Mengenal 7 Jenis Mata Uang Perdagangan Internasional

Artikel ini terakhir di perbaharui May 18, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Mengenal 7 Jenis Mata Uang Perdagangan Internasional

Keuntungan yang Anda dapat dalam setiap aktivitas forex trading sangat terpengaruh oleh mata uang perdagangan internasional yang Anda pilih. Tidak semua mata uang perdagangan internasional dianggap menguntungkan, walaupun memiliki nilai tukar yang relatif lebih tinggi daripada rupiah. Hal ini dikarenakan pengaruh berbagai faktor, mulai dari kuantitas, kondisi negara, dan pengaruh mata uang utama.

Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui lebih lanjut jenis mata uang perdagangan internasional mana saja yang paling menguntungkan dan mengapa begitu populer di kalangan traders. Secara total, ada tujuh jenis mata uang perdagangan internasional yang paling sering dipilih saat trading forex, berikut daftarnya.

  • Dollar Amerika (USD)

Tidak mengherankan jika dollar Amerika (USD) masuk menjadi mata uang perdagangan internasional yang diakui paling menguntungkan, mengingat negara Amerika Serikat sendiri hingga kini masih menjadi pusat ekonomi terbesar di dunia. Mata uang ini juga menjadi patokan dari pertukaran dan pergerakan mata uang lainnya, seperti euro, yen, pound, hingga rupiah.

  • Euro (EUR)

Seringkali dianggap sebagai saingan kuat dari dolar Amerika, mata uang euro sebetulnya cenderung lebih lambat bila dibandingkan dengan mata uang lainnya. Meski begitu, kekuatan dari mata uang euro tidak perlu diragukan lagi sebab diatur oleh Bank Pusat Eropa yang dikepalai oleh empat dari lima negara dengan ekonomi terbesar, yakni Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, dan Belanda.

  • Yen Jepang (JPY)

Mata uang Jepang ini adalah mata uang Asia yang paling sering diperdagangkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi ekonomi di Jepang semakin meningkat, begitu pula dengan nilai tukar yen Jepang. Nilai mata uang yen sendiri menawarkan suku bunga rendah, sehingga sering sekali dimanfaatkan oleh para traders untuk melakukan carry trade. Carry trade dilakukan melalui peminjaman yen dengan harga rendah dan memakainya untuk berinvestasi di mata uang yang berpenghasilan lebih tinggi. Margin dari kedua mata uang ini adalah keuntungan yang didapatkan.

  • Pound Sterling (GBP)

Pound menjadi mata uang perdagangan internasional keempat yang paling populer. Pasalnya, nilai tukar dari mata uang pound begitu besar, bahkan melebihi dollar Amerika. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan dunia politik di wilayah Britania Raya. Dikarenakan nilai tukarnya yang begitu tinggi, mata uang pound juga menjadi patokan utama bagi beberapa negara lainnya serta memiliki nilai likuiditas yang cukup tinggi.

  • Franc Swiss (CHF)

Diatur oleh Bank Nasional Swiss, mata uang franc termasuk salah satu mata uang perdagangan internasional yang paling stabil. Sehingga, seringkali dianggap sebagai mata uang netral yang aman untuk diperdagangkan. Berkat hubungan dagang negara Swiss dengan negara tetangga di wilayah Eropa, nilai mata uang franc begitu dipengaruhi oleh kondisi mata uang euro.

  • Dollar Kanada (CAD)

Dikarenakan posisi geografis negara Kanada yang berdekatan dengan Amerika Serikat, nilai mata uang dollar Kanada atau yang biasa disebut loonie ini juga sangat terpengaruh oleh kondisi mata uang dollar Amerika. Kanada juga merupakan salah satu eksportir minyak mentah terbesar di dunia, sehingga bisa dijadikan bahan spekulasi mengenai pergerakan aktivitas dagang minyak mentah atau sebaliknya.

  • Dollar Australia (AUD)

Dollar Australia merupakan mata uang yang memiliki nilai tukar tertinggi serta berhubungan erat dengan komoditas emas, perak, dan bahan tambang lainnya. Nilai tukar yang tinggi serta sifatnya yang stabil menjadikan mata uang ini sebagai pilihan para traders yang memiliki rencana jangka panjang.

Pasangan Mata Uang dalam Trading Forex

Setelah mengenal sifat dari masing-masing mata uang perdagangan internasional, kini Anda perlu mengetahui pasangan mata uang yang tepat sebelum terjun ke dunia trading forex. Terdapat dua komponen dalam pasangan mata uang, yakni mata uang dasar (base currency) dan mata uang pembanding (quote currency). Kode mata uang yang terletak di sisi kiri adalah base currency, sementara kode mata uang di sisi kanan adalah quote currency.

Sesuai dengan karakteristik setiap pasangan mata uang, maka dibagi menjadi tiga kategori berbeda, yakni pasangan mata uang utama (major currency pairs), pasangan mata uang cross (cross currency pairs), dan pasangan mata uang eksotis (exotics currency pairs). Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung pada strategi dan pemahaman Anda. Akan tetapi, prinsip utama dalam memilih pasangan mata uang adalah memilih yang likuiditasnya paling tinggi dengan angka spread yang rendah.

Pasangan mata uang utama adalah pilihan yang paling utama. Dalam kategori ini, sebuah mata uang dipasangkan dengan dollar Amerika. Contohnya seperti pasangan euro dengan dollar Amerika (EUR/USD) yang paling sering diperdagangkan. Kemudian ada juga pasangan dollar Amerika dengan dollar Kanada (USD/CAD).

Sementara itu, pasangan mata uang cross mencakup dua mata uang perdagangan internasional selian dollar Amerika. Meskipun pasangan mata uang utama lebih dianggap menguntungkan, tetapi pasangan mata uang cross seperti EUR/JPY dan GBP/JPY tetap memiliki banyak peminat.

Terakhir, ada pasangan mata uang eksotis. Mata uang dari negara-negara berkembang dipasangkan dengan dollar Amerika. Tidak banyak yang memilih untuk menggunakan pasangan mata uang eksotis karena memiliki nilai spread yang tinggi dengan likuiditas rendah. Beberapa contoh pasangan mata uang eksotis adalah USD/ZAR (dollar Amerika dan rand Afrika Selatan) dan USD/MXN (dollar Amerika dan peso Mexico).

Pasangan Mata Uang Terpopuler

Secara garis besar, mata uang dollar Amerika masih dianggap sebagai mata uang perdagangan internasional terkuat. Hal ini terbukti dengan munculnya dollar Amerika di setiap pasangan mata uang yang paling sering diperdagangkan. Berikut lima pasangan mata uang terpopuler yang perlu Anda ketahui.

  • EUR/USD

Bukan tanpa alasan pasangan mata uang ini begitu populer, tentu saja karena berasal dari dua wilayah dengan pengaruh ekonomi terbesar, yakni Eropa dan Amerika Serikat. Banyaknya peminat untuk pasangan mata uang ini menjadikannya memiliki tingkat likuiditas yang tinggi dengan nilai spread yang ketat, begitu menarik perhatian para traders yang ingin mencari keuntungan sebesar mungkin tanpa risiko yang besar pula.

  • USD/JPY

Mengingat mata uang yen Jepang menjadi mata uang Asia yang paling sering diperdagangkan, maka sangat cocok bila dipasangkan dengan mata uang dollar Amerika yang memiliki nilai tukar tinggi. Walaupun masuk ke dalam daftar pasangan mata uang terpopuler, sebetulnya pasangan mata uang USD/JPY kurang begitu stabil dan cukup sulit untuk dianalisis jalur pergerakannya.

  • GBP/USD

Meskipun dianggap kurang stabil, namun pasangan mata uang GBP/USD masih tetap diminati banyak traders karena likuiditasnya yang tinggi serta spread yang relatif rendah. Sehingga, dibutuhkan kemampuan analisis yang lebih mumpuni apabila Anda tertarik untuk menggunakan pasangan mata uang ini.

Dalam melakukan aktivitas trading menggunakan pasangan mata uang, pilihlah yang memiliki votalitas rendah, terutama bila Anda masih pemula. Lalu, pertimbangkan juga waktu trading, pilihlah pasangan mata uang yang sedang aktif dalam sesi perdagangan tersebut untuk meminimalisir kerugian. Satu hal lagi yang paling penting, yakni untuk terus belajar memahami pergerakan mata uang agar Anda semakin percaya diri dalam melakukan trading.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi menarik, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Desi Novitasari
Knowledge is like a garden, if not cultivated, it cannot be harvested.