Dolar Amerika hari ini mengalami pelonjakan, kenaikan diakibatkan oleh Yen Jepang yang menguat, sterling, dan kekhawatiran para investor tentang resesi yang memungkinkan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada tahun 2023. 

Greenback Diperbesar Di Tengah Resiko Keterpurukan Saham

Seperti The Fed, Bank Sentral Eropa juga ikut menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya. Meskipun kebijakan tersebut kurang dari dua pertemuan, hal ini menjanjikan kenaikan lebih lanjut dan menyusun rencana untuk menguras uang tunai dari sistem keuangan. 

Greenback Melemah Emas Merangkak Naik

[caption id="attachment_22787" align="aligncenter" width="1024"]

Dolar Amerika

Dolar Amerika Hawkish[/caption]

Suku Bunga Mengalami Lonjakan, Dolar Merosot ke Level Terendah!

Presiden ECB, Christine Lagarde dalam konferensi persnya mengatakan bahwa kenaikan inflasi masih tetap ada, hanya saja membutuhkan pengetatan kedepannya.  BoE menaikkan suku bunga utama sebesar setengah poin pada hari Kamis dan mengindikasikan kemungkinan kenaikan lebih lanjut. Namun, investor bertaruh bahwa BoE mungkin akan mendekati suku bunga diakhir kenaikan biaya pinjamannya. 

Senior analis pasar Washington, Joe Manimbo mengatakan bahwa, baik Fed maupun ECB memberikan lebih banyak pengarahan tingkat level hawkish dan menambah kekhawatiran akan resesi. Ia juga menambahkan bahwa dorongan Dolar berasal dari Fed tidak dilakukan kenaikan suku bunga dan Powell menetapkan standar tinggi untuk menurunkan suku bunga”. The Fed memproyeksikan 75 bps tambahan untuk menaikan biaya pinjaman pada akhir tahun 2023 nanti. Proyeksi dana federal yang ditargetkan naik adalah sebesar 5,1% pada tahun depan dan nilai tersebut sedikit lebih tinggi daripada perkiraan investor. 

Powell dalam komentarnya tersebut sangat hawkish. Ia mencatat bahwa kenaikan suku bunga yang sedang berlangsung sesuai untuk berada di pembatasan yang cukup.  Dalam sebuah catatan penelitian dari J.P. Morgan Asset Management, tercatat bahwa kemungkinan resesi telah meningkat menjadi 60% dari perkiraan awal, 50%. Bob Michele, Kepala Investasi J.P. Morgan mengatakan bahwa The Fed menaikkan laju suku bunga tercepat pada tahun 1980 dan seluruh dunia mengikuti jejak The Fed. Kebijakan yang diikuti seperti pengetatan kuantitatif tahap awal, namun inflasi masih tinggi. 

Dalam perdagang Sore, mata uang Dolar Amerika naik dari level tertinggi dalam dua minggu terakhir terhadap Yen Jepang. Data terakhir sebesar 137,665, naik sekitar 1,6%.  Sebelumnya, Euro mencapai poin tertinggi sejak 9 Juni di poin $1.073 setelah keputusan ECB. Sebelumnya data menunjukkan penurunan ke $1.062, turun sekitar 0,5%.

Indeks Dolar ukuran greenback terhadap mata uang dunia naik sebesar 0,9% menjadi 104,53.
Greenback secara singkat memangkas kenaikan setelah data hari Kamis yang menunjukkan bahwa penjualan ritel Amerika mengalami penurunan dari yang diharapkan pada bulan November, sementara itu, pasar tenaga kerja tetap ketat dengan jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran untuk turun pada minggu lalu Sterling juga ikut turun tajam karena investor yang meyakini bahwa BoE akan menaikan suku bunga mendekati akhir tahun.

Data terakhir menunjukkan penurunan hampir 2% sebesar $1.218.
Dolar Melonjak 1,5% Terhadap Mata Uang Norwegia Menjadi 9,866. Franc Swiss juga jatuh setelah Ketua Bank Nasional Swiss Thomas Jordan mengatakan masih terlalu dini untuk "memberikan kejelasan" pada inflasi yang tinggi setelah bank sentral menaikkan suku bunga lagi pada hari Kamis dan mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut masih mungkin terjadi.

Saham Eropa Naik: FED Berpeluang Perlambat Kenaikan Suku Bunga!

SNB menaikkan suku bunga dalam kebijakan moneter nya sebesar 50 basis poin menjadi 1% - kenaikan ketiga bank sentral tahun ini karena meningkatkan kampanyenya untuk meredam kenaikan harga. Dolar Terakhir Naik 0,4% Vs Perancis di 0,9285 Dolar Australia (AUD) dan Selandia Baru (NZD) terhadap Dolar (USD) turun.

Australia turun sebesar 2,3% menjadi $0,6702, sedangkan Selandia Baru turun sebesar 1,8% menjadi $0,6345.
Dolar Melonjak 1,5% Terhadap Mata Uang Norwegia Menjadi 9.866 Franc Swiss juga turun setelah Ketua Bank Swiss, Thomas Jordan mengatakan masih terlalu dini untuk memberikan kejelasan pada inflasi yang tinggi. SNB menaikkan suku bunga sebesar 50 bps menjadi 1%, kenaikan ketiga bank sentral tahun ini bertujuan untuk meningkatkan kampanyenya untuk meredam kenaikan harga. 


Diatas merupakan informasi harian mengenai Dolar Amerika. Update terus informasi terbaru lainnya melalui jurnal GIC yang akan diumumkan setiap harinya. Anda juga tentunya bisa melakukan trading Forex dan Komoditi di aplikasi GICTrade dengan fitur terbarunya, akun ECN, nikmati keunggulan fitur terbaru dengan spread terendah dimulai dari 0 Rupiah saja! Ikuti juga GIC Gebyar Hadiah dan dapatkan hadiah menarik didalamnya dari GIC senilai miliaran Rupiah tanpa undian!

Analisa Harian Emas : 08 Januari 2021