Analisa Market Mingguan : 28 Desember 2020 – 01 Januari 2021

Artikel ini terakhir di perbaharui May 31, 2021 by Akhmad Zico Fadlansyah
Analisa Market Mingguan : 28 Desember 2020 – 01 Januari 2021

Analisa market mingguan 28 desember 2020 – 01 januari 2021 akan membahas pergerakan pasar menjelang tahun baru 2021, dan hal-hal yang dapat memengaruhi pasar menjelang tahun baru seperti, mata uang Dollar AS sempat bergerak menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada perdagangan di pekan lalu, imbas Trump bersikeras untuk tidak menyetujui mengenai rencana paket dana bantuan Covid-19. Tidak jelas informasi nya mengenai mengapa Trump berubah pikiran, namun salah satu sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa beberapa penasehat presiden berusaha untuk mendesaknya agar mengalah dan melunak, karena menurut mereka tidak ada sisi positif nya jika menolak hal tersebut, mengingat hal tersebut hanya akan menambah kekacauan menjelang akhir masa jabatan Trump sebagai presiden AS pada 20 Januari nanti.

Kabar mengenai bahwa Trump sudah menandatangani mengenai rencana dana bantuan Covid-19 membuat mata uang Greenback melemah dibandingkan dengan mata uang utama lainnya, pada pergerakan market sesi Asia di awal pekan ini.
Hal ini memicu tindakan para pelakau pasar untuk berburu aset safe haven dan  indeks saham.

Harga Emas bergerak naik dan berhasil menyentuh level psikologis di $1900/troy ounce, setelah Donald Trump menandatangani mengenai paket stimulus dana bantuan Covid-19 sebesar US $2,3 trilyun, dengan dana bantuan tersebut juga berguna untuk memulihkan mengenai dana tunjangan pengangguran untuk jutaan warga negara Amerika Serikat yang telah kehilangan pekerjaan imbas pandemi Corona. Selain itu juga dana tersebut juga berguna untuk menghindari shutdown pemerintahan federal di awal pekan ini.

Salah satu sumber mengatakan bahwa harga Emas sudah bergerak naik lebih dari 24% pada tahun 2020 ini. Penyebab utamanya adalah karena memang sejak lama daya tarik Emas sebagai safe haven yang telah dianggap sebagai anti inflasi seiring pelemahan nilai mata uang sebagai akibat dari langkah-langkah stimulus dalam upaya mengurangi dampak pandemi Corona.

Poundsterling bergerak berpeluang untuk menguat versus mata uang Dollar AS pada perdagangan sesi Asia di awal pekan ini. Hal ini disebabkan oleh adanya pelemahan Dollar AS, imbas persetujuan Trump terhadap rencana stimulus dana bantuan Covid-19. Selain itu adanya sentimen positif akan tercapainya kesepakatan Brexit.

1. Data Penting/High Impact Pada Analisa Market Mingguan 28 Desember 2020 – 01 Januari 2021

1.1 Prelim Industrial Production m/m (JPY)

Senin, 06:50 WIB. Data ini menghitung perubahan dari nilai total yang disesuaikan dengan inflasi dari output yang sudah diproduksi oleh pabrik, tambang, dan utilitas. Ini adalah indikator utama untuk mengukur kesehatan ekonomi – produksi bereaksi cepat terhadap naik turunnya siklus bisnis dan berkorelasi dengan kondisi konsumen seperti tingkat pekerjaan dan pendapatan. Ada 2 versi mengenai indikator ini dirilis sekitar 15 hari dan terpisah – yang pertama adalah Preliminary and Revised. Untuk rilis Preliminary adalah yang paling awal dan cenderung memiliki dampak paling besar terhadap pergerakan market.

1.2 Goods Trade Balance (USD)

Rabu, 20:30 WIB. Data ini berisi mengenai perdagangan barang yang menghasilkan sekitar 75% dari total perdagangan, dan oleh karena itu memberikan wawasan awal tentang data Neraca Perdagangan yang dilaporkan sekitar 5 hari kemudian. Angka positif menunjukkan bahwa lebih banyak barang yang diekspor daripada yang diimpor. Data ini dirilis awal pada Juli 2015.

1.3 Manufacturing PMI & Non Manufacturing PMI (China)

Kamis, 08:00 WIB. Manufacturing PMI, Data ini merupakan indikator utama untuk mengukur kondisi ekonomi suatu negara, dimana suatu bisnis bereaksi cepat terhadap kondisi pasar, dan manajer pembelian mereka mungkin memiliki wawasan terkini dan relevan tentang pandangan perusahaan terhadap ekonomi. Jika data di rilis di atas 50,0 menunjukkan ekspansi industri, jika dirilis di bawah 50,0 menunjukkan kontraksi. Cenderung berdampak lebih besar saat dirilis menjelang PMI Manufaktur Caixin karena laporannya berkorelasi erat. Data China dapat berdampak luas pada pasar mata uang karena pengaruh China terhadap ekonomi global dan sentimen investor.
Non Manufacturing PMI, Ini adalah indikator utama kesehatan ekonomi – bisnis bereaksi cepat terhadap kondisi pasar, dan manajer pembelian mereka mungkin memiliki wawasan terkini dan relevan tentang pandangan ekonomi perusahaan. Di atas 50,0 menunjukkan ekspansi industri, di bawah menunjukkan kontraksi. Data China dapat berdampak luas pada pasar mata uang karena pengaruh China terhadap ekonomi global dan sentimen investor.

1.4 Unemployment Claims (USD)

Kamis, 20:30 WIB. Merupakan data jumlah individu yang mengajukan asuransi pengangguran dalam satu minggu. Ini adalah data ekonomi yang paling awal, yang akan berdampak ke pasar dan berfluktuasi dari minggu ke minggu. Meskipun secara umum dipandang sebagai indikator yang kurang valid, namun jumlah pengangguran merupakan sinyal penting dari kesehatan ekonomi secara keseluruhan karena belanja konsumen sangat berkorelasi dengan kondisi pasar tenaga kerja. Pengangguran juga menjadi pertimbangan utama bagi Bank Central yang mengarahkan kebijakan moneter.

2. Tinjauan Teknikal Sesuai Analisa Market Mingguan 28 Desember 2020 – 01 Januari 2021

2.1 EUR/USD

Analisa Mingguan

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan1,23651 (High)
Range Pergerakan1,21153 (Low)

2.2 USDCHF

Analisa Mingguan FOREX (USDCHF) 23 - 27 November 2020

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan0,89968 (High)
Range Pergerakan0,86988 (Low)

2.3 GBPUSD

Analisa Mingguan FOREX (GBPUSD) 23 - 27 November 2020

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan1,38054 (High)
Range Pergerakan1,33142 (Low)

2.4 USDJPY

analisa Mingguan FOREX (USDJPY) 23 - 27 November 2020

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan104,625 (High)
Range Pergerakan102,797 (Low)

2.5 Emas

Analisa Mingguan EMAS 23 - 27 November 2020

PreferensiBEARISH
Range Pergerakan1936,00 (High)
Range Pergerakan1854,00 (Low)

2.6 AUDUSD

Analisa Mingguan FOREX (AUDUSD) 23 - 27 November 2020

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan0,77571 (High)
Range Pergerakan0,74585 (Low)

2.7 Minyak

Analisa Mingguan Minyak 23 - 27 November 2020

PreferensiBULLISH
Range Pergerakan52,67 (High)
Range Pergerakan44,68 (Low)

Demikianlah analisa market mingguan 28 desember 2020 – 01 januari 2021. Tetap utamakan Money Management dan Risk Management pada tradingan Anda

Kunjungi GIC Indonesia untuk mendapatkan informasi seputar dunia trading. Anda juga bisa bergabung bersama kami di dalam Telegram Community GIC Trade dan Telegram Channel GIC Trade. Jangan lupa check akun Youtube GIC Indonesia yang penuh dengan banyak informasi, serta follow akun Instagram Kami untuk mendapatkan informasi mengenai berbagai webinar menarik yang bisa Anda ikuti.

Nurhakim
Secara professional telah menekuni dunia trading sejak tahun 2009. Berpengalaman membangun Marketing Team & Telemarketing dengan anggota divisi 5 - 20 orang. Saat ini menjadi Trainer, Market Analyst, dan sekaligus Community Engagement Manager di GIC Trade sejak tahun 2019.