2 Mindset Trading yang Mempengaruhi Keberhasilan Trader

Artikel ini terakhir di perbaharui January 12, 2021 by Yahya Kus Handoyo
2 Mindset Trading yang Mempengaruhi Keberhasilan Trader

Mindset atau yang sering disebut psychology trading adalah salah satu komponen penting yang mempengaruhi kesuksesan seorang trader dalam melakukan trading. Psikologi mempengaruhi mental dan kepercayaan diri seorang trader. Selain itu psikologi juga mempengaruhi pola pikir. Mental dan mindset trading yang benar akan menentukan kesuksesan seorang trader.

Trading psychology adalah bagaimana seorang trader berpikir dan bertindak saat transaksi baik akan maupun sedang berlangsung. Trader yang mempunyai mindset trading yang tepat akan mampu menghadapi rintangan di market forex dan kemudian meningkatkan pertambahan equity di account secara konsisten. Ada 2 hal yang selalu mempengaruhi psikologi trading yaitu: Greed (rakus) dan Fear (takut).

Greed akan timbul pada saat trader sedang memperoleh keuntungan maka biasanya akan timbul keinginan untuk meraup keuntungan yang lebih besar lagi, sehingga pada akhirnya semua keuntungan akan lenyap akibat salah perhitungan.

Sementara Fear akan timbul jika trader sedang dalam kondisi merugi (floating loss) maka trader akan merasa panik dan takut. Akibatnya trader cenderung menurunkan SL dan berharap  harga akan berbalik, sehingga menyebabkan kerugian yang semakin besar

Seoarang trader professional akan mampu mengatasi rasa takut dan rakus secara bersamaan, sehingga tidak mudah panik atau menepuk dada terlalu dini sehingga dapat meraup keuntungan secara konsisten. Hal yang harus di perhatikan dalam melatih psikologi trading agar 2 hal diatas dapat dikendalikan guna memperoleh profit konsisten adalah :

  • Disiplin

Trading psychology sangat penting, karena perlu diingat bahwa di dalam trading sebenarnya adalah trader berhadapan dengan trader lain. Sehingga jika trader lebih disiplin memegang teguh dalam rencana trading (trade plan) dari awal, maka trader akan mempunyai keuntungan dibanding  seorang trader yang dikuasai emosi.

Membangun emosi bukan lah perkara mudah, karena di butuhkan waktu dan kerja keras. Sebagai langkah awal gunakan jurnal untuk mencatat semua aspek trading baik saat memperoleh keuntungan maupun saat merugi juga termasuk perasaan saat sebelum maupun sesudah trading.

Lakukan secara berkala dan konsisten, setelah beberapa minggu, trader bisa memeriksa dan mengevaluasi kesalahan apa yang dilakukan dan dalam keadaan/perasaan seperti apa lalu memperbaiki hal tersebut.

  • Menerima Kekalahan

Langkah selanjutnya adalah menerima kekalahan ketika pasar tidak bergerak sesuai arah yang diinginkan. Tidak ada strategi yang sempurna,sekalipun ada claim strategi yang terbaik di dunia. Strategi terbaik mungkin maksimal hanya akan memberikan 75% kesuksesan pada setiap 100 posisi, kemungkinan 25% posisi kalah.

Agar dapat tetap bertahan dengan angka seperti itu, trader harus belajar mengendalikan emosi saat mengalami kekalahan. Biasanya pada saat emosi, trader cenderung melakukan pembalasan agar cepat meraih kemenangan kembali.

Seorang professional trader akan menerima kekalahan itu dan mengakui kalau kekalahan tersbut tidak dapat dihindari. Salah satu cara agar trader dapat menerima kekalahan adalah dengan menganggap uang hilang/jatuh entah dimana atau bisa juga dikatakan uang yang entah digunakan untuk apa

  • Mengendalikan Emosi

Menjadi seorang trader yang baik adalah yang mampu mengendalikan emosi. Akan tetapi menjadi seorang trader yang tidak mempunyai emosi adalah hal yang sangat sulit, mengapa? Karena manusia diciptakan dengan adanya emosi, namun kita bisa melatih emosi tersebut pada sebelum,saat atau sesudah trading.

Dalam otak manusia terdapat satu bagian yang bernama “amygdala” dimana besar dan bentuknya seperti buah almond. Hasil penelitian berhasil menunjukan bahwa bagian ini adalah bagian yang di asosiasikan dengan kondisi mental dan emosional seseorang.

Menurut hasil penelitian pada buku The Human Amygdala karya Paul J. Whalen dan Elizabeth A. Phelps. Ukuran Amygdala yang di ukur dari sekitar 56 relawan anak muda dan 58 relawan orang tua, menunjukkan bahwa ukuran Amygdala  anak muda relatif lebih besar dibandingkan dengan ukuran Amygdala orang tua.

Ukuran Amygdala anak muda berkisar 1750mm, sedangkan ukuran Amygdala orang tua berkisar 1600mm, meskipun ukuran otak orang tua pada umunya memang mengalami pengecilan. Hal ini juga dapat menggambarkan bahwa anak muda lebih sulit mengontrol emosi dibandingkan dengan orang tua.

Setelah anda mendapatkan system trading (metode trading) yang sesuai dengan karakter anda maka psikologi trading anda akan terjaga,tetap tenang dan nyaman saat bertransaksi. System trading (metode trading) yang nyaman saat di pakai akan membuat psikologi trading anda berjalan sesuai system.

Setelah system trading (metode trading) dan psikologi trading anda sudah cocok maka dengan mudah anda dapat mengatur keuangannya (money management). Untuk memperoleh system trading yang bagus dalam hal ini yang sesuai dengan karakter kita, diperlukan proses, waktu dan jam terbang.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst, dan sekaligus Community Engagement Manager di GIC Trade sejak tahun 2019.