Cara Membaca Candlestick Dalam Forex Paling Akurat

Artikel ini terakhir di perbaharui September 27, 2021 by Rinaldi Syahran
Cara Membaca Candlestick Dalam Forex Paling Akurat

Dalam dunia dunia forex trading, ada cara yang bisa Anda gunakan untuk menganalisa kondisi pasar. Anda dapat menggunakan salah satu grafik untuk membaca kondisi serta informasi pasar forex. Candlestick sendiri jadi salah satu grafik forex yang paling sering digunakan oleh banyak sekali trader dan investor.

Ini karena candlestick sendiri dianggap sebagai grafik yang paling lugas dan mudah untuk dibaca informasinya. Selain itu, bentuknya pun lebih mudah dipahami secara anatomi. Tapi bukan berarti Anda bisa menganalisanya dalam hitungan 1 menit. Berikut ulasan lebih jauh mengenai grafik ini dan cara membaca candlestick dalam forex.

Apa Itu Candlestick

Candlestick sendiri adalah grafik yang memuat informasi pasar forex yang dianggap paling lengkap dengan visualisasi yang relatif sederhana dan mudah dibaca. Meski demikian, kenyataannya masih ada banyak orang, termasuk trader dan investor yang tidak dapat membaca grafik candlestick dengan benar-benar akurat dalam waktu yang singkat. Ternyata memang diperlukan pengalaman serta wawasan seputar forex itu sendiri.

Cara membaca candlestick yang paling akurat adalah dengan memastikan Anda memahami dengan benar anatomi grafiknya, termasuk rentang waktu dan ukuran grafik candlestick. Dengan begitu, proses membaca akan menjadi lebih mudah dan Anda akan lebih cepat memahami makna serta informasi penting yang dimuat oleh grafik tersebut.

Fungsi Candlestick Dalam Forex

Sebagaimana disebutkan bahwa fungsi utama dari candlestick adalah untuk melihat pergerakan arah, yakni dari pasar trading itu sendiri. Pergerakan pasar trading yang datanya dimuat dalam grafik candlestick ini harus dibaca dengan tepat agar dapat membuat analisis yang tepat serta akurat pula. Sehingga, trader dan investor tidak mengambil langkah-langkah yang barangkali dapat merugikan dirinya selama proses trading dilakukan.

Lantas sevital apa sebenarnya grafik candlestick ini dalam aktivitas trading forex? Jawabannya adalah sangat vital, karena melihat kenyataan di mana hampir semua trader profesional memilih untuk menggunakan candlestick dalam memandu keputusan-keputusan penting dengan melihat pergerakan dari pasar forex sebelum melakukan open poisisi serta penentuan strategi efektif kemudian.

Cara Membaca Candlestick

Bagi Anda yang masih pemula, terutama dalam dunia trading forex, cara membaca candlestick yang tepat dan akurat tentu akan sangat dibutuhkan. Untuk membantu Anda memahami serta melatih kemampuan membaca candlestick, berikut beberapa cara yang harus Anda latih dan coba setiap harinya agar semakin fasih saat akan membaca candlestick.

  • Pahami Anatomi Candlestick

Grafik candlestick dapat menunjukan perkembangan harga suatu aset di saat yang bersamaan dengan terbentuknya formasi yang menyerupai lilin pada visualisasi grafik dalam satu rentang waktu tertentu. Setiap kotak pada grafik menunjukkan pergerakan harga dalam satu periode, terdapat penanda khusus yang menunjukkan harga pada awal periode (opening) serta harga tertinggi dalam periode tersebut (high), harga terendah (low), dan juga harga akhir periode (closing).

  • Harga Pembukaan (Opening)

Berada tepat di bagian atas atau bawah dari badan candlestick. Saat harga meningkat dalam satu periode, maka posisi opening akan berada di bawah badan lilin yang berwarna hijau. Sedangkan saat harga turun, opening akan berada di atas badan lilin yang berwarna merah.

  • Harga Tertinggi (High)

Posisi berada tepat di puncak sumbu candlestick paling atas. Di saat harga penutupan atau harga pembukaan adalah juga harga tertinggi, maka lilin tidak akan memiliki sumbu, hanya badan lilin saja.

  • Harga Terendah (Low)

Posisi berada tepat di puncak sumbu atau ekor lilin bagian paling bawah. Namun, saat harga penutupan atau pembukaan merupakan harga yang terendah, maka lilin ini tidak akan memiliki sumbu di bagian bawah maupun pada ekor.

  • Harga Penutupan (Closing)

Posisi berada tepat di bagian atas atau bagian bawah badan lilin. Saat di mana harga meningkat dalam satu periode, maka closing ini akan berada di atas badan lilin yang berwarna hijau. Sementara saat harga menurun, yang terjadi adalah closing berada di bawah badan lilin berwarna merah.

Penanda harga pada grafik candlestick ini akan terus berubah-ubah selama grafik masih dalam fase-fase pembentukan. Begitu candlestick terbentuk, grafik candlestick terbaru akan langsung digambarkan lagi di sebelahnya. Begitu terus menerus selama jam trading sedang aktif. Jadi, jangan kaget jika warna atau ukuran lilin terakhir pada grafik ini (paling kanan) akan terlihat selalu berubah-ubah.

Perhatikan Rentang Waktu

Hal penting lainnya yang perlu Anda pahami agar dapat melakukan cara membaca candlestick dengan akurat adalah memastikan bahwa grafik candlestick ini ada pada time frame yang sama. Satu candlestick pada time frame harian ini mewakili harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan dalam satu hari itu.

Lalu, satu candlestick untuk time frame lima menit akan mewakili harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan dalam lima menit saja. Begitu juga penerapan konsep rentang waktu pada grafik candlestick dengan time frame per jam dan seterusnya. Itu sebabnya membaca candlestick dan memastikan rentang waktu sangatlah penting demi mendapatkan hasil bacaan yang lebih akurat.

Pastikan juga Anda menunggu hingga candlestick selesai membentuk dalam satu periode waktu tertetu sebelum menganalisanya dalam forex. Menganalisis candlestick yang masih dalam proses pembentukan adalah kesalahan fatal karena informasi dari candlestick masih terus berubah-ubah. Potensi kesalahan dalam membaca grafik jelas jadi tinggi dan dapat berimbas pada kesalahan analisis yang justru merugikan Anda saat melakukan trading forex.

Pahami Ukuran dan Jarak Candlestick

Perlu Anda ketahui juga kalau ukuran dari setiap candlestick ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga dalam satu periode waktu. Bila yang terjadi adalah fluktuasi harga meningkat tinggi, maka ukuran lilin akan semakin besar. Ini jadi indikasi kuat atau lemahnya arus jual dan arus beli suatu pasangan mata uang.

Patokan yang dapat Anda pakai di sini adalah badan dari candlestick yang besar dan berwarna hijau ini menunjukkan arus beli sedang tinggi atau pergerakan buyer yang sangat kuat sekali. Sementara pada badan candlestick besar namun berwarna merah ini menunjukkan arus jual yang tinggi dimana pergerakan para seller juga sedang menguat.

Patokan lainnya adalah kondisi sumbu atas atau sumbu bawah yang sangat panjang dari candlestick dengan badan kecil. Ini mengindikasikan adanya kemungkinan pembalikan arah pergerakan harga. Namun, jika yang terjadi pada candlestick justru sumbu atas dan sumbu bawah sama panjang dengan badan lilin yang kecil, maka ini mengindikasikan pasar yang dalam situasi tidak jelas dalam menentukan arah pergerakan harga dari mata uang asing. Anda harus perhatikan pembalikan arah dari candlestick ini.

Saat jarak antar candlestick terlalu jauh, di mana ujung sumbu atau badan lilin tidak saling singgung dan menciptakan jarak, ini mengindikasikan pergerakan harga yang terlampau tinggi atau menunjukkan kondisi dimana pasar sedang minim likuiditas. Jarak ini sangat wajar terjadi di awal-awal minggu. Namun, apabila jarak justru terjadi pada waktu yang lain, bisa jadi ada sesuatu hal yang terjadi sehingga mempengaruhi pergerakan harga di pasar pada saat itu.

Anda dapat mencoba beberapa platform yang menyediakan simulasi trading forex, terdapat beberapa platform atau aplikasi yang biasanya menyediakan candlestick. Dari sini, Anda dapat belajar trading forex dan mencoba mempraktekkan cara membaca candlestick dengan lebih akurat. Anda juga dapat memulainya dengan time frame yang paling singkat, sebelum mencoba cara membaca grafik candlestick pada time frame yang lebih panjang. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi menarik, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Rinaldi Syahran
Experienced in SEO since 2009. Especially for content. Starting as a professional in the world of content since 2013. Has worked on game content, education, finance, politics, travel, football, manchester united, automotive, film, music, start-ups, business, entrepreneurship, health, entertainment, to viral news. Three years++ of experience in managing people, doing link building, and technical SEO. Specialties: Technical SEO | SEO Analysis (On-Page) | Off-Page | Content Strategy | Article Writing. Software Experience: Google Keywords Planner | Google Analytics | Google Search Console | Semrush | Alexa | Ubersuggest | WordPress | Blogspot | Keywordtool.io | Ahrefs.