Money Management Forex

Artikel ini terakhir di perbaharui June 2, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Money Management Forex

Manajemen keuangan atau money management forex merupakan pilar paling penting dalam trading. Hal terpenting yang harus ada di benak para trader sebelum memulai trading adalah bukan seberapa besar keuntungan/profit  yang akan di raih.

Namun yang paling penting adalah seberapa lama trader mampu bertahan di market forex indonesia yang sangat kompetitif, hingga akhirnya meraup keuntungan dan kebebasan financial (trading for living). Contoh yang sering di temui dalam trading :

  • Tanpa pasang stop loss (Batasan kerugian)
  • Stop loss terlalu sempit/kecil sehingga mudah terkena sebelum harga berbalik arah sesuai dengan perkiraan awal trader.
  • Stop loss di perlebar terus karena mengharapkan tren akan berbalik arah sesuai dengan perkiraan (trading hopping)

Kunci sebenarnya adalah manajemen resiko yang patut di ketahui dan dijalankan, bila tarder ingin sukses dalam bisnis forex trading. Metode Money Management apapun pada dasarnya berakar pada pertanyaan mengenai berapa besar dana yang berani Anda risikokan. “Risiko” di sini bisa diartikan risiko loss yang ingin diambil per trading.

Pertama-tama, tentukan dulu jumlah loss maksimal yang sanggup Anda terima. Kita ambil contoh risiko 2% per trading. Jika terjadi loss 3 kali berturut-turut, maka akan rugi sekitar 6%. Apabila trading ke-4-nya menghasilkan profit, maka dengan Ratio 1:3 akan menghapus semua loss kita tadi.

Kasarnya, misalkan Anda memiliki dana sebesar USD1,000 dalam akun trading, dengan risiko 2% per trading, artinya setiap posisi trading harus memasang Stop Loss maksimal setara USD20 dan target profit setara USD60.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst di GIC sejak tahun 2019.