Chart Pattern Lengkap: Continuation, Reversal, hingga Bilateral

Artikel ini terakhir di perbaharui July 13, 2022 by suharyani
Chart Pattern Lengkap: Continuation, Reversal, hingga Bilateral

Jika kalian ingin melakukan kegiatan trading, maka kalian juga harus memahami mengenai chart pattern yang akan digunakan untuk membaca grafik itu sendiri. Chart pattern ini akan digunakan untuk analisa pada pasar seperti saham, forex, komoditas, maupun lainnya. Untuk itu, kali ini kita akan mempelajari mengenai chart pattern yang lengkap.

Chart pattern lengkap akan sangat berguna bagi kalian jika mempelajarinya. Chart pattern akan membentuk pergerakan harga dan mengisyaratkan suatu sinyal utama, yang terdiri dari penerusan ataupun pembalikan tren. Untuk lebih lengkapnya mengenai chart pattern lengkap ini, kalian bisa mempelajarinya melalui artikel di bawah ini. Akan tetapi, sebelum mempelajari chart pattern lengkap, kalian bisa melakukan trading bersama GIC dengan cara mengunduh aplikasi GICTrade Mobile pada App Store ataupun Play Store.

Pola Harga dalam Teknik Chart Pattern Lengkap

Chart pattern atau pola chart merupakan bentuk dari pergerakan harga yang senantiasa akan berulang dan akan mengisyaratkan sinyal utama, seperti penerusan serta pembalikan trend. Menguasai teknik chart pattern merupakan salah satu kemampuan yang bisa mempermudah pengolahan strategi trading forex tanpa menggunakan indikator. Untuk itu, berikut akan kita pelajari mengenai jenis-jenis dari chart yang akan digunakan.

Continuation Pattern

 

continuation pattern

Continuation pattern merupakan chart pattern yang akan menunjukkan tanda-tanda dari penerusan harga aset pasar modal dari trend yang sebelumnya. Bentuk dari pola ini sangat baik untuk bisa melihat sinyal mengenai adanya koreksi harga sementara. Pada teknik chart pattern ini, kemungkinan harga dari aset tersebut akan bisa kembali seperti sebelumnya setelah terdapat adanya koreksi yang sementara.

Pola Descending Triangle

 

descending triangle

Sinyal pada pola ini cenderung akan mengalami penerusan downtrend. Berkebalikan dengan pola ascending triangle yang akan kita bahas setelah ini, descending triangle ini akan menggambarkan high yang terus menerus turun, dan low yang tetap stabil. Pada kondisi ini, kekuatan milik buyer akan melemah sehingga harga akan segera masuk dalam trend yang bearish.

Pola Ascending Triangle

ascending triangle

Ascending triangle ini akan ditandai dengan low price yang mengecil, sementara untuk high nya akan cenderung stabil. Hal tersebut bisa menandakan adanya kekuatan seller namun posisi buyer yang masih kokoh. Dapat diartikan juga bahwa koreksi dari uptrend ini akan berakhir dan harga selanjutnya akan terus berlanjut dalam trend bullish.

Pola Bearish Flag

 

bearish flag

Sinyal pada teknik ini akan mengalami penerusan downtrend. Dengan memiliki dasar pemahaman yang mirip dengan bullish flag dengan cara analisa teknikal, namun teknik ini akan menggunakan kemerosotan sebagai ‘tiang’ dan juga koreksi naik sebagai ‘bendera’. Pola ini akan mengindikasikan sinyal penerusan downtrend.

Pola Bullish Flag

 

bullish flag

Sinyal dalam teknik ini akan cenderung mengalami penerusan uptrend. Pola chart yang menyerupai bendera ini akan mengalami sebuah lonjakan harga yang berperan sebagai ‘tiang’, dan juga koreksi yang terjadi setelahnya berfungsi sebagai ‘bendera’.

Teknik ini lebih berfokus pada bullish flag, dan memperingatkan untuk lebih mewaspadai pergerakan harga yang tampak menurun di tengah kondisi uptrend itu sendiri. Jika pelemahan akan diawali dengan penguatan yang signifikan, maka harga tengah akan membentuk pola bullish flag dan penurunannya yang bersifat koreksi sementara.

Pola Bullish Pennant

 

bullish penant

Sinyal dalam teknik ini akan cenderung mengalami penerusan uptrend. Pola bullish pennant ini akan menggabungkan unsur pola flag dan juga triangle. Bullish pennant ini memiliki ‘tiang’ akibat didahuluinya sebuah penguatan harga yang kemudian akan diikuti suatu koreksi dengan pola high low yang akan membentuk triangle.

Sebelum mempelajari pembahasan selanjutnya mengenai reversal pattern, kalian bisa mengundang teman kalian ataupun mendaftarkan diri menjadi IB untuk bisa mendapatkan dana tambahan dalam bertrading.

Reversal Pattern

reversal pattern

Reversal pattern merupakan suatu pola yang mengisyaratkan sebuah pembalikan arah tren. Jika pada saat uptrend ataupun downtrend kemudian pola ini telah muncul, maka bisa diperkirakan bahwa harga akan bergerak berlawanan dengan arah tren yang sebelumnya.

Pola Inverted Head and Shoulders

inverse head and shoulders

Pola Inverted Head and Shoulders merupakan salah satu pola dari pembalikan tren yang juga berkebalikan dengan pola Head and Shoulders yang biasa. Biasanya pola ini akan terlihat pada tren yang turun, Karena mereka merupakan pola dari pembalikan tren, maka pola ini memerlukan adanya tren yang sebelumnya. Kepala dan Bahu Terbalik atau yang biasa disebut dengan Inverted Head and Shoulders ini merupakan kebalikan dari Head and Shoulders dan terbentuk pada tren yang turun pada saat pergerakan lower low yang diikuti oleh lower high.

Pola Head and Shoulders

head and shoulders

Pola head and shoulders ini biasanya akan muncul pada saat sebuah saham yang sedang mengalami bullish dan akan mendekati akhir dari tren kenaikan itu sendiri. Satu hal yang perlu kalian pahami adalah besar tingginya antara puncak pertama dan juga ketiga tidak selalu sama persis. Begitu juga dengan palung yang terbentuk akibat dari adanya pergerakan saham dengan pola head and shoulders yang bisa berbeda-beda, karenanya penting untuk bisa mengetahui mana neckline dalam pola yang tertera pada chart.

Pola Double Bottom

double bottom

Double Bottom pattern ini merupakan suatu pola pada candlestick yang akan menjadi sinyal bagi investor atau trader untuk bisa bersiap-siap mengambil posisi untuk beli. Pada pola ini, harga saham akan mengalami sebuah penurunan dan akan berhenti pada satu titik sebelum bisa mengalami pembalikan arah. Setelah reversal itu terjadi, saham akan berhenti pada titik harga yang sedang mendekati titik terendah lembah sebelumnya, sebelum bisa kembali ditarik ke atas dan terjadilah kenaikan harga secara beruntun dan akan menembus neckline.

Pola Triple Bottom

 

pola triple bottom

Pola triple bottom ini adalah kebalikan dari triple tops yang akan mengindikasikan suatu pembalikan tren yang menuju bullish. Hal ini akan sering menandai akhir dari sebuah tren yang turun dan dimulainya suatu tren yang naik. Pola ini terdiri dari tiga lembah di tingkat kedalaman rendah yang kurang lebih sama, dengan dua puncaknya sebagai suatu pemisah yang jelas diantara ketiga lembah tersebut.

Pola Double Top

double top

Double Top merupakan pola dari candlestick yang akan menandakan waktu untuk bisa masuk pada posisi yang bearish setelah tren bullish. Double Top ini akan digambarkan dengan pola yang akan menyerupai huruf M. Double Top ini terdiri dari dua puncak dengan puncak keduanya yang tidak bisa melewati suatu batas resistance. Pada pola Double Top ini, posisi jual ini bisa diambil pada saat puncak kedua yang terjadi atau pada sebuah ayunan yang paling tertinggi setelah puncak kedua sebagai bentuk dari stop loss atau cut loss.

Pola Triple Top

triple top

Pola triple top merupakan pola dari pembalikan tren turun yang seringkali akan menandai berakhirnya tren naik dan akan dimulainya tren turun. Ciri dari pola ini sendiri terdiri dari tiga puncak berurutan yang akan mencapai tingkat resistensi pada nilai tinggi yang kurang lebih akan sama, dengan dua lembahnya sebagai pemisah yang jelas diantara ketiga puncak tersebut.

Bilateral Chart Pattern

triangle chart pattern

Jenis chart ini akan lebih rumit dikarenakan sinyal harganya bisa berpindah ke kedua arah sehingga bisa disebut sebagai sinyal bilateral. Untuk memainkan jenis dari pola chart ini, maka sebaiknya pertimbangkan dari dua skenario (baik upside serta downside breakout) dan kalian bisa letakkan satu order di puncak formasi dan satunya lagi di dasar formasi. Jika salah satu dari order mulai terancam, maka kalian bisa membatalkan order satunya. Kalian juga perlu berhati-hati pada false break jika kalian mengatur entry order terlalu dekat dengan pembentukan top ataupun bottom.

Descending Chart Pattern

Descending Triangle merupakan pola grafik bearish yang bisa digunakan pada analisis teknis yang dibuat dengan menggambar satu garis tren yang akan menghubungkan serangkaian dari harga tertinggi yang lebih rendah dan juga garis tren horizontal kedua yang juga menghubungkan serangkaian harga terendah. Seringkali, pedagang akan memperhatikan pergerakan pada bawah garis tren support yang lebih rendah dikarenakan ini akan menunjukkan bahwa momentum dari penurunan sedang dibangun dan untuk terobosan akan segera terjadi. Setelah breakdown tersebut terjadi, maka trader masuk ke posisi short dan dengan secara agresif akan membantu mendorong harga aset untuk lebih rendah lagi.

Ascending Chart Pattern

Ascending triangle merupakan pola grafik yang akan digunakan dalam analisis teknikal. Hal ini diciptakan oleh suatu pergerakan harga yang memungkinkan garis horizontal untuk bisa ditarik di sepanjang swing high dan juga tren naik di sepanjang swing low. Kedua garis tersebut akan membentuk segitiga. Para trader akan sering memperhatikan breakout dari pola segitiga tersebut. Breakout ini bisa terjadi ke atas ataupun ke bawah.

Segitiga naik ini sering disebut juga sebagai pola lanjutan karena harga biasanya yang akan menembus ke arah yang sama dengan suatu tren yang terjadi sesaat sebelum segitiga itu terbentuk. Ascending triangle ini dapat diperdagangkan karena akan memberikan titik masuk yang jelas, target keuntungan, dan juga level stop-loss.

Symmetrical Chart Pattern

Symmetrical Triangle merupakan sebuah pola yang terbentuk dari penerusan trend yang sebelumnya. Pola ini secara umum akan dianggap sebagai bagian dari periode konsolidasi, yaitu sebelum harga akan melanjutkan uptrend yang bisa diidentifikasi oleh bentukan dari trendline (bullish). Symmetrical Triangle ini dapat dengan mudah kalian kenali karena memiliki bentuk khas dan akan memperlihatkan high harga yang terus menurun, sedangkan untuk low harganya akan terus meningkat.

Setelah mengetahui dan memahami jenis dari chart pattern yang lengkap, kalian bisa mengisi Preliminary Test untuk bisa mengukur seberapa jauh bakat trading kalian ketika melakukannya secara real-time.

 

Cara Mengenali Pola dalam Chart

Berikut terdapat cara yang bisa kalian lakukan untuk bisa mengenail pola dalam chart ketika melakukan trading. Cara tersebut adalah:

Memahami Apa Itu Analisa Teknikal Saham

Salah satu kunci keberhasilan ketika melakukan investasi melalui aset pasar modal khususnya pada instrumen saham ialah strategi dalam membuat keputusan-keputusan. Dalam dunia pasar modal, terdapat dua jenis analisis penting yang harus kalian kenal dan wajib untuk di pelajari yaitu Analisa Fundamental dan juga Analisa Teknikal. Analisis Fundamental ini akan mengacu pada kondisi Finansial perusahaan, ekonomi yang umum, dan industri yang terkait.

Sementara Analisa Teknikal saham ini telah didefinisikan sebagai suatu analisa yang akan mengacu pada data dari harga saham secara historis. Cara ini bisa dilakukan untuk memprediksi suatu pergerakan harga pada suatu emiten (perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia) di pasar saham tersebut. Prediksi pergerakan harga ini bisa dibaca dengan cara melihat suatu grafik pergerakan harga berdasarkan dari historisnya. Dengan begitu, investor bisa membuat keputusan apakah mereka akan membeli, menjual, atau menahan aset investasi saham yang mereka miliki.

Mengenal Pola-pola dalam Analisa Teknikal Saham

Secara umum terdapat dua cara yang bisa kalian gunakan untuk mengenali suatu pola chart, yaitu manual serta otomatis. Cara manual ini dilakukan dengan cara mengamati chart dan menarik garis-garis pada suatu pergerakan harga yang akan membentuk suatu pola penting. Objek analisa ini termasuk vertical line, horizontal line, dan ini trendline.

Cara Menggunakan Chart Pattern dalam Trading

Ketika ingin menggunakan chart pattern tersebut, pastinya pastikan dulu kalian telah memahami segala jenis chart pattern yang telah dijelaskan di atas. Selain itu, kalian harus mempertimbangkan kelebihan dan juga kelemahan Chart Pattern di atas, analisa teknikal yang menggunakan teknik subyektif ini bisa jadi cocok bagi kalian, jika kalian menyadari bahwa sinyal trading tersebut masih beresiko gagal. Maksudnya, kalian paham bahwa tidak ada sinyal yang bisa menjamin keberhasilan secara 100%. Dalam hal ini, kalian perlu mengaplikasikan sebuah money management untuk bisa mengontrol risiko kegagalan, supaya total keuntungannya lebih besar dari akumulasi kerugian. Selain itu, kalian juga harus mengutamakan kecepatan dan juga fleksibilitas. Proses dari identifikasi Chart Pattern ini bisa dilakukan dengan cepat pada sekumpulan mata uang untuk bisa menemukan peluang trading yang terbaik. Bebas pada timeframe apapun.

Manfaat Trading Memakai Chart Pattern

Dengan analisa teknikal chart pattern, kalian bisa menerapkan strategi trading dengan cara lebih mudah. Sebaiknya kalian gunakan pola-pola pembalikan sebagai sinyal pelengkap/ konfirmasi dan juga pola penerusan sebagai setup dari strategi trading. Hal tersebut ini dikarenakan lebih baik untuk bisa melakukan trading dengan konsep “follow the tren” agar risiko loss trading yang kalian lakukan kecil.

Untuk entry, sebaiknya dilakukan setelah pola telah selesai terbentuk, sehingga sinyal yang akan diperoleh lebih valid. Berbagai level penting pada pola chart juga bisa dijadikan suatu acuan sebagai titik stop loss dan juga take profit. Jika trader telah sukses memahami teori analisa ini, maka nantinya akan lebih mudah untuk bisa memahami suatu kondisi pasar dan akan menginterpretasikannya sebagai peluang trading.

Analisa chart pattern juga mampu memberikan suatu sinyal terdepan dikarenakan muncul di awal dan akan menandai pergerakan penting yang ada, baik pembalikan maupun penerusan. Analisa ini merupakan teknik analisa yang bisa berdiri sendiri tanpa dengan menggunakan indikator yang rumit.

Namun, akan jauh lebih baik lagi jika kalian juga menggunakan beberapa indikator sebagai melakukan konfirmasi agar potensi kesuksesan analisa kalian semakin besar. Jangan lupa juga untuk memperhatikan faktor-faktor fundamental yang ada.

Sebelum lanjut ada pembahasan terakhir, kalian bisa berkonsultasi pada GIC mengenai trading yang kalian lakukan dengan melalui Trader Assessment yang telah disediakan oleh tim GIC sendiri.

FAQ Seputar Chart Pattern Lengkap

Penjelasan di atas mungkin masih terdapat yang kurang dimengerti bagi para trader, untuk itu berikut telah dirangkum beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para trader mengenai chart pattern itu sendiri.

Sebutkan 19 Jenis Chart Pattern Forex Lengkap!

Berikut merupakan jenis-jenis dari chart pattern forex yang ada dan disebutkan secara lengkap. Jenis tersebut adalah:

  1. Reversal Chart Pattern
    •  Double Top dan Double Down Bottom
    • Triple Bottom
    • The Head And Shoulders Pattern
      • 1. Head and shoulder
      • 2. Inverted head and shoulder
    • Wedge Pattern
      • a. Falling wedge
      • b. Rising wedge
  2. Continuation Chart Pattern
    • Flag pattern
      • a.   Bullish Flag pattern
      • b.  Bearish Flag pattern
    • Pennant Pattern
      • a.  Bullish pennant
      • b.   Bearish pennant
    • Wedge Pattern
      • a.   Bullish wedge
      • b.  Bearish wedge
    • Rectangle Pattern
      • a.   Bullish rectangle
      • b.  Bearish rectangle
  3. Bilateral Chart Pattern
    • Symertical Pattern
    • Ascending triangle
    • Descending Triangle

Apa Itu Chart Pattern Candlestick?

Pola Candlestick merupakan suatu metode diagram kuno dari Jepang yang digunakan untuk meningkatkan akurasi perhitungan. Metode ini akan merefleksikan dampak sentimen para investor terhadap harga yang ada. Analisa ini juga biasa dilakukan untuk bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk bisa masuk dan keluar pada saat trading.

Candlestick ini juga merepresentasikan mengenai dampak sentimen investor terhadap harga saham. Analisis seperti ini akan bermanfaat bagi investor untuk bisa menentukan waktu yang tepat ketika melakukan trading. Metode ini akan membantu untuk menganalisis terhadap sejumlah aset finansial, seperti cryptocurrency, valas, serta saham. Penggunaan candlestick chart ini masuk dalam kategori metode diskresional. Yang artinya, candlestick ini menggunakan intuisi subjektif. Terdapat berbagai macam pola yang dapat dianalisis pada chart tersebut yang nantinya bisa diselesaikan dalam trading aktual. Candlestick ini dapat menghasilkan keuntungan yang stabil jika para trader memiliki jam terbang yang mumpuni.

Apa Itu Chart Pattern Reversal?

Pola harga ini akan memberikan sinyal bahwa harga tersebut memiliki kemungkinan yang besar untuk bisa berbalik arah dari tren utama yang sebelumnya. Artinya, pola-pola harga dalam kategori tersebut dapat memberikan sinyal awal mengenai kapan kalian bisa menjual di titik harga tertinggi ataupun membeli pada level harga terendah. Umumnya sebuah pola chart yang akan menandakan pembalikan ini akan muncul pada puncak (top) atau dasar (bottom) harga. Pola ini akan mengidentifikasikan bahwa tren harga tersebut sudah tidak mampu untuk bisa menguat/menurun, sehingga ketika pola tersebut telah terbentuk, maka harga akan berbalik dengan membentuk tren baru.

Bagaimana Chart Pattern dalam Crypto?

Trader akan cenderung terlalu fokus pada kapan waktu masuk yang tepat pada perdagangan crypto di market, tetapi sangat sedikit yang akan bisa fokus pada pengembangan strategi untuk bisa menghasilkan keuntungan. Tidak sedikit juga trader yang khawatir untuk menjual cryptonya dikarenakan takut harganya menjadi naik setelah mereka jual sehingga akan sedikit untuk mendapatkan keuntungan. Lalu kemudian harga crypto tersebut pun bisa saja turun sangat drastis dan seringkali para trader menjual rugi asetnya.

Dikarenakan hal tersebut, penting untuk para trader agar bisa mengidentifikasi dan take profit (mengambil keuntungan) dengan segera setelah tren telah mulai berbalik. Biasanya para trader akan mengambil dengan sedikit menjual setidaknya sekitar 50-75% aset crypto yang dimiliki untuk berjaga-jaga jika harga crypto tersebut akan naik, sehingga ia masih bisa memperoleh hasil.

Bagaimana Chart Pattern dalam Saham?

Tidak jauh berbeda dengan crypto maupun forex, chart pattern yang digunakan juga akan sama dengan jenis-jenis yang berada di atas. Perbedaannya hanyalah terletak pada instrumen yang akan dipakai, yaitu saham. Maka dari itu, penting juga bagi kalian untuk memahami analisa teknikal saham itu sendiri serta mengenali pola dalam analisa tersebut.

Apa Itu Chart Pattern berdasarkan Astronacci?

Berdasarkan Astronacci, Chart Pattern merupakan teknik untuk membaca pergerakan harga pasar yang paling akurat dan sederhana. Akurasinya akan lebih tinggi daripada pola-pola candlestick secara tradisional, karena memperhitungkan lebih banyak formasi candlestick. Akan tetapi, Chart Pattern ini tetap sederhana karena kalian tidak perlu menggunakan apapun selain grafik harga itu sendiri.

Setelah mengetahui mengenai chart pattern beserta dengan jenis dan segala pertanyaan yang sering diajukan oleh para trader baik pemula maupun profesional, maka kalian bisa pahami setiap jenisnya melalui penjelasan yang telah dijelaskan di atas. Berdasarkan penjelasan yang sudah ada, kalian bisa bandingkan dengan chart pattern secara real ataupun kalian bisa mencari terlebih dahulu contoh kasus yang pernah ada.

Selain itu, kalian juga bisa menerapkan cara-cara untuk mengenali chart pattern lengkap yang telah dijelaskan di atas. Begitu juga dengan cara untuk menggunakannya. Kalian juga bisa mengisi survey internal agar kami juga bisa mengetahui mengenai feedback dari artikel maupun dari platform GIC itu sendiri.

GIC

Wachda Mihmii
SEO writer who is experienced in various Indonesian national media. Aspiring to be a book or novel writer. Has experience as a Creative Director.

Daftarkan Diri Anda Sekarang


Setelah melakukan pendaftaran anda akan diberikan video workshop dari Trader Profesional Kami