Chart Pattern Trading Forex Lengkap, Kenali Yuk!

Artikel ini terakhir di perbaharui April 20, 2022 by Wachda Mihmii
Chart Pattern Trading Forex Lengkap, Kenali Yuk!
Sumber oleh nicedream30 via freepick

Ketika sedang membaca sebuah grafik, pastinya terdapat banyak sekali teknik untuk membaca sebuah analisa pasar. Salah satunya menganalisa pasar dengan menggunakan chart pattern. Kali ini kita akan membahas mengenai apa itu chart pattern dan macam-macam dari chart pattern trading forex secara lengkap.

Raih Komisi Sekarang

Chart pattern, khususnya pada trading forex, adalah teknik yang biasa digunakan untuk membaca pergerakan dari suatu harga pasar yang memberikan hasil akurat dan juga sederhana. Akurasi dari chart pattern ini akan lebih tinggi dari pola candlestick tradisional lainnya. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai chart pattern itu sendiri, kalian bisa memahaminya melalui artikel yang berkaitan dengan trading forex di bawah ini.

Penjelasan Chart Pattern

Sebelum mencari tahu lebih dalam mengenai chart pattern dan macam-macamnya, ada baiknya bagi kita untuk sedikit mempelajari mengenai apa itu chart pattern sendiri. Chart Pattern adalah suatu bentuk pola chart dari pergerakan suatu harga yang berulang dan memberi tanda bahwa itu adalah sebuah sinyal utama, seperti halnya sebuah penerusan dan juga pembalikan suatu trend.

Chart pattern atau pola grafik ini merupakan suatu aspek integral dari analisis teknik itu sendiri. Namun, penggunaannya pun pasti memerlukan sebuah kebiasaan sebelum bisa digunakan secara efektif. Pola grafik ini akan membantu kalian dalam menyarankan apa yang harus dilakukan selanjutnya berdasarkan dari apa yang telah kalian lakukan sebelumnya. Penting bagi kalian untuk mengetahui suatu pola grafik terbaik untuk pasar khusus milik kalian sendiri, karena hanya dengan menggunakan yang salah juga bisa dapat menyebabkan kalian kehilangan sebuah peluang untuk mendapatkan keuntungan.

Macam-Macam Chart Pattern

Setelah mengetahui mengenai apa itu chart pattern sendiri, kali ini kita akan mendalami secara lebih lagi mengenai apa saja macam-macam dari chart pattern itu. Perlu diingat juga, tidak ada suatu pola grafik yang terbaik dalam cara kerja dan hasilnya, dikarenakan semua akan digunakan untuk menyoroti suatu tren yang berbeda pada berbagai pasar yang sangat besar pula. Berikut merupakan macam-macam dari chart pattern.

Reversal Chart Pattern

Seperti dengan namanya, reversal chart pattern ini merupakan suatu pola yang menandakan perubahan dari suatu tren dan dikenal sebagai pola pembalikan. Pola ini akan menandakan suatu periode dimana bulls maupun bears sedang kehabisan tenaga. Tren yang telah matang nantinya akan berhenti yang kemudian akan menuju ke arah yang baru pada saat energi yang baru lainnya muncul pada sisi lain, baik itu bullish maupun bearish.

Sebagai contoh, misalnya tren sedang mengalami kenaikan yang didukung dengan antusiasme dari buyer dapat berhenti, akan menandakan tekanan yang seimbang dari kedua bullish maupun bearish, yang kemudian pada akhirnya akan memberi jalan pada bearish. Ini akan menghasilkan perubahan dari tren ke sisi negatifnya. Reversal Chart Pattern ini sendiri dibagi menjadi beberapa macam pattern juga. Berikut macam-macamnya:

Double Top dan Double Bottom

Pola grafik harga ini merupakan salah satu dari pola harga yang memiliki frekuensi kemunculan yang tinggi dikarenakan formasinya sangat mudah dikenali oleh setiap orang. Untuk formasi double top ini akan mengindikasikan bahwa harga biasanya cenderung melambat ketika telah mencapai puncaknya. Double top ini merupakan versi baerish, sedangkan untuk double bottom merupakan versi bullishnya. Pola ini akan terindentifikasi sebagai suatu pola pembalikan yang biasa dipicu oleh kemunculan dua top pada level yang sama.

Top kedua yang tidak mampu melewati batas top pertama sehingga akan memunculkan sinyal ketidakmampuan buyer ketika mengangkat suatu harga untuk melewati batas resistance. Jika harga tersebut turun dengan menembus suatu base jika ditarik dari harga terendah, maka akan menghasilkan bearish reversal yang terkonfirmasi. Sedangkan untuk double bottom ini terdiri dari dua bottom pada level yang setara, sehingga pola ini bisa di analisis melalui pemahaman yang mirip dengan teknik chart pattern double top.

Triple Top dan Triple Bottom

Pola grafik ini akan mengalami bearish reversal untuk triple top dan bullish reversal untuk triple bottom. Sinyal triple top akan sama dengan pola double top, namun pada triple top ini akan mengandung tiga top yang akan tampak berdiri secara sejajar. Perlu kalian ingat, triple top akan muncul pada puncak trend. Meskipun jarang, namun dianggap akan lebih valid dikarenakan dapat memberikan konfirmasi yang lebih baik mengenai ketidakmampuna dari harga yang menembus pada resistance.

Sedangkan untuk triple bottom, pola ini akan perlu mengkonversi sebuah sinyal bullish reversal yang nantinya muncul ketika harga akan mendekati akhir sebuah downtrend. Suatu low price yang telah menguji level maupun support sebanyak tiga kali  sehingga membentuk pola triple bottom. Dengan kekuatan seller yang telah mencapai nilai maksimum akan mengakibatkan harga yang memantul ke atas sehingga menciptakan suatu pergerakan baru pada arah uptrend. Hal ini bisa terkonfirmasi setelah harga tersebut telah menembus base yang membentuk titik high harga.

Head and Shoulders Pattern

Untuk pola head and shoulders yang pertama dan kedua ukurannya akan lebih kecil ketimbang kepala yang sebagai indikasi dari pelemahan suatu momentum untuk mempertahankan harga pada titik tertingginya yaitu Head. Begitu ketika harga telah mulai menampakkan dan menembus neckline, maka kalian dapat mengeksekusi order sell tersebut. Head and Shoulders Pattern ini juga dibagi menjadi dua macam lagi yaitu:

Head and Shoulder

Pola ini akan menandakan kekuatan dari para pembeli yang mulai melemah. Bahkan jika penurunan harga berikutnya akan sukses dengan menembus neckline (garis bawah pada titik terendah), maka akan besar kemungkinan untuk harga berlanjut dalam downtrend tersebut.

Inverted Head and Shoulder

Pada pola ini akan sama dengan pola Head and Shoulder, namun posisi dari pola harga terendah ini menjadi dasar formasi head dan kedua shoulder. Titik-titik dalam pola high ni akan digunakan sebagai suatu landasan dari penentuan neckine itu sendiri. Ketika harga telah sukses breakout dari neckline, maka akan berkemungkinan untuk bullish reversal tersebut tercipta.

Wedge Pattern

Bukan hanya pola continuation, wedge pattern ini juga memiliki pola reversal. Untuk itu, kali ini kita akan memahami apa itu wedge pattern beserta dengan macam polanya.

Falling Wedge

Bagi kalian yang ingin mengenali pattern ini terdapat cara yang sangat mudah. Hanya dengan memperhatikan arah dari kemiringan suatu pola tersebut yang mana falling wedge arah kemiringannya akan mengerucut ke bawah, yang berawal dari harga yang sedang trend up, lalu membentuk pola konsolidasi penurunan high harga yang secara signifikan. Dan juga diiringi dengan pembentukan low harga yang nantinya juga mengarah ke bawah, dan menjadikan ketika ditarik dengan sebuah garis trendline nantinya akan terlihat mengerucut.

Rising Wedge

Untuk pola rising wedge ini tidak jauh berbeda dari pola sebelumnya, yaitu Falling Wedge. Yang merupakan pola kebalikannya. Pola rising wedge ini akan terbentuk dari sebuah trend up, yang kemudian konsolidasi tersebut akan membentuk pola high miring ke arah atas, diikuti dengan low harga yang juga ikut bergerak naik ke arah atas.

Continuation Chart Pattern

Sesuai dengan namanya yang continuation, maka pola chart ini merupakan pola yang berkelanjutan. Maka continuation chart pattern ini adalah munculnya suatu pola yang memberi informasi mengenai akan terjadinya suatu penerusan harga dari trend yang telah terjadi sebelumnya. Meskipun hal ini terjeda oleh beberapa candle koreksi kecil yang disebut juga sebagai gerak retracement. Namun, untuk pola yang telah terbentuk secara keseluruhan juga masih mengindikasikan gerak trend untuk tetap beranjut. Terdapat berbagai macam continuation chart pattern ini diantaranya:

Flag Pattern

Pattern ini juga sesuai namanya yang menyerupai bendera dan memiliki formasi yang mirip seperti garis trenline dan terdapat pada instrumen chart. Akan tetapi, dalam tools line juga bisa disebut sebagai channel trend yang mana berfungsi sebagai cara untuk mengetahui suatu area harga breakout jika nantinya menembus batas resistance maupun area support.

Bullish Flag Pattern

Pola ini akan berperan secara bullish dengan lonjakan harga trend up yang diibaratkan seperti tiang dan harga konsolidasi yang terbentuk setelahnya dan membentuk suatu bendera. Ketika harga sedang naik, yang kemudian dilanjutkan dengan membentuk pada harga tertinggi dan terendah melalui suatu pola-pola kecil yang seperti segitiga, sehingga harga terlihat mengalami sebuah penurunan. Namun, pembalikan arah dari downtrend ini tidak terjadi. Penyebabnya adalah pada saat membentuk pola segitiga akhir sehingga harga berhasil menembus area titik tertinggi sebelumnya, yang kemudian membuat beberapa candle retracement ataupun breakout. Sehingga harga kembali bisa melanjutkan sebuah trend up atau yang bisa disebut sebagai bullish.

Bearish Flag Pattern

Seperti aturan pada bearish flag, hanya saja pola ini merupakan kebalikan dari bullish flag itu sendiri yaitu, lonjakan harga dari downtrend yang diibaratkan sebagai tiang serta pembentukan harga koreksi yang disebut juga sebagai bendera. Pada pengoperasiannya, kalian bisa mencoba untuk membuka entry ketika harga telah mengalami breakout dan terbentuk dengan sempurna. Buatlah area stop loss yang berada pada lower high candle breakout untuk pola bullish flag, dan juga kalian bisa membuat stop loss pada area lower high untuk pola bearish flag. Hal ini dilakukan agar dapat meminimalisir resiko kerugian yang ada nantinya.

Pennant Pattern

Jika digaris menggunakan trenline, sebuah pennant pattern akan memiliki bentuk yang hampir sama dengan pola wedge. Yang mana titik higher pada pola segitiga ketika terbentuk setelah trend up atau pennant bullish ini akan condong miring ke bawah, dan mempunyai lower yang miring ke atas. Akan tetapi, jika dilihat secara mendetail pastinya akan terdapat perbedaan dari keduanya, yaitu terdapat pada garis derajat kemiringannya, pennant pattern akan memiliki garis kemiringan yang lebih simetris, sedangkan dengan wedge pattern akan lebih condong ke salah satu arah.

Bullish Pennant

Untuk bullish pennantini merupakan kelanjutan dari tren yang sedang naik. Pola ini akan terjadi pada saat harga yang bergerak uptrend dengan diikuti suatu koreksi yang berbentuk pola segitiga dan menunjukkan konsolidasi. Namun, dikarenakan sentimen bullish yang yang masih tajam, maka akan terjadi penerusan harga ke tren naik dengan menembus suatu garis resistance dari pola segitiga tersebut.

Bearish Pennant

Sedangkan untuk barish pennant ini merupakan kebalikan dari bullish pennant tersebut, yang artinya suatu pola kelanjutan yang terjadi pada sebuah downtrend kuat. Pola ini biasanya akan dimulai dengan sebuah flagpole, yang diikuti dengan penurunan harga yang sangat tajam, dan diikuti lagi oleh jeda dalam pergerakan yang turun. Jeda itulah yang akan membentuk pola segitiga nantinya. Kemudian akan terdapat juga breakout sehingga gerakan ke bawah akan berlanjut. Para trader bisa melihat ini untuk memasuki suatu perdagangan pendek pada suatu break di bawah pennant.

Rectangle pattern

Pola rectangle ini merupakan pola penerusan yang panjang. Pada umumnya, target penerusan harga ini dapat diukur denga mengukur sebuah lebar rectangle, jarak, maupun level dari harga support ataupun resistance yang akan dicapai nantinya. Dalam menentukan suatu target harga tersebut, sebaiknya melakukan identifikasi pola itu secara lebih mendetail. Rectangle pattern ini juga dibagi menjadi 2 pola lagi, yaitu:

Bullish Rectangle

Pola bullish rectangle ini merupakan pola kelanjutan yang bisa terjadi dalam suatu tren naik, yang mana para trader bisa mencoba masuk dengan memasang posisi buy ketika harg atelah menembus level support dan menutup pada zona breakout. Untuk melakukan stop loss, nantinya bisa ditentukan melalui beberapa pip dibawah level support. Sedangkan target profit biasanya bsia ditentukan berdasarkan tinggi yang sama terhadap rectangle maupun sebesar jarak diantara level resistance dan juga support, dengan menggunakan metode tersebut, risk/ reward rasionya adalah sekitar 1:1.

Bearish Rectangle

Untuk kebalikan dari pola bullish rectangle ini adalah jika suatu harga akan bergerak downtrend yang kemudian akan berganti dengan sideways atau ranging, maka akan ada kemungkinannya untuk membentuk pola bearish rectangle, yaitu jika nantinya terjadi breakout suatu harga dan harga tersebut akan menebus level support. Namun jika tidak terjadi breaout tersbeut maupun pergerakan harga yang berbalik arah, maka nantinya akan membentuk pola double bottom.

Bilateral Chart Pattern

Bilateral chart pattern ini adalah pola yang memiliki 2 kemungkinan harga yang akan berbalik atau bahkan mengalami penurunan. Untuk bisa menggunakan jenischart ini, maka sebaiknya kalian pertimbangkan dua hal yaitu upside dan downside pada saat breakout. Kalian dapat meletakkan satu order dari dua hal tersebut pada puncak formasi dan satu order lainnya pada dasar formasi. Jika salah satu order tersebut mulai tereksekusi, maka kalian dapat membatalkan salah satu ordernya. Bilateral Chart Pattern ini akan dibagi menjadi beberapa pattern yaitu:

Symmetrical Pattern

Symetrical pattern ini memiliki pola yang mirip seperti pennant pattern. Pola ini akan cukup membuat sulit ketika memprediksi suatu harga. Dikarenakan ketika muncul symetrical pattern atau symetrical triangle tersebut, akan membentuk pola garis high dan low harga yang membentuk garis simetris. Sehingga nantinya akan diperlukan tindakan wait and see atau menunggu untuk bisa menindaklanjuti harga tersebut, apakah akan bergerak secara continuation ataupun reversal.

Ascending Pattern

Pola ini juga dikategorikan sebagai bagian dari sinyal bullish. Hal ini bisa ditandai dengan adanya titik terendah pada harga yang semakin mengecil, sementara dengan nilai high-nya akan tetap stabil. Yang artinya, ketika telah lemah kekuatan seller tersebut, yang mana pihak dari buyer masih terlihat stabil dan dominan, yang menyebabkan tanda harga breakout akan mendukung dan berhasil dengan menembus nilai higher pola flat dari harga sebelumnya dan tren tetap berlanjut bullish.

Descending Pattern

Sedangkan untuk pola descending ini akan dikategorikan sebagai sinyal bearish yang merupakan kebalikan dari pola ascending triangle. Pola ini merupakan titik dimana high terus mengalami penurunan, sedangkan untuk low akan tampak stabil. Hal ini dapat menandakan suatu kelemahan dari kekuatan buyer tersebut, yang mana pihak seller akan lebih mendominasi pasar dan harga breakout yang berhasil menembus lower flat dari pola harga sebelumnya. Yang pada akhirnya trend tersebut akan berlanjut pada bearish.

Cup and Handle Pattern

Cup and handle ini merupakan pola kelanjutan dari bullish yang akan menandai suatu periode konsolidasi yang nantinya diikuti oleh sebuah breakout. Pola ini mempunyai dua bagian, yaitu cangkir dan juga gagang. Cangkir (cup) akan terbentuk pada saat setelah tren sedang turun yang diikuti dengan tren naik dan kemudian akan terlihat seperti mangkuk atau bagian bawah yang berbentuk membulat. Saat cangkir (cup) tersebut selesai terbentuk, harga ini akan bergerak ke sideways dan membentuk suatu pola gagang.

Menguji Chart Pattern

Bagaimana Anda menguji pola grafik? Ini bukan pertanyaan yang mudah untuk dijawab. Jika Anda menggunakan perangkat lunak yang tersedia secara umum yang menguji strategi perdagangan, Anda akan memasukkan aturan untuk model bentuk double bottom, misalnya. Ketika harga ditutup di atas bagian atas pola, ini menandakan entri, sehingga perangkat lunak mensimulasikan pembelian.

Bagaimana dengan sinyal keluar? Kapan Anda menjual? Haruskah Anda menggunakan perintah stoploss atau sinyal dari MACD atau bahkan crossover rata-rata bergerak? Tidak. Kenapa tidak? Karena Anda tidak menguji pola grafik. Anda sedang menguji caranya
baik perintah stop-loss berfungsi atau Anda sedang menguji MACD atau rata-rata bergerak sistem silang.

Jadi saya menemukan dua alat yang saya sebut paling tinggi dan paling rendah untuk dipecahkan masalah pengujian. Mari kita lihat bagan sehingga saya dapat menjelaskan cara kerjanya dan Anda akan memahami statistik dalam artikel ini.

Cara Trading Menggunakan Chart Pattern

Jika kalian ingin menerapkan chart pattern ini pada grafik trading kalian, maka terdapat cara yang harus kalian terapkan untuk menggunakan chart ini secara baik dan benar. Berikut beberapa cara yang harus kalian terapkan yaitu:

Cara Trading Menggunakan Reversal Pattern

Jika reversal chart pattern ini akan terlihat selama keadaan mengalami uptrend, maka hal tersebut merupakan petunjuk bahwa harga tersebut akan berbalik turun nantinya. Begitu juga dengan sebaliknya, jika reversal chart sedang mengalami downtrend, maka hal tersebut menandakan bahwa harga akan mengalami kenaikan. Kalian bisa meletakkan entry tersebut dengan melewati garis neckline yang sesuai dengan perkiraan arah trend yang nantinya akan terjadi. Setelah itu kalian bisa memasang target profit kalian yang sama tingginya dengan formasi yang akan terjadi. Kalian juga harus memasang stop loss diantara garis-garis formasi chart yang telah terbentuk.

Cara Trading Menggunakan Continuation Pattern

Pada chart patter jenis ini akan menandakan suatu pola konosolidasi yang mana para pembeli maupun penjual akan mengalami break sejenak, sesaat sebelum akan melanjutkan pergerakan suatu harga ke arah yang sama dengan harga sebelum-sebelumnya. Perlu kalian ketahui bahwa, kalian juga perlu memastikan mengenai uptrend maupun downtrend yang sedang terjadi terlebih dahulu, kemudian kalian dapat meletakkan entry position pada atas maupun di bawah formasi yang telah terbentuk. Taruh juga target profit yang jauh dari pola yang telah terbentuk. Perlu kalian ingat juga, kalian harus meletakkan stop loss beberapa tips dari formasi yang telah terbentuk.

Cara Trading Menggunakan Bilateral Pattern

Pada bilateral pattern ini perlu kalian teliti dengan sangat jeli karena pattern ini bisa melakukan reversal atau bahkan melanjutkan trend yang terjadi, dengan kata lain bisa naik maupun turun. Untuk itu, kalian harus mempertimbangkan kedua kemungkinan tersebut. Maka dari itu, kalian bisa menempatkan entry position di atas dengan satu lagi pada bawah formasi. Hal ini dilakukan untuk berjaga apabila trend tersebut tidak pasti akan kemana untuk terbentuk.

Manfaat Trading Menggunakan Chart Pattern

Setelah mengetahui apa saja macam dan juga cara menggunakan chart pattern ini, kali ini kita akan membahas mengenai apa saja manfaat dari chart pattern ketika digunakan untuk melakukan sebuah trading. Manfaat ini bisa bermacam-macam, mulaai dari pembentukan harga, target, dan seberapa jauh kenaikan maupun penurunan dari harga pasar tersebut. Manfaat dari chart pattern itu sendiri adalah:

  1. Kalian dapat menentukan pada saat kapan waktu untuk melakukan open posisi dan arahnya. Seberapa kalian akan melakukan open posisi ini untuk mengambil suatu keuntungan dan juga management kompensasi yang secara objektif.
  2. Tingkat probabilitas dan juga akurasi yang tinggi.
  3. Kalian juga dapat menentukan money management yang lebih mudah lagi.

Kegagalan Chart Pattern

Setelah Anda memahami apa arti perdagangan yang sempurna, Anda dapat mencari kegagalan. Apa artinya ketika pola grafik gagal? Untuk menjawabnya, saya harus menemukan konsep baru, yang saya sebut tingkat kegagalan impas atau tingkat kegagalan 5%. Itu dua frasa adalah sinonim. Yang saya lakukan hanyalah menghitung berapa banyak pola grafik yang gagal untuk melihat kenaikan atau penurunan harga lebih dari 5%.

Di pasar bull, misalnya, saya menemukan bahwa 18,8% dari head-and-shoulders pola teratas gagal melihat harga turun lebih dari 5%. Jika biaya perdagangan Anda adalah 5%, maka Anda akan tahu bahwa hampir 20% dari head-and-shoulders yang Anda perdagangkan, jika Anda memperdagangkannya dengan sempurna dan cukup sering, akan gagal menutupi biaya Anda.

Setelah mengetahui apa saja macam dari chart pattern ini dan manfaatnya, begitu juga caranya, kalian bisa menerapkan cara-cara yang telah dijelaskan pada pola grafik milik kalian sendiri. Selain itu, kalian masih bisa mencari informasi lainnya mengenai chart pattern ini pada platform lainnya seperti buku maupun media lainnya.

Demikian artikel dari GICTrade mengenai penjelasan “Cara Menerapkan Chart Pattern pada Grafik dan Macamnya”. Kalian juga bisa mencari tahu dan mengulik mengenai bahasan trivia lainnya tentang pola grafik, istilah trading, maupun seputar trading yang lainnya, seperti “Diamond Pattern: Pengertian, Strategi, dan Cara Trading” yang bisa kalian baca pada Jurnal GIC. Perlu kalian pastikan juga untuk memperdalam segala ilmu dan informasi forex lainnya pada GICTrade, melalui ebook scalping, maupun NFP live trading. Serta, jangan lupa juga untuk mendownload GIC Mobile Apps pada Google Play Store maupun App Store.

Wachda Mihmii
SEO writer who is experienced in various Indonesian national media. Aspiring to be a book or novel writer. Has experience as a Creative Director.

Daftarkan Diri Anda Sekarang


Setelah melakukan pendaftaran anda akan diberikan video workshop dari Trader Profesional Kami