4 Jenis Trader dalam Trading Forex, yang Manakah Anda?

Artikel ini terakhir di perbaharui June 9, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
4 Jenis Trader dalam Trading Forex, yang Manakah Anda?

Karakter pribadi seseorang sudah pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya. Begitu juga dengan seorang trader saat melakukan trading. Dalam dunia trading forex, ada beberapa jenis trader yang memiliki gaya trading berbeda-beda.

Mengenal jenis trader yang ada dalam trading forex

Dalam dunia trading forex, pada umumnya dikenal empat jenis trader, yaitu scalper trader, day trader, position trader, dan swing trader. Jenis trader ini dibedakan berdasarkan profil risiko, frekuensi trading, dan target posisi saat masuk pasar. Nah, karena frekuensi trading dan target posisi yang tidak sama, maka umumnya mereka menggunakan timeframe, manajemen risiko, dan sistem trading yang berbeda-beda.

Perbedaan ini biasanya disebabkan oleh karakter dan kondisi trader yang beragam, karena bisa saja trader adalah seorang mahasiswa yang cenderung memiliki lebih banyak waktu, atau pekerja penuh waktu yang tidak bisa sering memantau harga, atau bisa juga pekerja freelance, dan lain sebagainya. Karena hal ini, maka trader memiliki strategi yang berbeda.

Semakin sering seorang trader forex melakukan transaksi, maka tentu peluang risiko menjadi lebih besar dan dibutuhkan keahlian trading yang lebih terlatih. Gaya trading setiap jenis trader sebetulnya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memperoleh profit konsisten dengan cara yang paling sederhana dan nyaman untuk dilakukan oleh trader. Cermati empat jenis trader berikut ini dan manakah jenis trader yang paling sesuai dengan Anda?

1. Scalper trader

Scalper trader adalah sebutan bagi trader yang menggunakan teknik scalping. Frekuensi trading seorang scalper jauh lebih sering dibanding trader lainnya, karena trader hanya hold posisi dalam rentang waktu sangat singkat yaitu detik hingga menit. Transaksi dilakukan singkat dengan frekuensi tinggi dan target profit kecil. Dalam 1 jam, trader bisa melakukan buka tutup posisi berulang kali.

Strategi ini bisa dilakukan jika trader memiliki banyak waktu fleksibel meskipun risiko cenderung lebih tinggi karena peluang whipsaw juga meningkat. Apa itu whipsaw? Whipsaw adalah ketika harga bergerak tiba-tiba ke arah yang berlawanan dan tidak terduga. Selain itu komisi transaksi juga lebih boros.

Target profit pada strategi ini biasanya 1-10 pips per transaksi. Trader jenis ini umumnya berpatokan pada chart 1-5 menit. Strategi scalping baik dilakukan saat pembukaan pasar Amerika dan Eropa yaitu ketika fluktuasi harga terjadi. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan scalper trader.

  • Besaran spread

Pilihlah pair mata uang dengan spread yang berdekatan. Hindari pair dengan spread yang besar karena perbandingan risk yang lebih besar dari reward. Contoh pair mata uang dengan spread kecil yaitu EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD. Selain itu, mata uang ini memiliki likuiditas yang tinggi.

  • Leverage

Karena strategi scalpers memiliki frekuensi trading tinggi dengan target profit kecil dalam waktu singkat, maka leverage yang digunakan tinggi supaya bisa menghasilkan profit yang lebih besar secara persentase.

2. Day trader

Day trader adalah trader yang melakukan transaksi trading dalam rentang waktu satu hari. Transaksi trading diselesaikan sebelum penutupan perdagangan baik rugi maupun untung. Waktu yang dibutuhkan untuk satu transaksi berkisar dari menit hingga jam. Trader merasa lebih tenang jika melewati penutupan transaksi tanpa menahan suatu posisi sehingga terhindar dari kejutan berita yang dapat mengganggu harga. 

Target profit day trader biasanya 20-40 pips, tergantung pasangan mata uang yang dibeli. Pilihan pasangan mata uang yang hendak ditransaksikan sama seperti scalper, pasangan mata uang tersebut haruslah volatile dalam kisaran waktu singkat. 

Sedangkan untuk mengamati pergerakan harga digunakan chart 15 menit dan 30 menit. Berbeda dengan scalper yang menghindari berita, justru day trader menantikan berita ekonomi yang dapat menggerakan pasar lebih jauh. Day trader sering juga disebut dengan trader harian.

3. Swing trader

Swing trader adalah trader yang saat trading menahan posisi mulai dari beberapa hari namun kurang dari satu minggu. Trader yang bekerja penuh waktu atau yang memiliki waktu trading terbatas cocok menggunakan gaya swing trading.

Pada pair mata uang yang volatile, swing trader bisa menentukan target profit 50-150 pips bahkan lebih. Grafik yang dijadikan panduan bertransaksi menggunakan 1 jam dan 4 jam.

Secara strategi, swing trader cenderung lebih konservatif daripada scalper dan day trader. Sebelum melangkah, swing trader meninjau beberapa parameter untuk konfirmasi. Sehingga mereka tidak terombang-ambing dengan pergerakan harga dalam rentang 1 harian.

Mereka lebih fokus pada trend jangka menengah. Karena target profitnya lebih besar, swing trader tidak terpengaruh pada volatilitas mata uang dan lebarnya spread. Berikut beberapa keunggulan menjadi swing trader:

  •  Risiko lebih rendah

Swing trader memiliki frekuensi trading yang jarang-jarang dibandingkan scalper dan trader harian. Secara peluang juga menghindari human error dan terhindar dari pergerakan harga sesaat yang biasanya mengecoh trader harian.

  • Hemat waktu

Strategi jenis trader ini bisa diterapkan bagi trader yang sibuk dan hanya memiliki sedikit waktu untuk trading sehingga trader tidak perlu lagi memonitor pergerakan harga secara terus menerus.

Membuka tutup chart tentunya bisa mengganggu konsentrasi kerja dan tidak efisien. Keunggulan ini membuat para swing trader bisa trading sambil tetap produktif di bidangnya.  Selain itu, terlalu banyak menonton grafik justru bisa ‘menggoda’ trader untuk terjerat transaksi yang tidak menguntungkan. 

Umumnya swing trader dilakukan oleh individu yang tidak memiliki dasar pendidikan ekonomi secara formal. Dengan keterbatasan waktu, ia juga tidak memiliki waktu memantau berita-berita ekonomi, melakukan analisis fundamental, dan lain-lain. Sehingga swing trader lebih mengandalkan dan menggunakan analisis teknikal sebagai pedoman bertransaksi.

Analisis teknikal dipercaya efektif dalam merefleksikan berbagai kondisi pasar yang sedang terjadi melalui parameter statistik.

4. Position trader

Position trader adalah jenis trader yang melakukan transaksi dengan memegang posisi mulai dari beberapa minggu sampai beberapa bulan. Secara periode waktu, position trader adalah yang paling lama dibandingkan jenis trader lainnya. Gaya trading mereka bertolak belakang dengan scalper yang ingin cepat.

Jika swing trader berpedoman pada analisis teknis, mereka berpedoman pada analisis fundamental dengan parameter data-data ekonomi. Kalaupun menggunakan sedikit analisis teknis, position trader menggunakan periode waktu harian, mingguan bahkan bulanan.

Target profit per transaksinya bisa mencapai 500 pips. Beberapa keunggulan strategi ini adalah hemat waktu sehingga bisa sambil tetap fokus beraktivitas tanpa memantau harga secara terus menerus, karena jarang trading tentunya biaya transaksi juga sangat minim bahkan bisa berpeluang memperoleh bunga swap.

Swap adalah bunga yang diberikan atas pinjaman yang diberikan trader terhadap pair mata uang yang sedang dimilikinya. Hal ini dikenal juga dengan istilah carry trade.

Masih kesulitan untuk memahami teknik dasar trading forex? 

Tidak perlu kuatir, jika Anda merasa kesulitan dalam memahami materi belajar atau teknik dasar trading, itu bukan karena pasar forex tidak bisa dipahami. Untuk memudahkan Anda dalam proses menjadi trader ahli, bergabunglah dengan komunitas trader di Telegram GIC Forex Academy yang akan memberikan informasi dan edukasi trading yang sering diadakan oleh GIC. 

Anda juga bisa bergabung dengan komunitas trader di Telegram GICtrade untuk bertanya langsung kepada sesama trader seputar pengalaman trading. Follow juga Instagram GIC untuk mendapatkan informasi webinar dan berbagai hadiah menarik. Selain itu, di YouTube GIC, para trader juga bisa belajar trading gratis loh!

Tunggu apalagi? Makin lengkap fitur yang mendukung penuh Anda untuk memulai investasi dan trading forex melalui GIC. Jadikan transaksi lebih simpel, aman, dan menguntungkan. Mulailah dengan membuat akun demo

Yuliati Iswandiari
Yuli is a writer and editor with over 4 years of experience who covering a wide range of writing. She always worked on the digital team. Previously she covered the health, lifestyle, and beauty content. As a writer for GIC, her mission is to provide educational information to help you make smarter and better-informed decisions because she knows finance can be complex and intimidating.