Pergerakan Harga Forex: Pivot Poin, Support dan Resistance

Artikel ini terakhir di perbaharui September 2, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Pergerakan Harga Forex: Pivot Poin, Support dan Resistance

Dalam trading forex pasti kita akan akrab dengan chart/grafik dan kita akan slalu melihat kenaikan maupun penurunan harga yang terjadi. Di dalam pergerakan harga forex tersebut ada satu level harga tertentu yang bisa dijadikan harga terendah maupun harga tertinggi  yang menjadi acuan prediksi dan analisa yang dikenal istilah dengan harga  “Pivot/Pivot Poin”, “Support” dan “Resistance”.

Pivot Point

adalah salah satu cara yang banyak digunakan oleh trader untuk menentukan Support dan Resistance pada pergerakan harga. Pivot Point dibuat berdasarkan harga tertinggi (High), harga terendah (Low), dan harga penutupan (Close) pada periode sebelumnya (kemarin), untuk menghasilkan estimasi level Support dan Resistance pergerakan harga di masa sekarang (hari ini).

Sebagaimana diketahui, trading forex memerlukan level-level referensi, yaitu Support dan Resistance yang digunakan untuk menentukan kapan kita mesti entry, serta dimana kita harus menentukan level Stop Loss dan target (Take Profit).

Jika Anda perhatikan, level-level Support dan Resistance sangat penting untuk menentukan besarnya resiko dalam trading. Tanpa perhitungan resiko yang benar, besar kemungkinannya Anda akan terkena Margin Call. Sebaliknya, dengan menentukan resiko yang sesuai pada setiap trade, maka dalam jangka panjang hasil trading Anda akan cenderung profitable.

RUMUS

Level Pivot :

Pivot  = (High hari sebelumnya + Low hari sebelumnya + Close hari sebelumnya)  / 3

Level – level Resistance:

Resistance pertama (R1) = (2 x Pivot) – Low hari sebelumnya

Resistance ke-2 (R2) = Pivot + (High hari sebelumnya – Low hari sebelumnya)

Resistance ke-3 (R3) = High hari sebelumnya + 2 x (Pivot – Low hari sebelumnya)

Level – level Support :

Support pertama (S1) = (2 x Pivot) – High hari sebelumnya

Support ke-2 (S2) = Pivot – (High hari sebelumnya – Low hari sebelumnya)

Support ke-3 (S3) = Low hari sebelumnya – 2 x (High hari sebelumnya – Pivot)

 

Support dan Resistance merupakan level harga kritis, yaitu level yang digunakan oleh para pelaku pasar dalam mengambil keputusan. Level–level ini digunakan untuk menentukan apakah harga akan terus berlanjut atau berbalik arah.

Support

Secara ekonomi dapat diartikan sebagai level dimana “supply” (penawaran) mulai berkurang dan “demand” (permintaan) bertambah, sehingga harga di market akan naik pada level tersebut. Pada prinsip nya apabila pergerakan di market berhasil menembus level support, maka di market harga  akan terus lanjut turun sampai level support berikutnya.

Harga atau level support akan ada tingkatan nya, S1,S2 dan S3 (Support 1,Support 2 dan Support 3)  jika level support 1 dapat ditembus maka besar kemungkinan harga akan melanjutkan ke level support berikutnya.Namun sebaliknya jika pergerakan harga dimarket tidak dapat menembus level tersebut maka pergerakan harga di market akan berbalik arah.

Resistance

Secara ekonomi dapat diartikan sebagai level dimana supply terlalu banyak dan demand sudah mulai berkurang, sehingga harga akan turun pada level tersebut. Apabila harga di market berhasil naik dan melewati level Resistance 1 maka harga akan melanjutkan ke level Resistance berikutnya. Namun jika harga tidak mampu melewati level tersebut maka harga akan berbalik arah.

Demikianlah pergerakan harga forex yang bisa Anda jadikan acuan dalam menentukan pivot, support dan resistance. Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading forex. GIC juga memberikan ebook untuk memandu Anda dalam trading serta jangan ketinggalan event-event dari GIC seperti jumat barokah dan 100% deposit bonus.

nfp-live-trading

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst di GIC sejak tahun 2019.