Belajar Saham untuk Pemula, Mulailah dari Nol!

Artikel ini terakhir di perbaharui October 12, 2021 by Rinaldi Syahran
Belajar Saham untuk Pemula, Mulailah dari Nol!
Sumber foto: drobotdean via freepick

Bagi sebagian orang, investasi saham merupakan hal yang sama sekali belum pernah mereka dengar. Padahal, sebagian besar ekonomi dunia juga berasal dari investasi saham. Pada era modern ini, belajar saham pun bisa dimulai dari internet. Dan bagi kalian yang belum memiliki pengetahuan tentang apapun, bisa memulai diri dari sekarang.

Belajar saham merupakan investasi yang baik bagi diri sendiri. Selain faktor ekonomi, hal ini akan membantumu untuk mempelajari isu sosial yang sedang berlaku di masyarakat dunia. Untuk itu, ada baiknya kita mempelajari hal ini sekarang agar tidak terjadinya ketertinggalan terhadap isu sosial dan juga bisa membantu perekonomian kita.

Belajar Mengenal Apa Itu Saham?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Saham merupakan surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor, atau hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagi dalam pemilikan dan pengawasan.

Dengan begitu, saham merupakan surat bukti kepemilikan ataupun hak suatu bagian modal dari sebuah perusahaan sehingga bisa dianggap sebagai pemilik sebagian modal perusahaan tersebut.

Jenis-jenis Produk Pasar Modal

Jual beli atau yang biasa disebut dengan trading merupakan suatu cara yang digunakan dalam melakukan transaksi di sebuah pasar modal. Dikarenakan kita sedang belajar saham, maka perlu diketahui jenis-jenis produk pasar modal yang sedang diperjual-belikan oleh perekonomian Indonesia maupun dunia. Di bawah ini, kalian bisa mengetahui jenis-jenis tersebut agar bisa lebih kalian pahami lagi.

Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa merupakan saham dengan hak yang menempatkan pemiliknya pada posisi terakhir terhadap pembagian dividen atau atau bagian modal dari perusahaan tersebut, juga hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut terjadi likuidasi atau pembubaran.

Hal ini dikarenakan pemilik saham ini tidak memiliki hak yang istimewa, bahkan pemilik saham bisa tidak akan memperoleh pembayaran dividen selama perusahaan tidak memperoleh untung atau laba. Namun, setiap pemilik saham akan memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan ketentuan satu orang hanya mempunyai hak satu vote.

Pemegang saham biasa juga akan memiliki tanggung jawab terbatas terhadap klaim pihak lain sebesar proporsi saham miliknya sendiri dan juga memiliki hak untuk mengalihkan kepemilikan sahamnya terhadap orang lain.

Bukti Right (Right Issue)

Bukti Right merupakan sebuah proses dalam publikasi saham baru yang mana hak tersebut digunakan untuk memesan saham baru. Di mana, Bukti Right ini akan diberikan terlebih dahulu terhadap pemegang saham yang lama.

Dalam undang-undang pasar modal, Bukti Right diartikan sebagai suatu hak memesan saham baru terlebih dahulu pada harga yang telah ditetapkan pada periode tertentu. Penerbitan Bukti Right ini akan dalam penawaran umum yang terbatas, yang mana penawaran tersebut akan diberikan terlebih dahulu pada pemegang saham lama.

Obligasi (Bond)

Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Penerbit obligasi merupakan pihak yang berutang sedangkan pemegang obligasi merupakan pihak yang berpiutang atau memberi utang. Pada obligasi tersebut akan disertakan dengan perjanjian untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya pada waktu yang telah ditentukan.

Jangka waktu obligasi yang berlaku di Indonesia biasanya dari 1 hingga 10 tahun. Dengan adanya obligasi ini, diupayakan agar dapat menghimpun dana dari masyarakat yang akan digunakan sebagai sumber pendanaan. Dan bila ditinjau dari sudut pandang bisnis, obligasi bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana segar lainnya demi berjalannya suatu usaha.

Saham Preferen atau Saham Istimewa (Preferred Stock)

Saham Preferen merupakan saham yang pemegangnya mempunyai hak lebih dibandingkan dengan hak pemilik saham biasa. Pemegang saham preferen akan memiliki hak dividen atau kepemilikan modal terlebih dahulu seperti hak suara dalam pemilihan direksi sehingga dalam membayar ketepatan pembayaran dividen, para manajemen dapat berusaha semaksimal mungkin agar tidak mengalami kelengseran.

Saham preferen ini merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan, yaitu antara obligasi dan juga saham biasa. Dikarenakan dapat menghasilkan pendapatan yang tetap (seperti bunga obligasi).

Waran (Warrant)

Waran merupakan sebuah hak yang diberikan kepada pemegang saham untuk membeli lembar saham pada harga yang telah ditentukan oleh badan usaha/perusahaan (emiten) yang menerbitkannya dalam jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan penerbit Waran.

Waran juga disebut sebagai options, karena akan memberikan opsi/pilihan ke pemegang saham untuk menggunakan hak-nya. Waran merupakan hak, bukan kewajiban. Yang akan diberikan secara cuma-cuma atau gratis dan umumnya dalam jangka waktu Waran 2-5 tahun.

Waran juga biasanya akan diterbitkan oleh perusahaan ketika perusahaan tersebut akan melakukan Initial Public Offering (IPO) atau right issue agar investor tertarik untuk ikut dalam aksi korporasi perusahaan.

Reksadana (Mutual Fund)

Reksadana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya bagi pemodal kecil ataupun pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana ini akan sangat cocok bagi kalian yang masih belajar saham sebagai pemula dikarenakan reksadana masih menggunakan modal yang kecil. Reksadana ini juga dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal kecil dan juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Jenis-jenis Saham

Setelah mempelajari jenis-jenis pasar modal, baiknya kita untuk mempelajari jenis-jenis saham. Bagi pemula, untuk mengetahui jenis saham ini merupakan suatu hal yang harus dilakukan agar kedepannya kalian tidak salah langkah maupun dapat memilih jenis saham seperti apa yang kalian inginkan. Saham memiliki berbagai jenis yang dilihat dari segi kemampuan dan hak tagih, cara peralihan, maupun kinerja perdagangan.

Jenis Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim

Berikut ini merupakan pembahasan perihal jenis saham dari kemampuan dalam klaim atau hak tagih.

Saham Biasa

Jenis saham ini telah kita bahas seperti diatas, yaitu jenis saham yang merupakan hak untuk menempatkan pemiliknya pada posisi terakhir pada kepemilikan suatu bagian modal dari sebuah perusahaan. Pemilik saham ini akan menerima sebagian pendapatan dari perusahaan dan bersedia menanggung risiko kerugian yang di derita perusahaan.

Saat perusahaan tersebut untung, pihak yang memiliki persentase saham besar akan menerima porsi yang besar sedangkan jika mengalami kerugian, maka pemilik saham biasa harus bersiap untuk menderita dikarenakan perusahaan tersebut gagal dalam memperoleh pendapatan.

Saham Prefen

Saham ini merupakan jenis saham yang memiliki hak istimewa terhadap pemegang saham dikarenakan para pemegang saham ini memiliki modal yang relatif besar. Banyak investor yang menyukai jenis saham ini karena bisa menghasilkan pendapatan tetap.

Untuk karakteristik saham prefen itu sendiri sama seperti saham biasa yang bisa mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut, dan membayar dividen.

Jenis Saham dari Segi Cara Peralihannya

Berikut ini merupakan pembahasan GIC Indonesia perihal jenis saham yang dipandang dari segi cara peralihannya.

Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)

Untuk saham jenis ini tidak tertulis nama pemiliknya secara fisik. Tujuannya adalah untuk memudahkan memindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya. Dikarenakan banyak investor yang memiliki saham ini dengan tujuan untuk diperjualbelikan.

Jadi para investor tidak perlu khawatir karena secara hukum bagi siapapun yang memegang saham tersebut, maka dialah yang akan diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam rapat RUPS.

Saham Atas Nama (Registered Stocks)

Saham Atas Nama adalah saham yang ditulis dengan jelas siapa pemiliknya. Cara peralihan saham yang demikian harus melalui prosedur tertentu. Cara peralihan saham ini harus melalui pencatatan dokumen peralihan terlebih dahulu. Apabila sertifikat saham hilang, maka pemilik dapat meminta pengganti sertifikat sahamnya, karena namanya ada dalam buku perusahaan.

Jenis Saham dari Segi Kinerja Perdagangan

Berikut ini pembahasan dari GIC Indonesian perihal sub topik jenis saham yang dilihat dari segi kinerja perdagangan.

Blue Chip Stocks

Jenis saham ini banyak diburu oleh investor dikarenakan berasal dari perusahaan besar, pemimpin perusahaan bereputasi tinggi, dan memiliki pendapatan yang stabil serta konsisten dalam membayar dividen.

Income Stocks

Jenis saham ini memiliki keunggulan dalam kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Jika dilihat dari jenisnya, para pemegang saham dari income stock ini akan mendapatkan keuntungan yang signifikan secara terus menerus.

Growth Stocks

Growth Stock ini hampir mirip dengan jenis saham Blue Chip Stocks karena memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi. Selain itu, saham ini merupakan jenis saham yang banyak digeluti oleh industri dikarenakan reputasinya yang tinggi.

Lesser-Known

Saham ini memiliki ciri growth stock. Saham ini biasanya berasal dari perusahaan daerah dan kurang populer di kalangan perusahaan lainnya.

Speculative Stocks

Bagi kalian yang menyukai investasi saham dengan resiko yang tinggi, maka kalian bisa mencoba investasi jenis ini. Saham ini akan berpotensi menghasilkan laba yang tinggi di masa depan, namun tidak secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun.

Counter Cyclical Stocks

Terakhir, ada Counter Cyclical Stocks yang merupakan saham paling stabil pada saat kondisi ekonomi sedang naik turun. Hal ini dikarenakan jenis saham ini tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis lainnya.

Jenis-jenis Index Saham di Bursa Efek Indonesia

Sebelum belajar saham tentang jenis index saham, adakalanya untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu index saham. Index saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Untuk tujuan dari index saham itu sendiri juga banyak, diantaranya yaitu:

  1. Untuk mengukur sentimen pasar
  2. Tolak ukur bagi portfolio yang aktif
  3. Untuk dijadikan sebagai produk investasi pasif, contohnya seperti reksadana
  4. Proksi untuk kelas aset pada alokasi aset
  5. Serta proksi dalam mengukur dan membuat model pengembalian investasi, risiko sistematis, dan kinerja yang disesuaikan dengan risiko.

Setelah mengetahui apa itu index saham beserta tujuannya, kali ini kita akan belajar saham tentang jenisnya, diantaranya yaitu:

Indeks LQ45

Bagi kalian yang ingin membandingkan pasar saham yang besar, maka kalian bisa menggunakan Indeks LQ45 ini. Indeks LQ45 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 80 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik. Perusahaan-perusahaan ini telah disesuaikan setiap enam bulan sekali. Dengan begitu, saham yang terdapat pada daftar-daftar tersebut akan selalu berubah-ubah.

IDX Quality 30

Indeks saham IDX Quality 30 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang secara historis perusahaan relatif memiliki profitabilitas yang tinggi, solvabilitas yang tinggi, dan pertumbuhan laba stabil dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.

Cara Beli dan Jual Saham

Setelah belajar index saham, kali ini kita akan belajar saham tentang bagaimana cara untuk jual beli saham tersebut. Terdapat berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk melakukan jual beli saham ini. Bagi pemula, sebaiknya jangan terlalu terburu-buru untuk melakukan investasi saham dengan menginginkan profit atau keuntungan yang tinggi. Hal yang bisa kalian lakukan pertama kali untuk kalian coba adalah:

Buka Rekening Saham

Hal pertama yang bisa kalian lakukan adalah dengan membuka rekening saham pada sebuah perusahaan sekuritas. Kalian bisa memilih perusahaan sekuritas tersebut sesuai dengan perusahaan sekuritas yang kalian percaya. Contohnya BNI Sekuritas, MNC Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan sekuritas-sekuritas lainnya.

Kalian juga bisa mendaftar untuk melakukan trading pada GIC. Berkas yang kamu perlukan untuk membuka rekening juga beragam, seperti kartu identitas diri, buku tabungan, NPWP, data ahli waris, dan juga data usaha atau pekerjaanmu.

Setor Saldo Pertama

Hal yang bisa kamu lakukan selanjutnya adalah menyetorkan saldo pertamamu sebagai modal dari investasi yang akan kamu lakukan. Untuk besaran dari setoran pertama, mengikuti kebijakan dari perusahaan yang kalian pilih.

Bila sudah melakukan setor saldo, rekening sahammu akan segera di proses dan kamu sudah menjadi bagian dari investor atau penggerak pasar modal perusahaan tersebut.

Pilih Metode Investasi Saham

Untuk pemula, penting bagi kalian untuk mengetahui metode investasi apa yang akan kalian pilih untuk dilakukan. Karena nilai saham akan bergerak secara dinamis. Nilai saham akan sangat memerlukan perhatianmu sehingga penting bagi para calon investor untuk mengetahui bagaimana metode yang tepat untuk dilakukan. Dalam investasi, terdapat dua metode yang bisa digunakan, yaitu:

Yang pertama, metode investasi saham di mana para investor hanya memiliki saham secara singkat. Para pelaku trading biasanya sangat mengincar saham saat nilai jualnya sedang turun. Sehingga selanjutnya mereka dapat menjual saham tersebut jika nilainya sedang naik. Jadi keuntungan yang bisa didapat adalah dari selisih nilai beli dari jual saham tersebut.

Yang kedua, untuk metode investasi berjangka panjang yang bertujuan mengincar dividen atau keuntungan dari sebuah perusahaan. Dengan cara, investor membeli saham dengan maksud menjadi investor tetap serta tidak menjual sahamnya. Bila ingin berinvestasi dengan metode ini, maka kalian harus memilih jenis perusahaan yang besar dan mempunyai reputasi yang baik agar nantinya kamu memiliki prospek keuntungan yang bagus.

Pelajari dan Analisa Kondisi Perusahaan

Setelah menentukan metode yang tepat dan akan kalian gunakan, kalian bisa mempelajari bagaimana kondisi perusahaan tersebut. Kalian perlu mempelajari latar belakang serta masalah apa saja yang pernah terjadi pada perusahaan tersebut. Pertimbangkan faktor lainnya dan banyak-banyak membaca artikel tentang bisnis dari perusahaan itu agar nantinya tidak terjadi kendala pada investasimu.

Unduh Aplikasi Trading Online

Bila sudah menentukan perusahaan dan mempelajari perusahaan tersebut, maka langkah selanjutnya adalah mengunduh aplikasi untuk melakukan trading. Pada setiap perusahaan sekuritas, akan memiliki aplikasi tersendiri yang mereka gunakan. Kamu bisa mengunduh sesuai dengan perusahaan yang kalian pilih.

Mulai Membeli Saham

Terdapat strategi ketika membeli sebuah saham, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Untuk fundamental mengacu pada kondisi politik, ekonomi, tren usaha, serta laporan keuangan perusahaan. Sedangkan teknnikal lebih kepada pendekatan saham pada kurun waktu tertentu. Terdapat strategi untuk membeli saham yaitu:

  1. Buy If/Breakout: Membeli ketika harga saham naik hingga mencapai resistance atau harga tertinggi.
  2. Buy On Weakness: Membeli saat harga saham turun dengan memastikan harga saham dibeli pada level itu.
  3. Buy On Retracement: Membeli saham setelah harga mengalami breakout. Karena biasanya saham yang berhasil melewati breakout akan langsung mendaki tinggi.

Menjual Saham

Waktu terbaik untuk menjual saham adalah saat ketika harga saham sedang naik yang biasa disebut profit taking. Namun pada saat harga sedang turun, maka kamu bisa menjual saham dengan menetapkan cut loss atau harga lebih rendah dari harga beli sebagai antisipasi untuk mencegah kerugian yang lebih besar akibat harga yang terus merosot.

Keuntungan Membeli Saham

Saat ini kita belajar saham tentang keuntungan yang bisa didapat saat membeli saham. Beberapa keuntungan yang bisa kamu dapat adalah:

Dividen

Dividen merupakan keuntungan yang diperoleh perusahaan dan selanjutnya akan dibagikan kepada para pemegang saham. Dividen memiliki jenis tunai dan juga saham. Namun terdapat juga perusahaan yang tidak memberikan dividen kepada pemegang saham walaupun memperoleh laba. Biasanya dikarenakan perusahaan ingin mengembangkan lebih atau melakukan ekspansi usaha.

Capital Gain (Kenaikan Harga Saham)

Capital Gain merupakan keuntungan yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham dari hasil selisih harga beli dan jual saham. Biasanya terjadi karena adanya aktivitas perdagangan di bursa efek.

Punya Hak Ikut RUPS Sebagai Bagian Pemilik Perusahaan

Kalian bisa mengikuti RUPS sebagai pemilik saham. Kalian bisa mengetahui pembagian dividen, pemaparan rencana, sampai laporan tahunan serta keuangan perusahaan.

Modal Kecil, Keuntungan Besar

Pastinya setiap orang pasti akan tergiur akan keuntungan ini. Maka dari itu banyak dari para investor yang melakukan investasi saham dikarenakan hal ini.

Fleksibel dalam Melakukan Investasi

Aktivitas yang dilakukan akan sangat fleksibel, kalian bisa melakukan tanpa mengorbankan waktu dari pekerjaan utamamu dan bisa memantau aktivitas dari bursa efek kapan saja.

Pajak yang Relatif Kecil

Untuk jual beli saham, pajak yang digunakan akan relatif kecil bila dibanding dengan instrumen investasi yang lainnya. Investor tidak perlu membayar pajak saat pelaporan dikarenakan sudah otomatis dipotong pialang saham ketika terjadi pelunasan.

Aman dan Transparan

Dikarenakan jual beli ini dilakukan dalam satu ruang lingkup yaitu bursa efek, maka aktivitas yang dilakukan akan aman dan transparan. Jadi bagi kalian yang pemula, tidak perlu khawatir untuk kehilangan modal.

Tips Belajar Saham dengan Mudah

Belajar saham merupakan investasi yang baik bagi diri sendiri dikarenakan merupakan pilihan yang menjanjikan untuk menunjang kehidupan masa depan. Jadi tips belajar saham di bawah ini bisa kalian ikuti dengan mudah jika kalian ikuti langkah-langkahnya.

Mulai dari Nominal Kecil

Kalian bisa memulai trading dengan menggunakan nominal yang kecil sehingga kalian dapat menghindari kerugian yang besar. Bila kalian merasa sudah cocok dan lebih ahli dalam melakukan trading, maka kalian bisa mengasah kemampuan secara lebih lagi dengan menambah nominal yang dipakai.

Pengetahuan adalah Modal Utama

Tidak hanya dalam hal belajar saham, setiap hal juga diperlukan pengetahuan sebagai modal utama untuk melakukan sesuatu. Ditambah lagi, belajar saham merupakan pembelajaran yang tidak didapatkan sejak kecil. Sehingga kita harus belajar saham mulai dari membaca simbol chart sampai membaca tren menggunakan analisis fundamental maupun teknikal.

Memilih Perusahaan Sekuritas

Setelah memiliki uang, kamu bisa memilih perusahaan trading yang akan kalian investasikan. Kalian harus memilih perusahaan yang tepat agar tidak terjadinya kerugian pada diri sendiri.

Menghindari Saham Gorengan

Bagi kalian yang merupakan pemula, saham gorengan akan sangat kurang cocok untuk kalian mainkan dikarenakan sangat susah dibaca analisisnya. Dikarenakan pergerakan yang tidak bisa diprediksi dan gerakan yang sangat random sehingga tidak cocok bagi trader pemula.

Ketimpangan Order Jual dan Beli

Sebelum membeli saham, kalian perlu mempertimbangkan saham yang memiliki ketimpangan sangat tinggi. Dimana order beli jauh lebih banyak daripada jual. Kalian harus memperhatikan order beli yang harus lebih banyak dikarenakan saham tersebut terbilang menarik jika order belinya lebih banyak daripada jual.

Pemula Jangan Gunakan Semua Modal ke Satu Transaksi

Tidak disarankan bagi kalian yang pemula untuk menggunakan semua modal hanya untuk satu transaksi. Kalian bisa membeli beberapa saham potensial dengan nilai yang sedikit dibanding membeli satu saham dengan seluruh modal yang kalian miliki. Hal ini dilakukan karena demi menghindari kerugian di satu titik.

Belajar saham bisa kalian lakukan di beberapa platform yang berbeda. Kalian juga bisa belajar saham melalui buku, internet, orang lain yang ahli, maupun mengikuti kursus trading. Setelah membaca artikel tentang belajar saham ini, disemogakan bagi kalian untuk bisa memahami sedikit tentang saham tersebut.

Demikian pembahasan dari GIC Indonesia mengenai belajar saham untuk pemula ini. Jangan lupa untuk tetap mencari tahu informasi terkait dengan bank, forex, dan keuangan yang lain, seperti “Ara Saham Artinya? Pengertian, hingga Manfaat“, hanya di Jurnal GIC. Pastikan juga kamu memperdalam ilmu forex di GIC Indonesia, via ebook scalping, dan juga NFP live trading.

Wachda Mihmii
SEO writer who is experienced in various Indonesian national media. Aspiring to be a book or novel writer. Has experience as a Creative Director.