Minyak Anjlok Imbas Lockdown

Artikel ini terakhir di perbaharui May 5, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Minyak Anjlok Imbas Lockdown

Negara-negara di seluruh Eropa telah menerapkan kembali langkah-langkah Lockdown (penguncian) yang bertujuan memperlambat tingkat infeksi COVID-19 yang telah meningkat di benua itu dalam sebulan terakhir. Langkah-langkah Lockdown yang diumumkan oleh Inggris dan Italia hanya menambah situasi Eropa yang kian memburuk, kata kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney.

Harga minyak mentah melemah hingga menyentuh level terendah lima bulan pada perdagangan Asia di awal pekan ditengah kekhawatiran terhadap permintaan global. Kepanikan pasar energi global cukup beralasan setelah PM Johnson mengatakan pada hari Minggu (01/November) bahwa Inggris tengah bersiap menerapkan lockdown terhitung sejak 5 November hingga awal bulan Desember setelah negeri Ratu Elizabeth ini mencatatkan rekor tertinggi kasus COVID-19 harian pada akhir pekan lalu.

Selera Resiko memang meredup dalam sepekan terakhir karena disamping meningkatnya kasus Corona di Eropa, gagalnya kesepakatan terkait stimulus dan jelang pemilihan presiden AS besok ikut menekan pergerakan harga komoditas energi.

Ini akan menjadi minggu besar karena adanya pemilihan presiden AS pada hari Selasa yang menjadi fokus utama minggu ini. Ketidakpastian jelang pilpres memicu aksi penghindaran resiko dan investor lebih memilih untuk beralih menuju safe haven sembari melihat dan menunggu siapa yang menjadi presiden AS selanjutnya, kata ekonom AMP, Shane Oliver.

Oliver kemudian menambahkan bahwa rencana tercapainya kesepakatan stimulus sebelum pilpres telah tertutup sehingga perhatian investor bergeser kepada jalan untuk mendapatkan stimulus dalam upaya membantu perekonomian setelah pemilihan presiden AS. Kandidat presiden dari partai Demokrat, Joe Biden memang unggul mutlak menurut survey, namun analis melihat peluang Demokrat menguasai kursi Senat dan House of Representative kemungkinan-nya agak kecil.

Market Review dan data ekonomi yang akan di rilis pada hari ini:

Pada Pekan pertama November ini berpotensi memberikan peluang trading yang besar karena didukung oleh beberapa sentimen penting seperti:

  • Hasil hitung cepat Pemilu AS, Data tenaga kerja AS Non Farm Payrolls dan keputusan suku bunga Bank-Bank Sentral Dunia seperti Bank Sentral AS (The Fed), serta Bank Sentral Australia dan Inggris.

Sentimen dari pekan lalu juga masih akan menggeraka pasar seperti:

  1. Kasus penularan covid19 yang masih tinggi di sejumlah negara sehingga berpotensi menghambat pemulihan ekonomi.
  2. Negosiasi paket stimulus fiskal AS yang tidak kunjung rampung dan negosiasi panjang dari Brexit yang belum menemui titik terang.
  3. Senin 2 November 2020, ada beberapa data yang berpotensi mendukung pergerakan AUDUSD, Namun data aktivitas manufaktur Tiongkok yang dirilis oleh markit berpotensi berpengaruh besar terhadap dolar Australia mengingat Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar bagi negara Australia, sehingga bila data ini diriis lebih baik dari perkiraan maka AUDUSD berpeluang bergerak naik.
  4. Selanjutnya EURUSD juga akan mendapatkan sejumlah katalis penggerak dari data – data indeks aktivitas manufaktur negara-negara besar di Eropa. Aktivitas manufaktur yang tinggi akan menopang pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dengan tingginya kasus covid19 di Eropa pertumbuhan aktivitas manufaktur di sana kemungkinan tertekan, dan EURUSD berpotensi melemah bila data tersebut dirilis lebih rendah dari perkiraan.
  5. Selanjutnya poundsterling, dollar Kanada dan dollar AS juga akan mendapatkan faktor penggerak penting dari data indeks aktivitas manufaktur yang masing-masing akan dirilis sore dan malam hari. Bila data-data tersebut dirilis lebih rendah dari ekspektasi, nilait tukar masing-masing bisa melemah. Harga emas bisa menguat bila terjadi pelemahan dollar AS.

Daily Pick

Minyak Anjlok Imbas Lockdown

Prediksi hari ini ada di pair EU (EURUSD) di perkirakan akan menurun dan OP yg disarankan adalah SELL di level 1,16350 dengan target profit 10 – 20 point dan stop loss di 5-10 point.

  • TP 1 = 1,16250
  • TP 2 = 1,16150
  • SL 1 = 1,16400
  • SL 2 = 1,16450

Tetap utamakan Money Management dan Risk Management.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Desi Novitasari
Knowledge is like a garden, if not cultivated, it cannot be harvested.