu ditandai dengan ketidakpastian, meskipun kita melakukan usaha perhitungan untuk jangka panjang perusahaan. Sebaik apapun perhitungan jangka panjang, kesalahan dan ketidaksesuaian pasti akan dialami.

Spread temporal

Manfaat serta biaya yang berkaitan dengan CapEx akan diperpanjang, selama beberapa periode yang cukup lama terkait dengan proyek industri atau infrastruktur perusahaan. Hal ini dikenal dengan istilah Spread Temporal. Dalam pelaksanaannya, Spread Temporal akan mendatangkan masalah, terutama dalam estimasi biaya dan pelaksanaannya.

Tips menghitung CapEx secara efisien

Namun, beberapa hal di atas terkait kesulitan yang dihadapi tidak lantang mengurangi manfaat dari CapEx itu sendiri. Agar CapEx dapat efektif digunakan, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghitung CapEx secara efisien. Tujuannya tentu saja agar bisa mendapatkan perhitungan CapEx yang baik:

Membuat struktur perusahaan yang jelas sebelum memulai

Biasakan memulai segala sesuatu dengan membuat struktur perusahaan, terutama ketika perusahaan akan memulai proyek industri baru atau mengeluarkan produk baru. Memikirkan ruang lingkup proyek, waktu pelaksanaan proyek dan segala persiapan seperti tenaga kerja, bahan, uang dan pelayanan harus dipikirkan secara terstruktur, agar dapat melakukan perhitungan CapEx yang efisien.

Memiliki pola pikir jangka panjang

Saat melakukan perhitungan CapEx, baik untuk perusahaan secara keseluruhan atau untuk proyek industri baru yang akan digarap, wajib menggunakan pola pikir jangka panjang. Maksudnya, pikirkan segala sesuatu untuk kebutuhan jangka panjang. Karena pada dasarnya perhitungan CapEx ditujukan untuk biaya operasional yang bersifat terus menerus dalam waktu yang panjang. Dengan begitu, kita bisa memperhitungan harus membeli aset, menyisihkan dana untuk keperluan perawatan aset, rekrutmen pekerja baru dan lain sebagainya.

Mengelola data secara akurat

Perhitungan CapEx dilakukan untuk dapat memperhitungkan jumlah biaya yang dibutuhkan perusahaan dalam beberapa waktu ke depan, untuk dapat menghasilkan perhitungan yang akurat, tentu saja dibutuhkan data yang juga akurat. Agar bisa mendapatkan hitungan CapEx yang efisien, kita harus mulai menghasilkan laporan yang detail dan akurat, sebagai bagian dari pengelolaan data yang baik, yang akan bermanfaat untuk melakukan perhitungan CapEx di waktu yang akan datang.

Mengoptimalkan detail perusahaan

Jangan pernah melupakan detail saat membuat laporan keuangan. Karena, dengan detail yang kurang optimal, laporan keuangan perusahaan akan terlihat samar-samar, informasi yang dihasilkan pun akan kurang akurat. Hal ini dapat berdampak buruk dalam membuat CapEx yang efisien. Dalam laporang keuangan, antara detail dan informasi yang akurat diperlukan untuk keseimbangan perusahaan. Terutama dalam pengelolaan data dan informasi.

Membuat kebijakan perusahaan yang jelas

Perusahaan yang membuat CapEx sudah dapat dipastikan merupakan perusahaan besar yang melibatkan banyak orang di dalamnya. Seperti jumlah karyawan yang banyak, jumlah departemen atau divisi perusahaan, dan jumlah aset perusahaan yang juga sangat banyak. Oleh karena itu, untuk menciptakan sistem kerja yang baik, kebijakan perusahaan yang jelas juga perlu diterapkan. Kebijakan perusahaan juga akan sangat berdampak terhadap perhitungan CapEx, meskipun sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa CapEx merupakan perhitungan untuk biaya perusahaan dalam jangka waktu ke depan, hal ini juga sangat berkaitan dengan kebijakan perusahaan. Jika kebijakan perusahaan tidak jelas, perhitungan CapEx yang dihasilkan pun tidak akan optimal dan efisien. Kebijakan yang jelas yang dapat diikuti oleh semua pihak dalam perusahaan agar dapat membuat anggaran biaya yang jelas dan sesuai alur serta jalur yang telah ditentukan.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, kita bisa mendapatkan satu hal yang jelas bahwa CapEx memiliki peranan yang amat penting bagi berjalannya sebuah perusahaan. Terutama bagi perusahaan yang memiliki keinginan untuk sukses dan berkembang. Capital expenditure adalah salah satu perangkat penting untuk mencapai hal tersebut. Kedati pun akan mengalami berbagai kesulitan dan hambatan dalam melakukan perhitungan CapEx, hal tersebut harus dilalui guna menghasilkan sebuah perusahaan yang memiliki keuntungan jelas dan terukur. Sebuah perusahaan yang baik adalah perusahaan yang menghasilkan keuntungan besar, dan selalu berhasil keluar di setiap posisi sulit dengan solusi yang sesuai dengan perusahaan itu sendiri. Selain penjelasan masalah Capital expenditure diatas, Anda dapat membaca artikel lainnya seperti penjelasan capital gain di Jurnal GIC. Jangan ketinggalan juga untuk mendapatkan bonus tambahan dari program affiliate GIC, serta ikuti juga live trading yang telah disediakan GIC untuk melatih Anda dalam melakukan trading forex di NFP Live Trading