6 Ciri-ciri Broker Penipu dalam Dunia Forex Wajib Tahu

Artikel ini terakhir di perbaharui June 8, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
6 Ciri-ciri Broker Penipu dalam Dunia Forex Wajib Tahu

Laporan dari Bank for National Settlements (BIS) menyatakan bahwa volume perdagangan di pasar valuta asing atau forex market pada April 2019 mencapai lebih dari 6,6 triliun dolar AS per hari. Besarnya volume transaksi ini membuat banyak pihak terlibat di industri ini. Sebelum Anda memutuskan untuk trading atau berinvestasi, kenali ciri-ciri broker penipu di ulasan berikut ini agar Anda tetap bisa meraih profit. 

Apa saja ciri-ciri broker penipu?

Di Indonesia, bisnis trading forex merupakan hal yang legal. Pengawasannya dilakukan oleh Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Seluruh kegiatan perdagangan berjangka termasuk didalamnya transaksi forex diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. 

Meskipun sudah ada aturan yang jelas, namun kasus penipuan masih marak terjadi hingga saat ini. Supaya tidak menjadi korban penipuan, pertama Anda bisa melihat daftar broker forex terpercaya di laman resmi Bappbeti. Kedua, kenali ciri-ciri broker penipu seperti di bawah ini.

1. Menjanjikan profit besar dalam waktu singkat tanpa risiko

Siapa yang tidak ingin mendapatkan profit? Ketika berinvestasi atau trading, profit sudah pasti menjadi tujuan utama Anda. Namun, jika ada broker forex yang memberikan janji imbal hasil tinggi tanpa risiko, Anda patut waspada. 

Bisnis trading forex adalah kegiatan investasi yang berisiko tinggi namun dengan potensi imbal hasil yang tinggi pula, hal ini sesuai dengan prinsip investasi high risk high return. Broker penipu biasanya akan menjanjikan imbal hasil tinggi namun tidak menyebutkan risiko dan akan mengatakan tidak ada risiko sama sekali. Tujuan utama broker forex penipu adalah mendapatkan uang Anda secepat mungkin. Oleh karena itu, ciri-ciri broker penipu adalah menjanjikan imbal hasil tinggi namun tidak membicarakan risiko sama sekali.

2. Tidak memiliki izin dari regulator

Bappebti sebagai regulator sebenarnya dalam jangka waktu tertentu akan merilis daftar broker penipu. Daftar ini biasanya berisi broker forex ilegal dan abal-abal, atau broker forex yang telah dicabut izinnya. Padahal, legalitas sebuah broker forex adalah hal yang wajib, salah satu ciri-ciri broker penipu adalah tidak memiliki izin dari regulator.

Sebuah broker forex terpercaya dan teregulasi memerlukan waktu yang panjang dan syarat ketat dari regulator untuk mendapatkan legalitas. Broker forex ilegal pasti akan menghindari proses ini karena mengharuskan adanya transparansi. Selain itu, modal mendirikan broker juga cukup besar, dengan syarat deposit dana sebagai jaminan usaha. Sedangkan broker ilegal akan berusaha menekan modal mendirikan perusahaan seminim mungkin dengan tujuan mengeruk dana nasabah sebanyak-banyaknya.

Sebelum membuka akun trading, pastikan broker forex pilihan Anda terdaftar di website regulator. Bagaimana dengan broker forex asing? Pastikan broker forex tersebut memiliki izin dari regulator negara asalnya. Namun, karena tidak memiliki izin dari regulator di Indonesia dan tidak memiliki kantor di Indonesia, Anda harus tetap siap dengan risiko.

3. Tidak memiliki kantor yang jelas

Meskipun trading forex saat ini bisa dilakukan secara online, keberadaan kantor fisik broker forex tetap penting. Jika kantor saja tidak ada atau fiktif, bagaimana Anda memberikan kepercayaan untuk menempatkan dana di broker forex tersebut?

Salah satu ciri dari broker penipu adalah tidak memiliki alamat kantor yang jelas. Sekalipun itu broker forex asing yang tidak memiliki kantor di Indonesia, Anda bisa melacak alamat broker tersebut di website otoritas perdagangan berjangka negara asal broker tersebut. 

Jika otoritas perdagangan berjangka tidak mencantumkan nama broker tersebut beserta alamat kantornya, Anda wajib menghindari broker tersebut.

4. Layanan pelanggan sulit dihubungi

Ciri-ciri broker penipu berikutnya yang harus Anda tahu adalah mudah untuk melakukan registrasi dan deposit dana, namun susah untuk melakukan penarikan dana. Hindari broker forex yang tidak menyediakan layanan pelanggan, karena hal ini akan menyulitkan Anda jika suatu saat mendapati masalah saat berinvestasi atau melakukan trading.

Layanan pelanggan yang responsif wajib hukumnya untuk sebuah perusahaan pialang. Sebelum melakukan deposit, lakukan percobaan dengan mengontak layanan pelanggan yang tersedia melalui fitur chat, email, dan telepon. 

Dengan pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini, perusahaan tidak hanya didukung staf customer service berupa sumber daya manusia, namun juga robot yang siap membalas chatting Anda di portal perusahaan. Meskipun terlihat canggih, Anda tetap harus waspada jika layanan pelanggan sulit dihubungi saat ingin melakukan penarikan dana.

5. Laman portal tidak profesional

Mendirikan perusahaan pialang membutuhkan modal yang banyak, tidak mungkin bukan jika broker forex tersebut terpercaya dan teregulasi namun tidak mampu memiliki tampilan website yang profesional? Jika tampilan laman portal terkesan tidak jelas, berantakan, dan tidak profesional, Anda patut curiga karena biasanya hal ini menandakan ciri-ciri broker penipu. Apalagi jika hanya menggunakan domain blogspot atau blog gratis lainnya, hal ini menunjukkan ketidakseriusan sebagai pelaku usaha yang resmi.

Sebuah situs web broker legal setidaknya harus memuat latar belakang perusahaan, sejarah pendirian, dan tim eksekutif, dan beserta alamat lengkap yang dapat dikonfirmasi.

6. Tidak ada rekening terpisah

Segregated account atau rekening terpisah adalah syarat wajib yang harus dimiliki broker forex terpercaya. Segregated account akan menjaga integritas broker forex, hal ini bertujuan memisahkan dana nasabah dengan dana operasional perusahaan broker forex, sehingga menjamin keamanan dalam pelaksanaan transaksi trading forex.

Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Pasal 51 tentang Pelaksanaan Perdagangan Berjangka. Jika broker forex yang teregulasi Bappebti melakukan pelanggaran karena menyalahgunakan fungsi segregated account, maka izin broker forex terancam dicabut dan terkena ancaman pidana penjara selama lima tahun. Selain itu, pihak perusahaan pialang harus membayar denda paling banyak 1,5 miliar rupiah.

Jadi, jika ada broker forex yang meminta Anda untuk melakukan pengiriman uang ke rekening atas nama perusahaan, batalkan niat Anda untuk melakukan trading di broker tersebut, karena hal ini adalah salah satu ciri-ciri broker penipu.

Nah, sekarang Anda sudah bisa mengenali ciri-ciri broker penipu. Ingat, risiko menjadi korban penipuan di dunia trading bisa diminimalisir dengan melakukan riset dan pengamatan yang lebih teliti sebelum berinvestasi atau trading.

Dimana trading forex yang aman?

Setelah mengenali ciri-ciri broker forex penipu, selanjutnya adalah buat daftar broker forex yang potensial untuk Anda. Namun, jika Anda masih dilanda keraguan untuk memilih tempat trading, Anda bisa coba dulu membuat akun demo trading di GICTrade sebagai sarana latihan sebelum membuka akun live trading sungguhan. Hal ini berguna untuk pemula atau trader berpengalaman yang ingin merasakan pengalaman trading di GICTrade. Bagi Anda yang belum tahu, GICTrade adalah platform trading forex yang dimiliki oleh GIC.

Kelebihan trading di GIC, Anda tidak akan dikenakan biaya seperti biaya komisi dan swap, dan juga memiliki spread yang rendah, dan transparan. Anda juga bisa bergabung dengan komunitas trader di Telegram GICtrade untuk bertanya langsung kepada sesama trader seputar pengalaman trading seperti memilih broker forex yang tepat, mengenali ciri-ciri broker penipu, dan belajar indikator trading. Tidak hanya itu, di komunitas ini ada banyak master trader yang akan memberikan analisa harian dan mingguan untuk membantu Anda dalam mengambil keputusan dan mendapatkan informasi kelas trading dan event yang sering diadakan GIC. 

Yuliati Iswandiari
Yuli is a writer and editor with over 4 years of experience who covering a wide range of writing. She always worked on the digital team. Previously she covered the health, lifestyle, and beauty content. As a writer for GIC, her mission is to provide educational information to help you make smarter and better-informed decisions because she knows finance can be complex and intimidating.