Fibonacci Retracement: Pengertian dan Cara Setting Indikator

Artikel ini terakhir di perbaharui April 23, 2021 by Yuliati Iswandiari
Fibonacci Retracement: Pengertian dan Cara Setting Indikator

Ada beragam analisis teknikal dan indikator yang bisa digunakan oleh banyak trader, salah satunya adalah indikator forex populer yaitu Fibonacci retracement. Menariknya, indikator ini menggunakan teori deretan angka yang ditemukan lebih dari 700 tahun yang lalu.

Mengapa teori deretan angka Fibonacci bisa digunakan untuk trading forex?

Leonardo da Pisa atau yang lebih dikenal dengan nama Leonardo Fibonacci, merupakan seorang ahli matematika asal Italia. Ia menemukan rangkaian angka sederhana yang kemudian dijadikan rasio untuk menjelaskan berbagai kejadian alam. Rasio Fibonacci dimulai dari baris angka sederhana seperti: 0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144, dan seterusnya. 

Untuk mendapatkan angka ini, caranya sangat mudah. Dimulai dari dua angka pertama, bila dijumlahkan akan mendapatkan angka yang ketiga, 0+1=1, 1+1=2, 1+2=3, dan seterusnya. Uniknya, jika Anda membagi salah satu angka dengan angka berikutnya, Anda akan mendapatkan angka desimal 0,618 (setelah dibulatkan), contohnya 34:55=0,618. 

Namun, jika Anda membagi salah satu angka di deret Fibonacci dengan angka sebelumnya, Anda akan selalu mendapatkan hasil yang sama, yaitu 1,625 atau 1,62 (setelah dibulatkan). Contoh 55:34=1,62. Angka-angka inilah yang dinamakan dengan rasio emas (golden ratio).

Lalu, bagaimana deretan angka Fibonacci bisa digunakan di trading forex? Dalam dunia trading forex, Fibonacci retracement adalah suatu alat analisis yang mengandalkan pendekatan teknikal dan dikembangkan dari rasio antar angka dalam bilangan-bilangan Fibonacci. Indikator ini sangat populer di kalangan para trader forex.

Dengan teori serupa yang sederhana, indikator forex Fibonacci menggunakan deretan angka-angka tertentu. Pada prakteknya, analisis teknikal menggunakan Fibonacci dilakukan dengan menarik garis untuk menghubungkan dua titik ekstrim pada grafik harga aset, yaitu titik tertinggi (high) dan titik terendah (low). 

Setelah itu, trader membagi jarak vertikal antara kedua titik ekstrim itu berdasarkan rasio Fibonacci yaitu 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, serta 100% dan menghasilkan berupa garis horizontal yang menandai level-level support dan resistance potensial dalam pergerakan harga sebelumnya dan berikutnya. 

Sederhananya, indikator Fibonacci retracement adalah analisis teknikal yang membantu trader untuk menemukan level support dan resistance potensial dan digunakan untuk menentukan target profit (TP) dan stop loss (SL). 

Jika Anda bertanya apakah pemahaman mengenai indikator Fibonacci retracement forex di atas sama dengan Fibonacci retracement saham. Jawabannya adalah sama.

Bagaimana cara setting indikator Fibonacci retracement?

Bagi trader pemula melakukan setting indikator Fibonacci mungkin terlihat rumit, Anda bisa mengikuti cara berikut ini.

1. Buka platform Metatrader Anda 

Pilih tampilan grafik pasangan mata uang dan timeframe. Perlu Anda perhatikan bahwa Fibonacci lebih cocok digunakan pada timeframe 1H (hourly) atau lebih tinggi. Apabila Anda ingin melakukan scalping pada timeframe lebih rendah, gunakan indikator lain.

2. Perhatikan pergerakan harga

Pada grafik harga, perhatikan pergerakan harga, lalu temukan titik pembalikan harga tertinggi dan terendah paling akhir.

3. Setting Indikator Fibonacci retracement 

Pertama buka ‘Menu Chart/Grafik’ pada platform trading Anda, lalu klik ‘Insert’, pilih ‘Objects’, kemudian ‘Fibonacci’. Ada beberapa pilihan Fibonacci yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Sebagai permulaan, pilih ‘Fibonacci Retracement’

Kemudian, cara tarik Fibonacci retracement adalah dengan bawa kursor ke atas grafik, klik pada titik harga tertinggi atau terendah yang ada di sisi kiri, lalu bawa kursor ke atas titik harga tertinggi atau terendah pada sisi kanan. 

Bagaimana cara menggunakan Fibonacci dalam trading forex?

Untuk bisa menemukan level Fibonacci, trader harus bisa terlebih dahulu menemukan harga titik tertinggi dan terendah. Titik tersebut masing-masing disebut sebagai swing high dan swing low

Swing high adalah momen saat pergerakan harga pada saat itu berada di posisi uptrend (kondisi tren sedang naik) dan yang perlu Anda lakukan adalah menarik garis Fibonacci dari swing low ke swing high. Sedangkan swing low adalah momen saat pergerakan harga pada saat itu berada di posisi downtrend (kondisi tren sedang turun) dan yang perlu Anda lakukan adalah menarik garis Fibonacci dari swing high ke swing low

Seperti yang sudah Anda ketahui, ada enam level Fibonacci retracement yaitu level 0.0%, 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 100%. Di antara level tersebut, level Fibonacci yang paling populer adalah level 38.2%, 50%, dan 61.8%. Di kisaran salah satu dari ketiga level tersebut, seringkali akan memunculkan sinyal buy atau sell dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi. 

Tahukah Anda bahwa level 50% bukan berasal dari rasio Fibonacci? Namun banyak trader yang menganggap bahwa level ini dianggap paling penting. Mengapa? Karena pergerakan harga pada level tersebut memiliki kecenderungan untuk melanjutkan ke suatu arah tertentu setelah melewatinya. 

Jika harga tembus level 50% mengarah ke atas, maka harga kemungkinan akan sampai ke level 0.0%. Sebaliknya, jika harga berhasil menerobos level 50% ke arah bawah, maka harga akan merosot sampai ke level 100%. Konsep dasar penggunaan Fibonacci retracement adalah mencari peluang buy ketika harga berada di kisaran support dan mencari peluang sell ketika harga berada di kisaran resistance.

Tips berhasil menggunakan indikator Fibonacci retracement

1. Tentukan titik garis penarikan Fibonacci retracement

Ada dua pilihan saat Anda menarik garis Fibonacci. Pertama, Fibonacci ditarik dari sumbu candle satu ke sumbu candle lain. Kedua, Anda bisa menghubungkan garis-garis Fibonacci dari body candle satu ke body candle lain. 

Jika menarik dari sumbu ke sumbu, artinya Anda menggunakan harga tertinggi dan terendah (high dan low) sebagai patokan. Sementara itu, penarikan antar body candle memungkinkan Anda untuk menggunakan harga pembukaan dan penutupan (open dan close) sebagai acuan. Penarikan harus selalu konsisten sumbu ke sumbu atau body ke body dan tidak bisa diselang-seling misalkan dari sumbu ke body atau body ke sumbu.

2. Gunakan juga dengan indikator lain

Melakukan analisis forex hanya dengan satu tool tidaklah cukup. Trader tetap disarankan untuk menggunakan indikator lain untuk memperoleh sinyal trading forex yang akurat. Kombinasikan indikator Fibonacci dengan indikator lain.

3. Hindari timeframe trading yang kecil

Memilih jenis timeframe biasanya memang disesuaikan dengan preferensi strategi trading. Namun, memilih timeframe super kecil seperti M1 tidak akan ideal bagi analisis forex dengan Fibonacci. Pergerakan harga yang terlampau cepat akan membuat sinyal dari Fibonacci retracement sangat sulit terbaca.

Masih kesulitan untuk memahami teknik dasar trading forex? 

Tidak perlu kuatir, jika Anda merasa kesulitan dalam memahami materi belajar atau teknik dasar trading, itu bukan karena pasar forex tidak bisa dipahami. Untuk memudahkan Anda dalam proses menjadi trader ahli, bergabunglah dengan komunitas trader di Telegram GIC Forex Academy yang akan memberikan informasi dan edukasi trading yang sering diadakan oleh GIC.

Anda juga bisa bergabung dengan komunitas trader di Telegram GICtrade untuk bertanya langsung kepada sesama trader seputar pengalaman trading. Follow juga Instagram GIC untuk mendapatkan informasi webinar dan berbagai hadiah menarik. Selain itu, di YouTube GIC, para trader juga bisa belajar trading gratis loh!

Tunggu apalagi? Makin lengkap fitur yang mendukung penuh Anda untuk memulai investasi dan trading forex melalui GIC. Jadikan transaksi lebih simpel, aman, dan menguntungkan. Mulailah dengan membuat akun demo.

Yuliati Iswandiari
Yuli is a writer and editor with over 4 years of experience who covering a wide range of writing. She always worked on the digital team. Previously she covered the health, lifestyle, and beauty content. As a writer for GIC, her mission is to provide educational information to help you make smarter and better-informed decisions because she knows finance can be complex and intimidating.