Bagaimana Menentukan Range Trading Dengan Pivot Point

Artikel ini terakhir di perbaharui January 13, 2021 by Yahya Kus Handoyo
Bagaimana Menentukan Range Trading Dengan Pivot Point

Bagaimana menentukan range trading dengan pivot point? Meski mempunyai istilah lain tak perlu pusing saat menggunakan pivot point, sebab penggunaan indikator ini tak jauh berbeda dengan level support dan resistance. Layaknya level support dan resistance, harga akan secara berulang menguji kedua level tersebut.

Semakin sering pair mata uang menyentuh level pivot kemudian berbalik, maka semakin kuat level tersebut. Sejatinya, “pivoting ” bisa kita pahami secara sederhana sebagai “mencapai level support atau resistance dan kemudian berbalik”.

Apabila level pivot bertahan di satu titik, hal tersebut dapat menjadi kesempatan trading yang baik bagi kita. Contohnya, pada saat harga bergerak mendekati level resistance teratas, kita dapat pasang “sell” dan menempatkan order “stop” tepat diatas resistance.

Jika harga bergerak mendekati level support, yang perlu kita lakukan adalah sebaliknya; memasang “buy” dan tempatkan order “stop” tepat di bawah level support. Cara kerja indikator ini tidak jauh berbeda dengan sistem kerja level support dan resistance yang biasanya. Agar lebih mudah memahami cara kerja indikator ini, perhatikan grafik GBP/USD dengan time frame 15-menit di bawah ini:

grafik GBP/USD dengan time frame 15-menit

Dalam gambar nampak harga sedang bergerak di sekitar support level S1. Apabila prediksi/analisa anda yakin harga akan bertahan lama di sana, maka yang perlu anda lakukan adalah OP “buy” kemudian tempatkan order “stop-loss” di bawah level support berikutnya.

Namun bagi trader dengan aliran konservatif, kita dapat memasang order “stop” yang cukup luas. Apabila harga bergerak melewati level support S2, kemungkinan besar harga tidak akan bergerak kembali ke atas. Hal ini karena level support S1 dan S2 akan berubah menjadi level resistance.

Bagi trader dengan darah agresif, apabila kita yakin level support pada S1 akan bertahan, maka kita dapat memasang order “stop” tepat di bawah level support S1. Agar mendapatkan keuntungan, kita bisa memasang target pada PP atau R1, yang juga dapat berperan sebagai level resistance. Apa yang terjadi apabila kita memasang order “buy” pada pasar?

Dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

level resistance

Jika Trade plan Anda menargetkan dan mayakini pergerakan harga akan ke arah PP sebagai titik untuk mengambil profit, maka dapat dipastikan bahwa harga akan menyentuh TP kita. Tapi tentu saja, tidak semua pergerakan harga dapat sesederhana itu. Kita tidak dapat bergantung pada level pivot point. Kita perlu memperhatikan, apakah pivot poin sejajar dengan level support dan resistance sebelumnya

Supaya mendapatkan konfirmasi yang lebih jelas, kita bisa menggunakan pivot point dengan bantuan analisis candlestick atau indikator lainnya. Contohnya, apabila kita melihat doji terbentuk di atas S1, atau indikator stochastic mengisyaratkan kondisi oversold di pasar, maka kemungkinan besar S1 akan bertahan sebagai support pergerakan harga.

Secara umum trading terjadi di antara level support dan resistance pertama. Harga terkadang akan bergerak di sekitar level kedua. Dan sesekali dia akan menguji level ketiga. Kita juga harus sepenuhnya paham bahwa terkadang harga akan menembus semua level.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Yahya Kus Handoyo
Strong at Digital Marketing background and experience since 2015 at leading 5-10 people from various digital specialists, ranging from SEO, PPC, Social Media, Content Marketing, Copy Writer, and Front End Developer.