Stochastic Oscillator: Pengertian, Cara Setting, dan Penggunaan

Artikel ini terakhir di perbaharui April 23, 2021 by Yuliati Iswandiari
Stochastic Oscillator: Pengertian, Cara Setting, dan Penggunaan

Ada banyak indikator forex yang bisa digunakan trader untuk meraih profit optimal, selain indikator RSI dan Fibonacci, ada indikator stochastic yang membuat perhitungan trading Anda semakin akurat. Stochastic adalah salah satu indikator populer yang sering digunakan.

Stochastic adalah indikator untuk menilai kekuatan tren 

Sejak dikembangkan oleh George Lane pada 1950, stochastic masih menjadi salah satu indikator trading forex paling populer hingga hari ini. Stochastic adalah indikator yang berguna untuk menilai momentum atau kekuatan tren. Indikator ini memprediksi harga selama periode waktu tertentu dengan harga penutupan selama periode tersebut.

Prinsip dasar stochastic adalah bahwa ketika sebuah mata uang berada dalam tren naik, maka harga akan menutup di dekat level harga tertinggi sebelumnya dan jika sebuah mata uang berada dalam tren turun, maka harga akan menutup di dekat level harga terendahnya. Indikator stochastic sangat sensitif terhadap pergerakan harga di pasar dan lebih sering berayun naik dan turun dibandingkan indikator momentum lainnya. 

Stochastic oscillator adalah indikator forex yang bisa memberi petunjuk kapan waktu terbaik untuk trader harus melakukan buy atau sell. Meskipun akurasi tidak bisa 100%, trader masih bisa meningkatkan akurasi indikator tersebut dengan cara mengkombinasikannya dengan indikator yang lain, atau dengan manajemen modal (money management) yang tepat.

Bagaimana cara menggunakan indikator stochastic?

Kegunaan utama indikator stochastic adalah untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) pada trading. Pada indikator ini, Anda bisa melihat adanya dua garis dalam osilator yang sering disebut sebagai garis %K untuk warna biru dan garis %D untuk warna merah yang biasanya ditampilkan sebagai garis putus-putus.

Berbeda dengan Fibonacci yang hanya bisa digunakan pada posisi pasar sedang turun (downtrend) atau pada posisi pasar sedang naik (uptrend). Stochastic juga bisa digunakan pada saat kondisi pasar dalam kondisi sideway. Sideway adalah kondisi pasar saat sedang datar, dimana terjadi keraguan dalam pasar. Bullish (harga naik) dan bearish (harga turun) sama-sama kuat sehingga menyebabkan kondisi sideway.

Indikator stochastic dalam trading forex biasanya digunakan dengan berdasarkan tiga acuan, yaitu level overbought dan oversold, titik perpotongan garis (crossover), dan divergensi. Berikut penjelasannya.

1. Sebagai penanda overbought dan oversold

Indikator stochastic adalah indikator yang mengukur pergerakan naik turun harga dengan kisaran angka 0-100. Jika berada pada angka 80 atau lebih besar, maka artinya suatu aset telah mengalami overbought, sehingga kemungkinan besar harga akan berbalik turun atau terkoreksi. Bagi trader ini artinya waktu untuk melakukan sell

Namun, jika berada pada angka 20 atau lebih kecil, maka artinya suatu aset telah mengalami oversold, sehingga kemungkinan besar harga akan berbalik naik. Bagi trader ini artinya waktu untuk melakukan buy. Akan tetapi, sinyal ini tidak bisa diandalkan apabila tren harga berada pada posisi yang kuat. Oleh karena itu, trader forex harus memastikannya dengan dua acuan lain berikut.

2. Melihat jeli titik perpotongan garis (crossover)

Berbeda dengan indikator RSI yang hanya memiliki satu garis sinyal, pada indikator stochastic, trader bisa melihat dua garis yang sering disebut sebagai garis %K untuk warna biru dan garis %D untuk warna merah yang biasanya ditampilkan sebagai garis putus-putus. Dua garis komponen indikator stochastic ini ditampilkan secara bersamaan di bawah grafik harga.

Garis %K mengukur tingkat perubahan harga saat ini dan sering disebut dengan fast stochastic, sedangkan garis %D merupakan nilai rata-rata (moving average) dari garis %K dan disebut dengan slow stochastic

Apa perbedaan stochastic slow dan fast? Fast stochastic adalah garis indikator stochastic yang bereaksi lebih cepat karena menggunakan perhitungan dengan data harga terbaru namun bisa menghasilkan sinyal yang salah sedangkan stochastic slow adalah garis indikator stochastic yang bereaksi lebih lambat dan menggunakan perhitungan nilai rata-rata (moving average), meskipun membutuhkan lebih banyak waktu untuk menghasilkan sinyal, namun hasilnya akan lebih akurat.

Jika menggunakan rumus indikator stochastic, perhitungan untuk %K dan %D pada suatu periode tertentu adalah sebagai berikut ini.

%K (N)= 100 x (Close Price – Low Price) / (High Price – Low Price)

Close price adalah harga penutupan pada periode N, sedangkan low price adalah harga terendah pada periode N, dan high price adalah harga tertinggi pada periode N. George Lane, orang yang mengembangkan stochastic merekomendasikan periode 14 atau N=14 untuk penggunaan standar. Trader juga bisa menggunakan periode 9 dan 21 sebagai alternatif.

Lalu, bagaimana cara indikator stochastic menemukan sinyal entry trading? Nah, untuk ini Anda bisa memperhatikan titik perpotongan garis crossing antara %K dan %D, karena %K berperan sebagai fast stochastic dan %D merupakan slow stochastic, maka sinyal buy muncul ketika %K memotong %D dari bawah ke atas. Sebaliknya, sinyal sell terjadi saat %K memotong %D dari atas ke bawah.

Jika persilangan ini terdapat di area overbought dan oversold, maka Anda bisa mendapat sinyal entry trading yang lebih terkonfirmasi. Sederhananya, cara membaca indikator stochastic sebagai petunjuk entry trading adalah dengan mengenali persilangan garis %K dan %D di zona overbought dan oversold

3. Sebagai penanda divergensi

Seperti indikator oscillator lain yang berguna sebagai penunjuk momentum, stochastic adalah salah satu indikator andalan dalam analisis divergence. Oleh karena itu, cara membaca dan menggunakan indikator stochastic adalah dengan mengandalkan puncak (high) dan dasar (low) yang terbentuk dari garis-garis sinyal. 

Ketika grafik stochastic menunjukkan high atau low yang semakin menurun, maka hal itu menandakan terjadinya pelemahan momentum. Sebaliknya, cara membaca indikator stochastic saat momentum sedang menguat adalah dengan memperhatikan peningkatan high atau low dari garis sinyal.

Penguatan harga biasanya memang ditandai dengan high yang semakin meningkat. Namun, sebenarnya momentum justru sedang melemah, karena high stochastic akan menurun. Hal ini menunjukkan bahwa bullish harga tidak didukung oleh momentum sesungguhnya. Jadi, bisa disimpulkan jika kondisi pasar ada di posisi uptrend, harga akan berbalik mengikuti penurunan momentum.

Bagaimana cara setting stochastic yang akurat?

Bagi trader pemula melakukan setting indikator stochastic mungkin terlihat rumit, Anda bisa  mengikuti cara berikut ini.

1. Buka platform Metatrader Anda 

Pilih tampilan grafik pasangan mata uang dan timeframe. Indikator stochastic bisa digunakan pada semua timeframe.

2. Setting indikator stochastic

 Pertama buka ‘Menu Chart/Grafik’ pada platform trading Anda, lalu klik ‘Insert’, pilih ‘Indicators’, kemudian ‘Oscillators’, setelah itu pilih ‘Stochastic Oscillator’

3. Mengubah setting Parameter  

Setelah muncul tampilan pengaturan indikator stochastic, trader bisa mengubah angka parameter stochastic oscillator. Parameter standar adalah 5, 3, 3 dan yang sering digunakan untuk stochastic adalah 14, 3, 3 dan 21, 5, 5. Stochastic sering disebut sebagai fast stochastic jika menggunakan parameter 5, 4. Sedangkan slow stochastic dengan parameter 14, 3, dan full stochastic dengan parameter 14, 3, 3. 

Fast stochastic merespon perubahan harga di pasar dengan cepat, sementara slow stochastic mengurangi jumlah sinyal palsu. Trader bisa memilih parameter sesuai kebutuhan. 

Masih kesulitan untuk memahami teknik dasar trading forex? 

Tidak perlu kuatir, jika Anda merasa kesulitan dalam memahami materi belajar atau teknik dasar trading, itu bukan karena pasar forex tidak bisa dipahami. Untuk memudahkan Anda dalam proses menjadi trader ahli, bergabunglah dengan komunitas trader di Telegram GIC Forex Academy yang akan memberikan informasi dan edukasi trading yang sering diadakan oleh GIC. 

Anda juga bisa bergabung dengan komunitas trader di Telegram GICtrade untuk bertanya langsung kepada sesama trader seputar pengalaman trading. Follow juga Instagram GIC untuk mendapatkan informasi webinar dan berbagai hadiah menarik. Selain itu, di YouTube GIC, para trader juga bisa belajar trading gratis loh!

Tunggu apalagi? Makin lengkap fitur yang mendukung penuh Anda untuk memulai investasi dan trading forex melalui GIC. Jadikan transaksi lebih simpel, aman, dan menguntungkan. Mulailah dengan membuat akun demo

Yuliati Iswandiari
Yuli is a writer and editor with over 4 years of experience who covering a wide range of writing. She always worked on the digital team. Previously she covered the health, lifestyle, and beauty content. As a writer for GIC, her mission is to provide educational information to help you make smarter and better-informed decisions because she knows finance can be complex and intimidating.