Dolar Australia hari ini sulit melanjutkan kenaikan untuk sesi ketiga pada hari Senin. Pasangan AUD/USD turun di bawah level tertinggi tiga bulan di 0,6590, didukung oleh suasana negatif sekitar Dolar AS (USD) dan data PMI Global S&P yang bervariasi, tetapi tetap kuat karena stimulus di pasar properti Tiongkok.


AUD menguat karena stimulus di pasar properti Tiongkok dan dukungan keuangan dari Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) untuk perusahaan swasta. Meskipun laba industri Tiongkok YTD turun 7,8%, perbaikan dari sebelumnya, bulan Oktober menunjukkan peningkatan sebesar 2,7%.


PBoC berkomitmen untuk mendukung perusahaan swasta dengan meningkatkan penerbitan obligasi dan mendorong pemberi pinjaman untuk tidak memotong atau menangguhkan pinjaman. Komentar hawkish Gubernur RBA Michele Bullock juga mendukung AUD, menekankan perlunya respons yang tepat terhadap inflasi yang didorong oleh permintaan.


Indeks Dolar AS (DXY) melemah meskipun imbal hasil Treasury AS membaik. Spekulasi tentang pelonggaran kebijakan Fed AS kontras dengan komentar pejabat Fed yang menyoroti perlunya pengetatan lebih lanjut, tergantung pada data inflasi.


Minggu sibuk dengan pidato RBA Bullock, penjualan ritel, dan angka inflasi di Australia, memberikan wawasan potensial untuk kebijakan moneter. Di AS, data ekonomi utama melibatkan Produk Domestik Bruto Tahunan (Q3), PCE Inti - Indeks Harga, dan PMI Manufaktur ISM.


Intisari Berita Pasar Terkini: Dolar Australia Naik Berkat Sikap Hawkish RBA


  1. RBA mengungkapkan kemungkinan kenaikan suku bunga seiring dengan risiko inflasi yang meningkat. Keputusan pengetatan lebih lanjut akan bergantung pada evaluasi data dan risiko.
  2. NAB memprediksi RBA akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Februari 2024.
  3. Risalah FOMC menyatakan kebijakan moneter akan diperketat jika informasi terbaru menunjukkan kemajuan yang tidak memadai dalam mencapai target inflasi.
  4. Anggota FOMC sepakat kebijakan harus tetap restriktif sampai ada bukti yang jelas bahwa inflasi menuju target.
  5. PMI Komposit Global S&P AS tetap stabil di 50,7, sementara PMI Jasa naik menjadi 50,8, melampaui ekspektasi, dan PMI Manufaktur turun ke 49,4, di bawah perkiraan.

Peringatan!

Analisa ini berdasarkan pandangan dari segi fundamental dan teknikal dari sumber terpercaya, tidak menjadi saran atau ajakan. Selalu ingat bahwa konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Selalu gunakan riset mandiri terlebih dahulu mengenai informasi forex lainnya untuk dijadikan acuan dalam perdagangan Anda. 

 

Dapatkan Berita dan Artikel terupdate dari GIC Indonesia yang lain dapat anda cek di Google News setiap harinya untuk mengetahui update terkini seputar dunia forex hingga crypto. Trading juga di GICTrade menggunakan akun ECN untuk bisa menikmati trading dengan spread rendah mulai dari nol!


Baca Juga : 

AUD/USD hari ini rentan di area 0,6725 di tengah bullish USD

AUD vs USD: Dollar AS Merana, Aussie Mendekati Puncak 0,64!