Dalam dunia trading forex, scalping adalah sebuah teknik yang banyak digunakan oleh trader untuk memperoleh keuntungan dalam jangka waktu yang singkat. Scalping membutuhkan strategi dan taktik yang baik agar dapat memperoleh keuntungan secara konsisten.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan tinjauan tentang apa itu scalping dan bagaimana cara menjalankan scalping dengan efektif. Kami juga akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan dari scalping serta memberikan beberapa rekomendasi untuk mereka yang tertarik dengan teknik ini.


Apa itu Scalping?


Scalping adalah sebuah teknik trading forex yang sangat intensif dan membutuhkan konsentrasi yang tinggi serta kecepatan dan akurasi dalam membuka dan menutup posisi. Dalam teknik ini, trader harus dapat memantau pasar secara terus-menerus dan bersedia untuk membuka dan menutup posisi dalam waktu yang sangat singkat. Trader harus memiliki strategi dan taktik yang baik agar dapat memperoleh keuntungan secara konsisten.
 
Scalping membutuhkan pengetahuan tentang indikator teknikal dan analisis pasar yang baik. Beberapa trader juga menggunakan berita ekonomi dan fundamental untuk membantu membuat keputusan dalam scalping. Dalam scalping, trader harus memahami tentang support dan resistance dan bagaimana cara menggunakan informasi ini untuk membuat keputusan trading yang tepat.
 
Dalam scalping, trader juga harus memiliki rencana trading yang jelas dan mengikuti rencana tersebut dengan disiplin. Hal ini sangat penting untuk membatasi risiko dan memastikan bahwa trader tidak terjebak dalam emosi saat melakukan trading. Scalping membutuhkan kontrol diri dan kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
 
Meskipun scalping memiliki risiko yang tinggi, teknik ini juga dapat memberikan keuntungan yang besar jika dilakukan dengan benar. Keuntungan dari scalping adalah kemampuan untuk memperoleh keuntungan cepat dan memanfaatkan fluktuasi harga kecil untuk memperoleh keuntungan yang besar. Scalping juga memungkinkan trader untuk mengurangi risiko dengan menggunakan stop-loss order untuk membatasi kerugian jika pasar bergerak melawan posisi trading.
 

Strategi Scalping yang Efektif

A. Penggunaan Indikator Teknikal dalam Scalping

 
Indikator teknikal adalah alat yang digunakan trader untuk membantu menganalisis pergerakan harga aset dan membuat keputusan transaksi. Dalam scalping, indikator teknikal dapat membantu trader untuk menentukan titik masuk dan keluar dalam transaksi jangka pendek dengan cepat dan akurat.
 
Berikut adalah beberapa indikator teknikal yang sering digunakan dalam scalping:
 
  • Moving Average: Moving average adalah indikator yang menunjukkan rata-rata pergerakan harga suatu aset dalam periode waktu tertentu. Dalam scalping, moving average dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan arah tren dan titik masuk dan keluar dalam transaksi jangka pendek.
  • Bollinger Bands: Bollinger Bands adalah indikator yang membantu trader untuk menentukan volatilitas harga suatu aset. Dalam scalping, Bollinger Bands dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan titik masuk dan keluar dalam transaksi jangka pendek dengan memperhatikan pergerakan harga yang menyentuh batas atas atau bawah Bollinger Bands.
  • Stochastic Oscillator: Stochastic Oscillator adalah indikator yang membantu trader untuk menentukan kondisi overbought atau oversold suatu aset. Dalam scalping, Stochastic Oscillator dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan titik masuk dan keluar dalam transaksi jangka pendek dengan memperhatikan pergerakan harga yang bergerak di atas atau di bawah level 20 atau 80.
  • Fibonacci Retracements: Fibonacci Retracements adalah indikator yang membantu trader untuk menentukan level support dan resistance suatu aset berdasarkan rasio Fibonacci. Dalam scalping, Fibonacci Retracements dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan titik masuk dan keluar dalam transaksi jangka pendek dengan memperhatikan pergerakan harga yang menyentuh level support atau resistance yang ditentukan oleh rasio Fibonacci.

Trader Pemula Juga Bisa Untung Maksimal Tanpa Ribet! Download Aplikasinya Sekarang


GICTrade

Penggunaan indikator teknikal dalam scalping memerlukan pemahaman yang baik tentang cara menggunakan setiap indikator dan kemampuan menganalisis pergerakan harga secara real-time. Oleh karena itu, trader harus berlatih dengan akun demo terlebih dahulu sebelum mempraktikkan strategi ini dengan uang sungguhan.

Baca juga : 

Panduan Strategi Scalping pada Trading Forex, Dijamin Mudah!

 

B. Berdasarkan Berita Ekonomi

 
Dalam scalping, trader juga dapat memanfaatkan berita ekonomi sebagai acuan untuk melakukan transaksi. Berita ekonomi seperti rilis data ekonomi, pidato gubernur bank sentral, dan pernyataan politik dapat mempengaruhi pergerakan harga. Oleh karena itu, trader harus memantau berita ekonomi dan memiliki strategi untuk memanfaatkannya. 
 
Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan menetapkan level stop loss dan take profit yang tepat sebelum rilis berita ekonomi penting. Ini akan membantu trader untuk meminimalisir risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan.
 
Menggunakan berita ekonomi dalam scalping membutuhkan strategi dan pemantauan yang cermat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk menggunakan berita ekonomi dalam scalping:
 
  • Memantau kalender ekonomi: Trader harus memantau kalender ekonomi untuk mengetahui tanggal dan waktu rilis data ekonomi penting.
  • Menentukan pasangan mata uang yang terpengaruh: Beberapa pasangan mata uang lebih dipengaruhi oleh berita ekonomi daripada yang lain. Trader harus menentukan pasangan mata uang yang paling terpengaruh dan fokus pada pasangan tersebut.
  • Menentukan arah pergerakan harga: Trader harus memprediksi arah pergerakan harga setelah rilis berita ekonomi. Ini dapat dilakukan dengan menganalisis data ekonomi sebelumnya dan menentukan dampak berita tersebut pada pasangan mata uang tertentu.
  • Menetapkan level stop loss dan take profit: Sebelum rilis berita ekonomi penting, trader harus menetapkan level stop loss dan take profit yang tepat. Ini akan membantu trader untuk meminimalisir risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan.
  • Memantau pergerakan harga: Setelah rilis berita ekonomi, trader harus memantau pergerakan harga dan bersiap untuk membuka atau menutup posisi jika diperlukan.
 
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, trader dapat memanfaatkan berita ekonomi sebagai acuan dalam scalping dan memperbesar peluang untuk menghasilkan keuntungan.
 

C. Penggunaan Support dan Resistance dalam Scalping

 
Support dan resistance adalah level harga dimana pembeli dan penjual bersaing untuk mengendalikan harga. Dalam scalping, support dan resistance dapat digunakan sebagai acuan untuk membuka dan menutup posisi. Berikut adalah cara menggunakan support dan resistance dalam scalping:
 
  • Menentukan level support dan resistance: Trader harus menentukan level support dan resistance dengan menggunakan grafik harga dan alat bantu teknikal seperti moving average, Bollinger Bands, dll.
  • Memantau pergerakan harga: Trader harus memantau pergerakan harga dan menentukan apakah harga bergerak di atas atau di bawah level support dan resistance.
  • Membuka posisi jual: Jika harga bergerak di atas level resistance, trader dapat membuka posisi jual dengan harapan harga akan turun.
  • Membuka posisi beli: Jika harga bergerak di bawah level support, trader dapat membuka posisi beli dengan harapan harga akan naik.
  • Menetapkan stop loss: Trader harus menetapkan stop loss pada level support atau resistance yang berdekatan. Ini akan membantu trader untuk meminimalisir risiko.
 
Penggunaan support dan resistance dalam scalping dapat membantu trader menentukan momen yang tepat untuk membuka dan menutup posisi dan memperbesar peluang untuk menghasilkan keuntungan. Namun, trader harus selalu memperhatikan pergerakan harga dan memastikan bahwa level support dan resistance masih berlaku.
 

IV. Kelebihan Menjadi Scalper

Menjadi scalper memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
 
  1. Waktu yang singkat: Scalping membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk membuka dan menutup posisi. Hal ini memungkinkan trader untuk memperoleh keuntungan dalam waktu singkat.
  2. Fleksibilitas: Scalping memungkinkan trader untuk melakukan transaksi dalam waktu singkat dan dengan cepat merespons pergerakan harga. Ini membuat scalping sangat fleksibel dan dapat dilakukan dari mana saja.
  3. Biaya trading yang rendah: Scalping membutuhkan biaya trading yang rendah karena posisi dibuka dan ditutup dalam waktu singkat.
  4. Kemampuan mengatasi stres: Scalping membutuhkan konsentrasi yang tinggi dan kemampuan untuk merespons cepat pada pergerakan harga. Ini membutuhkan tingkat stres yang rendah dan membuat scalping menjadi pilihan yang baik bagi trader yang tidak mampu mengatasi tingkat stres tinggi.
  5. Potensi keuntungan yang tinggi: Scalping memiliki potensi keuntungan yang tinggi karena trader dapat memperoleh keuntungan dari pergerakan harga yang kecil.
Walaupun memiliki kelebihan, menjadi scalper juga memiliki risiko yang tinggi. Oleh karena itu, trader harus memahami dengan baik strategi scalping dan mengelola risiko dengan benar sebelum memutuskan untuk menjadi scalper. 

Kesimpulan

Scalping adalah strategi trading yang memfokuskan pada memperoleh keuntungan dari pergerakan harga yang kecil dan dalam jangka waktu singkat. Dalam scalping, trader menggunakan indikator teknikal dan berita ekonomi untuk memprediksi pergerakan harga.
 
Dengan menggunakan teknik seperti moving average, Bollinger Bands, stochastic oscillator, Fibonacci retracements, dan penggunaan support dan resistance, scalper dapat menemukan peluang keuntungan yang tepat.
 
Menjadi scalper memiliki beberapa kelebihan, seperti waktu yang singkat, fleksibilitas, biaya trading yang rendah, kemampuan mengatasi stres, dan potensi keuntungan yang tinggi. Namun, scalping juga memiliki risiko yang tinggi dan trader harus memahami dengan baik strategi scalping dan mengelola risiko dengan benar sebelum memutuskan untuk menjadi scalper.
 
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa scalping adalah strategi trading yang menguntungkan bagi trader yang memahami dengan baik strategi dan mengelola risiko dengan benar.