7 Teknik Trading Forex Terbaik Untuk Pemula

Artikel ini terakhir di perbaharui March 19, 2021 by Yahya Kus Handoyo
7 Teknik Trading Forex Terbaik Untuk Pemula

Dalam dunia trading forex, saat akan melakukan transaksi Anda tidak bisa melakukan open posisi secara sembarangan. Semuanya butuh pemikiran matang, mulai dari melihat berita, arah pergerakan trend, hingga menggunakan indikator atau tools tambahan. Tentunya teknik trading forex ini dilakukan untuk menjamin keberhasilan dan meraup untung sebanyak-banyaknya.

Namun, sebetulnya ada teknik trading forex terbaik yang bisa dilakukan secara lebih simpel, bahkan terkesan mudah untuk pemula. Jika Anda ingin mendulang kesuksesan dalam aktivitas trading, coba pahami cara teknik trading forex terbaik berikut ini.

Teknik WhaM

WhaM bisa dibilang sebagai salah satu teknik trading forex terbaik bagi pemula. Pasalnya, teknik ini sangat mudah untuk dilakukan karena tidak memerlukan pengetahuan atau alat tambahan yang rumit. Melainkan Anda hanya mengandalkan grafik line. Walaupun dianggap sederhana, sebetulnya teknik WhaM ini pun cukup efektif, sehingga terus menjadi andalan bagi trader profesional.

Less is more, itulah pernyataan yang secara sempurna menggambarkan teknik ini. Bila biasanya Anda menggunakan grafik candlestick untuk melihat pergerakan pasar, sekarang coba berpindah ke grafik line. Perhatikan apakah ada bentuk huruf “W” dan “M” yang terbentuk di grafik line tersebut.

Kedua bentuk huruf ini hanya bisa terlihat dari grafik line, sementara grafik candlestick kurang mampu untuk memperlihatkan bentuk-bentuk ini secara jelas. Untuk melakukan Entry Buy, pertama-tama, coba cari bentuk huruf “W” pada grafik dengan kedua kaki menembus garis resistance. Lakukan Pending Order Buy Limit di titik nose huruf “W” tersebut.

Lalu, ubah grafik line menjadi grafik candlestick untuk bisa mengatur Stop Loss di titik low dari huruf “W.” Caranya adalah dengan mencari Lower Shadow terendah dari huruf “W” tadi. Anda bisa menentukan Take Profit dengan rasio Risk:Reward sebesar 1:1 atau lebih, tergantung gaya trading Anda.

Sementara untuk aktivitas Entry Sell, pertama cari dulu pola huruf “M” dalam grafik line, di mana kedua kaki sudah mencapai break Support. Tetapkan Pending Order Sell Limit di titik nose huruf “M” tersebut. Kemudian, ubah kembali menjadi grafik candlestick untuk bisa melihat harga tertinggi dari pola huruf “M.” Tetapkan Stop Loss pada titik harga tertinggi. Sama seperti aktivitas Entry Buy, Take Profit bisa dilakukan dengan rasio Risk:Reward sebesar 1:1 atau lebih, terukur dari jarak Stop Loss.

Waktu untuk melakukan teknik trading forex terbaik ini adalah pada time frame H4. Tetapi, ini bukanlah kewajiban, pada dasarnya Anda bisa melakukan teknik trading ini kapanpun Anda mau. Namun, dianjurkan untuk tidak melakukannya di bawah time frame H4 agar Win Rate yang didapat lebih besar lagi.

Trading Jam 7 Pagi

Teknik trading forex terbaik yang satu ini sudah cukup populer di kalangan traders Indonesia. Salah satu alasannya adalah karena sesuai dengan jadwal rutinitas sehari-hari. Bagi traders yang memiliki pekerjaan atau masih mengenyam bangku pendidikan, trading bisa dilakukan tepat sebelum memulai aktivitas sehari-hari.

Salah satu kunci kesuksesan trading dengan profit yang konsisten adalah waktu trading yang tepat. Jam 7 pagi ini jatuh pada penutupan candle, tepatnya time frame H1. Pasangan mata uang EUR/USD merupakan pilihan tepat untuk Anda pakai di time frame ini, apalagi mengingat pasangan mata uang ini begitu populer karena peluang untungnya yang besar.

Dalam teknik ini, pilihlah pasangan mata uang dengan fluktuasi yang besar setiap harinya, contoh lainnya seperti GBP/USD dan GBP/JPY. Gunakan grafik candlestick untuk melihat level pergerakan. Apabila candle setelah jam 7 pagi berada di atas level tertinggi candle di jam 7 pagi (Breakout High), maka bisa diperkirakan bahwa harga akan naik, menjadikannya waktu yang tepat untuk melakukan posisi Buy.

Begitu pula sebaliknya, bila candle setelah jam 7 pagi lebih rendah dari level tertinggi candle pada jam 7 pagi (Breakout Low), maka inilah waktu yang tepat bagi Anda untuk melakukan posisi Sell karena harga diperkirakan akan jatuh. Setelahnya, Anda perlu menetapkan target profit.

Tentunya target bisa berbeda-beda, tergantung dengan pasangan mata uang yang Anda pilih. Untuk pasangan mata uang EUR/USD, tetapkan target sekitar 15-40 poin jika Breakout High atau Breakout Low terjadi di pasar benua Asia. Tetapkan target di range 30-80 poin bila trading dilakukan di pasar Eropa atau Amerika.

Riding Trend

Satu lagi teknik trading forex terbaik untuk pemula, yakni riding trend. Teknik tidak memerlukan strategi ataupun perhitungan khusus, di sini tren pergerakan pasar adalah sahabat Anda. Memang dibutuhkan intuisi yang kuat, tetapi sebetulnya teknik riding trend cukup mudah untuk dilakukan selama Anda sudah cukup memahami kiat-kiat serta komponen trading yang ada.

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan berapa lama Anda ingin menahan posisi. Durasi ini sangat berpengaruh terhadap penentuan time frame. Sesuai dengan ukurannya masing-masing, time frame ini menjadi indikasi sifat tren. Contohnya, time frame berukuran besar menandakan tren untuk jangka panjang. Begitu juga dengan time frame berukuran kecil dan sedang, masing-masing menandakan jangka pendek dan jangka sedang.

Setelahnya, pastikan sentimen pasar pada saat itu sama dengan tren yang terbentuk pada grafik. Kemudian, gunakan trendline untuk bisa mengidentifikasi tren harga. Dalam pembentukan tren, ada 4 tahap penting yang harus Anda pahami, dimulai dari kondisi nascent (baru saja terbentuk), fully charged (bergerak cepat), aging (bergerak lambat), dan end (selesai).

Dengan memahami keempat tahap ini, Anda bisa menghindari false trend yang malah bisa merugikan Anda. Selanjutnya, perhatikan validitas trendline dengan melihat seberapa banyak harga yang menguji trendline tersebut. Semakin banyak harga berarti trendline ini cukup valid untuk dijadikan patokan.

Tahap selanjutnya adalah dengan memanfaatkan indikator ADX atau Oscillator untuk bisa melakukan konfirmasi arah dan kuatnya pergerakan tren. Lakukan Entry Order, lalu tetapkan Stop Loss sekurang-kurangnya 20 pips dari trendline.

News Straddling

Jika riding trend menggunakan pergerakan tren sebagai patokan utama, teknik trading forex terbaik selanjutnya adalah dengan mengandalkan berita seputar politik dan ekonomi dunia. Tentunya seperti yang diketahui banyak orang, kondisi politik dan ekonomi negara menjadi faktor utama dari pergerakan harga, terutama dalam aktivitas forex trading. Maka dari itu, penting sekali bagi seorang trader untuk terus update mengenai berita-berita dunia, terfokus pada pasangan mata uang yang di-trade.

Dalam teknik trading terbaik ini, Anda bisa fokus kepada pasangan mata uang major, contohnya seperti EUR/USD. Mengapa demikian? Pasangan mata uang major memiliki peluang profit yang sangat besar. Selain itu, pasti akan sangat rumit bila Anda harus terus menerus melihat berita dari setiap negara tanpa fokus kepada satu atau beberapa pasangan mata uang.

Belum lagi mengingat bahwa negara dari pasangan mata uang major ini cukup disorot media, sehingga cukup mudah untuk mengikuti perkembangan beritanya. Untuk menggunakan teknik trading terbaik ini, pilihlah time frame yang bersifat intraday, artinya hanya berdurasi maksimal 1 hari penuh. Kemudian, tentukan juga support dan resistance dari pasangan mata uang.

Lakukan Pending Order Sell di atas garis resistance, sementara Pending Order Buy dilakukan bila berada di bawah garis support. Tetapkan Stop Loss Pending Buy 20 pips dari bawah garis resistance dan Stop Loss Pending Sell 20 pips dari atas support. Hal ini untuk meminimalisir kerugian yang bisa saja terjadi. Ingatlah untuk melakukan open posisi bila sudah mencapai level harga yang Anda targetkan.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi menarik, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Desi Novitasari
Knowledge is like a garden, if not cultivated, it cannot be harvested.