Analisa Market Mingguan: 31 Mei – 04 Juni 2021 Penderita Covid-19 Tinggi

Artikel ini terakhir di perbaharui June 2, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Analisa Market Mingguan: 31 Mei – 04 Juni 2021 Penderita Covid-19 Tinggi

Analisa market mingguan 31 Mei – 04 Juni 2021 kali ini menguraikan beberapa hal yang mempengaruhi pergerakan market. Untuk Dolar AS saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan berada di level terendah nya. Pelemahan Dolar AS ini karena adanya aksi jual fisik mata uang Amerika tersebut yang di lakukan oleh para pelaku pasar. Aksi para pelaku pasar ini imbas adanya rilis data inflasi AS yang negative, selain itu juga menjelang kondisi akhir bulan dan liburan akhir pekan.

Focus para pelaku pasar dalam pekan ini adalah rilis data NFP dan data jumlah pengangguran. Disisi lain salah satu pejabat The Fed telah mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi yang ada saat ini telah menunjukkan peningkataan yang berarti. Hal ini dapat merangsang pengambilan keputusan Bank Sentral AS untuk bisa saja mengurangi pembelian obligasi dan bahkan bisa mengevaluasi tingkat suku bunga yang ada saat ini. Jika hal ini bisa terealisasi maka dapat dipastikan nilai Dolar AS akan menguat dibandingkan dengan mata uang utama lainnya.

GBPUSD di perkirakan masih akan bergerak melemah untuk Poundsterling. Pelemahan Pundsterling terhadap Dolar AS ini di sebabkan oleh masih adanya rasa kekhawatiran akan adanya lonjakan penderita virus Covid-19 jenis baru yang semakin bertambah di Inggris. Untuk pergerakan market hari ini GBPUSD di prediksi masih akan bergerak melemah dibandingkan dengan Dolar AS.

EURUSD sempat bergerak menguat dibandingkan dengan mata uang Dolar AS, pada pergerakan market Jum’at di akhir pekan kemarin. Penguatan Euro ini imbas adanya rilis data ekonomi yang positive. Data tersebut adalah Consumer Sentiment yang meningkat, sehingga memberikan keyakinan para pelaku pasar akan meningkatnya perekonomian kawasan Eropa. Namun untuk pergerakan market hari ini di perkirakan EURUSD akan melemah untuk Euro.

AUDUSD bergerak melemah, pelemahan Dolar Australia dibandingkan Dolar AS imbas turunnya harga komoditas Australia terutama untuk biji besi. Selain turunnya harga komoditas tersebut, penguatan Dolar AS juga turut melemahkan Aussie. Untuk pergerakan market hari ini di prediksi Aussie masih akan melanjutkan pelemahannya.

Sementara untuk USDJPY bergerak melemah untuk Yen dibandingkan dengan Dolar AS. Pelemahan Yen ini imbas adanya sikap optimis para pelaku pasar akan cepatnya pemulihan ekonomi AS, sehingga menyebabkan penguatan pada mata uang Dolar AS. Untuk hari ini di perkirakan Yen masih akan melanjutkan pelemahannya dibandingkan dengan Dolar AS.

Semakin melonjaknya jumlah penderita Covid-19 di beberapa negara di dunia, telah menimbulkan rasa kekhawatiran akan permintaan Bahan Bakar Minyak. Kekhawatiran tersebut telah membuat harga Minyak menurun pada perdagangan Jum’at akhir pekan lalu. Untuk pergerakan market hari ini di prediksi harga Minyak masih akan melanjutkan penurunannya.

Emas semakin bersinar di sebabkan oleh adanya kekhawatiran para pelaku pasar akan adanya lonjakan penderita Covid-19 di beberapa negara di dunia. Kenaikan harga Emas sudah bergerak dan mencapai level diatas $ 1900/troy ounce. Selain karena melonjaknya penderita Covid-19 di beberapa negara di dunia, penyebab kenaikan harga Emas juga di dukung oleh melemahnya Dolar AS. Naiknya harga Emas juga didorong oleh rilis data ekonomi AS yang buruk, dimana data tersebut mengenai inflasi.

Selain penyebab kenaikan harga Emas seperti yang sudah di jabarkan diatas, faktor lain adalah karena turunnya yield obligasi pemerintah AS untuk tenor jangka panjang atau 10 tahun. Seperti kita ketahui jika kondisi market tidak menentu atau tidak stabil, maka aset safe haven akan menjadi peralihan investasi para pelaku pasar. Aset safe haven Emas saat ini menjadi incaran para pelaku pasar dan mengesampingkan aset safe haven yang lain. Itulah faktor – faktor analisa market mingguan 31 mei – 04 juni 2021 secara garis besar yang dapat mempengaruhi pergerakan market.

1. Data Penting/High Impact Analisa Market Mingguan

1.1 RBA Rate Statement & Cash Rate (AUD)

Selasa, 11:30 WIB. Bank Central Australia / RBA (Reserved Bank of Australia) pada pertemuan nanti,berencana akan mempertahankan tingkat suku bunga di level 0,10%. Jika RBA seperti prediksi diatas maka Aussie akan bergerak menguat terbatas terhadap Dollar AS jika mata uang negara adidaya tersebut masih melemah.
Cash Rate, setelah adanya keputusan suku bunga yang akan di lepas di market, sehingga cenderung dibayangi oleh Pernyataan Suku Bunga RBA (Cash Rate), yang difokuskan pada kebijakan di masa yang akan datang. Suku bunga jangka pendek adalah faktor terpenting dalam memberikan dampak terhadap mata uang Australia. Para pelaku pasar memandang dan bersiap untuk dampak yang di timbulkan serta memprediksi bagaimana suku bunga akan berubah atau tidak di masa yang akan datang.

1.2 OPEC – JMMC Meetings (All)

Selasa, Tentative. Pengertian data JMMC Meetings” maksudnya adalah bahwa Pertemuan OPEC-JMMC dihadiri oleh perwakilan dari 13 anggota OPEC dan 11 negara kaya minyak lainnya. Mereka membahas berbagai masalah tentang pasar energi, yang paling penting dalam pertemuan ini  akan menyepakati berapa banyaknya jumlah minyak yang akan mereka produksi. Rapat tertutup untuk pers tetapi pejabat biasanya berbicara dengan wartawan sepanjang hari, dan pernyataan resmi yang mencakup perubahan kebijakan dan tujuan rapat dirilis setelah rapat selesai. Agenda rapat seperti ini awalnya adalah pada Januari 2017.

1.3 ISM Manufacturing PMI (USD)

Selasa, 21:00 WIB. ISM Manufacturing PMI merupakan indeks sama yang dirilis oleh Market untuk Manufacturing PMI, namun datanya bersumber dan dibuat oleh Institute for Supply Management (ISM) yang secara khusus dibuat untuk AS.Indikator ini biasanya akan berdampak lebih besar dibanding dengan yang dirilis Market. Just info Indeks ini dibuat berdasarkan survei terhadap sekitar 400 purchasing manager di AS,mengenai kondisi dan situasi bisnis saat ini, termasuk output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja atau karyawan. Jika rilis di atas 50.0 maka mencerminkan ekspansi di sektor manufaktur, namun jika di bawah 50.0 menunjukkan kontraksi.

1.4 BOE Gov. Bailey Speaks (GBP)

Selasa, 22:00 WIB. Sebagai kepala bank sentral, yang mengontrol suku bunga jangka pendek, dia memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap nilai mata uang negara daripada orang lain. Pedagang mengamati keterlibatan publiknya karena sering digunakan untuk memberikan petunjuk halus tentang kebijakan moneter di masa depan.

1.5 GDP (AUD)

Rabu, 08:30 WIB. Merupakan data yang mengukur perubahan nilai yang disesuaikan dengan tingkat inflasi dari semua produk barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara. Data ini juga menjadi tolak ukur aktivitas ekonomi yang paling besar untuk melihat sehat atau tidak nya ekonomi suatu negara. Data ini dirilis setiap 3 bulan, sekitar 65 hari setelah quartal berakhir.

1.6 ISM Services PMI (USD)

Kamis, 21:00 WIB. Data ini adalah indikator utama kesehatan ekonomi suatu negara, dimana sektor bisnis bereaksi cepat terhadap kondisi pasar, dan manajer pembelian mereka mungkin memiliki wawasan terkini dan relevan tentang pandangan perusahaan terhadap ekonomi negara. Data ini mengukur tingkat indeks difusi berdasarkan manajer pembelian yang disurvei di sektor jasa dan tidak termasuk sektor industri manufaktur. Survei ini dilakukan terhadap sekitar 300 manajer pembelian yang meminta responden untuk menilai tingkat relatif dari kondisi bisnis termasuk pekerjaan, produksi, pesanan baru, harga, pengiriman pemasok, dan inventaris. Jika rilis data di atas 50,0 menunjukkan ekspansi industri, di bawah 50,0 menunjukkan kontraksi. Sumber mengubah seri dari tidak disesuaikan menjadi disesuaikan musiman pada Januari 2001.

1.7 Fed Chair Powell Speaks (USD)

Jum’at, 18:00 WIB. Powell sebagai Sebagai ketua bank sentral Amerika, yang menjabat sejak Februari 2018 – Februari 2022. Tugasnya antara lain adalah mengontrol suku bunga jangka pendek. Selain itu juga beliau memiliki pengaruh yang lebih besar atas menguat atau melemahnya nilai mata uang negara Amerika dibandingkan orang lain. para investor sangat menantikan dari pernyataan bank central tersebut yang berguna untuk memberikan petunjuk halus tentang kebijakan moneter di masa yang akan datang.

1.8 Employment Change & Unemployment Rate (CAD)

Jum’at, 19:30 WIB. Employment Change adalah data penciptaan lapangan kerja merupakan indikator utama penting dari belanja konsumen, yang merupakan mayoritas dari keseluruhan aktivitas ekonomi. Data ini berisi Perubahan jumlah orang yang bekerja selama bulan sebelumnya. Ini adalah data ekonomi penting yang dirilis tak lama setelah bulan berakhir. Kombinasi antara kepentingan dan kejelasan menghasilkan dampak pasar yang besar dan kuat.
Unemployment Rate adalah data tingkat pengangguran dalam sebulan. Meskipun secara umum dipandang sebagai indikator yang tertinggal, jumlah pengangguran merupakan sinyal penting dari kesehatan ekonomi secara keseluruhan karena belanja konsumen sangat berkorelasi dengan kondisi pasar tenaga kerja.

1.9 Average Hourly Earnings, Non-Farm Employment Change & Unemployment Rate (USD)

Jum’at, 19:30 WIB. Average Hourly Earnings merupakan sebuah indikator tingkat inflasi yang bersumber dari jumlah upah perjam yang dibayarkan oleh para pengusaha diluar sektor pertanian. Jika nilai Average Hourly Earnings Amerika Serikat (AS) bagus atau naik maka Dollar AS akan menguat,begitupun sebaliknya.
Non-Farm Employment Change adalah data yang mengukur tingkat lapangan kerja baru diluar sektor pertanian. Apa hubungan antara Average Hourly Earnings dengan Non-Farm Employment Change ? Antara data NFP dengan data Average Earnings berhubungan dan saling mempengaruhi, namun data NFP lebih berdampak terhadap pergerakan market. Average earnings adalah persentase perubahannya upah tenaga kerja perjam. Kalau NFP bagus tetapi Average Hourly Earnings turun maka Dollar AS masih mungkin akan menguat,karena adanya prediksi di bulan berikutnya Earnings akan bagus yang diikuti dengan naiknya jumlah tenaga kerja. Sebaliknya kalau NFP jelek USD akan cenderung melemah meskipun Earnings bagus.
Unemployment Rate
adalah data yang mengukur tingkat pengangguran bulanan di AS. Pada bulan lalu tingkat penangguran di rilis 6,1% dan di prediksi pada bulan Mei di prediksi akan menurun menjadi 5,9%. Jika dirilis sesuai atau bahkan dibawah prediksi, maka Dollar AS akan menguat, begitupun sebaliknya.

2. Tinjauan Teknikal Sesuai Analisa Market Mingguan 31 Mei – 04 Juni 2021

2.1 EUR/USD

Chart EURUSD terbaru analisa market mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan1,22733 (High)
Range Pergerakan1,20584 (Low)

2.2 USDCHF

Chart USDCHF terbaru analisa market mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,90694 (High)
Range Pergerakan0,88687 (Low)

2.3 GBPUSD

Chart GBPUSD terbaru analisa market mingguan

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1,42215 (High)
Range Pergerakan1,39979 (Low)

2.4 USDJPY

Chart USDJPY terbaru analisa market mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan110,256 (High)
Range Pergerakan108,625 (Low)

2.5 Emas

Chart XUL terbaru

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan1960,00 (High)
Range Pergerakan1861,00 (Low)

2.6 AUDUSD

Chart AUDUSD terbaru

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan0,79079 (High)
Range Pergerakan0,76106 (Low)

2.7 Minyak

Chart OIL terbaru

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan68,10 (High)
Range Pergerakan62,28 (Low)

Demikianlah analisa market mingguan 31 Mei – 04 Juni 2021 dampak lonjakan penderita Covid-19 di beberapa negara terhadap pergerakan market. Tetap utamakan Money Management dan Risk Management pada tradingan Anda.

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst, dan sekaligus Community Engagement Manager di GIC Trade sejak tahun 2019.