Dollar Jatuh ke Level Terendah: Aussie Rebound

Artikel ini terakhir di perbaharui October 14, 2021 by Rinaldi Syahran
Dollar Jatuh ke Level Terendah: Aussie Rebound
Sumber Foto: GIC

Dollar jatuh ke level terendah, melemah terhadap mata uang utama pada hari Kamis, mencapai level terendah selama sembilan hari dalam kemunduran reli baru-baru ini. Sementara itu, mata uang pound Inggris, dolar Australia, dan Selandia Baru naik. Ini menjadi berita penting bagi pelaku pasar keuangan.

Ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan memperketat kebijakan moneter lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya telah membuat dolar naik pada September dengan perkembangan sejauh ini pada Oktober. Namun dikarenakan hal ini yang dapat mengurangi kenaikan baru-baru ini. Bahkan, setelah pertemuan FED September mengkonfirmasi bahwa stimulus pengurangan kemungkinan akan dimulai pada tahun ini.

“Sepertinya ini adalah kasus klasik yang membeli rumor dengan menjual mentalitas bertipe fakta,” Kata Neil Jones, Kepala penjualan FX di Mizuho, “FED telah mengkonfirmasi ekspektasi banyak investor. Saya menyarankan pada setiap orang untuk memegang posisi dolar jangka panjang”. “Ini hanya situasi melikuidasi posisi dalam membeli dolar. Orang-orang dapat mengambil untung dari posisi beli dolar dikarenakan pengetatan kebijakan FED yang sekarang agak diperhitungkan dalam harga” Ia melanjutkan.

Dollar jatuh ke level terendah, pada 0726 GMT, indeks dolar turun 0.1% hari ini pada 93.994 dengan nilai terendah sejak 5 Oktober lalu. Sedangkan pada hari Selasa minggu ini, dolar telah mencapai nilai tertinggi dalam satu tahun pada 94.563.

Euro naik 0.1% menjadi $1.16105 dengan penempatan tertinggi selama sembilan hari.

Sebuah laporan Departemen Ketenagakerjaan menunjukkan harga konsumen AS naik secara solid pada bulan September, serta hal itu juga kemungkinan akan naik lebih lanjut lagi di tengah lonjakan harga energi yang berpotensi menekan FED untuk bertindak lebih cepat dengan cara menormalkan kebijakannya.

Hasil pertemuan FED pada bulan September juga menunjukkan bahwa semakin banyak pembuat kebijakan yang khawatir akan tingkat inflasi yang tinggi untuk dapat bertahan.

“Harapan Saya adalah adanya pelemahan dolar ini tidak akan bertahan lama dan kita bisa kembali ke tren bull jangka panjang” Ungkap Jones dari Mizuho. Selain itu, seorang ahli strategi ING juga mengatakan bahwa klaim pengangguran awal AS dan data PPI akan dirilis hari ini.

“Data PPI AS hari ini harus menjadi pengingat bahwa FED perlu lebih waspada terhadap inflasi,” Tulis ahli strategi ING dalam sebuah catatannya kepada klien.

Dolar Australia yang dilihat sebagai proxy likuid untuk resiko, naik menjadi 0.3% dengan dolar pada $0.74055. Adanya mata uang ini menepis data yang menunjukkan penurunan jumlah pekerjaan sehingga para investor mulai bertaruh akan pemulihan yang cepat dikarenakan tindakan penguncian yang telah mereda.

Dolar Selandia Baru juga naik menjadi 0.5% menjadi $0.701 dengan level tertinggi dalam dua setengah minggu. Sedangkan Franc Swiss naik sekitar 0.2% terhadap nilai mata uang Euro pada sekitar pukul 06.00 GMT. Hal itu juga terbilang mencapai level tertinggi dalam 11 bulan versus Euro. Hal ini disebabkan oleh sebuah langkah yang disebabkan oleh kombinasi penghindaran resiko di pasar global dan pelemahan nilai Euro yang lebih luas menurut Jones dari Mizuho.

Mata uang Lira Turki memangkas beberapa kerugiannya dengan cara menarik kembali dari rekor terendah yang disentuh semalam, setelah Presiden Tayyip Erdogan memecat tiga anggota komite kebijakan moneter bank sentral.

Di tempat lain, bitcoin crypto berada di sekitar $57.570. Dengan data sebelumnya pada sesi itu mencapai level tertinggi selama lima bulan pada $58.550. Runtuhnya nilai cryptocurrency ini dikarenakan “skenario yang masuk akal” dan aturan diberlakukan untuk mengatur sektor yang tumbuh cepat sebagai “masalah yang mendesak” Jelas Deputi Gubernur Bank England Jon Cunliffe pada hari Rabu.

Wachda Mihmii
SEO writer who is experienced in various Indonesian national media. Aspiring to be a book or novel writer. Has experience as a Creative Director.