Tanpa Indikator, Bagaimana Price Action Menghasilkan Profit?

Artikel ini terakhir di perbaharui May 28, 2021 by Yuliati Iswandiari
Tanpa Indikator, Bagaimana Price Action Menghasilkan Profit?

Price action adalah metode analisis teknikal yang berfokus langsung pada formasi harga di grafik atau chart harga, dan tidak bergantung pada indikator. Lalu, bagaimana price action bisa menghasilkan profit jika tidak menggunakan indikator?

Apa sih yang dimaksud dengan price action dalam trading forex?

Salah satu cara untuk memprediksi arah pergerakan harga adalah dengan menggunakan analisis teknikal. Pada dasarnya, analisis teknikal menggunakan grafik atau chart pergerakan harga historis untuk memprediksi arah harga di masa yang akan datang.

Analisis teknikal mengasumsikan grafik harga mencerminkan tindakan (action) dari semua pelaku pasar yang terlibat dalam trading dalam periode waktu tertentu. Pasar keuangan biasanya akan menghasilkan data tentang pergerakan harga pasar dalam berbagai periode waktu. Data ini yang kemudian ditampilkan dalam grafik pada layar monitor.

Banyak trader yang rela menghabiskan waktu untuk mempelajari dan mencoba berbagai strategi trading. Semakin jauh para trader dalam mencari strategi forex terbaik, semakin banyak dan rumit pula teknik yang mereka cari. Padahal, untuk bisa mengidentifikasi pergerakan berikutnya, ada metode sederhana yang dapat diandalkan, yakni teknik price action.

Nah, untuk memahami price action forex, trader harus memahami terlebih dahulu tentang grafik pergerakan harga. Pergerakan harga bisa dilihat dalam sebuah grafik, dengan grafik inilah trader akan mulai mengidentifikasi harga. Nah, disinilah peran price action dibutuhkan untuk membantu memprediksi arah pergerakan harga.

Apa itu price action? Price action adalah cara analisis sederhana yang dilakukan dengan mengamati pola pergerakan harga suatu aset atau suatu pair mata uang yang terlihat pada grafik atau chart harga. Melalui teknik price action, trader akan memprediksi arah pergerakan harga selanjutnya dari formasi candlestick yang ada.

Jadi, teknik ini tidak bergantung pada indikator apapun, untuk keperluan konfirmasi sinyal paling jauh trader hanya mengandalkan garis-garis support dan resistance atau moving average.

Indikator price action yang paling umum digunakan adalah candlestick, karena hal ini memberikan trader informasi yang berguna seperti harga pembukaan dan penutupan pasar dan tingkat harga tinggi dan rendah dalam periode waktu yang ditentukan.

Mengenal formasi candlestick utama untuk teknik price action

Tidak hanya sekedar bullish dan bearish, teknik price action juga menganalisis formasi candlestick dengan beragam bentuk unik yang bisa diinterpretasikan sebagai sinyal penting. Berikut tiga formasi candlestick utama yang digunakan dalam teknik price action forex.

1. Pin bar

Pin bar adalah salah satu candle utama dalam teknik ini karena paling mudah dikenali dan sering dijumpai di chart. Kemunculannya biasanya ditandai dengan body candle yang kecil dan salah satu sumbu memanjang melebihi besar body-nya.

Ada dua jenis pin bar, yaitu bearish pin bar dan bullish pin bar. Bearish pin bar terbentuk di puncak dan harga teridentifikasi sebagai penanda bearish reversal, sementara bullish pin bar di dasar (bottom) harga seringkali diartikan sebagai sinyal bullish reversal.

Pin bar bisa sangat akurat jika terbentuk pada support resistance harga yang mengalami penguatan tren. Dalam teknik price action candlestick, pin bar seringkali dimanfaatkan untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

2. Inside bar

Inside bar teridentifikasi sebagai formasi candle yang level high dan low berada dalam range candle sebelumnya. Teknik price action dengan pola ini memerlukan pengamatan pada dua candlestick sekaligus, dimana candle pertama disebut sebagai mother bar, dan candle kedua adalah inside bar.

Grafik inside bar menandakan keraguan buyer dan seller yang saling menunggu. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menunggu hingga candle ke tiga (sebagai konfirmator) tertutup untuk mengartikan sinyal inside bar. Teknik price action yang direkomendasikan adalah jika candlestick konfirmator close di atas level high mother bar, maka artinya buyer telah mengambil inisiatif untuk mendorong harga ke atas. Sebaliknya, trader bisa mengambil langkah bearish jika candle ke tiga tertutup di bawah level low mother bar. Kondisi tersebut mencerminkan kemenangan seller dalam menekan harga ke arah downside.

3. Fakey bar (inside bar dan pin bar)

Sinyal palsu alias false signal merupakan kemungkinan yang bisa selalu terjadi dan oleh karena itu harus diwaspadai oleh setiap trader. Dalam teknik price action, terdapat formasi candlestick khusus yang dapat dikenali sebagai penanda false signal (fakey).

Pola ini terdiri dari tiga candle. Dua candle pertama adalah formasi mother bar dan inside bar, sementara candle ke tiga adalah konfirmator yang sebenarnya menunjukkan false break. Dalam kondisi normal, candle konfirmator yang tertutup di bawah low mother bar seharusnya menjadi awal downtrend. Namun teknik price action ini terbukti tidak selalu benar.

Faktanya, harga berikutnya justru bisa membentuk uptrend. Untuk menghindari risiko tersebut, sebaiknya perhatikan bagaimana bentuk candle konfirmator setelah inside bar. Jika formasinya tampak seperti candlestick biasa, maka ia bukanlah penanda false signal. Namun apabila bentuknya menyerupai pin bar, maka berhati-hatilah.

Apa saja faktor pendukung price action?

1. Timeframe 

Sama seperti indikator analisis teknikal forex lainnya, price action tidak menjamin akurasi 100 persen. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya timeframe frekuensi kemunculan bar candlestick atau grafik lainnya yang dipengaruhi langsung oleh timeframe pilihan Anda. 

Misalnya, timeframe H4 akan memunculkan bar setiap 4 jam sekali, sedangkan timeframe daily hanya akan memunculkan bar sehari sekali. Semakin rendah jeda waktunya (di bawah H4), risikonya munculnya fake signal akan semakin tinggi.

2. Kalendar forex

Perhatikan kalender forex atau ekonomi untuk mendapatkan jadwal rilis pengumuman dan berita fundamental ‘penggerak pasar’ seperti pengumuman bank sentral, NFP (Non-farm Payroll) dan berita serta isu-isu penting lainnya. Mengapa harus Anda perhatikan? Karena bisa menjadi ‘pedang bermata dua’ bagi trader forex dengan panduan price action

Pergerakan harga biasanya akan kembali normal tidak lama setelah rilis berita berdampak besar. Oleh karena itu, gunakanlah kalender forex untuk memastikan bahwa Anda tidak ketinggalan berita.

Masih kesulitan untuk memahami teknik dasar trading forex? 

Tidak perlu kuatir, jika Anda merasa kesulitan dalam memahami materi belajar atau teknik dasar trading, itu bukan karena pasar forex tidak bisa dipahami. Untuk memudahkan Anda dalam proses menjadi trader ahli, bergabunglah dengan komunitas trader di Telegram GIC Forex Academy yang akan memberikan informasi dan edukasi trading yang sering diadakan oleh GIC. 

Anda juga bisa bergabung dengan komunitas trader di Telegram GICtrade untuk bertanya langsung kepada sesama trader seputar pengalaman trading. Follow juga Instagram GIC untuk mendapatkan informasi webinar dan berbagai hadiah menarik. Selain itu, di YouTube GIC, para trader juga bisa belajar trading gratis loh!

Tunggu apalagi? Makin lengkap fitur yang mendukung penuh Anda untuk memulai investasi dan trading forex melalui GIC. Jadikan transaksi lebih simpel, aman, dan menguntungkan. Mulailah dengan membuat akun demo dan cobalah menggunakan teknik price action.

Yuliati Iswandiari
Yuli is a writer and editor with over 4 years of experience who covering a wide range of writing. She always worked on the digital team. Previously she covered the health, lifestyle, and beauty content. As a writer for GIC, her mission is to provide educational information to help you make smarter and better-informed decisions because she knows finance can be complex and intimidating.