Berita EUR/USD - Pasangan mata uang EUR/USD sedang mengalami konsolidasi setelah mengalami penurunan tajam semalam menuju level terendah dalam dua setengah minggu. Pada sesi Asia hari Jumat, mereka bergerak dalam kisaran perdagangan yang sempit, tepat di bawah angka psikologis 1,1000.


Dolar AS (USD) berhasil mempertahankan penguatan yang kuat dari hari sebelumnya dan mencapai level tertinggi sejak 11 Juli. Penguatan ini tetap didukung oleh data ekonomi AS yang optimis, yang meningkatkan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) di masa mendatang.


Namun, mata uang bersama (EUR) sedang mengalami tekanan karena Bank Sentral Eropa (ECB) tidak memberikan panduan maju yang jelas mengenai langkah-langkah yang akan diambil, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya jeda pada bulan September. Hal ini membuat para trader enggan untuk memasang taruhan yang bersifat bullish pada pasangan EUR/USD dan menjadi hambatan bagi pergerakan naik.


Dari segi analisis teknis, kemarin terjadi tembusan melalui titik resistensi kuat yang menjadi level support di 1,1050. Tembusan ini dianggap sebagai pemicu baru bagi para trader yang berpandangan bearish. Namun, penurunan selanjutnya berhasil dihentikan tepat sebelum mencapai level retracement Fibonacci sebesar 50% dari pergerakan naik yang terjadi antara bulan Mei hingga Juli.


Support tersebut telah ditetapkan di sekitar level pertengahan 1,0900-an dan berperan sebagai titik penting. Jika level ini berhasil ditembus dengan pasti, maka akan membuka peluang terjadinya penurunan yang lebih dalam. 


Selanjutnya, pasangan EUR/USD kemungkinan akan menguji garis Simple Moving Average (SMA) 100-hari yang berada di sekitar angka 1,0900 sebelum melanjutkan penurunan menuju level Fibo 61,8%, yaitu di kisaran zona 1,0880-1,0875.


Di sisi lain, angka psikologis 1,1000 saat ini berfungsi sebagai hambatan langsung sebelum mencapai level Fibo 38,2%, yang berada di sekitar wilayah 1,1030. Apabila pasangan EUR/USD mampu menguat melewati rintangan ini secara berkelanjutan, hal tersebut dapat memicu reli short-covering dan membuka kemungkinan bagi pasangan EUR/USD untuk mencapai kembali angka 1,1100.


Pergerakan naik dapat berlanjut lebih jauh, meskipun ada risiko kegagalan dengan cepat di sekitar wilayah 1,1125, yang merupakan tingkat Fibo 23,6%. Setelah itu, terdapat juga tingkat swing high dari sesi sebelumnya, yang jika berhasil ditembus, akan mengubah kecenderungan yang mendukung para pelaku pasar yang berposisi sebagai "bulls" dan membuka peluang bagi pergerakan lebih lanjut di atas angka 1,1200. Jika itu terjadi, maka pasangan mata uang ini berpotensi menguji kembali puncak tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, yang berada di sekitar area 1,1275.


Peringatan!
 
Analisa ini berdasarkan pandangan dari segi fundamental dan teknikal dari sumber terpercaya, tidak menjadi saran atau ajakan. Selalu ingat bahwa konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Selalu gunakan riset mandiri terlebih dahulu mengenai informasi forex lainnya untuk dijadikan acuan dalam perdagangan Anda.  
 
Dapatkan Berita dan Artikel terupdate dari GIC Indonesia yang lain dapat anda cek di Google News setiap harinya untuk mengetahui update terkini seputar dunia forex hingga crypto. Trading juga di GICTrade menggunakan akun ECN untuk bisa menikmati trading dengan spread rendah mulai dari nol!

Baca Juga :

 

Berita Euro Hari Ini: EUR/USD Dibawah Tekanan 1,0740 Di Sesi Asia

EURUSD Hari Ini Forex: Mendekati Level Terendah Mingguan!