Kriteria, Akurasi, dan Cara Trading Falling Wedge Pattern

Artikel ini terakhir di perbaharui March 29, 2022 by Wachda Mihmii
Kriteria, Akurasi, dan Cara Trading Falling Wedge Pattern

Mempelajari pattern-pattern pada trading bisa dibilang gampang-gampang susah. Namun, dengan banyaknya jenis pattern yang ada, bukan berarti para trader harus berhenti di tengah jalan dalam melakukan trading dikarenakan tidak mengetahui jenis pattern tersebut. Maka kali ini kita akan mempelajari secara singkat dan mudah mengenai salah satu pattern dalam trading yaitu Falling Wedge Pattern.

Raih Komisi Sekarang

Falling Wedge Pattern merupakan kebalikan dari Rising Wedge yang pernah kita bahas sebelumnya. Yang mana pola ini akan mengindikasikan pergerakan bullish pada sebuah aset. Kalian bisa menemui pola ini pada ujung downtrend dari harga aset. Untuk lebih lanjutnya mengenai falling wedge pattern ini bisa kalian baca dan pahami melalui artikel di bawah ini. Jangan lupa juga untuk mengikuti GIC Trading Competition dan melakukan download aplikasi GICTrade melalui Play Store ataupun App Store.

Apa Itu Falling Wedge Pattern?

Falling wedge pattern adalah suatu pola lanjutan yang terbentuk pada saat harga sedang memantul di antara dua kemiringan ke bawah, yaitu konvergen garis tren yang miring ke bawah . Ini dianggap sebagai sebuah formasi grafik bullish tetapi dapat menunjukkan suatu pola pembalikan dan kelanjutan – tergantung dari mana ia muncul dalam tren tersebut. Rising Wedge adalah kebalikan dari falling wedge pattern yang juga diamati di pasar tren turun. Trader harus mengetahui perbedaan mengenai pola wedge yang naik dan turun untuk bisa mengidentifikasi dan juga memperdagangkannya dengan secara efektif.

Falling Wedge adalah pola bullish yang dimulai melebar pada bagian atas dan berkontraksi pada saat harga bergerak lebih rendah. Aksi harga ini akan membentuk kerucut yang miring ke bawah pada saat reaksi tertinggi dan terendah reaksi ketika bertemu. Berbeda dengan symmetrical triangles yang tidak memiliki kemiringan definitif dan juga tidak memiliki bias, falling wedges ini pasti memiliki kemiringan ke bawah dan juga memiliki bias bullish. Namun, bias bullish ini tidak dapat direalisasikan hingga saat resistance breakout terjadi. Sebagai pola lanjutan, falling wedge ini masih akan melandai ke bawah, namun kemiringannya akan melawan uptrend yang berlaku sendiri. Terlepas dari jenisnya (pembalikan ataupun kelanjutan), falling wedge akan dianggap sebagai pola bullish.

Kriteria Falling Wedge Pattern

Pola grafik falling wedge adalah pergerakan harga yang dapat dikenali. Pola ini dapat tercipta ketika pasar sedang berkonsolidasi antara dua garis support dan resistance yang konvergen. Untuk bisa membuat falling wedge, garis support dan resistancenya harus mengarah ke bawah. Garis resistance ini harus lebih curam daripada garis support.

Pola ini adalah pola bullish yang mulai melebar pada bagian atas dan akan berkontraksi pada saat harga bergerak menjadi lebih rendah. Aksi harga ini akan membentuk kerucut yang miring ke bawah pada saat reaksi tertinggi dan terendah reaksi bertemu. Berbeda dengan symmetrical triangles yang mana tidak memiliki kemiringan definitif serta tidak memiliki bias, falling wedges ini memiliki kemiringan ke bawah dan memiliki bias yang bullish. Namun bias bullish ini tidak bisa direalisasikan sampai saat resistance breakout terjadi. Tergantung di mana ia bisa ditemukan pada grafik harga, falling wedge (atau turun) juga dapat digunakan sebagai suatu pola kelanjutan atau pembalikan.

Salah satu fitur utama dari pola falling wedge adalah volumenya, yang berkurang pada saat saluran bertemu. Setelah konsolidasi energi di dalam saluran, pembeli dapat menggeser keseimbangan tersebut untuk keuntungan mereka dan meluncurkan aksi harga menjadi lebih tinggi.

Oleh karena itu, berikut telah dirangkum tiga karakteristik utama dari pola falling wedge:

  1. Tindakan harga untuk sementara akan diperdagangkan dalam tren turun (lower highs dan lower lows);
  2. Ada dua garis tren (atas dan bawah) yang merupakan garis konvergen;
  3. Ada penurunan volume pada saat saluran berkembang.

Dua elemen pertama adalah fitur wajib dari falling wedge, sedangkan untuk terjadinya penurunan volume akan sangat membantu karena bisa menambah legitimasi dan juga validitas tambahan pada pola.

Sebelum lanjut pada pembahasan contoh falling wedge pattern, kalian bisa melakukan trader assessment untuk bisa berkonsultasi mengenai trading yang sedang kalian lakukan bersama dengan tim GIC.

Trader Assessment

Contoh Falling Wedge Pattern

Jika falling wedge ini muncul dalam tren turun, maka itu akan dianggap sebagai pola pembalikan. Hal itu terjadi pada saat harga membuat lower highs dan lower lows yang sedang membentuk dua garis kontrak. Falling wedge biasanya mendahului pembalikan ke atas, dan hal ini berarti kalian dapat mencari peluang dalam pembelian potensial.

berikut bagan di bawah ini yang menunjukkan contoh irisan jatuh dalam sebuah tren turun:

Falling wedge yang ditemukan dalam tren naik akan dianggap sebagai pola lanjutan yang terjadi dikarenakan pasar akan berkontraksi sementara. Ini akan menunjukkan dimulainya tren yang kembali naik. Sekali lagi, hal ini akan berarti kalian bisa mencari peluang pembelian potensial.

Grafik di bawah ini akan menunjukkan falling wedge dalam tren naik:

Akurasi Falling Wedge Pattern

Wedge patterns adalah salah satu tools yang akan digunakan untuk bisa mengetahui kelanjutan dari suatu pergerakan harga. Tools ini menjadi cukup popular di kalangan para trader dan analis dikarenakan telah memiliki tingkat akurasi yang mencapai hingga 70%. Pola falling wedge ini bisa menandakan adanya suatu pembalikan arah trend dari turun menjadi naik atau bisa juga menandakan penerusan trend untuk bisa terus naik. Keduanya akan sama-sama memberikan peluang untuk melakukan buy. Baik pembalikan arah maupun penerusan suatu arah trend, pola ini juga memiliki akurasi yang cukup baik sehingga akan sangat cocok untuk digunakan sebagai salah satu bagian dari strategi trading. Pola wedge ini memiliki dua karakterisitik yaitu jika breakout akan berlawanan dengan arah wedge, maka menjadi lebih akurat dan semakin curam wedge tersebut, maka semakin akurat pula hasilnya. Perlu diketahui, pola falling wedge ini telah memiliki akurasi tingkat kesuksesan yang sangat tinggi terutama pada saat trading emas atau XAUUSD (Gold).

Falling Wedge Pattern Bearish dan Bullish

Pola rising wedge ini biasanya akan menandakan bahwa harga pada aset kripto terkait akan mengalami keadaan bearish. Sebaliknya, adanya falling wedge pattern pada pergerakan harga aset kripto tersebut akan menandakan harga sedang bullish.

Karakteristik pola baji naik forex

Perhatikan bagaimana rising wedge terbentuk ketika pasar telah mulai membuat harga tertinggi dan juga terendah yang lebih tinggi. Semua harga tertinggi harus in-line sehingga bisa dihubungkan oleh suatu garis tren. Hal yang sama akan berlaku untuk posisi terendah. Itu tidak dapat dianggap sebagai rising wedge yang valid jika harga tertinggi dan terendahnya tidak sejalan.

Karena dua level tidak paralel, maka ini akan dianggap sebagai pola terminal. Hal ini menyiratkan bahwa pattern tersebut pada akhirnya harus berakhir. Falling wedge adalah kebalikan dari rising wedge di mana keadaan bearish akan memegang kendali, membuat nilai tertinggi yang lebih rendah dan posisi terendah yang lebih rendah. Ini juga berarti bahwa pola tersebut kemungkinannya akan menembus ke atas.

Ilustrasi di bawah ini menunjukkan karakteristik falling wedge.

Karakteristik pola baji jatuh

Dalam ilustrasi di atas, mengisyaratkan bahwa keadaan tersebut memiliki periode konsolidasi di mana bear jelas akan memegang kendali. Karena pasar membuat harga tertinggi dan juga terendah yang lebih rendah.

Perhatikan bagaimana semua harga tertinggi akan sejajar satu sama lain seperti halnya dengan posisi terendah sejajar. Jika garis tren tidak dapat ditempatkan dengan bersih di kedua nilai tertinggi dan terendah dari pola tersebut, maka itu tidak bisa dianggap valid.

Terakhir, pada saat mengidentifikasi pola yang valid untuk trading, kedua sisi irisan harus memiliki tiga sentuhan. Dengan kata lain, pasar juga perlu menguji support tiga kali dan resistance tiga kali sebelum terjadinya breakout. Jika tidak, keadaan tersebut tidak dapat dianggap bisa untuk diperdagangkan.

Preliminary Test

Falling Wedge Pattern Breakout

Ketika harga dari sekuritas telah jatuh dari waktu ke waktu, pola baji tersebut dapat terjadi tepat pada saat tren sedang membuat pergerakan turun terakhirnya. Garis tren yang ditarik di atas tertinggi dan juga di bawah terendah pada suatu pola grafik harga dapat menyatu karena terjadinya penurunan harga yang kehilangan momentum dan pembeli masuk untuk bisa memperlambat laju penurunan. Sebelum garis bertemu, maka harga dapat menembus di atas garis tren yang atas.

Gambar
Gambar oleh Sabrina Jiang © Investopedia 2020

Ketika harga sedang menembus garis tren atas, keamanan diperkirakan akan berbalik dan tren menjadi lebih tinggi. Trader yang mengidentifikasi sinyal pembalikan bullish pasti ingin mencari trading yang mendapat manfaat dari kenaikan harga sekuritasnya sendiri.

Setelah mengetahui mengenai falling wedge pattern breakout, kalian bisa sempatkan diri untuk mengisi survey internal dari GIC agar tim kami bisa meningkatkan performa ketika melakukan pembaruan.

Cara Trading Menggunakan Falling Wedge Pattern

Berikut ini adalah beberapa strategi dalam perdagangan umum untuk wedges. Namun kalian dapat menyesuaikan berdasarkan seberapa jauh menurut trader harga tersebut dapat berjalan sesuai dengan target setelah breakout dan juga seberapa besar kalian ingin mengambil risiko tersebut. Stop-loss yang lebih besar akan memiliki peluang lebih kecil untuk bisa dicapai daripada stop-loss yang lebih kecil, sementara target yang lebih besar akan memiliki peluang yang lebih kecil untuk bisa dicapai daripada target yang lebih kecil.

Berikut adalah beberapa langkah strategi umum untuk melakukan perdagangan pola wedge.

  1. Identifikasi wedge pada grafik. Gambar garis tren di sepanjang swing high dan juga swing low untuk bisa menonjolkan polanya.
  2. Perhatikan breakoutnya. Hal ini berarti harga sedang bergerak di luar pola wedge yang ditarik.
  3. Konfirmasi breakout. Verifikasi bahwa harga telah bergerak di luar wedge. Periksa garis tren untuk bisa memastikan bahwa kalian telah menggambarnya sesuai dengan keinginan kalian (biasanya akan ditarik bersama, dan menghubungkan, mengayunkan tertinggi dan terendah).
  4. Masukkan perdagangan. Kalian bisa membuka posisi beli jika harga telah melewati di atas garis tren atas dari falling wedge, atau posisi jual saat harga turun di bawah garis tren bawah dari rising wedge. Setelah harga menembus, terkadang harga akan kembali untuk bisa melakukan uji ulang garis tren lama dari wedge. Hal ini dapat memberikan kesempatan lain untuk masuk.
  5. Tetapkan perintah stop-loss untuk perdagangan. Beberapa pedagang akan memilih untuk menempatkan stop-loss mereka tepat pada luar sisi yang berlawanan dari wedge breakout. Orang lain mungkin akan menempatkan stop loss lebih dekat untuk bisa menjaga ukuran stop-loss lebih kecil. Maka dari itu, manajemen risiko adalah suatu elemen yang penting dalam perdagangan.
  6. Tetapkan target keuntungan atau pilih bagaimana kalian akan keluar dari posisi yang menguntungkan. Perkiraan target keuntungan yang mungkin adalah ketinggian wedge di bagian paling tebalnya, ditambahkan ke titik breakout/entry.
  7. Trailing stop-loss juga bisa digunakan. Jika aksi harga sedang bergerak dengan baik, stop loss akan mengikuti di belakang harga untuk bisa membantu mengunci keuntungan.
  8. Pertimbangkan rasio risiko/imbalan sebelum melanjutkan. Setelah menetapkan entri, stop-loss, dan juga target, pertimbangkan potensi keuntungan yang ditawarkan oleh perdagangan tersebut. Idealnya, potensi imbalannya menjadi dua kali lipat risikonya. Misalnya, jika target profit 1000 poin di atas entri, seperti pada grafik di bawah ini, maka untuk idealnya, perbedaan antara stop-loss (risiko) entri adalah 500 poin atau kurang. Jika potensi imbalannya lebih kecil daripada risikonya sendiri, maka akan lebih sulit untuk bisa menghasilkan uang dari banyak perdagangan, karena kerugian akan lebih besar daripada keuntungannya.

Falling Wedge Pattern vs Descending Triangle

Perbedaan antara descending triangle dan falling wedge adalah:

  • Descending triangle memiliki dasar yang datar dengan titik tertinggi yang lebih rendah atau garis tren yang menurun, sedangkan falling wedge tidak memiliki dasar yang datar.
  • Falling wedge adalah pola bullish dan mengikuti tren naik utama, sedangkan descending triangle adalah pola yang bearish.

Survey Pengguna GIC

Keuntungan dan Kekurangan Falling Wedge Pattern

Falling wedge pattern ini memiliki beberapa kelebihan dan juga kekurangan dalam penggunaannya pada suatu perdagangan, berikut di bawah ini penjelasan singkat nya:

Kelebihan;

  • Sering ditemukan pada perdagangan forex terutama pada saat time frame short term seperti M15, M30, H1 dan H4.
  • Mudah menentukan entry dari pola wedge yang telah terbentuk. Karena pola yang terbentuk akan cukup mudah ditebak.
  • Mudah menempatkan posisi dari area stop loss dengan benar, dan sesuai data berdasarkan dengan pola yang sudah terjadi, tolak ukurnya adalah dari pola wedge tersebut.
  • Mudah menemukan titik tertinggi yang terendah dan juga menemukan titik bawah yang paling rendah. Sebagai patokan dari garis trend line.
  • Dapat menentukan area untuk take profit sesuai dengan data pada pola yang telah terbentuk. Bahkan beberapa trader biasanya akan mengambil kesempatan untuk take profit dengan pips yang panjang.
  • Lebih mudah ketika melakukan entry dipadukan dengan oscilator sebagai suatu konfirmator tambahan.

Kekurangan;

  • Bagi para pemula, akan sedikit membingungkan jika tidak bisa benar-benar menguasai pola harga yang ada pada market.
  • Sangat jarang terjadi pada saat time frame besar seperti Daily, Weekly, dan Monthly. Sehingga untuk para trader yang long term belum bisa dipastikan patetrn ini akan efektif dalam pengambilan profit panjang.
  • Terkadang trader yang gagal dalam mendefinisikan hasil arah trend selanjutnya, karena mereka terlalu terburu-buru dalam menyimpulkan pola falling wedge, padahal pola tersebut belum sepenuhnya memenuhi syarat/rule wedge yang sempurna.

Setelah mengetahui mengenai falling wedge pattern ini berdasarkan dengan kriteria, contoh, akurasi, dan pembahasan lainnya, pastikan kalian mengingat pembahasan tersebut agar bisa melakukan trading ketika berhadapan dengan pattern ini sendiri. Pastikan juga kalian mengajak teman kalian untuk mempelajari serta melakukan trading bersama GIC, atau jadikan diri kalian sebagai IB Affiliate agar mendapatkan keuntungan dari GIC berupa income tambahan.

Terapkan juga cara dalam bertrading ketika berhadapan dengan pattern ini agar bisa memaksimalkan profit yang hendak kalian miliki. Serta, jangan lupa untuk mengukur kemampuan trading dengan melakukan Preliminary Test dari GIC!

Wachda Mihmii
SEO writer who is experienced in various Indonesian national media. Aspiring to be a book or novel writer. Has experience as a Creative Director.

Daftarkan Diri Anda Sekarang


Setelah melakukan pendaftaran anda akan diberikan video workshop dari Trader Profesional Kami