Return On Investment, Pengertian dan Rumus Cara Menghitung ROI

Artikel ini terakhir di perbaharui August 27, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Return On Investment, Pengertian dan Rumus Cara Menghitung ROI

Sebagai seorang pebisnis, kita wajib memahami dengan baik apa itu return on investment (ROI). Secara sederhana, return on investment artinya yaitu tingkat pengembalian investasi secara keseluruhan dalam sebuah perjanjian bisnis yang terjalin. Tidak hanya cukup dengan memahami pengertiannya, setelah memahami arti return on investment kita juga wajib mengetahui cara menghitungnya.

Alasan wajib memahami dan mengetahui cara menghitungnya adalah karena ROI merupakan tolok ukur untuk dapat mengetahui keuntungan dari bisnis yang kita jalankan. Dengan begitu, kita bisa mengetahui tingkat pengembalian dari investasi yang kita lakukan. Kita juga dapat melakukan evaluasi bisnis dari jumlah pengembalian yang kita dapat.

Para ahli bisnis dan keuangan bahkan menganggap bahwa ROI merupakan uang atau aset yang kita peroleh atau hilang dalam proses investasi sebuah bisnis. Dalam konteks ini, investasi yang dilakukan mengacu pada pembelian aset, modal, dan anggaran yang diperlukan sebagai sebuah biaya investasi.

Bagi yang membutuhkan penjelasan yang lebih detail dan mendalam mengenai ROI, yuk langsung saja kita simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Return On Investment (ROI)?

Pengertian return on investment adalah rasio yang memperlihatkan hasil dari jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen. Rasio tersebut memperlihatkan hasil dari seluruh aktiva yang dikontrol dengan mengabaikan sumber pendanaan. Biasanya, rasio diukur dengan persentase.

Sebagaimana yang telah sedikit disinggung sebelumnya, return on investment menurut para ahli bisa dianggap sebagai uang atau aset. Pengertian return on investment menurut para ahli tersebut berdasarkan pada konteks investasi yang mengacu pada pembelian aset, modal dan anggaran investasi.

Selain itu, return on investment merupakan perbandingan yang digunakan untuk menghitung berapa nilai sebuah investasi. Contohnya, ketika seorang investor ingin mengetahui potensi sebuah investasi, bisa menggunakan ROI untuk mengetahui perbandingan dana yang dikeluarkan untuk investasi dan juga potensi keuntungan yang didapatkan.

Menghitung sebuah potensi ROI harus melibatkan pembagian pendapatan perusahaan dengan jumlah investasi awal yang dikeluarkan. Return on investment adalah sebuah ‘biaya peluang’ yang diberikan investor, oleh karena itu para ahli menjelaskan terkait apa itu return on investment sebagai sebuah aset atau uang yang juga merupakan sebuah biaya peluang.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait kegunaan atau manfaat dari analisis ROI dalam sebuah bisnis, kita bisa simak lebih lanjut dalam penjelasan di bawah ini.

Kegunaan atau Manfaat Analisis Return On Investment (ROI)

Dalam penjelasan di atas telah disinggung sedikit terkait dari kegunaan dan manfaat return on investment. Namun, pada dasarnya, jika setiap perusahaan telah menjalankan praktik akuntansi yang rapi, manajemen juga akan secara otomatis menggunakan ROI untuk mengukur efisiensi penggunaan modal yang bekerja untuk penjualan.

Hal tersebut dapat membantu untuk memperlihatkan kelemahan dan kekuatan dari perusahaan yang sedang dijalankan. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan perusahaan, hal tersebut bisa dijadikan sebuah kelebihan dari perusahaan lainnya. Maka dari itu, kegunaan paling dasar dari ROI itu sendiri adalah untuk dapat mengetahui kelebihan dan keunggulan perusahaan itu sendiri.

Bukan hanya itu saja, kegunaan dari ROI adalah untuk mengukur efisiensi tindakan-tindakan yang dilakukan divisi, departemen atau bagian-bagian dari perusahan. Caranya, dengan mengalokasikan biaya dan modal, dan dibagi secara efisien ke dalam divisi, departemen dan bagian-bagian perusahaan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan analisa ROI.

Profitabilitas perusahaan sudah tentu menjadi hal utama yang harus dipikirkan, dan untuk dapat mengukurnya ROI merupakan cara yang tepat untuk melakukannya. ROI juga akan sangat memudahkan kita sebagai seorang pengusaha, untuk mengendalikan perencanaan dan keperluan perusahaan. ROI juga dapat digunakan untuk mengambil keputusan penting bagi perusahaan, terutama ketika perusahaan akan mengambil sebuah tindakan ekspansi.

Untuk mempermudah dalam memaknai kegunaan dari ROI itu sendiri, berikut ini akan dirangkum secara singkat apa saja kegunaan ROI. Hal ini diharapkan memudahkan kita, terutama yang menjalankan usaha, agar dapat memanfaatkan ROI dengan sebaik mungkin:

  1. ROI memiliki sifat yang menyeluruh, hal ini akan berlaku jika perusahaan telah menjalankan ROI untuk mengukur efisiensi penggunaan aset operasional perusahaan.
  2. Jika sebuah perusahaan menyediakan data industri, maka perusahaan tersebut dapat mengalokasikan tingkat ROI dengan perusahaan lain yang sejenis sebagai sebuah perbandingan untuk meningkatkan perusahaan itu sendiri.
  3. Analisa ROI dapat digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi aktivitas perusahaan dalam mengalokasikan biaya dan modal perusahaan itu sendiri.

Setelah mengetahui apa saja manfaat dan kegunaan dari ROI, kita sebagai pengusaha juga wajib mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi ROI itu sendiri. Agar kita bisa memanfaatkan dan menggunakan ROI secara efisien dan maksimal untuk kepentingan perusahaan. Simak ulasan terkait faktor-faktor yang dimaksud dalam penjelasan di bawah ini.

Faktor yang Mempengaruhi ROI

Dalam return on investment marketing tentu saja terdapat beberapa faktor penting yang mempengaruhinya. Karena, return on investment ratio merupakan bentuk teknik analisa rasio profitabilitas yang sangat dapat mempengaruhi sebuah perusahaan. Setiap pengusaha dan perusahaannya dapat mengetahui seberapa efisien perusahaannya bisa memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional.

Serta, dapat juga membantu untuk memberikan informasi ukuran profitabilitas perusahaan yang dapat membantu perkembangan perusahaan itu sendiri. Maka dari itu, mengetahui cara meningkatkan return on investment juga menjadi sangat penting. Untuk dapat mengetahui cara meningkatkannya, kita juga wajib tahu faktor-faktor yang mempengaruhi return on investment ratio, yaitu:

  • Pertama adalah turnover dari aset operasional atau tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan itu sendiri, yaitu kecepatan perputaran aktiva dalam suatu periode tertentu.
  • Kedua yaitu profit margin, adalah besarnya sebuah keuntungan operasional yang ditampilkan dalam bentuk persentase dan juga jumlah penjualan bersih. Profit margin juga dapat mengukur tingkat keuntungan yang didapatkan oleh perusahan dan dihubungkan dengan penjualan yang dilakukan perusahaan.
  • Kedua hal di atas merupakan types of return on investment atau faktor yang mempengaruhi ROI itu sendiri yang dapat membantu kita untuk dapat meningkatkan ROI. Namun, bagaimana sebenarnya cara menghitung ROI dan seperti apa rumus dan contoh-contohnya? Langsung saja simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Rumus dan Cara Menghitung Return On Investment (ROI)

Dalam ROI terdapat beberapa istilah yang mungkin membingungkan. Sebelum membahas rumus dan cara menghitung ROI, kita segarkan kembali ingatan terkait istilah-istilah terkait ROI agar bisa memahami penjelasan dalam artikel ini menjadi lebih baik lagi.

Return On Investment Approach adalah merupakan jenis pendekatan ROI yang digunakan. Terkait cara menghitung dan cara lainnya.

Average Return On Investment adalah jumlah rata-rata pengembalian investasi yang didapat oleh perusahaan kita. Hal ini tentu saja dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan pengelolaan perusahaan yang kita lakukan.

  • Return On Investment Pricing adalah harga dari pengembalian investasi perusahaan. Harga ini berkaitan dengan biaya dan modal yang dibutuhkan yang dihasilkan dari analisa ROI yang dilakukan.
  • Return On Investment Calculation adalah penghitungan dari ROI yang dilakukan oleh perusahaan.
  • Return On Investment Analysis adalah sistem analisis ROI yang digunakan oleh perusahaan.

Sebaiknya kita mengetahui bahkan jika bisa mengingat setiap istilah yang berkaitan dengan ROI, hal tersebut akan memudahkan kita untuk menjalankan perusahaan, terutama saat mengimplementasikan ROI itu sendiri. Lalu selanjutnya, masuk pada bagian penting dari ROI itu sendiri, yaitu rumus return on investment  atau return on investment formula.

Terdapat beberapa return on investment rumus atau return on investment formula yang biasa digunakan. Berikut rumusnya:

  • ROI =  100

Rumus di atas merupakan rumus ROI menurut ahli.  Namun pada praktiknya, cara menghitung ROI menggunakan rumus yang lebih efisien lagi, yaitu:

  • ROI = (Pendapatan yang dihasilkan / Modal yang ditanam) x 100%

Pada akhirnya, kedua rumus di atas akan menghasilkan angka yang berbeda. Rumus pertama akan menghasilkan angka pasti, sedangkan kedua menghasilkan angka dalam bentuk persentase. Pada umumnya, banyak yang menggunakan rumus yang kedua, karena ROI itu sendiri lebih mudah ditampilkan dan dihitung dengan menggunakan persentase, sebagaimana yang telah dijelaskan pada awal penjelasan tadi.

Agar lebih mudah memahami rumus dan cara menghitungnya, lebih baik kita menggunakan contoh return on investment. Misalkan, seorang pengusaha bernama Haji Ramli, menanamkan modal sebesar Rp 100.000.000 dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 125.000.000, maka average return on investment adalah sebagai berikut (dihitung menggunakan rumus):

  • ROI = (Pendapatan yang dihasilkan/Modal yang ditanam) x 100%
  • ROI = ((125.000.000 – 100.000.000)/ 100.000.000) x 100%
  • ROI = (25.000.000 / 100.000.000) x 100%
  • ROI = 25%

Sehingga rata-rata tingkat pengembalian investasi yang akan didapatkan oleh Haji Ramli adalah sebesar 25% dari modal awal yang ditanamkan. Hal tersebut tentu saja sangat menggiurkan, karena angkat yang didapatkan sangat tinggi, yaitu 25% dari keuntungan keseluruhan merupakan average return on investment yang akan didapatkan oleh Haji Ramli.

Menggunakan rumus di atas merupakan cara paling mudah dalam return on investment calculator atau menghitung tingkat pengembalian investasi. Kita tinggal menghitung jumlah yang akan kita gunakan berdasarkan contoh soal return on investment di atas.

Mungkin kita masih bingung meski telah mengetahui rumus dan cara menghitung ROI. Untuk lebih memudahkan lagi, kita mungkin butuh tips dan langkah-langkah pengaplikasiannya. Terdapat sekitar empat langkah yang bisa kita mulai untuk penerapan ROI, yaitu:

  1. Pertama-tama, kita harus terlebih dahulu mengkonfirmasi rumus keuangan perusahaan dengan beberapa angka yang dibutuhkan untuk perhitungan, seperti angkat HPP (Harga Pokok Penjualan) atau biaya untuk menghasilkan produk dan jasa yang kita jual, juga angka investasi pemasaran dan juga pendapatan. Setiap perusahaan memiliki rumus dan cara menghitung yang berbeda untuk mendapatkan setiap angkat di atas, maka dari itu kita harus memastikan terlebih dahulu.
  2. Selanjutnya kita harus menentukan sasaran ROI untuk seluruh anggaran. Karena hal tersebut dapat membuat kita bisa mengendalikan anggaran investasi. Ketika investasi yang kita ikuti tidak berjalan dengan baik, dan akan mendapatkan kerugian dalam pengembalian investasi, kita bisa segera mengalihkan investasi tersebut.
  3. Kita juga perlu menentukan anggaran untuk pemasaran atau marketing. Jika kita telah menetapkan sasaran ROI dan juga keuntungan perusahaan tahunan, jangan lupa juga tentukan anggaran pemasaran. Hal ini akan sangat membantu kita dalam mengeluarkan anggaran dengan tujuan dan jumlah yang tepat.
  4. Terakhir, lakukan penghitungan ROI dan lalu lacak dan lanjut tingkatkan hasil yang telah kita dapat.

Langkah di atas akan sangat membantu kita, menuntun kita dalam pengaplikasian ROI. Jika langkah di atas merupakan langkah pengaplikasian atau cara menggunakan ROI secara langsung, maka bagaimana cara menggunakan hasil hitungan ROI itu sendiri? Sebenarnya penggunaan ROI sendiri sangat mudah.

Setelah kita mendapatkan hasil hitungan ROI, kita akan menerima nilai positif atau nilai negatif. Hasil perhitungan dari ROI tersebut bisa kita gunakan sebagai indikator untuk menilai efektivitas investasi yang kita jalankan. Nilai positif dan nilai negatif ROI memiliki pengertiannya masing-masing.

Nilai ROI positif berarti investasi yang kita lakukan mendapatkan tingkat keuntungan yang baik, yang sesuai dengan harapan. Sebaliknya, nilai negatif berarti investasi yang kita lakukan menghasilkan kerugian, bukan keuntungan. Maka dari itu, dalam setiap rumus ROI akan dapat menghasilkan perhitungan yang akurat, dengan catatan kita harus memperhitungkan nilai pengembalian dan seluruh biaya yang bersangkutan.

Perlu kita ingat juga,  bahwa terdapat kelemahan dari analisis ROI itu sendiri. Sebagai seorang pengusaha, kita juga harus dapat memperkirakan segala hal. Termasuk juga memperkirakan kelemahan dari ROI yang dapat membuat kita kesulitan. Untuk itu, berikut daftar kelemahan analisis ROI itu sendiri.

Kelemahan Analisis ROI

Setelah mengetahui cara menghitung return on investment yang telah dijelaskan di atas, mengetahui cara penerapannya dan juga cara menggunakan hasil hitungan ROI. Satu hal penting yang juga harus diketahui adalah terkait terdapat kelemahan dari return on investment, Meskipun ada beberapa pertanyaan tentang return on investment lainnya.

Namun, untuk berjaga-jaga terjadi kesalahan, mencari tahu kelemahan dari analisis ROI tidak ada salahnya dan tidak sepenuhnya membuat ROI menjadi tidak akurat dan tidak bermanfaat. Sebagaimana sebuah sistem dan sebuah rumus, kesalahan dan kelemahan merupakan wajar belaka.

Kelemahan pertama dari ROI adalah kesulitan dalam membandingkan ROI perusahaan kita dengan perusahaan kompetitor yang sejenis. Hal ini disebabkan oleh praktik akuntansi perusahaan yang berbeda-beda. Perbedaan praktik dan metode akuntansi juga dapat membuat kesalahan gambaran dalam penilaian aktiva keuangan perusahaan.

Kelemahan ROI lainnya terletak pada terdapatnya fluktuasi nilai dari uang dan daya beli perusahaan. Hal ini akan sangat fatal dalam menghasilkan perbandingan antar perusahaan sejenis. Karena fluktuasi nilai uang dan daya beli perusahaan akan mempengaruhi nilai operating asset dan juga profit margin, bagian penting dalam faktor untuk meningkatkan ROI itu sendiri.

Namun sekali lagi, walalupun terdapat kelemahan seperti yang telah dijelaskan di atas, bukan berarti ROI tidak akurat dan tidak bermanfaat, lalu kemudian harus ditinggalkan. Selama kita mengetahui metode akuntansi yang digunakan dan juga kita mengetahui nilai beli dan nilai jual yang digunakan, hasil dari perhitungan ROI sangat akurat untuk digunakan.

Bagaimana pun juga, ROI merupakan sebuah alat ukur untuk mengendalikan kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Tentu saja tersedia berbagai alat ukur perhitungan keuangan perusahaan. Ada perusahaan yang cocok dengan ROI dan ada yang cocok dengan alat ukur lainnya.

Pada intinya adalah keuangan perusahaan harus tetap dihitung dan diukur sebagai sebuah ikhtiar untuk memajukan perusahaan yang kita jalankan. Karena, ruh dari sebuah perusahaan adalah pengendalian keuangan yang sehat dan juga stabil. Semoga penjelasan terkait ROI yang telah dijelaskan di atas dapat bermanfaat untuk kita dalam menjalankan perusahaan yang sedang ditekuni. Tetap semangat untuk mencapai tujuan utama dari perusahaan yang dijalankan!

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Bagi trader pemula, Anda bisa belajar gratis loh dengan mengikuti platform forex academy atau menonton konten  Video Premium dan video Trading for Freedom di youtube GIC, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti. Jangan ketinggalan juga Event-event menarik di GIC seperti 100% Deposit Bonus dan Jumat barokah. Anda juga dapat mengikuti Live Trading ketika Perilisan data Non Farm Payroll.

Reza Pratama
Seseorang yang kebetulan memiliki hobi menulis tentang seputar film, game, dan teknologi.